Bulan: Maret 2018

PILAR-PILAR FITUR DARI FUNGSI UTAMA PROGRAM AKUNTANSI YANG PALING BANYAK DIGUNAKAN PERUSAHAAN

Aplikasi (software) akuntansi merupakan sebuah sistem untuk pencatatan transaksi keuangan pada komputer yang bisa disesuaikan dengan setiap masing-masing jenis usaha. Untuk aplikasi (software akuntansi) ini akan mencatat setiap transaksi keuangan dari sebuah bisnis dan akan mempercepat dalam menyediakan berbagai jenis laporan-laporan keuangan yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan, dan nantinya yang akan digunakan sebagai kontrol keuangan atau untuk membuat suatu keputusan bisnis.

Untuk saat ini saja sebenarnya sudah sangat banyak sekali aplikasi akuntansi yang beredar di pasar teknologi IT dengan berbagai macam dan jenis spesifikasi serta fitur-fitur andalan masing-masing yang kesemuanya memang memiliki keunggulannya sendiri-sendiri.

Berikut ini merupakan beberapa fungsi dalam aplikasi/software akuntansi yang seringkali banyak digunakan pada setiap proses operasional perusahaan agar dapat mengelola keuangannya masing-masing dengan lebih baik:

1. Fitur Pembelian (Purchasing).

Merupakan fitur untuk melakukan transaksi pembelian produk persediaan (untuk jenis usaha dagang), untuk pembelian bahan baku (bagi jenis usaha produksi/manufaktur) yang akan digunakan dalam kegiatan proses produksi bisnis dan pembelian sebagai bahan penunjang untuk jenis kegiatan usaha jasa. Proses pembelian sendiri berbeda-beda untuk setiap jenis usaha, ada yang membutuhkan adanya fitur purchase order yang akan digunakan sebagai dasar acuan pembelian perusahaan, namun ada pula yang langsung purchase tanpa menggunakan purchase order semua tergantun kebutuhan masing-masing perusahaan. Semua aplikasi/software akuntansi pasti menyediakan fitur ini untuk kebuhan laporan pembelian atau bisa juga digunakan untuk menentukan harga perolehan.

2. Fitur Persediaan (Inventory).

Persediaan sebagai salah satu asset yang dimiliki oleh perusahaan, baik dalam bentuk barang dagangan (usaha dagang), barang jadi atau barang yang masih dalam proses pembuatan untuk jenis usaha manufaktur. Terdapat tiga jenis kelompok inventory, yaitu: persediaan bahan baku, persediaan dalam proses, dan juga persediaan barang jadi yang sudah bernilai jual. Secara umum, semua aplikasi akuntansi telah menyediakan adanya fitur gudang dan juga dalam fitur inventory sendiri juga terdapat sub-sub menu inventory lain yang bisa diinput dan dimonitor untuk mendapatkan informasi jumlah stok yang lebih akurat.

3. Fitur Penjualan (Sales).

Selain untuk menampilkan informasi seputar transaksi penjualan produk, fungsi ini juga akan menampilkan detail dari diskon dan pajak (Ppn). Fungsi dari fitur penjualan ini adalah salah satu fungsi yang sangat penting dalam hal proses keuangan karena berhubungan langsung dengan transaksi dan juga income (pemasukan) bagi perusahaan.

4. Fitur Stock Opname Persediaan.

Fungsi dari stock opname ini juga menjadi salah satu yang terpenting, karena secara khusus untuk menghitung dan membandingkan persediaan/stok antara produk catatan dengan produk fisik. Tujuan utama dari dilakukannya proses stock opname ini adalah untuk mengetahui kebenaran dari catatan persediaan dalam pembukuan. Sehingga akan langsung diketahui apakah catatan dalam pembukuan stock opname tersebut sudah benar-benar sesuai atau tidak. Selain itu fitur ini juga lebih banyak digunakan sebagai sistem pengendalian internal untuk mendapatkan HPP dan membandingkan stock dari tahun ke tahun berikutnya.

5. Fitur Laporan Keuangan (Neraca Keuangan).

Merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang dapat dihasilkan oleh program akuntansi dalam periode tertentu yang menunjukkan bagaimana posisi keuangan perusahaan yang sesungguhnya pada periode-periode tersebut. Laporan inilah yang nantinya akan digunakan sebagai dasar utama dalam hal pengambilan keputusan bisnis oleh pihak manajemen, neraca keuangan sebenarnya terdiri dari asset, liabilitas, dan ekuitas. Fungsi utama dari neraca ini adalah untuk memberikan informasi seputar laporan keuangan perusahaan secara lebih mendetail dengan menampilkan nilai seimbang dari debit dan kredit perusahaan.

Dengan mengetahui setiap masing-masing fungsi inti dari kelima pilar fungsi utama dari sebuah aplikasi akuntansi tersebut, maka akan semakin mempermudah bagi Anda untuk memasukkan data-data dan untuk mendapatkan informasi laporan yang jauh lebih akurat. Semoga bisa bermanfaat dan terimakasih, salam sukses.
Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

BERBAGAI MANFAAT MELAKUKAN REVALUASI ASSET TETAP MILIK PERUSAHAAN

Revaluasi bisa diartikan sebagai suatu penilaian kembali atas asset tetap milik perusahaan sebagai akibat dari kenaikan nilai asset dipasaran atau karena semakin rendahnya nilai asset tetap dalam laporan keuangan akibat dari terjadinya devaluasi. Hal inilah yang menyebabkan nilai asset tetap dalam laporan keuangan menjadi tidak lagi menunjukkan nilai yang wajar.

Penilaian kembali atau berupa revaluasi tersebut yang harus dilakukan dengan tujuan agar perusahaan dapat melakukan perhitungan penghasilan dan biaya menjadi semakin lebih wajar untuk menunjukkan kemampuan dan nilai perusahaan yang sebenarnya.

Manfaat Melakukan Revaluasi Pada Asset Perusahaan

Dengan dilakukannya revaluasi ini maka akan memberikan beberapa manfaat berikut ini:

• Neraca akan menunjukkan posisi kekayaan yang tetap wajar.
• Kenaikan nilai asset tetap dengan konsekwensi dari semakin naiknya beban penyusutan asset tetap yang telah dibebankan ke dalam laba rugi atau yang nanti akan dibebankan kepada harga pokok produksinya.

Revaluasi Asset Tetap Milik Perusahaan

Untuk asset-aset tetap milik perusahaan yang dapat direvaluasi adalah berupa asset tetap berwujud yang terletak di Indonesia dan yang dimiliki serta seringkali dipergunakan untuk mendapatkan, serta menagih dan memelihara penghasilan yang merupakan objek pajak.

Penilaian kembali terhadap asset milik perusahaan juga harus dilakukan berdasarkan dari nilai pasar asset tetap tersebut yang masih berlaku pada saat penilaian kembali yang telah ditetapkan oleh perusahaan jasa atau oleh seorang ahli yang sudah diakui oleh pemerintah.

Asset yang berada dalam kelompok asset tertentu juga harus direvaluasi secara bersamaan yang bertujuan untuk menghindari revaluasi asset secara selektif dan semakin tercampurnya biaya perolehan beserta nilai lainnya pada saat yang berbeda. Namun demikian, untuk revaluasi pada kelompok asset sebenarnya dapat dilakukan secara bergantian selama revaluasi dari kelompok asset tersebut dapat terselesaikan secara lengkap dalam waktu yang lebih singkat.

Pada saat terjadinya revaluasi, jika jumlah aset yang sudah tercatat malah semakin meningkat, maka ntuk kenaikan tersebut akan langsung dikreditkan pada ekuitas pada surplus revaluasi. Namun jika pernah diakui penurunan dari nilai asset karena revaluasi dalam laporan laba rugi, maka untuk kenaikan asset tersebut harus diakui terlebih dahulu dalam laporan laba rugi sebesar nilai penurunan yang telah diakui sebelumnya.

Dengan demikian, maka sisa nilai dari bagian yang telah diakui dalam laporan laba rugi akan dicatat sebagai sebuah kenaikan langsung yang dikreditkan pada ekuitas. Pada saat dilakukan revaluasi, jika jumlah asset yang telah dicatat mengalami penurunan, maka penurunan tersebut akan diakui dalam laporan laba rugi. Namun jika asset tersebut sebelumnya pernah direvaluasi dan dicatat sebagai kenaikan yang langsung dikreditkan kepada ekuitas, maka penurunan nilai karena revaluasi akan langsung didebitkan kepada ekuitas pada bagian surplus revaluasi dengan catatan bahwa jumlah maksimal yang dapat didebet adalah sejumlah saldo surplus revaluasi. Maka sisa nilai dari penurunan akan dibebankan kepada laporan laba rugi.

Jika terdapat dampak atas pajak penghasilan atas kenaikan atau penurunan dari nilai aset karena hasil revaluasi harus segera dikalkulasikan dan dicatat sesuai dengan catatan kenaikan maupun penurunan revaluasi. Pajak tangguhan yang akan dihitung dan dibebankan pada ekuaitas atau dari laporan laba rugi akan mengikuti mekanisme dari pengakuan hasil revaluasi. Pada saat asset tetap direvaluasi, maka akumulasi untuk penyusutan pada tanggal revaluasi yang dapat dilakukan dengan salah satu cara berikut, yaitu:

1. Dapat disajikan secara proporsional yang mana dengan adanya perubahan dalam jumlah tercatat bruto dari asset, sehingga jumlah tercatat asset setelah revaluasi akan menjadi sama dengan jumlah revaluasian. Biasanya untuk metode ini lebih sering digunakan apapbila asset direvaluasi dengan memberikan indeks untuk menentukan biaya pengganti yang sudah disusutkan.

2. Jumlah tercatat bruto dari asset yang dieliminasi dan jumlah tercatat neto setelah dieliminasi akan disajikan kembali sebesar jumlah revaluasian dari asset tersebut. Metode seperti ini lebih banyak digunakan untuk bangunan.

Pemindahan surplus revaluasi terhadap asset tetap kepada laba ditahan yang disajikan pada ekuitas yang dilakukan pada saat asset tetap tersebut tidak lagi digunakan. Namun untuk sebagian surplus revaluasi akan dipindahkan kepada saldo laba yang sejalan dengan penggunaan asset oleh entitas.

Pemindahan yang dilakukan sebesar dari selisih jumlah penyusutan antara jumlah penyusutan yang berdasarkan dari nilai revaluasian dengan jumlah penyusutan yang berdasarkan dari biaya perolehan asset tersebut. Pemindahan surplus revaluasi akan langsung dilakukan pada saldo laba dan tidak akan melalui laporan laba rugi.

Dalam melakukan revaluasi ini tidak bisa terlepas dari kendala , seperti kegiatan revaluasi yang merupakan kegiatan yang lebih sulit untuk dilakukan dan membutuhkan adanya biaya yang lebih besar untuk membayar jasa dari penilai revaluasi.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

PERLAKUAN AKUNTANSI TERHADAP AKTIVA ASSET DAN PERSEDIAAN SERTA METODE PERSEDIAAN FIFO

Setiap perusahaan pastinya memiliki perlakuan-perlakuan akuntansi tertentu terhadap jenis-jenis barang tertentu yang ingin dianggap dan digunakan sebagai apapun tergantung dari kebutuhan perusahaan itu sendiri. Apakah barang tersebut akan dianggap sebagai persediaan atau sebagai sebuah asset-asset berharga milik perusahaan, seperti contoh: sebuah barang pada suatu perusahaan akan dianggap sebagai suatu aktiva (asset-asset berharga) yang berupa mesin pabrik untuk digunakan dalam proses produksi yang merupakan aktiva tetap bagi sebuah perusahaan manufaktur, namun barang asset tersebut akan diperlakukan berbeda pada jenis perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan, yaitu berupa mesin-mesin pabrikasi akan dianggap sebagai suatu aktiva berjenis persediaan (barang-barang persediaan penjualan) berupa mesin-mesin produksi untuk dijual.

Persediaan barang sendiri juga masih dikelompokkan lagi disesuaikan dengan masing-masing jenis usahanya, seperti: dalam bidang perdagangan, persediaan merupakan aktiva dalam bentuk yang sudah siap dijual kembali dan yang paling aktif dalam kegiatan usaha. Pada bidang perusahaan jasa, persediaan dianggap sebagai sarana penunjang dalam proses penjualan jasa. Sementara untuk jenis perusahaan manufaktur sendiri, persediaan bisa dikategorikan menjadi beberapa jenis, yaitu: persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses, dan barang setengah jadi atau barang jadi.

Perbedaan yang terjadi dalam hal pengelompokan diantara ketiga jenis perusahaan tersebut, yaitu perusahaan dagang, perusahaan jasa dan manufaktur diakibatkan karena setiap masing-masing fungsi persediaan dari ketiga bidang usaha tersebut memang berbeda-beda. Fungsi utama persediaan dari perusahaan dagang adalah sebagai barang-barang penjualan yang didapatkan sudah dalam bentuk jadi, yang mana tidak membutuhkan adanya proses pengolahan apapun. Sedangkan untuk fungsi perusahaan manufaktur adalah untuk mengolah persediaan bahan-bahan mentah untuk menjadi produk jadi. Seperti contoh pada bidang usaha dagang yang dapat menerapkan metode seperti ini adalah jenis usaha ritel modern seperti supermarket, untuk jenis usaha manufaktur berupa pengolahan makanan maupun obat-obatan.

Dalam mengelola inventorynya biasanya diterapkan berbagai jenis metode, dan salah satunya adalah berupa metode FIFO (First In First Out) merupakan metode untuk penilaian persediaan yang mana barang-barang yang pertama kali masuk akan dijual terlebih dahulu. Metode ini lebih banyak diaplikasikan pada berbagai jenis usaha, karena proses perhitungannya yang lebih sederhana diantara metode-metode lain, baik dengan menggunakan sistem fisik/periodik maupun berupa sistem perpetual yang nantinya akan menghasilkan penilaian persediaan yang sama. Karena itu harga perolehan dari barang yang telah dibeli lebih awal akan langsung dibebankan sebagai HPP.

Metode FIFO menganggap bahwa barang yang telah pertama kali terjual karena pesanan adalah barang yang sebelumnya telah mereka beli lebih awal. Karena itu, barang yang telah terbeli lebih dahulu adalah barang yang harus pertamakali yang harus dijual, sedangkan barang yang masih belum terjual dapat diasumsikan sebagai biaya terakhir. Sehingga dalam menentukan pendapatan, maka biaya-biaya sebelumnya harus dicocokkan dengan pendapatan dan biaya-biaya yang baru akan digunakan untuk menilai laporan. Aliran fisik dari barang-barang yang tidak nampak secara langsung karena pengambilan barang dari gudang yang berdasarkan pengaturan barangnya. Maka metode seperti ini akan lebih nampak pada perhitungan harga pokok barang, yang mana segala jenis biaya yang digunakan untuk membeli barang pertama kali tersebut akan dianggap sebagai COGS (Cost of Goods Sold/Harga Pokok Penjualan). Keuntungan dari penerapan metode FIFO ini adalah pada setiap akhir inventory akan selalu tercatat harga beli yang terbaru, sehingga akan dapat memberikan gambaran yang sebenarnya tentang update harga beli terbaru setiap jenis barang-barang inventory.

Berikut ini merupakan beberapa jenis penggunaan metode dari sistem persediaan yang biasanya paling banyak digunakan oleh berbagai jenis bidang usaha:

1. Physical Inventory System (Sistem Fisik Periodik).

Harga Pokok Penjualan (HPP) dalam sistem ini akan dihitung secara periodik dengan hanya mengandalkan perhitungan fisik pada persediaan tanpa melakukan pencatatan harian apapun terhadap unit barang yang sudah terjual atau yang masih berada ditangan. Sistem seperti ini biasanya digunakan untuk menentukan jumlah persediaan barang dan akan dilakukan pada setiap akhir periode akuntansi (bulanan).

Pada dasarnya sistem seperti ini memang cukup sederhana dan sangat mudah untuk diterapkan, namun juga tetap masih memiliki kelemahan dalam hal pengawasan persediaan. Setiap persediaan yang hilang tidak akan dapat terdeteksi dan pihak manajemen sendiri juga tidak memiliki alat yang cukup untuk mengontrol jumlah-jumlah dari persediaan setiap waktu.

2. Perpetual Inventory System (Sistem Pencatatan Perpetual).

Sistem yang mengharuskan untuk selalu melakukan pencatatan secara kontinyu (berkelanjutan) dengan cara menelusuri persediaan dan harga pokok penjualan (HPP) secara harian atau setiap kali terjadi penjualan. Perkiraan persediaan akan dicatat dalam kartu persediaan yang akan memuat setiap transaksi dari setiap masing-masing persediaan, seperti: nama barang, tempat penyimpanan barang, dan kode barang.

Sistem perpetual ini sangat mempermudah dalam penyusunan neraca dan laporan perhitungan laba rugi, karena pada saat penentuan persediaan akhir, maka tidak perlu lagi untuk melakukan penghitungan fisiknya, namun lebih baik untuk tetap melakukan perhitungan fisiknya untuk tujuan pengawasan terhadap persediaan barang, baik secara fisik maupun pencatatan.

Nah, itulah sedikit penjelasan seputar perlakuan akuntansi terhadap aktiva berupa asset atau sebagai persediaan serta seputar metode persediaan FIFO. Semoga bisa bermanfaat dan terimakasih.

Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

BEBERAPA TIPS SUKSES UNTUK MENDIRIKAN SUPERMARKET SEKELAS SUPERMARKET INTERNASIONAL

Jika Anda adalah seorang pengusaha ritel, janganlah merasa takut untuk mendirikan toko ritel sekelas supermarket atau bahkan mungkin juga adalah sekelas hypermarket dengan cita rasa lokal. Meskipun sebenarnya supermarket modern sekelas: Giant express, Transmart, Alfa mart/midi, Indomart telah membuka banyak sekali cabang dimana-mana dengan strategi francise? Ya. Tentu saja ritel modern harus buka dimana-mana. Harus diakui pula bahwa mereka memang jauh lebih unggul dalam bidang investasi. Namun demikian, supermarket sekelas lokal, apabila sudah dikelola dengan system manajemen yang lebih tepat sasaran, maka sales dan margin mereka, akan mampu melesat sangat jauh diatas rata-rata ritel modern asing yang sudah ada saat ini. Masih tidak percaya?

Bertahun-tahun yang lalu, pemain ritel asing yang telah menganggap remeh para pemain-pemain retail kelas lokal. Paradigma bahwa pemain retail lokal katanya tidak akan mampu untuk menandingi bahkan melampaui retailer-retailer berkelas internasional yang sudah tertancap sangat kuat di dada para peritel lokal. Kenapa bisa begitu? Karena dari berbagai jenis strategi, perencanaan kerja, struktur organisasi, tools-tools dan yang lain sebagainya, sudah terjalin dengan sangat baik dan cukup sinkron di dalam tubuh manajemen retail internasional. Saat itu, peritel lokal yang merasakan betapa sulitnya untuk bisa menembus berbagai pertahanan pemain-pemain ritel kelas internasional.

Namun setelah memasuki tahun ke enam terdapat sedikit kejanggalan, ketika pemain ritel lokal yang malah bisa terlihat bahwa mereka juga masih sanggup untuk berbenah diri. Contoh dari kejanggalan tersebut adalah: Sebuah riset yang telah menganalisis beberapa orang yang tinggal diperumahan elit yang ditanya dimana sebenarnya mereka berbelanja bulanan? dan terlontarlah sebuah jawaban, bahwa mereka yang tinggal di kawasan elit tersebut tidak pernah sekalipun berbelanja di hypermarket sekelas Carrefour, Giant, dan Hypermart. Malah justru mereka lebih senang untuk berbelanja di supermarket lokal dikampung sekitar daerah perumahannya. Sebenarnya simple saja, karena lebih murah dan semua yang mereka cari juga ada disana, tidak jauh berbeda dengan di hypermart.

Malah justru dengan adanya fakta tersebut, maka semakin menguatkan bahwa pemain ritel lokal, dengan sistem manajemen yang lebih tepat, juga sanggup untuk memenangkan peta persaingan ritel modern internasional. Pemain retail kelas lokal memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi, dan inilah yang bisa menjadi backbone/sumber kekuatan terbaik untuk melawan pemain-pemain retail asing sekelas internasional. Tidak kurang dari lima tahun yang lalu, pemain ritel lokal sedikit demi sedikit sudah mulai berbenar diri agar bisa bertumbuh lebih cepat, bahkan sampai mampu untuk membuka cabang-cabang baru, dengan konsep yang lebih cantik, serta semi modern.

Berikut ini adalah sedikit tips agar bisa sukses dalam mendirikan supermarket lokal, yang akan mampu untuk bisa tumbuh dan berkembang pesat menandingi ritel modern internasional:

1. Hindari Persaingan Bisnis Pada Segmen yang Sama.

Apabila Anda ingin mendirikan sebuah supermarket yang modern, berhaluan modern ritel seperti yang sudah ada bermacam-macam saat ini, maka bersiap-siaplah untuk kalah! Kok bisa begitu? Ya tentu saja. Karena ketika Anda sudah mulai menyasar di segmentasi pasar yang sama dengan jenis-jenis modern ritel saat ini selevel Giant, Transmart, dan yang lainnya, maka Anda hanya malah akan sama-sama saling berbenturan dengan mereka. Dan ujung-ujungnya adalah terjadi perang harga yang akan menjadi pokok pilihan utama. Dan bisa dipastikan bahwa siapa nantinya yang akan kalah bukan? (Pastinya Anda).

2. Jangan terlalu fokus untuk memikirkan tentang sesuatu yang bukan menjadi point utama dari toko ritel modern Anda.

Seperti apa contohnya yang bukan seperti point utama? Sebut saja, sebuah toko fasade harus terlihat bagus, cantik. Bangunan di dalamnya juga harus menarik, tembok-temboknya harusnya dicat dengan bersih. Boleh saja jika memang bisa demikian, sebagai nilai plus bagi pemilik toko ritel modernya. Namun yang harus lebih dipikirkan adalah kepada hal-hal yang lebih bersifat tekhnis seperti, pencahayaan yang cukup, daripada tembok yang harus di cat. Namun demikian, yakinkan diri sendiri, bahwa hal itu bukanlah yang terpenting. Peritel juga masih menyadari sepenuhnya, bahwa masih banyak diantara pengusaha-pengusaha lokal yang lebih membutuhkan dananya untuk diputar kembali sebagai modal untuk berbelanja segala kebutuhan usaha, daripada harus dihabiskan hanya untuk sekedar image belaka. Malah jika image seperti ini semakin dipaksakan, namun tetap tidak sesuai dengan layanannya, maka tidak akan mampu untuk menutupi dana yang sudah terlanjur keluar, malah akan menjadi bumerang sendiri bagi pemilik toko ritel modern lokal karena adanya beban biaya yang terlalu tinggi.

3. Tetap fokuslah Terhadap Service dan Produk.

Jangan terlalu memaksakan fokus kepada hal-hal yang lain. Persiapkanlah pendirian supermarket ini dengan sangat matang. Buatlah sebuah “time table (tabel waktu)” dari sejak mulai langkah pertama berdiri sampai bisa opening. Semakin detail time table seperti ini, maka juga akan semakin baik. Apa saja yang paling utama untuk persiapkan?

• Produk yang nantinya akan Anda jual.
• Memilah-milah supplier. Usahakan untuk mendapatkan supplier dari distributor atau pabrik langsung alias masih tangan pertama. Hal ini adalah untuk memastikan bahwa kita benar-benar mendapatkan harga yang termurah. Bagi Anda yang ingin mendirikan toko kecil sekelas minimarket, biasanya tidak bisa langsung tembus order kepada pabrik/distributor, karena permintaan juga masih terlalu kecil, jadi satu-satunya jalan adalah Anda bisa membeli produk tersebut dari agen-agen yang tersedia di kota Anda. Tidak terlalu sulit untuk menelusuri agen-agen ini, karena kita bisa cek harga langsung pada saat Anda sedang berbelanja pada beberapa tempat yang berbeda-beda.

Jangan lupa untuk membuat database/pencatatan yang baik yang berhubungan dengan pembelian produk, supplier, penerimaan barang, waktu pelunasan supplier, dan lain sebagainya. Bagi Anda yang ingin mendirikan toko sekelas supermarket, akan jauh lebih baik lagi apabila Anda membeli software yang terbaik, dan dilengkapi dengan fungsi-fungsi analisis yang akan bisa membantu Anda dalam membuat sebuah keputusan terkait dengan bisnis.

Pikirkanlah service-service unggulan yang bisa mendongkrak rating dari penjualan Anda, seperti, memberikan fasilitas area parkir yang cukup luas, camilan gratis di customer service area, layanan antar jemput, dan lain sebagainya.

4. Membuat System manajemen dengan Sebaik Mungkin.

Buatlah SOP sistem awal sampai akhir. dari mulai penerimaan barang, peletakan barang di gudang, penataan barang di toko, sampai dengan berbagai penanganan barang-barang pada saat berada di kasir. Pada fungsi HRD misalnya, SOP untuk penerimaan karyawan, job description, jam kerja karyawan, penilaian kinerja karyawan, dan lain sebagainya. Semua system tersebut perlu untuk dibuatkan SOP nya masing-masing.

5. Menyiapkan Strategi-Strategi Marketing dan Promosi yang Terbaik.

Membuat satu gebrakan pertamakali dengan kesan yang sangat kuat, akan bisa menjadikan perbedaan yang cukup signifikan untuk mendapatkan perhatian dari pelanggan dan untuk mendapatkan calon-calon pelanggan baru yang lebih loyal. Bagi Anda yang membuka supermarket terlalu dekat dengan kompetitor. Jangan khawatir dan terlalu mencemaskan hal itu. Karena Justru sebagai peluang bagi Anda agar dapat merebut pasarnya. Dengan catatan, bahwa toko yang Anda miliki saat ini memang memiliki taste dan keunikan tersendiri dimata para pelanggan.

6. Eksekusilah Beberapa Tips-Tips Diatas.

Bagi Anda yang membutuhkan bantuan ingin membangun supermarket/minimarket/cafe/restaurant dan lain sebagainya atau mungkin bisnis Anda sedang bermasalah, sistem yang sangat berantakan dan tak kunjung selesai, omset dan margin yang selalu naik turun bahkan lebih cenderung menurun atau merugi atau pemula/startup yang ingin dibimbing dalam menjalankan bisnisnya hingga berhasil.

Kami siap melayani jasa konsultasi, pendampingan bisnis, kami akan melakukan analisis dan survey untuk toko Anda. memasuki seluruh katagori pada sumber daya manusia, marketing, promosi, keuangan, operasional, dan lain sebagainya. Bekerja sama dengan team dan manajemen Anda untuk melakukan eksekusi-eksekusi yang sudah dibahas seperti diatas dengan para team dan manajemen Anda. Nah, itulah beberapa penjelasan tips seputar keinginan untuk mendirikan supermarket sekelas supermarket internasional. Semoga artikel diatas bermanfaat. Apabila anda membutuhkan artikel terkait, atau membutuhkan bimbingan dalam mendirikan supermarket, ritel modern lainnya serta membutuhkan bantuan dalam mendesain system manajemen, serta membutuhkan software accounting dan POS, silahkan hubungi 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

Scroll to top