Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuuntani akan sedikit membahas artikel tentang bagaimana cara kita agar dapat meningkatkan kinerja perusahaan dengan meningkatkan rasio perputaran piutang (Accounts receivable turnover ratio).

Lamannya termin yang telah ditetapkan oleh manajemenp perusahaan juga masih tergantung pada besarnya piutang yang sudah terjadi. Semakin besar nilai piutangnya, maka akan menjadi semakin panjang pula waktu yang dibutuhkan oleh para debitur dalam melunasinya, sehigga semakin tinggi nilai terminnya. Maka sebaliknya, semakin kecil pula nilai piutang, semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk melunasinya, maka akan menjadi semakin rendah nilai terminnya.

Sangat penting bagi pihak manajemen dalam mengukur bagaimana kinerja piutang yang sebenarnya, untuk menghindari terjadinya kesulitan keuangan akibat dari pembayaran piutang macet. Maka terdapat beberapa ukuran-ukuran yang dapat dilakukan oleh pihak manajemen dalam mengukur kinerja piutang, yaitu:

1. Rasio perputaran piutang usaha.

Rasio perputaran piutang usaha yang akan digunakan untuk menghitung berapa besarnya nilai rata-rata piutang dari keseluruhan nilai penjualan. Hal yang harus dilakukan untuk pertama kalinya sebelum melakukan analisis perputaran piutang adalah dengan menentukan besarnya nilai rata-rata dari piutang tersebut. Caranya adalah dengan membagi sama rata antara nilai piutang pada awal periode dengan pada masa akhir periode. Lebih tepatnya adalah seperti rumus/formula berikut:

Setelah nilai rata-rata piutang sudah diketahui, maka selanjutnya kita akan bisa menghitung besarnya perputaran piutang usaha. Caranya adalah dengan membagi antara total keseluruhan dari nilai piutang bersih yang dibagi dengan nilai piutang rata-rata yang sudah kita hitung seperti di atas. Berikut ini adalah rumus formulanya:

Semakin tinggi nilai dari perputaran piutang, maka itu artinya adalah semakin baik. Semakin cepat perputaran piutang, maka itu berarti juga bahwa modal usaha juga menjadi semakin cepat kembali. Tingkat perputaran piutang perusahan dapat menggambarkan tingkat efisiensi dari modal perusahaan.

Besarnya nilai dari tingkat perputaran piutang juga masih tergantung dari besarnya piutang dan waktu yang masih diperlukan untuk melunasi piutang tersebut. Pihak manajemen dapat membagi-baginya dalam menagih piutang pelanggan tersebut. Misalnya, seperti piutang yang seharusnya sudah terlunasi dalam jangka waktu, yaitu selama 6 bulan yang dapat tertagih adalah 12 kali. Jadi fungsi colector dalam sebulan untuk menagih piutang pelanggan adalah sebanyak 2 kali penagihan.

Untuk melunasi piutang tersebut atau yang lebih sering disebut dengan termin. Besarnya termin juga masih dapat ditentukan sesuai dengan kebijakan dari pihak manajemen perusahaan. Pihak manajemen dapat menetapkan termin yang berbeda-beda pada setiap masing-masing pelangan, disesuaikan dengan profil dari pelanggan tersebut.

Biasanya untuk termin yang paling sering digunakan oleh pihak manajemen untuk menagih piutang adalah selama 6 bulanan atau sekitar satu tahun untuk jenis perusahaan yang berskala menengah dengan jumah piutang yang tidak terlalu besar. Untuk proses penagihannya dapat dilakukan setiap seminggu sekali, dua minggu sekali, atau bahkan satu bulan sekali. Semakin longgar penagihannya, maka juga akan menjadi semakin tidak liquid pula aliran dari kas milik perusahaan. Namun jika semakin rendah rasio dari perputaran piutang, maka itu artinya adalah semakin lambat pula piutang  tersebut akan dapat terbayarkan.

2. Jumlah hari dari perputaran piutang.

Jumlah hari dari perputaran piutang (Number of days receivables) merupakan perkiraan dari lamanya piutang usaha tersebut akan beredar. Penjualan kredit rata-rata banyak yang ditentukan dengan cara membagi antara penjulan bersih dengan waktu yang akan digunakan untuk melaporkan keuangan, yaitu selama 365 hari.  Dan berikut ini adalah rumusnya:

Setelah sedikit menjelaskan tentang definii, fungsi dan bagaimana formula dari perhitungannya, maka sekarang Anda akan mulai membaca contoh kasusnya, yaitu: berikut ini adalah informasi yang telah digunakan:

PT. Flash Electric telah mencatatkan bahwa penjualan kredit pada tahun ini adalah sebesar Rp.360.000.000,- . Nilai dari saldo awal dan saldo akhir piutang usaha ini adalah sebesar Rp.10.800.000,-  Rp.12.200.000,-.

Maka untuk nilai perputaran piutang usahanya adalah sebesar 3, 13%. Yang diperoleh dari Rp.360.000.000 / (Rp.1.800.000,- + Rp.12.200.000,-). Itu artinya adalah penjualan kredit dalam satu periode besarnya adalah 3.13 kali dari piutang rata-rata biasanya, besarnya piutang rata-rata adalah 31.2% dari  nilai penjualan kreditnya. Berarti piutang yangdapat ditagih adalah sebesar 68.8 %.

Misalnya untuk jenis nilai yang bisa didapatkan adalah sama dengan Nol (0), maka itu artinya adalah perusahan sudah tidak lagi memiliki piutang. Semua piutang telah tertagih dan sudah menjadi kas atau uang tunai.

Setelah selesai menghitung nilai rasio dari perputaran piutang, maka sekarang kita akan menghitung hari penjualan dalam piutang. Dengan mengunakan rumus/formula seperti di atas, maka bisa didapatkan 12.4 hari. Didapatkan dari Rp 12.200.000,-/(Rp 360.000.000,- / 365 hari ). Itu artinya adalah untuk waktu rata-rata yang paling banyak dibutuhkan untuk menagih piutang adalah 12.4 hari. Semakin tinggi tingkat dari rasio inim maka akan menjadi semakin lama pula waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menagih piutangya. Kemampuan dakan menagihnya juga akan menjadi semakin kecil.

Setelah kita mengetahui dari penjelasan, rumus dan contoh kasus diatas. Maka selanjutnya adalah membahas tentang bagaimana cara ntuk mengelolanya.

• Kita akan membuat jadwal untuk pembayaran. Hindari untuk menagih piutang penuh pada saat sudah tiba waktunya untuk jatuh tempo. Kita dapat menagih piutang tersebut menjadi beberapa kali agar piutang dari debitur dapat segera terlunasi. Dengan cara membentuk jadwal penagihannya dan untuk aktivitas penagihannyapun dapat dilakukan dengan lebih teratur.
• Memberikan motivasi terhadap para pelanggan. Memotivasi para pelanggan agar dapat dilakukan dengan cara memberikan diskon, atau berupa potongan penjualan.
• Mengirimkan surat pengingat. Mengirimkan surat pengingat baik melalui surat langsung atau via email yang intinya berisikan tentang pengingat untuk waktu yang telah mendekati masa jatuh tempo pembayaran piutang. Tujuannya adalah agar dari pihak debitur sendiri segera menyiapkan uang untuk melunasi hutangnya tersebut.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang tips untuk mengelola kinerja peursahaan melalui perputaran perputaran piutang (rasio perputaran piutang/accounts receivable turnover ratio), semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekaian. Terimakasih dan salam sukses(IRW).
Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!