Bulan: Februari 2019

STRATEGI UNTUK MENCEGAH DAN MEMINIMALKAN AGAR PIUTANG TAK TERTAGIH TIDAK SAMPAI TERJADI PADA PERUSAHAAN ANDA

Pada Kesempatan kali ini praktisi software accounting akan sedikit membahas tentang bagaimana stratetgi untuk bisa mencegah piutang agar tidak sampai menjadi tidak tertagih. Berikut ini adalah sedikit penjelasannya.

1. Tetapkan waktu jatuh tempo piutangnya.

Waktu jatuh tempo piutang merupakan batas waktu yang akan diberikan kepada pihak yang memiliki hutang (berhutang) agar segera melunasi atau membayar hutangnya. Batas untuk jangka waktu pelunasan yang biasanya akan diberikan oleh perusahaan adalah 14 hari dan paling lambat sebagai tanda batas waktu terakhir adalah maksimal selama 30 hari atau jika semakin pendek maka itu berarti juga semakin lebih bagus, karena akan semakin cepat uang akan diterima oleh perusahaan.

Batasan waktu (Limit) kredit merupakan jumlah dari batasan nilai yang akan diberikan oleh si pemberi piutang jika pelanggan akan melakukan pelunasan pembayaran dengan cara kredit. Jika dari pihak pembeli tidak bersedia untuk menerima/mematuhi kebijakan dari waktu jatuh tempo dan limit kredit seperti ini, maka sebaiknya menjual barang dengan cara pembayaran tunai saja.

Pemberian waktu untuk tanggal jatuh tempo dan batasan nilai dari limit kredit sangat penting untuk dilakukan oleh perusahaan yang menerapkan sistem dengan cara penjualan kredit. Hal seperti ini dikarenakan dua macam kebijakan tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan tindakan-tindakan yang selanjutnya untuk mencegah agar tidak sampai terjadi piutang yang tidak bisa tertagih.

2. Memberikan denda/sanki karena keterlambatan, atau bahkan menunda-nunda pembayaran piutang.

Denda/sanksi yang harus dibayarkan oleh penghutang penjualan kredit akan menjadikan mereka berpikir dua kali jika mereka berniat ingin menunda-nunda pembayaran piutangnya. Besarnya nilai sanksi/denda yang akan diberikan ini juga dapat menjadi bahan pertimbangan yang terbaik jika mereka lalai atau telat dalam membayar hutangnya. Semakin terlambat untuk membayar piutang, maka akan menjadi semakin bertambah besar pula hutang dan sanksi/denda yang harus mereka bayarkan. Agar tidak dinilai oleh para pelanggan sebagai suatu jebakan dari perusahaan Anda semata, maka informasikanlah tentang tentang denda keterlambatan pembayaran ini sejak dari awal terjadinya transaksi, maka hal ini akan semakin membantu untuk menekan transaksi yang dilakukan secara kredit oleh para pelanggan Anda.

3. Mengelola dan mem follow up piutang-piutang pelanggan Anda.

Ada kalanya dari si pihak pelanggan itu sendiri lalai atau bahkan sampai melupakan jika mereka masih memiliki hutang yang harus dibayarkan kepada perusahaan Anda, entah itu karena terlalu kewalahan dengan urusan-urusan internal perusahaannya atau karena hal-hal lainnya. Yang jelas, setidaknya dari pihak perusahaan Anda sendirilah yang harus selalu mengingatkan tentang hutangnya dan nilai atas besarnya hutang mereka terhadap perusahaan Anda. hal seperti ini sagnat penting agar menghindarkan mereka dari membayar denda keterlambatan dan juga untuk menjaga arus kas perusahaan agar tetap sehat.

Caranya adalah dapat dengan menelepon atau mengirimkan email pengingat kepada masing-masing dari mereka, minimal satu atau dua minggu sebelum waktu jatuh tempo pembayarannya. Jika Anda sering mengelola dan melakukan follow up atas setiap piutang kepada mereka yang masih belum membayarkannya, maka kemungkinan terbesarnya adalah piutang untuk dibayar akan menjadi semakin lebih besar.

Berikan surat teguran jika follow up yang sudah dilakukan oleh perusahaan Anda secara baik-baik tidak dihiraukan atau bahkan sama sekali tidak berhasil. Selain itu, Anda juga dapat menyuruh orang atau salah satu karyawan Anda untuk mendatangi mereka yang hampir memasuki masa jatuh tempo dari pembayaran piutangnya kepada perusahaan.

4. Melakukan tindakan penagihan dengan lebih agresif.

Jika dari ketiga cara diatas sudah dilakukan, akan tetapi tidak berhasil, maka perusahaan dapat melakukan tindakan penagihan dengan lebih agresif untuk menagih piutang yang masih belum lunas dibayarkan. Perusahaan dapat memberikan surat teguran kepada pihak yang berhutang atau mengutus seorang debt collector dengan membawa surat perjanjian yang sebelumnya sudah pernah ditanda tangani untuk menagih hutang yang masih belum terbayarkan tersebut.

5. Membuat dan memasukkan daftar pelanggan-pelanggan yang membelot dan menolak untuk membayar hutangnya ke dalam daftar hitam pelanggan (black list customer).

Hal ini harus dilakukan jika poin ke 1 sampai 4 sudah dilakukan namun masih tidak berhasil. Maka cara yang terakhir adalah dengan menerapkan sistem daftar hitam (black list), yaitu mencatat pelanggan-pelanggan yang sering membelot dan mencari-cari alasan untuk memperpanjang waktu jatuh temponya karena belum bersedia untuk membayar hutangnya kepada perusahaan. Tujuannya adalah agar perusahaan dapat terhindar dari piutang yang tidak tertagih pada periode-periode berikutnya. Karena, pelanggan-pelanggan yang sudah tercatat ke dalam daftar hitam (black list) tidak akan diijinkan kembali untuk melakukan pembelian kredit pada periode yang berikutnya.

Adanya piutang-piutang yang terlalu sulit untuk ditagih bisa disebabkan karena terlalu lemahnya pengendalian limit kredit dan pengelolaan piutang perusahaan yang bersangkutan. Maka dari itu, jika perusahaan ingin mengurangi resiko dari kemungkinan piutang yang tidak tertagih, maka perusahan dapat membentuk pengendalian internal yang lebih baik lagi.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang strategi mengurangi piutang yang tidak bisa tertagih, terima kasih telah berkunjung ke website kami. Apabila para pembaca sekalian membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

MENGAPA JIKA MENJALANKAN BISNIS RESTORAN MASIH TETAP MEMBUTUHKAN ADANYA LAPORAN AKUNTANSI

Apakah Anda sudah memiliki bisnis restoran, namun sepertinya Anda merasa bahwa rasanya hanya seperti berjalan di tempat (stagnan)? Jika jawabannya adalah iya, maka mungkin saja masih ada yang salah pada sistem bisnis restoran Anda. Dan jika memang masih ada yang salah, maka pastinya harus segera dilakukan perbaikan bukan?

Salah satu hal yang paling sering diabaikan oleh kebanyakan para pebisnis, namun dampaknya cukup luar biasa besar bagi berjalan atau macetnya bisnis tersebut adalah berupa laporan keuangan. “Ah bisnis restoran saya kan masih sangat kecil.” Nah, justru karena hal itulah maka Anda harus lebih memperhatikan tentang laporan keuangannya dengan baik.

“Tapi saya kan tidak paham dengan akuntansi?” Okelah, disini praktisi software accounting akan sedikit membahas tentang akuntansi ini. Jadi akuntansi itu adalah jika menurut American Accounting Association (AAA), akuntansi merupakan suatu proses untuk mengindentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi tentang keadaan ekonomi dari sebuah transaksi. Lalu mengapa bisnis restoran membutuhkan laporan akuntansi ini?

Nah, inilah beberapa penjelasan sederhananya:

1. Sebagai upaya untuk pengendalian manajemen restoran.

Memiliki manajemen yang baik merupakan salah satu ciri khas dari sebuah bisnis yang berpotensi untuk sukses dan juga perputaran keuangan yang sehat. Lalu, sebenarnya apa yang terjadi sih jika manajemen yang dimiliki ternyata jauh dari seperti apa yang selama ini sudah diharapkan? Bisa diipastikan bahwa bisnis restoran Anda tersebut masih belum atau tidak stabil dan juga memiliki celah/lubang permasalahan disana-sini.

Hal seperti itulah yang akan menjadikan laporan akuntansi menjadi sangat dibutuhkan. Perlu diketahui juga bahwa laporan akuntansi ini mampu menjadi pengendali utama dari sistem manajemen yang baik. Apabila manajemen sudah terkendali dengan baik, maka secara tidak langsung akan semakin meningkatkan performa dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdapat pada bisnis restoran milik Anda.

2. Sebagai acuan dasar dalam pengambil keputusan bisnis yang lebih tepat.

Menjalankan bisnis restoran tentu saja tidak ubahnya sama seperti menjalankan bisnis-bisnis yang lainnya yang juga membutuhkan strategi pemasaran yang lebih tepat agar bisa terus mampu menggerakan roda operasional bisnisnya. Nah, strategi pemasaran ini tentu saja akan sangat dipengaruhi oleh banyak hal. Dan salah satunya adalah dari laporan akuntansi yang sudah dihasilkan.

Mungkin saja masih ada yang bertanya, mengapa bisa begitu?

Karena laporan akuntansi telah mencatat dasar-dasar keuangan dari bisnis restoran Anda dan bagaimana posisi dari daya finansial tersebut, apakah semakin menguat atau malah sebaliknya, semakin melemah dari berbagai sumber-sumbernya. Dan secara lebih jauh lagi, laporan akuntansi juga bukan hanya sekedar dijadikan sebagai satu acuan dasar dalam hal strategi pemasaran namun banyak para pengambil keputusan lainnya. Hal itu malah semakin mengingatkan kepada dua peran utama yang dimiliki oleh akuntansi. Yakni akuntansi manajemen dan juga akuntansi keuangan.

3. Sebagai alat untuk informasi penting.

Kembali lagi dengan pertanyaan sebelumnya, yaitu mengapa bisnis restoran Anda membutuhkan laporan akuntansi? Alasan yang ini sudah cukup jelas, yaitu karena laporan akuntansi mampu menjadi alat informasi terpenting bagi setiap lini yang sudah terlibat dalam bisnis restoran milik Anda. Mulai dari para pemilik, investor sampai dengan para karyawan mampu bertukar pikiran tentang bisnis restoran yang saat ini sedang dijalankan menggunakan laporan akuntansi.

Bahkan laporan akuntansi juga mampu dijadikan bahan evaluasi terhadap kinerja yang mereka lakukan dalam periode waktu tertentu. Hal seperti ini tentu saja bisa untuk dijadikan sebagai bahan perenungan untuk memperbaiki diri dan kualitas kinerja perusahaan.

4. Sebagai alat utama untuk mengontrol keuangan perusahaan.

Untuk manfaat yang terakhir adalah laporan akuntansi mampu menjadi alat pengontrol utama bagi keuangan perusahaan Anda. Hal seperti ini juga tidak bisa dilepaskan dari manfaat laporan akuntansi yang sudah dijadikan sebagai pengontrol untuk setiap informasi yang berhubungan dengan bisnis restoran milik Anda. Dengan adanya pengontrolan keuangan seperti ini, maka pastinya akan semakin menjadikan Anda menjadi semakin mengetahui tentang bagaimana pergerakan dari daya finansial bisnis restoran Anda.

Mulai dari melihat laba yang selama ini sudah didapatkan atau malah terjadinya kerugian yang sudah didapatkan dalam sela dan rentang waktu yang juga telah ditentukan. Tidak berhenti sampai disitu saja, karena laporan akuntansi juga telah mencatat jumlah transaksi-transaksi yang sudah terjadi pada bisnis restoran Anda untuk setiap harinya selama satu periode tertentu. Sehingga bisa untuk dijadikan sebagai satu landasan Anda dalam hal mengarahkan keuangan dari bisnis restoran milik Anda untuk menuju ke arah yang jauh lebih baik lagi.

Semoga point-point yang sebelumnya sudah dijelaskan di atas tentang mengapa sebuah bisnis restoran membutuhkan laporan akuntansi? Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda dan bisnis restoran milik Anda. Sekaligus untuk menjadikan Anda bisa lebih memahamai tentang mengapa laporan akuntansi yang ternyata memang cukup vital dalam setiap menjalankan bisnis seperti apapun, tanpa terkecuali, termasuk bisnis restoran juga. Apabila para pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900/081-8521172. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

PENJELASAN TENTANG ASSET DAN KEWAJIBAN DALAM (CONTINGENT ASSET) ASSET KONTIJENSI

Pada Kesempatan kali ini praktisi program accounting Groedu ComprehensiveBusinessSolution akan berbagi Informasi tentang Asset dan Kewajiban Kontigensi (contingent asset). Berikut dibawah ini merupakan penjelasannya.

• Asset Kontijensi.

Aset kontigensi merupakan keuntungan potensial yang hanya semata-mata disebabkan oleh terjadinya sebuah peristiwa di masa depan yang sama sekali tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan. Oleh karena disebabkan oleh kejadian di masa depan yang masih belum bisa diprediksi dan dipastikan kebenarannya, maka asset tersebut tidak akan disajikan pada laporan keuangan. Akan tetapi, berdasarkan pada praktek dan dalam kondisi tertentu, asset kontigensi yang disaijkan pada laporan keuangan hanya terdapat pada catatan atas laporan keuangan. Oleh karena itu, Asset kontigensi hanya dapat diakui ketika ekpektasi nilai yang sudah menyertainya telah dipastikan akan mengalir kepada perusahaan.

Aset kontigensi yang sudah diatur dibawah prinsip konservatisme, dimana praktek akuntansi yang sudah menyatakan bahwa segala bentuk akibat dari kejadian yang tidak dapat dipastikan harus mampu diukur dengan nilai yang paling rendah agar pendapatan bisa lebih besar untuk nilai bebannya. Pada kasus kali ini keuntungan atas penangguhan pengakuan asset dipastikan agar tidak sampai menyesatkan. Penilaian estimasi terhadap asset kontigensi harus berdasarkan pada nilai yang paling rendah. Tidak ada pencatatan asset kontigensi pada laporan keuangan sampai kejadian yang menyebabkan asset tersebut memang benar-benar terjadi. Prinsip konservatisme yang telah mengantikan matching prinsip, asset sebaiknya tidak dilaporkan sampai biaya yang muncul berkaitan dengan asset yang sudah terjadi.

• Kewajiban kontigensi.

Kewajiban kontigensi merupakan potensi kewajiban yang mungkin saja akan timbul akibat dari adanya pengaruh peristiwa yang masih belum pasti terjadi dimasa yang akan datang. Kewajiban untuk kontigensi akan dicatat apabila jumlah kewajiban yang dapat diestimasi dengan lebih wajar. Jika kemungkinan untuk terjadinya dapat dipastikan dan nilainya dapat diestimasi dengan wajar, maka pencatatan kontijensi memang diperbolehkan. Akan tetapi jika tidak memenuhi dua persyaratan tersebut, maka secara prinsip akuntansi tidak diijinkan penyajian di laporan keuangan. Kewajiban kontijensi yang di ungkapkan pada catatan atas laporan keuangan.

Kewajiban hukum yang sudah ditangguhkan dan garansi barang merupakan satu contoh yang paling umum dari kewajiban kontijensi karena sebab terjadinya dari kedua peristiwa tersebut tidak pasti. StandarAkuntansi Keuangan telah menyatakan bahwa nilai yang sudah diakui kewajiban kontijensi sebesar nilai dari estimasi ketika kewajiban tersebut sudah timbul, dan kemungkinan untuk terjadinya dapat diukur dengan lebih handal, dan prinsip tersebut akan berusaha untuk meyakinkan bahwa para pembaca dari laporan keuangan akan mendapatkan informasi yang cukup dan sama sekali tidak terlalu menyesatkan.

Misalnya bagi perusahaan yang sedang menghadapi tuntutan hukum dari perusahaan pesaing atas pelanggaran merek dagang. Departemen legal yang sudah bertanggung jawab pada masalah hukum perusahaan akan berasumsi bahwa perusahaan pesaing memang memiliki bukti yang lebih kuat, dan diestimasikan kerugianya jika perusahaan telah kalah dalam hal perkara hukum yakni sebesar Rp 2 milyar. Sehingga beban yang akan ditangguhkan akan menjadi semakin meningkat sebesar Rp 2 milyar. Akun penangguhan yang digunakan sebagai pencatatan beban dimana masih belum dilakukan pengeluaran kas. Seandainya perusahaan benar-benar sudah kalah dalam persidangan, maka perlu dilakukannya penyesuaian dengan cara mengkredit akun kas (melakukan pengeluaran) dan mendebit akun beban yang ditangguhkan masing-masing adalah sebesar Rp. 2 milyar.

• Jaminan kontijensi.

Garansi dari kontijensi adalah berupa persyaratan pembayaran yang dibuat oleh pihak ketiga (guarantor) kepada para penjual atau penyedia barang atau jasa dalam hal pembebasan membayar.
Garansi kontijensi biasanya akan digunakan ketika para suplier tidak memiliki hubungan dengan pihak lain. Pembeli akan membayar biaya jaminan kontingen kepada pihak penjamin, biasanya bank besar atau lembaga keuangan. Jika para pembeli sudah gagal dalam membayar, maka pihak ketigalah yang akan melakukan pembayaran atas namanya. Penjamin (Guarantor) tidak memiliki klaim atas asset yang sudah dibeli oleh sipeminjam berdasarkan perjanjian pinjaman, dan hanya akan menjamin pembayaran pinjaman. Si pemberi pinjaman biasanya akan meminta cosigner jika penghasilan peminjam tidak memenuhi persyaratan si pemberi pinjaman.Berdasarkan perjanjian penjamin, peminjam mungkin akan memiliki pendapatan yang cukup untuk melakukan pembayaran. Akan tetapi terbatas atau memiliki track record kredit yang sangat buruk.

Jaminan untuk kontinjen adalah berupa fitur umum tentang perdagangan internasional, terutama ketika vendor sudah melakukan bisnis dengan para pelanggan-pelanggan baru di pasar luar negeri. Maka jaminan kontinjen juga bisa digunakan sebagai salah satu alat untuk mengelola resiko pada proyek-proyek internasional yang besar dengan negara-negara yang memang sudah memiliki tingkat resiko politik atau peraturan yang sangat ketat, serta dalam hal instrumen keuangan yang memang lebih berorientasi kepada pendapatan tertentu.

Jaminan dari kontingen yang berbeda dengan letter of credit (LC), yang lebih umum banyak digunakan dalam bidang perdagangan internasional. Jaminan kontijensi hanya akan digunakan setelah pembayaran tidak dilakukan setelah jangka waktu yang sudah ditentukan oleh si pembeli, sementara LC yang dibayarkan oleh bank segera setelah penjual efek pengiriman dan mampu dalam memenuhi ketentuan LC. LC akan sangat membantu dalam hal mengurangi faktor-faktor seperti jarak, persyaratan hukum dan juga reputasi rekanan.

Karena untuk surat kredit biasanya merupakan suatu instrumen yang dapat dinegosiasikan, bank yang telah mengeluarkan pembayaran akan menerima manfaat atau bank yang sudah dinominasikan oleh si penerima. Letter of credit dapat dialihkan, penerima akan dapat menugaskan entitas lainnya, seperti induk perusahaan atau pihak ketiga, yang berhak untuk menarik. Bank biasanya akan mewajibkan jaminan sekuritas atau uang tunai sebagai satu agunan untuk menerbitkan letter of credit. Bank juga akan memungut biaya untuk layanan, dan biasanya persentase dari ukuran letter of credit.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan dari praktisi program accounting tentang Asset tetap. Apabila para pembaca sekalian ingin memahami secara lebih mendalam tentang asset tetap, membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan-pembenahan tentang Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900/081-8521172. Kami siap membantu Anda sekalian dan sampai bertemu pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

BEBERAPA TIPS DALAM MELAKUKAN PROSES STOCK OPNAME YANG EFEKTIF BAGI BISNIS RESTORAN

Pada artikel yang sebelumnya dengan judul “BEBERAPA TUJUAN UTAMA DAN JENIS JENIS PERSEDIAAN PADA PROSES STOK OPNAME BISNIS RESTORAN (KULINER)” dan berikut ini implementor software akan membagikan beberapa tips agar kegiatan dari proses stock opname yang Anda lakukan agar dapat berjalan dengan lancar dan efektif pada bisnis restoran milik Anda.

1. Mementukan waktu untuk proses stock opname yang lebih tepat.

Stock opname biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama Karena membutuhkan tingkat ketelitian yang lebih tinggi, yaitu: sekitar 4 sampai dengan 7 jam untuk melakukan proses stock opname inventaris dalam sebuah bisnis. Pilihlah waktu yang paling pas untuk melakukannya, karena semakin besar jumlah inventaris yang ada, maka akan menjadi semakin lama pula waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses stock opname tersebut.

Biasanya, stock opname akan dilakukan pada saat sebuah bisnis restoran sedang tidak beroperasi, misalnya pada waktu pagi hari sebelum restoran buka, atau diwaktu malam hari setelah restoran sudah tutup. Jika bisnis restoran memiliki hari libur yang teratur, misalnya 1 minggu sekali, maka proses untuk stock opname menjadi lebih baik dilakukan pada saat tiba waktu libur restoran. Jangan melakukan stock opname pada jam-jam operasional restoran. Selain akan berpotensi untuk mengganggu keberlangsungan operasional, maka kesalahan perhitungan barang-barang persediaan inventaris juga menjadi sangat rentan terjadi.

2. Melakukan Stock Opname secara rutin.

Hal lain yang masih perlu untuk lebih diperhatikan lagi dalam hal melakukan stock opname adalah jadwal kegiatan dari stock opname tersebut. Stock opname menjadi sangat perlu untuk dijadwalkan, lalu dilakukan secara berkala dan rutin. Sebagian seorang pemilik bisnis mengadakan stock opname setiap setahun sekali atau bahkan ada yang mengadakannya dalam waktu 4 bulan sekali. Dengan cara menjadwalkan stock opname secara rutin, maka Anda akan menjadi lebih mudah untuk menghindari adanya kemungkinan untuk terjadinya kerugian atau selisih barang pada stock Anda.

3. Mengelompokkan persediaan-persediaan yang akan Anda analisa.

Lakukan pengelompokkan terhadap persediaan di gudang berdasarkan dari kategori masing-masing produk itu sendiri. Salah satu strateginya adalah Anda dapat mengatur barang yang pertama masuk harus diletakkan pada posisi yang lebih mudah diambil. Pengelompokkan persediaan barang dengan prinsip seperti ini lebih dikenal dengan sebutan First In First Out atau metode FIFO, atau bisa juga pengelompokkan produk yang diletakkan berdasarkan yang paling laris saja. Keuntungan dari pengelompokkan seperti ini adalah untuk menghindari terjadinya kerusakan persediaan, sekaligus untuk semakin mempermudah dari proses stock opname itu sendiri.

4. Melakukan pembagian pendelegasian tugas, menggunakan daftar dari masing-masing nama persediaannya.

Lakukan pembagian tugas dalam proses stock opname kepada setiap masing-masing karyawan dalam beberapa kelompok untuk melakukan penghitungan persediaan. Misalnya, bagilah kelompok dari beberapa karyawan, lalu lakukan perhitungan ke beberapa lokasi yang berbeda-beda. Untuk menghindari penulisan nama yang keliru, maka berilah daftar nama inventaris kepada setiap masing-masing karyawan yang bertugas untuk melakukan pencatatan. Anda dapat meminta karyawan Anda untuk bertanya terlebih dahulu jika ada barang yang tidak mereka kenali, agar tidak sampai salah dalam melakukan pencatatan. Anda juga dapat memberikan form pengisian stock opname kepada setiap karyawan yang bertugas untuk mencatat, agar tidak sampai keliru dan lebih rapi dalam hal melakukan pencatatan. Penggunaan daftar nama persediaan juga dapat menghindari terjadinya potensi kesalahan input data persediaan double.

5. Lakukan proses Stock Opname dengan lebih teliti.

Jangan hanya mengestimasi, pastikan juga bahwa Anda memang telah melakukan perhitungan fisik terhadap seluruh persediaan yang masih ada di gudang. Jika memang barang-barang tersebut masih berada didalam kardus, maka cek satu per satu kardus tersebut, baik dari merk, kualitas, maupun kuantitasnya. Pastikan agar seluruh persediaan sudah sesuai dengan kondisi dan kuantitas yang memang seharusnya.

6. Lakukan penginputan terhadap hasil dari Stock Opname ke dalam Komputer.

Sistem komputerisasi akan sangat membantu Anda dalam menjaga data-data penting agar tidak sampai hilang. Dengan cara mengetahui jumlah fisik dari barang-barang yang sebenarnya, maka Anda akan dapat mengetahui berapa banyak jumlah barang-barang inventaris yang harus diganti, baik karena hilang, pecah, maupun yang telah rusak. Biasakan untuk selalu melakukan penginputan data-data persediaan ke dalam komputer. Hal seperti ini akan menjadi sangat berguna dalam bidang administrasi, meskipun misalnya sistem yang masih ada di bisnis Anda terbilang sangat tradisional.

7. Memanfaatkan Software POS.

Cara yang paling praktis lainnya agar semakin lebih memudahkan perhitungan persediaan barang, adalah dengan menggunakan bantuan dari software POS. Jika Anda menggunakan sebuah software POS, maka proses stock opname akan terasa jauh lebih efektif dan praktis.

Semoga bermanfaat. Apabila para pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel yang selanjutnya

Scroll to top