Bulan: Mei 2020

PENGERTIAN E-COMMERCE, E-BUSINESS DAN MANFAAT PENGGUNAAN TEKNOLOGI E-LOGISTIK DALAM BIDANG USAHA LOGISTIK

E-business merupakan suatu kegiatan bisnis yang telah dilakukan dengan cara yang sudah serba terotomatisasi dengan memanfaatkan teknologi elektronik seperti halnya komputer dan internet. E-business lebih memungkinkan sebuah perusahaan untuk berhubungan langsung dengan sistem pemrosesan data-data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel.

Contoh dari e-business misalnya adalah berupa pembelian barang-barang secara online seperti melalui lazada, tokopedia, blibli, shopee, bukalapak dan lain sebagainya. Dari proses awal pemesanan barang-barang, konfirmasi pembayaran, sampai dengan konfirmasi bahwa pengiriman barang tersebut sudah benar-benar sampai kepada customer semuanya telah dilakukan secara sistem elektronik (online).

E-business memiliki beberapa macam karakteristik tujuan yang sama dengan bisnis secara konvensional biasanya (offline), hanya saja untuk e-business memiliki cakupan yang sedikit lebih berbeda dari bisnis konvensional. Bisnis konvensional (offline) lebih banyak mengandalkan pertemuan antar sesama pebisnis, seperti: halnya rapat ditempat khusus, atau hanya sekadar untuk berkenalan dengan partner-partner bisnis, sedangkan untuk e-business yang lebih banyak mengandalkan dari penggunaan media internet sebagai sebuah sarana untuk memperoleh tujuannya (penjualan).

Dalam berbagai kegiatan e-business, terdapat lima macam kemungkinan dari bentuk hubungan bisnis yang berdasarkan transaksinya, yaitu:

1. Business to Business (perdagangan antar pelaku usaha bisnis).
2. Business to Consumer (perdagangan antar pelaku usaha bisnis dengan para konsumen).
3. Consumer to Consumer (perdagangan antara konsumen yang satu dengan konsumen yang lainnya).
4. Consumer to Business (perdagangan antara konsumen dengan pelaku bisnis).
5. Intrabusiness e-business (perdangan dalam lingkup intranet perusahaan yang lebih banyak melibatkan pertukaran antar barang, jasa, dan juga informasi.

Sasaran dari e-business sendiri adalah pasar atau market. Sebenarnya untuk saat ini telah terjadi perkembangan yang begitu fantastis terhadap jumlah komputer yang sudah terhubung dalam jaringan bisnis melalui media internet, termasuk juga beberapa diantaranya adalah si penggunanya sendiri. E-business market seperti ini sudah menyimpan adanya peluang omset yang begitu besar yang banyak diperebutkan oleh para pebisnis online.

Tahapan-Tahapan Dalam E-Business

Terdapat empat macam tahapan dalam pemanfaatan jaringan komputer dan internet untuk tujuan e-business, yang mana terjadi transformasi terhadap perusahaan-perusahaan tradisional yang beralih kepada e-business, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Lebih banyak mendayagunakan (memanfaatkan) komputer.
2. Memanfaatkan adanya peluang dari jaringan dan internet (seperti email, chat messanger, dan lain sebagainya).
3. Membangun dan mendayagunakan website.
4. Memanfaatkan teknologi e-commerce.

Jadi, kesimpulannay adalah bahwa pengertian e-commerce dan e-business apabila tidak dipahami dengan seksama terlebih dahulu, maka akan menjadikan hal itu semakin tidak tersistematis. Hal ini dikarenakan kebingungan umum dalam menentukan istilah yang lebih cocok untuk mewakili setiap konsep-konsep perdagangan dengan penggunaan media elektronik (online).

Perbedaan yang lebih mendasar antara e-commerce dan e-business adalah bahwa tujuan dari e-commerce sendiri memang lebih berorientasi kepada tentang bagaimana dalam memperoleh keuntungan, sedangkan untuk e-business lebih berorientasi kepada kepentingan untuk jangka panjang dan sifatnya lebih abstrak seperti halnya kepercayaan dari para konsumen, pelayanan terhadap konsumen, peraturan kerja, relasi antar mitra bisnis, dan untuk penanganan permasalahan sosial lainnya. Selain daripada perbedaan yang dimiliki oleh keduanya, ternyata diantara keduanya juga masih memiliki persamaan berupa tujuan, yaitu: untuk semakin memajukan perusahaan agar bisa menjadi perusahaan yang jauh lebih besar daripada sebelumnya.

Pengertian E-Logistik

E-logistik merupakan suatu kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut tentang:

1. Konsumen (Consumers).
2. Manufaktur (Manufactures).
3. Service providers.
4. Pedagang perantara (Intermediaries).

Dengan memanfaatkan jaringan-jaringan komputer (komputer networks), yaitu: internet. E-logistik yang menjadi suatu bagian terpenting dalam dunia bisnis logistik untuk saat ini.

E-logistik sebenarnya tidak hanya berbicara tentang pergudangan saja, namun juga seputar pelayanan yang sudah serba terintegrasi oleh sistem. Mulai dari pergudangan atau dari istilahnya sendiri adalah berupa track and trace shipment (melacak dan melacak pengiriman), sampai kepada pengiriman ke tangan konsumen yang menjadi lebih efektif.

Layanan seperti ini merupakan layanan outsourcing end to end (dari ujung ke ujung) yang dimulai dari menyediakan infrastruktur, data centre, aplikasi, perangkat, operasional bisnis (business operation) dan yang terakhir adalah disaster recovery system (sistem pemulihan), yang semuanya itu adalah berbasis real time untuk semua jenis transaksi pembayaran dan penagihan.

E-logistik dalam dunia bisnis memang sangat diperlukan, hal itu dikarenakan semakin banyaknya orang-orang yang masih belum mengetahui betapa banyaknya manfaat dari penggunaan e-logistik ini. Kebanyakan orang memang masih senang menggunakan metode logistik tradisional dalam bidang bisnis logistik. Padahal dengan memanfaatkan e-logistik, maka kita akan dapat sedikit menekan biaya dalam bisnis ini. Selain itu, kita juga akan bisa melakukan transaksi dimanapun dan kapanpun kita berada.

Manfaat Dalam Pemanfaatan Teknologi E-logistik

1. Pemanfaatan aplikasi Electronic Logistic (e-logistik) yang baik dan benar akan mampu menjadikan Industri logistik menjadi semakin efisien, sehingga perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengiriman juga akan mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggannya. Tidak hanya itu saja, program dari e-logistik juga akan mampu untuk menolong perusahaan jasa pengiriman dalam memberikan kepastian terhadap jasa pengiriman barang.

2. Pemanfaatan TI (Teknologi Informasi) E-logistik juga dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang telah menggunakan sistem logistik, sehingga logistik menjadi lebih berkembang pesat dan lebih efisien untuk perusahaan tersebut. Selain itu sistem seperti ini juga dapat mengontrol berbagai permasalahan tracking untuk pengiriman barang-barang logistik, sehingga suatu perusahaan juga masih dapat memberikan jaminan terhadap barang-barang dalam transaksi logistik.

3. Dengan adanya teknologi informasi yang telah menyertainya, maka layanan e-logistik dapat dipastikan akan mampu dalam memberikan jaminan untuk kepastian yang lebih baik terhadap para pelanggannya. Karena itu, layanan e-logistik juga sangat bergunanya untuk memberikan service level yang lebih excellent (terbaik) terhadap para pelanggan. Tujuan utama dari sistem seperti ini adalah untuk memberikan solusi dalam menumbuhkan industri logistik, karena logistik sudah menjadi salah satu struktur terpenting dari berbagai kegiatan ekonomi saat ini yang lebih banyak mengandalkan transaksi dari e-commerce dan e-business.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang apa saja pengertian dari e-commerce, e-business, dan manfaat apa saja yang bisa didapatkan dari penggunaan teknologi e-logistik serta apa saja tahapan-tahapan dalam e-business. Semoga bisa bermanfaat, terimakasih dan salam sukses.

9 TUGAS HRD DALAM PERUSAHAAN

HRD memiliki kepanjangan human Reseource Development yang berarti Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki tanggung jawab menangani pengelolaan karyawan di dalam sebuah perusahaan yang dijalankan. Tugas ini sangat penting untuk keberlangsungan berjalannya suatu perusahaan. Pengelolaan yang berada di bawah wewenang HRD biasanya ruang lingkupnya meliputi perencanaan dan pengembangan SDM, proses seleksi rekrutmen, penentuan gaji dan kompensasi serta manajemen kerja, hingga menumbuhkan hubungan kerja antar karyawan. Jadi hrd menjadi pihak yang berhubungan atau berinteraksi secara langsung dengan karyawan yang sudah bekerja atau yang akan bekerja. Biasanya yang diangkat menjadi seorang HRD adalah mereka yang berpendidikan tinggi minimal S1 yang berada di bidang psikologi, ekonomi, ataupun hukum. Karena, secara umum, HRD bekerja untuk merekrut dan mengembangkan potensi karyawan, serta berurusan dengan penggajian dan kelegalan dari pegawai di dalam perusahaan. Jadi mereka harus tau bagaimana cara menyejahterakan dan tau bagaimana cara berurusan dengan hukum tentang kepegawaian. Tanggung jawab dari seorang HRD sangat berat, harus siap mental dan pikiran. Oleh karena itu, inilah beberapa tugas HRD sebuah perusahaan:

1. Merekrut karyawan
Merekrut karyawan baru merupakan tugas dari HRD yang harus dikerjakan. Perekrutan karyawan tersebut tentunya harus sesuai posisi yang dibutuhkan. Orang yang menjadi atau berada di divisi HRD adalah yang sangat faham terkait karakteristik dan ciri khas pekerja di perusahaan, baik yang sudah menjadi bagian perusahaan ataupun yang mau menjadi bagian perusahaan.

2. Memberikan pelatihan dan pengembangan
Tugas HRD setelah proses perekrutan adalah mengadakan semacam pelatihan yang bertujuan karyawan yang bekerja bisa menjadi maksimal dan hasil yang didapatkan akan lebih bagus dari kinerja yang maksimal.

3. Melakukan pengawasan kinerja
Tugas hrd selanjutnya adalah mengawasi setiap karyawan yang bekerja, baik yang baru maupun yang sudah lama bekerja. Adanya pelaksanaan tugas ini dimaksudkan untuk monitoring kinerja SDM agar sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang berlaku dan tujuan yang dikehendaki bisa tercapai dengan baik.

4. Rekomendasi pengangkatan.
Divisi HRD mempunyai hak khusus merekomendasikan seorang karyawan untuk naik jabatan maupun memberikan kompensai atas dasar kinerja yang sudah diperlihatkan karyawan itu. Karyawan yang kinerjanya semakin baik akan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan rekomendasi tersebut.

5. Pendistribusian gaji pegawai
HRD mempunyai tugas untuk mendistribusikan gaji karyawan perusahaan. untuk nominal nya itu sudah tercantum dalam sop atau kontrak yang telah disepakati. Hrd tidak memiliki hak untuk menaikkan ataupun menurunkan gaji karyawan. Tugas tersebut sudah ada bagiannya sendiri yaitu divisi keuangan.

6. Mengawasi perlengkapan kesehatan dan keselamatan bagi karyawan
Hrd memilik peran yang penting dalam pengawasan perlengkapan kesehatan dan keselamatan pegawai. Pihak hrd harus mampu mengawasi agar perlengkapan tidak disalahgunakan yang bisa menyebabkan sebuah kecelakaan kerja. Karena keselamatan kerja dan kesehatan dari karyawan adalah pokok penting yang harus dijaga dan diperhatikan perusahaan. Dengan adanya jaminan kesehatan maupun keselamatan kerja, itu akan membuat karyawan akan bekerja dengan lebih baik, sehingga hasil kinerjanya pun akan lebih maksimal.

7. Melakukan pembentukan tim untuk proyek-proyek perusahaan
Karena HRD adalah pihak yang dianggap paling mengerti tentang sifat dan karakter dari pekerja, maka tidak mengherankan, jika ada sebuah proyek, pihak HRD lah yang bertanggungjawab untuk membentuk tim tersebut. Jadi, dapat juga dikatakan bahwa, kesuksesan proyek yang dihasilkan oleh tim tak luput dari peran HRD sebagai pihak yang membentuknya.

8. Pembimbingan dan pemecahan masalah bagi karyawan
Dalam melakukan sebuah pekerjaan, tentu memungkinkan adanya perselisihan di antara para karyawan atau di dalam proses kerja itu sendiri. Untuk menghindari hal tersebut, diperlukan mediasi yang biasanya berbentuk pembimbingan ataupun pemecahan masalah. Dipimpin oleh HRD, karyawan dapat menyampaikan keluh kesahnya selama proses kerja. Harapannya, setelah dilakukan mediasi, kinerja karyawan dapat kembali pada posisi prima untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

9. Menjaga solidaritas semua karyawan
HRD harus bisa menjaga solidaritas dari semua karyawan perusahaan. Solidaritas yang baik akan menciptakan suasana yang baik dan nyaman dalam bekerja. Jika solidaris dari semua karyawan baik, maka kerjasama tim akan berjalan dengan baik dan hasil yang didapatkan akan maksimal sesuai tujuan dari perusahaan.

Itulah beberapa tugas dari HRD di sebuah perusahaan. Bekerjalah secara tulus dan maksimal agar ketika mendapatkan posisi sebagai HRD, pekerjaan yang kamu jalankan menjadi berkah bagi dirimu dan orang disekitarmu senang terhadapmu. Jika anda juga membutuhkan software HRD yang akan anda gunakan untuk merampingkan berbagai tugas HRD anda. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami melalui nomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu.

7 UNSUR RENCANA PEMASARAN

Sebuah proses management yang mengarah ke strategi pemasaran bertujuan untuk mencapai sasaran dari pemasaran sehingga ini dilakukan melalui beberapa proses yang sistematis dan koordinasi demi mendapatkan keputusan yang tepat untuk rencana pemasaran. Secara sederhana rencana pemasaran merupakan bagian dari strategi pemasaran perusahaan untuk mencapai target yang sama dalam bisnis dengan berbagai cara.

Oleh karena itu inilih beberapa unsur rencana pemasaran yang harus kamu ketahui:

1. Ringkasan dan tujuan perusahaan
Yang pertama adalah kita harus mengenal tentang profil perusahaan kita. Perusahaan yang kita miliki bergerak dalam bidang apa? Jangan sampai kita tidak mengetahuinya. Disamping itu juga kita harus mengetahui dan memahami tujuan yang ingin dicapai perusahaan.

2. Menentukan target dan standar yang harus dicapai
Target dan standar yang pasti itu adalah hal yang wajib agar kita mengetahui dan lebih mudah mengukur seberapa kemajuan yang sudah kita lakukan untuk mencapai target tersebut.

3. Target pasar
Unsur yang ketiga adalah menentukan target pasar. Karena mentukan target pasar adalah yang penting juga untuk rencana pemasaran dari bisnismu dan tentunya kamus pasti akan lebih mudah untuk penetapkan gaya promosi dan pemasaran yang akan dilakukan. Hal itu akan membuat rencana pemasaranmu lebih efektif dan efesien.

4. Penetapan kontek promosi
Dibagian ini kamu harus menentukan jenis promosi apa yang cocok dengan bisnismu. Karena ini sangat penting agar bias membantu mencapai target yang telah ditentukan.

5. Kenali kompetitor
Dalam hal membangun bisinis, kamu harus mengenal dengan baik tentang pesaing bisnismu. Kamu bias melakukan semacam riset untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dari pesaing bisnismu. Karena itu akan mempermudah kamu untuk menyusun strategi pemasaran yang tepat, jelas dan lengkap.

6. Tetapkan fokus dan prioritas
Ketika kamu menjalankan bisnis mungkin tidak mungkin pasti kamu memiliki banyak ide untuk kemajuan bisnismu. Oleh karena itu kamu harus tetap fokus dan menetapkan prioritas. Jangan sampai kamu jadi kewalahan karena terlalu banyak ide yang akan dijalankan. Jadi selain menetapkan apa yang ingin dicapai, kamu perlu mengesampingkan hal-hal yang tidak kamu fokuskan untuk menghindari distraksi yang tidak diperlukan. Agar bisnis berjalan dengan lancar.

7. Budget
Budget dalam arti Indonesia adalah anggaran, jadi budget disini yang dimaksud adalah anggaran untuk menjalankan bisnis tersebut. Dalam membuat rencana pemasaran, penting untuk menetapkan anggaran yang efektif dan realistis. Aturlah anggaran mu dengan baik agar langkah-langkah pemasaran jadi lebih lancar.

Demikianlah beberapa unsur penting dalam penyusunan rencana pemasaran yang handal. Dan jika anda masih membutuhkan informasi lebih detil terkait hal-hal yang menbahas akan rencana pemasaaran. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami melalui nomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu anda.

LANGKAH PENGENDALIAN KECURANGAN ATAU FRAUDING DALAN PERUSAHAAN

Setiap beberapa bulan, investigasi penipuan besar menjadi berita. World Economic Forum memperkirakan bahwa tipikal organisasi dapat kehilangan rata-rata 5 persen dari pendapatan tahunannya karena perilaku curang. Risiko penipuan semakin meningkat dalam lingkungan e-bisnis saat ini karena teknologi telah memungkinkan metode praktik korupsi berkembang.

Penipuan dapat berdampak besar pada bisnis dan pemangku kepentingannya, dan penting bagi organisasi untuk mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri mereka sendiri. Meskipun tidak mungkin untuk menghilangkan semua kecurangan, mengembangkan sistem pengendalian kecurangan yang efektif, termasuk preventif (pencegahan), detection (deteksi), dan response (tanggapan), dapat menghasilkan pencegahan kecurangan dalam organisasi Anda.

PREVENTIF (PENCEGAHAN)
Meskipun tidak ada alasan tunggal di balik penipuan, tapi kecurangan akan tetap terjadi jika ada kesempatan untuk melakukan penipuan, alasan kuat untuk melakukannya, dan kemampuan untuk merasionalisasikannya. Rasionalisasi sulit untuk diatasi karena sangat pribadi, sehingga pencegahan penipuan adalah tentang mengendalikan peluang dan mengurangi motivasi, seperti meningkatkan rasa takut tertangkap. Ini dicapai melalui dua elemen kunci yaitu mengembangkan budaya perilaku etis dan sistem kontrol internal yang sehat.
Pertama, dalam hal budaya, penting bagi eksekutif senior untuk memimpin dengan memberi contoh dan mengatur nada yang kuat dari atas. Mengembangkan kebijakan anti penipuan dan meminta karyawan untuk menandatangani kode etik juga mengirimkan pesan bahwa penipuan tidak akan ditoleransi, dan mendorong karyawan untuk mengidentifikasi kejadian di mana itu terjadi.
Kedua, penting untuk menerapkan sistem kontrol internal dengan kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk membatasi peluang dan mengurangi godaan untuk melakukan penipuan. Ini mungkin termasuk:

  • Pelatihan karyawan untuk menciptakan kesadaran tentang apa yang merupakan penipuan.
  • Pemutaran latar belakang, yang dapat mencegah perusahaan mempekerjakan orang yang memiliki kecenderungan lebih besar untuk melakukan penipuan.
  • Mekanisme kontrol yang membagi tanggung jawab, juga disebut sebagai pemisahan tugas, seperti membutuhkan minimal dua penandatangan untuk mengoperasikan rekening bank.

DETECTION (DETEKSI)
Pencegahan penipuan tidak bisa 100% efektif, sehingga organisasi perlu menerapkan kontrol tingkat kedua yang berfokus pada deteksi penipuan. Di sini, mengawasi indikator penipuan adalah kuncinya. Indikator penipuan termasuk kurangnya kontrol internal, proses yang buruk dan masalah di sekitar transaksi.

Kontrol deteksi penipuan harus mencakup:

  • Proses pemantauan yang ketat. Deteksi penipuan memerlukan aktivitas spesifik untuk dilakukan pada tingkat transaksional agar perusahaan dapat mendeteksi anomali. Penggunaan teknologi membuat proses ini jauh lebih efektif.
  • Penandaan aset fisik dan elektronik. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk melacak aset bernilai tinggi. Ini merupakan ancaman yang sebenarnya dapat mencegah penipuan, tetapi membantu perusahaan mendeteksi dan merespons penipuan jika itu terjadi.
  • Perlindungan whistle-blower. Karyawan adalah sumber utama pendeteksian penipuan dan eskalasi.
  • Fungsi keuangan khususnya memainkan peran penting dalam menilai dan mengatasi risiko dan kejadian penipuan, mengingat posisi mereka mengawasi keuangan dan aset perusahaan. Dipandu oleh kode dan pelatihan mereka, mereka juga siap untuk waspada dalam mengidentifikasi dan mengingatkan perusahaan akan penipuan dan korupsi, dan dalam posisi untuk menantang informasi yang tampaknya mencurigakan.
  • Ciptakan lingkungan yang mendukung berbicara dan memberikan rute yang jelas untuk mengatasi masalah apa pun.

RESPONSE (TANGGAPAN)
Akhirnya, rencana respons diperlukan untuk menangani penipuan apa pun yang dicurigai atau terdeteksi. Ini menyediakan prosedur langkah demi langkah untuk membantu mengatasi kerusakan. Rencana tersebut juga harus merinci prosedur pengumpulan bukti untuk memfasilitasi pengambilan keputusan yang terinformasi dan memastikan bahwa segala tindakan hukum dapat didukung secara memadai. Langkah-langkahnya meliputi:

  • Lakukan investigasi menyeluruh. Anda mungkin perlu menggunakan akuntan forensik, tergantung pada jenis penipuan. Tinjau bukti, lakukan wawancara dan ambil pernyataan dari saksi dan tersangka. Juga, pertahankan log investigasi yang mencakup semua deteksi yang diberhentikan sebagai minor atau tidak diselidiki; ini adalah alat penting untuk mengelola, melaporkan, dan mengevaluasi pelajaran yang dipetik.
  • Pulihkan aset yang disalahgunakan. Pencurian atau penyalahgunaan aset dapat mencakup pencurian pabrik, inventaris atau uang tunai, faktur palsu, penipuan piutang dagang, dan penipuan gaji. Memulihkan aset sebaik mungkin adalah langkah kunci. Pemulihan mungkin memerlukan tindakan dan penegakan hukum; tindakan ini menjadi sinyal kuat dan pencegah bagi penipu masa depan.
  • Laporkan penipuan secara eksternal. Rencana untuk melaporkan penipuan kepada pihak berwenang penting untuk kepatuhan dan masalah hukum; mungkin juga perlu untuk berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan dan memberikan jaminan bahwa penipuan telah ditangani secara efektif.

Sayangnya, tidak ada perusahaan yang kebal terhadap penipuan. Namun, organisasi yang mendekati risiko penipuan secara sistematis dengan sistem dan prosedur formal dapat membantu mencegah dan mengelola penipuan secara efektif ketika hal itu terjadi. Demikian beberapa langkah pengendalian kecurangan yang bisa Anda praktikkan dalam perusahaan Anda. Jika anda membutuhkan informasi lebih jelas terkait solusi kecurangan atau frauding yang meresahkan bisnis anda, silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami melalui nomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu anda.

Scroll to top