Cara Membuat Nota Retur yang Benar dan Sesuai dengan Peraturan Pajak

Nota retur adalah dokumen yang dibuat oleh pembeli untuk mengembalikan barang kena pajak (BKP) yang telah dibeli dari penjual, baik sebagian maupun seluruhnya, karena alasan tertentu, misalnya barang cacat atau rusak. Nota retur sangat penting untuk dibuat karena berpengaruh terhadap perhitungan PPN atau PPnBM. Bagaimana cara membuat nota retur yang benar dan sesuai dengan peraturan pajak? Simak ulasan berikut ini.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Membuat Nota Retur

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat nota retur, yaitu:

  • Nota retur harus dibuat pada saat BKP dikembalikan dan disampaikan kepada penjual. Jika nota retur tidak dibuat atau disampaikan, maka pengembalian BKP dianggap tidak terjadi.
  • Nota retur harus mencantumkan informasi-informasi penting, seperti nomor urut nota retur, nomor, kode seri, dan tanggal faktur pajak dari BKP yang dikembalikan, nama, alamat, dan NPWP pembeli dan penjual, jenis barang, jumlah harga jual dan PPN atau PPnBM yang dikembalikan, tanggal pembuatan nota retur, dan nama dan tanda tangan yang berhak menandatangani nota retur.
  • Nota retur dibuat paling sedikit dalam rangkap dua, yaitu untuk penjual dan untuk arsip pembeli. Jika pembeli bukan PKP, maka nota retur dibuat rangkap tiga, yaitu lembar ketiga harus disampaikan ke KPP tempat pembeli terdaftar.
  • Nota retur berpengaruh terhadap perhitungan PPN atau PPnBM. Bagi penjual, PPN atau PPnBM dari BKP yang dikembalikan menjadi pengurang pajak keluaran terutang. Bagi pembeli, jika pajak masukan telah dikreditkan, maka menjadi pengurang pajak masukan dalam masa pajak saat terjadinya pengembalian BKP.

Contoh Bentuk dan Ukuran Nota Retur

Untuk contoh bentuk dan ukuran nota retur, Anda bisa melihat lampiran PMK No. 65/2010. Lampiran tersebut berisi contoh nota retur dengan ukuran A4 dan A5. Anda bisa menyesuaikan ukuran nota retur sesuai dengan kebutuhan Anda.

Perbandingan Software Akuntansi Online dan Offline: Mana yang Lebih Baik?

Kesimpulan

Nota retur adalah dokumen yang dibuat oleh pembeli untuk mengembalikan BKP yang telah dibeli dari penjual. Nota retur harus dibuat dengan benar dan sesuai dengan peraturan pajak karena berpengaruh terhadap perhitungan PPN atau PPnBM. Untuk membuat nota retur, Anda harus memperhatikan informasi-informasi penting yang harus dicantumkan dalam nota retur. Anda juga bisa melihat contoh bentuk dan ukuran nota retur di lampiran PMK No. 65/2010. Selain itu, Anda juga bisa menonton video tutorial e-Faktur untuk pemula: Cara Membuat Nota Retur atau membaca artikel Bagaimana Membuat Nota Retur Penjualan Dengan PPN? untuk lebih memahami cara membuat nota retur.

Demikian artikel tentang cara membuat nota retur yang benar dan sesuai dengan peraturan pajak. Semoga artikel ini bermanfaat, dan jika Anda membutuhkan informasi perihal accounting atau software accounting untuk mrmbuat cash flow tetap lancar, silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami via WhatsApp 0812-5298-2900.