Tipe Perjanjian Kerja di Indonesia: Apa Saja dan Bagaimana Perbedaannya?

Perjanjian kerja adalah salah satu hal yang penting untuk diperhatikan oleh pekerja dan pemberi kerja. Perjanjian kerja menentukan hak dan kewajiban dari masing-masing pihak, serta jaminan perlindungan hukum jika terjadi sengketa. Namun, tidak semua perjanjian kerja sama. Ada beberapa tipe perjanjian kerja yang berbeda, tergantung pada jenis pekerjaan, durasi, dan sumber tenaga kerja.
Dalam artikel ini, kita akan membahas tiga tipe perjanjian kerja yang umum digunakan di Indonesia, yaitu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tentu (PKWTT), dan Perjanjian Kerja Outsourcing. Kita akan melihat apa saja ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan dari masing-masing tipe perjanjian kerja, serta bagaimana cara membuatnya.

1. Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT)

PKWT adalah perjanjian kerja yang dibuat antara pekerja dan pemberi kerja untuk pekerjaan tertentu yang dapat diperkirakan waktu berakhirnya. PKWT biasanya digunakan untuk pekerjaan yang bersifat sementara, proyek, atau musiman. Contohnya adalah pekerja kontrak, pekerja harian, atau pekerja lepas.
PKWT harus dibuat secara tertulis dan didaftarkan ke dinas ketenagakerjaan setempat. PKWT hanya dapat berlaku dalam jangka waktu paling lama lima tahun atau hingga pekerjaan selesai. Jika PKWT diperpanjang lebih dari dua kali atau lebih dari lima tahun, maka PKWT akan berubah menjadi PKWTT secara otomatis.
Kelebihan dari PKWT adalah fleksibilitas dan efisiensi. Pekerja dan pemberi kerja dapat menyesuaikan durasi dan syarat-syarat perjanjian sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Pekerja juga dapat mencari peluang kerja lain setelah PKWT berakhir. Pemberi kerja juga dapat menghemat biaya operasional dan administrasi.
Kekurangan dari PKWT adalah kurangnya kepastian dan perlindungan. Pekerja tidak memiliki jaminan untuk mendapatkan pekerjaan yang tetap dan berkesinambungan. Pekerja juga tidak mendapatkan hak-hak yang sama dengan pekerja tetap, seperti tunjangan, cuti, dan pesangon. Pemberi kerja juga harus memperhatikan batas waktu dan ketentuan PKWT agar tidak melanggar hukum.

2. Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tentu (PKWTT)

PKWTT adalah perjanjian kerja yang dibuat antara pekerja dan pemberi kerja untuk pekerjaan yang bersifat tetap dan dapat diberlakukan untuk semua jenis pekerjaan. PKWTT biasanya digunakan untuk pekerjaan yang tidak memiliki batas waktu atau pekerjaan yang berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan. Contohnya adalah pekerja tetap, pekerja karyawan, atau pekerja manajemen.
PKWTT dapat dibuat secara tertulis atau lisan, tetapi apabila dibuat secara lisan, pemberi kerja wajib membuat surat pengangkatan kerja bagi pekerja. Dan PKWTT tidak memiliki batas waktu, kecuali pekerja pensiun, meninggal, atau dipecat. PKWTT dapat diakhiri oleh pekerja atau pemberi kerja dengan memberikan pemberitahuan tertulis paling lambat 30 hari sebelumnya.
Kelebihan dari PKWTT adalah kestabilan dan perlindungan. Pekerja memiliki jaminan untuk mendapatkan pekerjaan yang tetap dan berkesinambungan. Pekerja juga mendapatkan hak-hak yang sama dengan pekerja tetap, seperti tunjangan, cuti, dan pesangon. Pemberi kerja juga dapat membangun loyalitas dan komitmen pekerja.
Kekurangan dari PKWTT adalah kaku dan mahal. Pekerja dan pemberi kerja sulit untuk mengubah atau mengakhiri perjanjian kerja. Pekerja juga harus mengikuti aturan dan kebijakan perusahaan. Pemberi kerja juga harus menanggung biaya operasional dan administrasi yang tinggi.

3. Perjanjian Kerja Outsourcing

Perjanjian kerja outsourcing adalah perjanjian kerja dimana tenaga kerja yang digunakan berasal dari pihak ketiga, yaitu perusahaan alih daya atau outsource, untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Perjanjiaan kerja outsourcing biasanya digunakan untuk pekerjaan yang tidak berhubungan dengan kegiatan utama perusahaan, seperti kebersihan, keamanan, atau administrasi.
Perjanjiann kerja outsourcing dibuat antara pemberi kerja dan perusahaan outsource, sedangkan pekerja menjadi karyawan dari perusahaan outsource. Perjanjian kerja outsourcing harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah, seperti jenis pekerjaan, durasi, dan syarat-syarat. Perjanjian kerja outsourcing dapat berakhir jika pekerjaan selesai, perjanjian habis, atau ada pelanggaran.
Kelebihan dari perjanjian kerja outsourcing adalah praktis dan murah. Pekerja dan pemberi kerja tidak perlu repot dengan urusan administrasi, perizinan, atau perpajakan. Pekerja juga dapat mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang beragam. Pemberi kerja juga dapat mengurangi biaya operasional dan administrasi.
Kekurangan dari perjanjian kerja outsourcing adalah rentan dan lemah. Pekerja tidak memiliki hubungan langsung dengan pemberi kerja, sehingga sulit untuk berkomunikasi atau berkoordinasi. Pekerja juga tidak mendapatkan hak-hak yang sama dengan pekerja tetap, seperti tunjangan, cuti, dan pesangon. Pemberi kerja juga harus memilih perusahaan outsource yang terpercaya dan berkualitas.

Baca juga Artikel: Jenis-Jenis Fraud dalam Bisnis dan Cara Mencegahnya

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang tipe perjanjian kerja di Indonesia, yaitu PKWT, PKWTT, dan perjanjian kerja outsourcing. Setiap tipe perjanjian kerja memiliki ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan yang berbeda. Oleh karena itu, pekerja dan pemberi kerja harus memahami dan memilih tipe perjanjian kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pekerjaan.

Semoga artikel ini bermanfaat, dan jika Anda membutuhkan informasi perihal penanganan kecurangan, cara pembuatan SOP bisnis, manajemen bisnis, kontrak kerja, software accounting untuk membuat cash flow tetap lancar, silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami via WhatsApp 0812-5298-2900.