Mengungkap Rahasia Akuntansi Keuangan: Konsep dan Tujuan

Akuntansi keuangan adalah salah satu bidang yang sangat penting dalam dunia bisnis. Tanpa akuntansi keuangan, Anda tidak akan dapat mengetahui kinerja keuangan perusahaan Anda, membuat rencana anggaran, atau menyajikan laporan keuangan kepada pemegang saham. Namun, akuntansi keuangan juga merupakan bidang yang cukup kompleks dan luas, yang membutuhkan pemahaman yang baik tentang beberapa konsep dasar. Artikel ini akan mengungkap rahasia akuntansi keuangan, mulai dari konsep debet dan kredit hingga tujuan dan prinsip akuntansi keuangan.
Akuntansi keuangan adalah bahasa bisnis yang digunakan untuk menyampaikan informasi keuangan perusahaan kepada berbagai pemangku kepentingan, seperti manajemen, kreditur, investor, pemerintah, dan masyarakat. Informasi keuangan ini dapat berupa laporan keuangan, seperti neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas. Laporan keuangan ini harus disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, seperti PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) di Indonesia, atau IFRS (International Financial Reporting Standards) di tingkat internasional.

Baca juga Artikel: Akuntansi Pembiayaan vs Akuntansi Operasional: Apa Perbedaannya?

Debit Vs Kredit

Salah satu konsep dasar dalam akuntansi keuangan adalah debet dan kredit. Debet dan kredit adalah istilah yang digunakan untuk mencatat transaksi bisnis dalam sistem akuntansi double entry. Sistem akuntansi double entry adalah sistem yang mengharuskan setiap transaksi bisnis diposting setidaknya di dua akun, yaitu akun debit dan akun kredit. Akun debit adalah akun yang berada di sisi kiri buku besar akuntansi, sedangkan akun kredit adalah akun yang berada di sisi kanan buku besar akuntansi. Setiap transaksi bisnis harus memenuhi persamaan akuntansi, yaitu jumlah debit harus sama dengan jumlah kredit.
Debet dan kredit memiliki pengaruh yang berbeda terhadap jenis akun yang berbeda. Secara umum, debet akan meningkatkan saldo akun aset dan beban, sedangkan kredit akan meningkatkan saldo akun kewajiban, ekuitas, dan pendapatan. Sebaliknya, kredit akan menurunkan saldo akun aset dan beban, sedangkan debet akan menurunkan saldo akun kewajiban, ekuitas, dan pendapatan. Untuk mengingat hal ini, Anda dapat menggunakan akronim DEAD CLIC, yang berarti Debit increase Expense and Asset, Credit increase Liability, Income, and Capital.

Jurnal Umum dan Neraca Saldo

Setelah Anda memahami konsep debet dan kredit, Anda dapat mulai mencatat transaksi bisnis dalam jurnal umum dan neraca saldo. Jurnal umum adalah buku catatan yang berisi semua transaksi bisnis yang terjadi dalam periode tertentu, yang disusun secara kronologis. Setiap transaksi bisnis harus dicatat dalam bentuk jurnal, yang terdiri dari tanggal, nama akun debit dan kredit, jumlah debit dan kredit, dan keterangan.
Neraca saldo adalah daftar semua akun yang ada dalam buku besar akuntansi, beserta saldo akhirnya. Neracca saldo dapat dibuat setelah semua transaksi bisnis dicatat dalam jurnal umum dan diposting ke buku besar akuntansi. Neraca saldo berguna untuk memeriksa apakah jumlah debit dan kredit sudah seimbang, dan untuk menyiapkan laporan keuangan.

Tujuan Akuntansi Keuangan

Akuntansi keuangan memiliki empat tujuan utama, yaitu:

  • Mencatat transaksi saat terjadi untuk menggunakannya selama menyiapkan laporan keuangan. Akuntansi keuangan bertujuan untuk mencatat semua transaksi bisnis yang terjadi dalam periode tertentu, dengan menggunakan sistem akuntansi double entry. Dengan demikian, akuntansi keuangan dapat memberikan catatan historis yang akurat dan lengkap tentang aktivitas keuangan perusahaan.
  • Menghitung untung rugi agar manajemen bisa mengambil strategi pemasaran yang tepat. Akuntansi keuangan bertujuan untuk menghitung selisih antara pendapatan dan beban yang dihasilkan oleh perusahaan dalam periode tertentu, yang disebut sebagai laba rugi. Laba rugi dapat menunjukkan kinerja keuangan perusahaan, dan dapat digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi dan merencanakan strategi bisnis yang sesuai.
  • Menentukan posisi keuangan perusahaan dengan melacak aset dan kewajibannya dengan benar. Akuntansi keuangan bertujuan untuk menentukan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu, yang disebut sebagai neraca. Neraca menunjukkan aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan, yang merupakan sumber dan penggunaan dana perusahaan. Neraca dapat menunjukkan kekayaan, likuiditas, dan solvabilitas perusahaan.
  • Memberikan informasi keuangan kepada pemegang saham melalui laporan keuangan sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang tepat mengenai investasinya. Akuntansi keuangan bertujuan untuk memberikan informasi keuangan yang relevan, andal, dan dapat dibandingkan kepada pemegang saham, seperti manajemen, kreditur, investor, pemerintah, dan masyarakat. Informasi keuangan ini disajikan dalam bentuk laporan keuangan, yang harus disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Laporan keuangan dapat membantu pemegang saham dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan perusahaan, seperti memberikan kredit, menanamkan modal, atau mengawasi kinerja.

Prinsip Akuntansi Keuangan

Untuk mencapai tujuan akuntansi keuangan, ada beberapa prinsip akuntansi keuangan yang harus diikuti oleh perusahaan. Prinsip akuntansi keuangan adalah aturan atau pedoman yang mengatur bagaimana perusahaan harus mencatat, mengukur, dan melaporkan informasi keuangan. Beberapa prinsip akuntansi keuangan yang umum adalah:

  • Prinsip kesinambungan usaha. Prinsip ini mengasumsikan bahwa perusahaan akan terus beroperasi di masa depan, kecuali ada bukti yang kuat bahwa hal tersebut tidak akan terjadi. Prinsip ini mempengaruhi cara perusahaan menilai aset dan kewajiban, serta cara perusahaan menyajikan laporan keuangan.
  • Prinsip biaya historis. Prinsip ini mengharuskan perusahaan untuk mencatat aset dan kewajiban berdasarkan harga perolehan, yaitu harga yang dibayar untuk mendapatkan aset atau mengakui kewajiban. Prinsip ini bertujuan untuk menghindari subjektivitas dalam penilaian aset dan kewajiban, serta untuk mencerminkan nilai ekonomi yang riil.
  • Prinsip pengakuan pendapatan. Prinsip ini mengharuskan perusahaan untuk mencatat pendapatan pada saat terjadinya, yaitu saat perusahaan menyerahkan barang atau jasa kepada pelanggan, dan menerima imbalan berupa uang atau janji bayar. Prinsip ini bertujuan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan dalam periode tertentu, serta untuk menunjukkan sumber dan jumlah pendapatan.
  • Prinsip mencocokkan. Prinsip ini mengharuskan perusahaan untuk mencocokkan pendapatan dengan beban yang terkait dengan pendapatan tersebut, dalam periode yang sama. Prinsip ini bertujuan untuk menghitung laba rugi perusahaan dengan tepat, serta untuk menunjukkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan sumber daya perusahaan.
  • Prinsip pengungkapan penuh. Prinsip ini mengharuskan perusahaan untuk mengungkapkan semua informasi keuangan yang relevan, material, dan dapat mempengaruhi keputusan pemangku kepentingan, baik dalam laporan keuangan maupun dalam catatan kaki. Prinsip ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan, serta untuk melindungi kepentingan pemangku kepentingan.

Baca juga Artikel: Cara Menghitung Roi Dan Manfaatnya Bagi Pelaku Usaha

Kesimpulan

Akuntansi keuangan adalah bidang yang sangat penting dan kompleks dalam dunia bisnis, sehingga perlu mengungkap rahasia akuntansi keuangan. Dengan memahami konsep dan tujuan akuntansi keuangan, Anda akan dapat lebih memahami bagaimana bisnis beroperasi dan membuat keputusan yang lebih baik. Anda juga akan dapat menyusun dan menyajikan laporan keuangan yang akurat, andal, dan dapat dibandingkan kepada pemegang saham.

Semoga artikel ini bermanfaat, dan jika Anda membutuhkan konsultan accounting profesional untuk membantu Anda memberikan arahan yang tepat dan akurat perihal akuntansi pada bisnis Anda, kami siap bantu. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami melalui nomor WhatsApp 0812-5298-2900.