BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

APA YANG DIMAKSUD DENGAN KOREKSI FISKAL DALAM PELAPORAN PAJAK

Sebagai wajib pajak yang baik, sudah sewajarnya untuk senantiasa melaporkan laporan keuangan dengan sesuai dan tepat. Selain itu, dalam pengerjaannya juga harus sesuai dengan standar keuangan yang tersedia yaitu Peraturan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan peraturan perpajakan lainnya yang disebut laporan fiskal. Namun jika ada data yang tidak sesuai, wajib pajak harus diwajibkan untuk melakukan koreksi fiskal dalam laporannya.
Meski melakukan pelaporan keuangan sudah menjadi keharusan bagi wajib pajak. Namun, bisa saja masih ada beberapa wajib pajak akan melakukan berbagai cara untuk membayar kewajiban pajak usaha seminimal mungkin dan menerima penghasilan sebesar-besarnya. Sehingga terkadang terdapat beberapa poin peraturan yang tidak sesuai standar. Karena itu adanya koreksi fiskal bertujuan untuk melakukan penyesuaian antara penghasilan dengan wajib pajak. Sehingga tidak terjadi kesalahan penghitungan.

PENYEBAB KOREKSI FISKAL
Untuk mengetahui adanya koreksi fiskal untuk pelaporan keuangan dalam pajak, biasanya koreksi fiskal dibagi 2 perbedaannya yaitu :

1. Perbedaan Beda Tetap
Merupakan biaya dan penghasilan yang dapat diakui dalam perhitungan penjumlahan laba neto akuntansi komersial dan tidak diakui dalam perhitungan akuntansi pajak.
Contoh Biaya :
• Biaya pajak penghasilan
• Biaya sumbangan
• Biaya sanksi perpajakan
Contoh Penghasilan :
• Sumbangan
• Penghasilan bunga deposito
• Hibah
2. Perbedaan Beda Waktu
Merupakan biaya dan penghasilan yang dapat diakui pada saat ini oleh akuntansi komersial atau dapat dikatakan sebaliknya. Tetapi, tidak dapat diakui secara sekaligus oleh akuntansi pajak karena perbedaan metode pengakuan.
Contoh Biaya :
• Biaya sewa
• Biaya penyusutan
Contoh Penghasilan :
• Pendapatan lebih selisih kurs

JENIS KOREKSI FISKAL
Bagi sistem perpajakan Indonesia, ada beberapa jenis pajak yang dikenakan kepada pengusaha kena pajak (PKP). Beberapa diantaranya yaitu Pajak Penghasilan (PPh) 21, 22, 23, 25 PPh 4 Ayat 2 (final), dan PPh 26. Selain itu, ada juga pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan atas barang mewah (PPnBM). Dalam menerapkan perlakuan koreksi fiskal terdapat adanya peraturan perpajakan UU No.36 membahas tentang koreksi fiskal dibagi menjadi 2 yaitu sebagai berikut :

1. Koreksi Fiskal Positif
Koreksi fiskal positif dilakukan penambahan melalui laporan laba rugi komersial wajib pajak badan dan wajib pajak orang pribadi, yang dilakukan dengan pembukuan maupun penghitungan penghasilan kena pajak dan pajak penghasilan terutang.
Contoh Jenis :
• Pemupukan dana cadangan.
• Pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun seperti dividen.
• ya yang dibebankan untuk kepentingan pribadi pemegang saham, sekutu, atau anggota.
• Premi asuransi.
• Harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan.
• Pajak Penghasilan.
• Sanksi administrasi berupa bunga dan denda.
• Gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan.
• Penyusutan yang jumlahnya melebihi.
• Biaya yang ditangguhkan pengakuannya.

2. Koreksi Fiskal Negatif
Koreksi fiskal negatif dilakukan pengurangan melalui laba komersil dan penghasilan kena pajak melalui PPh terutang.
Contoh Jenis :
• Penghasilan berupa hadiah undian.
• Penghasilan dari transaksi saham.
• Penghasilan dari transaksi pengalihan harta.
• Penghasilan berupa bunga deposito dan tabungan.
• Penghasilan yang bukan merupakan objek pajak.

Dengan memiliki laporan keuangan, perusahaan diharapkan mampu memprediksi langkah yang diambil perusahaan di periode selanjutnya. Biasanya perusahaan yang rajin membayar pajak akan mendapatkan reputasi yang baik dalam bisnis. Dengan membayar pajak yang harus dibayar, sebaiknya dilakukan pengisian dan penyerahan langsung SPT tahunan kepada kantor pelayanan pajak (KPP).

SPT tahunan dilakukan secara online maupun offline bertujuan untuk memenuhi pelaporan yang sesuai dengan aturan berlaku dirjen pajak, supaya tidak terjadi penyesuaian kesalahan perhitungan yang dimana transaksi dikenakan pajak ataupun yang tidak dikenakan pajak. Guna mendukung laporan perpajakan, dalam pembuatan laporan akuntansi keuangan Anda bisa menggunakan software akuntansi yang mudah dan akurat. Dan jika Anda membutuhkan software akuntansi, silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi langsung melallui nomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top
Selamat datang di Groedu software konsultasi
Send via WhatsApp