Penulis: Admin

MENGETAHUI PENTINGNYA SKILL AKUTANSI BAGI PELAKU BISNIS

Kali ini kami tim GroEdu International Consultant (Lembaga Konsultan bisnis yang sudah dipercaya oleh berbagai kota besar diantaranya Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogjakarta, Denpasar, Palembang, Banjarmasin, Palangkaraya, Balikpapan, Makassar dan kota besar lainnya). Pada kesempatan kali ini, kami akan menulis artikel tentang “Mengetahui Pentingnya Skill Akutansi Bagi Pelaku Bisnis”.
Akuntansi adalah seperangkat aturan untuk dokumentasi transaksi keuangan yang digunakan untuk menganalisis dan menyajikan informasi keuangan. Dengan akuntansi yang baik, Anda dapat mengukur kesuksesan dan profitabilitas bisnis Anda di masa depan. Akuntansi sangat penting di berbagai aspek bisnis, yaitu peran dalam pelaporan keuangan bisnis. Tentu saja dengan perencanaan uang yang baik, akan memudahkan anda dalam berbagai hal, misal penentuan gaji karyawan, modal pembelian barang mentah, biaya promosi, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah peran penting akuntansi dalam bisnis.

Pengatur Keuangan
Dalam hal ini akuntansi berperan untuk mempertimbangkan kesehatan keuangan perusahaan. Catatan laba buku yang dicatat sebelumnya, pajak yang dibayarkan, asset yang dimiliki, dan seluruh kewajiban perusahaan, semua itu tidak mungkin tanpa adanya sistem akuntansi yang tepat.

Informasi Kepada Investor
Akun dan laporan keuangan mewakili organisasi di depan pemegang saham, seperti investor, kreditor, debitor, pemerintah, pelanggan, dan karyawan. Akun bertindak sebagai representasi bagi para pemangku kepentingan ini, yang secara langsung dipengaruhi oleh posisi keuangan perusahaan. Sebagai contoh, seorang investor akan mengawasi kinerja perusahaan sebelum berinvestasi dalam sahamnya.

Perencana Anggaran
Anggaran membantu bisnis merencanakan strategi, menghemat uang untuk rencana ekspansi, dan belanja modal. Ini juga menetapkan sinyal peringatan jika pengeluaran melebihi luar biasa. Akuntansi akan memastikan pemeliharaan catatan sejarah yang menjadi dasar pembuatan dan perencanaan anggaran.

Laporan Profit
Tujuan utama dari bisnis apa pun jelas adalah untuk menghasilkan keuntungan. Pajak menurut undang-undang seperti pajak penghasilan atas laba wajib dibayarkan secara wajib oleh bisnis. Untuk memastikan jumlah laba, akuntansi adalah suatu keharusan.

Tanpa akuntansi, bisnis Anda akan menjadi seperti kapal tanpa radar, bergerak tanpa arah. Bahkan dalam kegiatan sehari-hari kita, kita tetap memperhitungkan pendapatan dan pengeluaran kita. Bisnis kecil dan besar sama-sama memelihara akun untuk mengawasi posisi keuangan mereka, yang merupakan motif utama dari bisnis apa pun. Pihak yang berminat dapat membuat keputusan yang andal berdasarkan akun. Tentu saja, manajemen kadang-kadang dapat melibatkan diri dalam mendandani akun yang dengan maksud untuk menipu para pemangku kepentingan. Itulah sebabnya undang-undang menetapkan audit wajib untuk bisnis yang melebihi omset tertentu, yang mungkin berbeda sesuai dengan syarat dan ketentuan yang relevan dari negara tersebut.
Demikian artikel kami tentang pentingnya akuntansi dalam bisnis. Terimakasih sudah berkunjung ke website kami, dan semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca. Jika ingin lebih tahu tentang artikel diatas, ingin mendalami ilmu akuntansi dalam bisnis, penggunaan aplikasi akuntansi dalam bisnis. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com atau langsung hubungi kami melalui nomor whatsapp 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu anda.

STRATEGI OMNI CHANNEL MENGGUNAKAN SOFTWARE “YUK KULAK”

Kali ini konsultan bisnis Surabaya untuk kota Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Sampit, Balik papan, Samarinda, Makasar, Palembang dan Medan serta kota lainnya sedang membahas artikel terkait dengan Omni channel. Silahkan simak artikel di bawah ini.
Dengan semakin maraknya perdagangan di dunia ecommerce, dimana setiap orang / toko / grosir dapat berbelanja online dan dengan semakin agresifnya pemain ecommerce seperti bukalapak, tokopedia membangun jaringan toko digital melalui Mitra Bukalapak, Mitra Tokopedia, maka sudah menjadi suatu keharusan bagi distributor untuk membangun jaringan tokonya secara digital.

Seiring dengan kemajuan teknologi, kemudahan, kecepatan dan harga kompetitif yang ditawarkan, maka toko2 yang saat ini menjadi pelanggan distributor perlu dilayani dengan lebih baik, modern, lebih mudah dan memberikan harga yang kompetitif. Bila hal ini tidak ditanggapi dengan baik oleh para distributor, maka bukan suatu hal yang mustahil pada suatu ketika nanti semua toko yang dulunya belanja ke distributor akan berpindah menjadi Mitra Bukalapak atau Mitra Tokopedia atau menjadi anggota Sampoerna Retail Community.

Toko sebagai Mitra Mitra Bukalapak atau Mitra Tokopedia atau anggota Sampoerna Retail Community akan mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan lebih mudah dan harga yang kompetitif.

Menanggapi fenomena yang terjadi dipasar, PT. Firmus Solusindo meluncurkan Yuk Kulak, suatu B2B ecommerce platform yang memungkinkan toko / grosir untuk dapat belanja ke distributor dengan mudah melalui gadget. Distributor dapat mengelola jaringan toko dibawahnya secara digital, mereka dapat melakukan promosi, memberikan harga terbaik ke toko2 yang dikelolanya ataupun menjalankan loyalty program yang menarik bagi para toko / grosir.

Yuk Kulak dapat juga dimanfaatkan oleh para produsen untuk memperkuat distributor dalam melayani toko / grosir. Oleh sebab itu para Distributor dan Principal yang masih belum digitalisasi, mulai memikirkan untuk ditialisasi, sebab seperti yang pernah disampaikan oleh Rhenald Khasali dalam suatu artikelnya, peran middle man atau perantara akan habis jika tidak mengikuti perubahan era digital sekarang ini, semua akan serba langsung dan media digital akan memungkinkan hal itu terjadi.

Semoga artikel di atas bermanfaat bagi pembaca, apabila pembaca membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas silahkan kontak kami di 081-252982900, atau email ke groedu@gmail.com. Kami siap membantu anda.

KECURANGAN-KECURANGAN PADA AKUNTANSI

Kecurangan atau yang sering disebut dengan fraud sering kita dengar terjadi di perusahaan-perusahaan dan sulit untuk terdeteksi. Namun, hanya sedikit sekali orang yang mau terlibat untuk memberantas kecurangan. Ketika mereka mengetahui ada celah untuk melakukan kecurangan sebagian besar dari mereka enggan memperbaiki malahan ikut dalam arus kelompok untuk memanfaatkan dan memperkaya diri sendiri.
Banyak kasus kecurangan yang merugikan kekayaan perusahaan dengan total kerugian yang tidak kecil. Sebagian besar kerugian yang diderita perusahaan akibat dari kecurangan yang dilakukan dan terjadi sangat besar. Hal tersebut disebabkan karena sulitnya pendeteksian kecurangan. Hingga kecurangan tersebut terdeteksi perusahaan baru menyadari bahwa kerugian yang terjadi sudah lebih besar daripada nilai yang mereka duga.
Dari besarnya dampak kerugian dari kecurangan yang terjadi di perusahaan, maka ada baiknya perusahaan perlu melakukan pembenahan dan perbaikan internal pada kegiatan operasional mereka. Berikut beberapa hal-hal yang berkaitan dengan tindakan kecurangan :

Pelaku tindakana kecurangan
Pegawai
Sebagian besar pelaku tindak kecurangan yakni pegawai, atau orang-orang terdekat, atau orang-orang yang memiliki kedudukan dan kepercayaan dari atasan. Kepercayaan yang diberikan oleh perusahaan sering dimanfaatkan untuk kepentingan diri sendiri.
Adapun kecurangan yang dilakukan oleh pegawai yakni kecurangan dalam hal penggajian (payroll fraud), seperti pembayaran gaji yang terlalu besar kepada pihak, oknum, atau staf tertentu. Penggelapan dana yang dilakukan untuk kepentingan seseorang, kelompok dan orang tertentu. Kecurangan penjualan atau pembelian kebutuhan perusahaan.
Agar perusahaan tidak mengalami kerugian terlalu besar sebaiknya hindari karyawan untuk mampu mengakses informasi perusahaan. Misalnya hindari memberikan hak penuh kepada staf marketing untuk lebih memahami bisnis perusahaan. Hal yang paling dikhawatirkan yakni mereka memiliki akses ke projek. Ajari mereka bagaimana cara menjual saja. Alasannya agar mereka tidak mungkin untuk menggarap konsumen sendiri.
Cara lain agar melindungi perusahaan yakni buat target yang cukup tinggi dan komisi yang begitu menarik agar kemungkinan konsumen perusahaan terlempar juga kecil.
Cara yang paling baik yakni membagi kedekatan dengan sales team, dengan terjalinnya hubungan kedekatan mereka maka tingkat loyalitas karyawan marketing terjalin dan kemungkinan mereka para sales panjual kecil sekali untuk berkhianat pada atasan. Keinginan untuk berkhianat akan kecil.

Kecurangan Manajemen
Kecurangan manajemen biasanya dilakukan pada tingkatan lebih tinggi daripada staf, sebab kecurangan ini berdampak pada kepentingan eksternal perusahaan. Adapun motivasi untuk melakukan kecurangan ini yakni salah satunya untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dengan mengorbankan kepentingan pihak eksternal.
Beberapa kecurangan manajemen yakni kecurangan dalam penggelapan dana, kecurangan dalam memanipulasi laporan keuangan, kecurangan dalam praktik penyuapan, kecurangan-kecurangan lainnya yang berdampak luas pada orang dan lingkungan di luar perusahaan.
Beberapa pelaku tindak kecurangan ini yakni mereka yang memiliki kedudukan tinggi seperti CEO, COO, CFO. Dan bahkan ada beberapa kasus dimana kecurangan yang dilakukan oleh perusahaan mampu memberikan dampak ekonomi global, dampak lebih luas dari pada dampak yang pernah terjadi sebelumnya.

Kecurangan pihak ketiga
Kecurangan pihak ketiga merupakan kecurangan yang sengaja dilakukan oleh pihak-pihak yang berada diluar lingkungan perusahaan dan tetap menjadi bagian perusahaan. Perusahaan memiliki hubungan dengan pihak tersebut. Siapa saja mereka….? mereka dapat bertindak serti supplier, penyedia barang (Bahan baku) dsb.
Misalnya kecurangan yang perah terjadi yakni kecurangan ketika merekam para supplier memberikan false billing kepada perusahaan. Para supplier melakukan penagihan yang tidak wajar, ada beberapa nilai pembelian dari perusahaan yang diadakan. Anda akan dimintai membayar tagihan-tagihan palsu yang dibuat oleh supplier dengan membuat akun-akun palsu.
Dengan menggunakan alasan yang dibuat-buat, juga palsu mereka akan memberikan keyakinan kepada anda untuk segera mengirimkan pembayaran uang ke akun mereka.
Selain itu kecurangan yang dapat terjadi yakni supplier bekerja sama dengan salah satu karyawan perusahaan dalam menetapkan nilai pembelian sehingga nilai yang ditagihkan ke perusahaan lebih besar dari pada nilai yang seharusnya di setorkan ke perusahaan supplier. Praktik ini sangat berbahaya. Praktik kolusi semacam ini akan merugikan perusahaan baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang.
Ada lagi kecurangan yang mungkin dapat dilakukan oleh pihak supplier yakni misalnya supplier telah sepakat untuk tidak berkompetisi pada segmen pasar tertentu .

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai kecurangan pada akuntansi. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) perusahaan dan butuh Accounting Software pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu anda.

BEBERAPA KESALAHAN DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Bertemu kembali dengan kami tim GroEdu (Lembaga Konsultan bisnis yang sudah dipercaya diberbagai kota besar diantaranya Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogjakarta, Denpasar, Palembang, Banjarmasin, Palangkaraya, Balikpapan, dan kota besar lainnya). Pada kesempatan kali ini, kami akan menulis artikel tentang “Beberapa Kesalahan Dalam Pengelolaan Keuangan Perusahaan”.
Dibidang apapun, keuangan adalah hal wajib yang perlu dikelola dengan baik guna mencegah terjadinya pembengkakan pengeluaran yang berakibat buruk bagi perusahaan. Pengeluaran yang seolah tidak terduga memang seperti hal yang wajar bagi sebuah perusahaan. Namun jika tetap dibiarkan dapat menimbulkan ancaman bagi sebuah perusahaan. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, bisnis beromset berapapun akan menjadi berantakan. Bisnis yang baik bisa dilihat dari kondisi dan pengelolaan keuangannya yang baik dan professional.
Ada banyak cara yang dapat dilakukan dalam melakukan efisiensi terhadap keuangan perusahaan, semisal dengan meminimalisir biaya operasional perusahaan, memperketat biaya dinas di luar kota atau luar negeri, melakukan penghematan listrik dan air, hingga kebijakan menerapkan aplikasi payroll.
Namun pada kenyataannya, banyak perusahaan yang masih belum paham tentang bagaimana mengelola keuangannya. Berikut adalah kesalahan yang kerap dilakukan.
1. Tidak memiliki planning keuangan yang baik.
Melakukan perencanaan perkembangan perusahaan merupakan hal penting untuk mendongkrak kinerja perusahaan dengan menciptakan strategi pengembangan yang baik dan tepat sasaran. Namun karena perhatian terlalu focus pada pengembangan, terkadang lupa membuat perencanaan keuangan perusahaan. Wajib untuk anda ketahui bahwa perencanaan keuangan yang matang akan semakin mempermudah jalannya strategi pengembangan perusahaan. Anda tidak perlu takut melakukan pengeluaran anggaran, karena semuanya sudah terhitung dalam perencanaan keuangan.
2. SDM keuangan yang kurang handal.
Banyak perusahaan yang merasa kurang mampu untuk menggunakan jasa akuntan atau software akuntansi profesional. Padahal dalam praktik berbisnis, ini merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan. Sehingga perusahaan memilih tetap memperkerjakan sdm seadanya tanpa memakai software yang mumpuni, alhasil manajemen dan laporan keuangan perusahaan pun menjadi berantakan.
3. Kurangnya pengetahuan akuntansi oleh pelaku bisnis.
Fakta dilapangan ternyata masih ada pelaku bisnis yang tidak tahu menahu tentang akuntansi. Besar kemungkinan karena pelaku bisnis tidak tahu menahu tentang akuntasi, tidak paham pentingnya akuntasi, sehingga poin akuntansi akan kurang diperhatikan. Tentu hal ini akan sangat memperihatinkan.
4. Tidak memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis.
Hal yang juga sering menjadi kesalahan pengusaha adalah tidak memisahkan rekening pribadi dengan rekening bisnis. Alhasil, banyak uang yang ‘hilang’ lantaran ‘dipinjam’ untuk kepentingan pribadi namun lupa tidak mengembalikan atau sebaliknya. Ini yang membuat keuangan perusahaan menjadi berantakan.
5. Tidak melakukan pengecekan secara real cash
Selain itu, pelaku bisnis juga terkadang lupa melakukan pengecekan secara real cash atau langsung. Meski sudah ada laporan tertulis tentang keuangan perusahaan, namun pengecekan langsung masih perlu dilakukan guna memastikan kecocokan laporan dengan saldo.Jadi setiap awal bulan sebaiknya meminta rekening koran dari bank lalu mengecek langsung apakah sesuai dengan laporan keuangan yang tertulis.

Perlu anda ketahui sebagai pelaku bisnis bahwa pengelolaan dan perencanaan keuangan merupkan hal yang sangat penting dalam perkembangan perusahaan. Meski perusahaan sudah memiliki omset yang besar, namun jika pengelolaan keuangannya masih buruk maka omset yang besar itu seperti tidak akan terasa besar bahkan akan merasa kurang karena pengelolaan yang kurang baik.

Terimakasih sudah berkunjung di website kami dan semoga bermanfaat. Apabila membutuhkan informasi lebih tentang manajemen keuangan, system payroll, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.
 

Scroll to top