BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

PERBEDAAN BIAYA LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG

Untuk keperluan penganggaran dan akuntansi, sangat penting untuk tidak hanya mendokumentasikan pengeluaran bisnis anda tetapi juga mengklasifikasikannya dengan benar. Seperti halnya dengan biaya “langsung” dan “tidak langsung”. Biaya langsung dapat dilacak ke produksi barang atau jasa tertentu. Kata yang digunakan adalah “spesifik.” biaya tidak langsung mungkin diperlukan untuk produksi, tetapi mereka tidak dapat dilacak ke tindakan produksi. Biaya tidak langsung adalah biaya yang diperlukan untuk menjaga bisnis anda tetap beroperasi. Anggap mereka sebagai prasyarat untuk produksi barang atau jasa tertentu.
Sangat penting untuk memiliki pemahaman yang kuat tentang perbedaan antara biaya langsung dan tidak langsung saat menentukan harga produk Anda. Ketika Anda mengetahui biaya produksi yang sebenarnya, Anda dapat menentukan harga secara kompetitif dan akurat. Anda juga akan menunjukkan, lebih jelas, efisiensi praktik bisnis Anda kepada calon investor.

Biaya Langsung
Biaya langsung adalah pengeluaran yang dapat dengan mudah disambungkan ke “objek biaya” tertentu, yang mungkin berupa produk, departemen, atau proyek. Ini termasuk barang-barang seperti perangkat lunak, peralatan dan bahan baku. Ini juga dapat mencakup tenaga kerja, dengan asumsi tenaga kerja khusus untuk produk, departemen atau proyek. Misalnya, jika seorang karyawan dipekerjakan untuk bekerja pada suatu proyek, baik secara eksklusif atau untuk jumlah jam yang ditentukan, tenaga kerja mereka pada proyek itu adalah biaya langsung. Jika perusahaan Anda mengembangkan perangkat lunak dan membutuhkan aset pregenerasi spesifik, seperti kerangka kerja yang dibeli atau aplikasi pengembangan, itu adalah biaya langsung.

Biaya Tidak Langsung
Biaya tidak langsung adalah biaya yang digunakan oleh berbagai kegiatan, dan oleh karena itu tidak dapat ditetapkan untuk objek biaya tertentu. Contoh objek biaya adalah produk, layanan, wilayah geografis, saluran distribusi, dan pelanggan. Sebaliknya, biaya tidak langsung diperlukan untuk mengoperasikan bisnis secara keseluruhan. Penting untuk mengidentifikasi biaya tidak langsung, sehingga dapat dikecualikan dari keputusan penetapan harga jangka pendek di mana manajemen ingin menetapkan harga tepat di atas biaya variabel produk. Biaya tidak langsung tidak bervariasi secara substansial dalam volume produksi tertentu atau indikator kegiatan lainnya, sehingga dianggap sebagai biaya tetap. Contoh biaya tidak langsung adalah gaji administrasi, pengeluaran kantor, telepon, dan keperluan lain. Sama seperti biaya langsung, biaya tidak langsung dapat tetap dan variabel. Biaya tidak langsung tetap termasuk hal-hal seperti sewa yang dibayarkan untuk bangunan tempat perusahaan beroperasi. Biaya variabel termasuk biaya listrik dan gas yang selalu berubah.

Pengklasifikasi biaya perusahaan merupakan salah satu hal penting yang perlu anda perhatikan untuk pertumbuhan bisnis yang lebih baik. Jika anda membutuhkan informasi lebih terkait operasional akuntansi anda, atau membutuhkan training akuntansi. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau langsung hubungi melalui nomor whatsapp 0812-5298-2900/0813-3309-9915.

CARA MENINGKATKAN ARUS KAS PERUSAHAAN

Bisnis adalah permainan pendapatan, laba, dan pengeluaran. Jika metrik tersebut tidak seimbang, mempertahankan bisnis akan terbukti sulit. Bahkan jika proyeksi anda menunjukkan peningkatan laba yang cepat dalam empat bulan ke depan, anda mungkin tidak cukup lama untuk menyaksikannya. Tantangannya adalah anda harus menghasilkan cukup uang agar tetap terbuka selama waktu itu, tidak peduli seberapa cerah peluang masa depan yang anda ramalkan untuk perusahaan anda. Di sinilah arus kas masuk. Ini perlu dioptimalkan, yang tidak hanya berarti meningkatkan pendapatan anda. Memotong biaya, mempercepat pembuatan faktur, dan mendapatkan bunga di berbagai akun anda adalah faktor yang akan memainkan peran terbesar dalam menjaga bisnis anda tetap bertahan. Dan artikel kali ini akan membahas beberapa cara untuk meningkatkan arus kas bisnis anda.

Menetapkan Akurasi Forecast
Langkah pertama adalah memahami dengan baik posisi arus kas anda saat ini dan ke mana arah alirannya di masa depan. Cukup sering usaha kecil dan menengah tidak siap untuk semua biaya yang terkait dengan pertumbuhan yang cepat. Lebih banyak penjualan dapat berarti lebih banyak karyawan dan inventaris yang lebih besar. Uang itu keluar di muka. Tetapi kapan akan kembali? Terlalu banyak perusahaan yang dibutakan oleh pergerakan yang tidak menguntungkan dalam arus kas yang dapat diprediksi jika mereka benar-benar duduk dan memikirkannya.
Sehingga peran forecast akan sangat berguna dalam hal ini. Forecast atau perkiraan 12 bulan yang bergulir adalah praktik terbaik bagi sebagian besar perusahaan. Jika anda mulai memetakan hal-hal dari minggu ke minggu, anda akan melihat di mana harus mengharapkan lonjakan biaya menjelang musim penjualan besar anda dan di mana beberapa pembayaran mungkin jatuh tempo sekaligus.

Terapkan Disiplin Pembayaran
Untuk mempersingkat periode piutang anda, anda harus memiliki sistem penagihan yang baik. Perlu diingat bahwa ini bukan hanya cara untuk meningkatkan seberapa cepat anda dibayar, tetapi juga layanan pelanggan anda. Jika anda membeli sesuatu dan ada yang salah dengan faktur, dan butuh waktu lama untuk menyelesaikannya, itu membuat anda memiliki sedikit kecemasan dan membuat mereka tampak lebih sulit untuk dikerjakan.
Menegakkan disiplin pembayaran juga harus menjadi bagian dari operasi hutang anda. Jika Departemen AP (Account Payable) anda ceroboh seperti kehilangan diskon dan membayar dengan terlambat, bisa saja ini akan melukai anda saat berikutnya suatu kontrak muncul untuk perpanjangan. Dengan membayar tepat waktu, anda dapat membangun hubungan dan bernegosiasi untuk diskon di masa depan atau ketentuan pembayaran yang lebih cocok untuk siklus bisnis anda.

Jadikan Sebagai Prioritas Seluruh Perusahaan
Jika meningkatkan arus kas adalah prioritas, pastikan semua karyawan anda memahami hal itu. Ingatlah bahwa karyawan anda akan termotivasi oleh target yang anda tetapkan untuk mereka. Jelas, pengumpul harus memiliki target penagihan. Tetapi bahkan staf penjualan anda harus ikut. Jika seorang tenaga penjualan hanya memiliki tujuan pendapatan, ia akan bekerja untuk mencapainya, terlepas dari apakah faktur dibayar tepat waktu atau secara penuh. Pastikan tim manajemen mendukung tujuan modal kerja.

Tingkatkan Pemasaran Anda
Setiap perbaikan yang anda lakukan untuk bisnis anda pada akhirnya akan menghasilkan arus kas yang lebih baik. Pemasaran, khususnya, adalah faktor kunci. Alasannya adalah bahwa meningkatkan pemasaran mengurangi biaya per lead anda, meningkatkan nilai seumur hidup pelanggan anda dan membuka pasar yang belum dimanfaatkan.
Apakah anda mengalami kesulitan menumbuhkan kepercayaan dan mendapatkan kredibilitas dengan pelanggan anda? Mungkin sudah saatnya menerapkan inisiatif pemasaran konten yang mendidik calon pelanggan anda, meningkatkan konversi anda, dan meningkatkan citra perusahaan anda, terutama online. Apakah anda tertarik untuk meningkatkan penjualan tetapi tidak tahu produk apa yang harus dibuat? Survei pelanggan anda, atau minta konsultan pihak ketiga melakukan wawancara pelanggan untuk menentukan seperti apa penawaran anda selanjutnya.

Dan sudah dapat disadari bahwa Arus Kas memiliki peran penting dalam keberlangsungan perusahaan. Jika anda membutuhkan informasi lebih detil tentang artikel diatas atau ingin berkonsultasi bagaimana cara membuat laporan Arus Kas yang baik. Silahkan hubungi kami melalui email grodeu@gmail.com atau langsung hubungi kami melalui nomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu.

CARA MENGHITUNG BREAK EVEN POINT PERUSAHAAN

Break Even Point (BEP) merupakan titik dimana pemasukan dan pengeluaran seimbang atau suatu bisa dibilang kondisi dimana saat itu perusahaan tidak mengalami kerugian, namun juga tidak memperoleh keuntungan. Terdapat pula beberapa orang yang mengistilahkan Break Even Point ini sebagai “Titik Impas” yang biasanya diperhitungkan melalui perbandingan jumlah pendapatan atau jumlah unit yang harus dijual untuk dapat menutupi biaya tetap dan biaya variabel terkait dalam menghasilkan pemasukan. Pada artikel kali ini, kami Tim GroEdu akan mengulas topik terkait cara menghitung BEP perusahaan.

Cara Menghitung BEP (Break Even Point)
Terdapat dua jenis perhitungan BEP yaitu menghitung berapa unit yang harus terjual agar terjadi Break Even Point dan menghitung berapa nominal Rupiah penjualan yang perlu diterima agar BEP terjadi. Berikut rumus-rumus BEP untuk dua jenis perhitungan tersebut.

Rumus BEP (Menghitung Berapa Unit yang Harus Terjual Agar Terjadi BEP)
Pertama-tama lakukan pembagian terhadap total biaya tetap produksi (Production Fixed Cost) dengan Harga Jual per Unit (Sales Price per Unit) kemudian dikurangi biaya Variabel yang digunakan untuk menghasilkan produk (Variable Cost) yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
BEP (dalam Unit) = Biaya Tetap Produksi / (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit)
Atau bisa juga dirumuskan sebagai berikut:
BEP (dalam Unit) = Biaya Tetap Produksi / Margin Kontribusi per unit

Rumus BEP (Menghitung Nominal Rupiah Pemasukan yang Perlu Diterima Agar Terjadi BEP)
Hampir sama dengan rumus sebelumnya, pertama-tama lakukan pembagian pada total biaya tetap produksi (Production Fixed Cost) dengan Harga Jual per Unit (Sales Price per Unit) dikurangi biaya Variabel yang digunakan untuk menghasilkan produk (Variable Cost) kemudian dikalikan dengan Harga per Unit lagi. Yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
BEP (dalam Rupiah) = Biaya Tetap Produksi / (Harga per Unit – Biaya Variabel per Unit) x Harga per Unit
Atau bisa juga seperti berikut:
BEP (dalam Unit) = Biaya Tetap Produksi / Margin Kontribusi per unit x Harga per Unit
Keterangan:
BEP (dalam Unit) = Break Even Point dalam unit (Q)
BEP (dalam Rupiah) = Break Even Point dalam Rupiah (P)
Biaya Tetap (Fixed Cost) = biaya yang jumlahnya tetap (baik sedang berproduksi atau tidak)
Biaya Variabel (Variable Cost) = biaya yang jumlahnya meningkat sejalan peningkatan jumlah produksi seperti bahan baku, bahan baku pembantu, listrik, bahan bakar, dan lain-lain
Harga Jual per unit = harga jual barang atau jasa perunit yang dihasilkan.
Biaya Variabel per unit = total biaya variabel per Unit (TVC/Q)
Margin Kontribusi per unit = harga jual per unit – biaya variable per unit (selisih)

Sisanya tergantung anda ingin mempergunakan format unit atau nominal rupiah.

Tim GroEdu adalah konsultan yang senantiasa menyediakan layanan konsultasi & training bisnis terutama bagi anda yang tertarik untuk memulai bisnis atau bagi anda yang ingin berupaya meningkatkan kredibilitas bisnis anda melalui beberapa aspek dalam berbisnis. Layanan kami tidak hanya terpaku pada satu aspek, melainkan aspek lainnya yang menyangkut bisnis seperti manajemen bisnis, operasional bisnis dan masih banyak lagi. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com atau langsung melalui nomor Whatsapp berikut, 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu anda. Semoga ulasan ini bermanfaat, sekian terima kasih.

JENIS-JENIS DAN CARA MENGHITUNG RASIO KEUANGAN PERUSAHAAN

Rasio Keuangan atau Financial Ratio dikenal sebagai alat analisis keuangan yang digunakan untuk menilai kinerja suatu organisasi bisnis dan dilihat dari perbandingan data keuangan. Perbandingan data keuangan ini akan tertera pada pos laporan keuangan. Penggunaan Rasio Keuangan ini akan menunjukkan nilai kinerja perusahaan apakah sudah tergolong baik atau belum. Analisis Rasio Keuangan atau Financial Ratio adalah merupakan suatu alat analisa yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan. Dan pada artikel kali ini akan kami sampaikan apa saja jenis rasio keuangan perusahaan dan cara menghitungnya.

 

RASIO LIKUIDITAS

Rasio Likuiditas adalah rasio atau perbandingan yang bisa memproyeksikan kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban yang dimilikinya. Kewajiban tersebut biasanya dalam bentuk utang jangka pendek. Ketika perusahaan tersebut memiliki rasio likuiditas yang baik, artinya ia memiliki kemampuan dalam melunasi utang jangka pendek tersebut, perusahaan tersebut akan disebut sebagai ‘Perusahaan yang Likuid’. Rasio likuiditas bukan merupakan rasio tunggal. Ada beberapa jenis rasio yang termasuk dalam rasio likuiditas, di antaranya:

  • Current Ratio

Current Ratio adalah rasio yang membandingkan antara aktiva lancar dengan utang lancar. Rasio ini akan memproyeksikan kemampuan perusahaan yang dilambangkan dengan aktiva lancar dalam menutup utang lancar yang dimiliki. Beberapa hal yang tergolong dalam aktiva lancar adalah kas, piutang, persediaan, dan beberapa aktiva lain.

Current Ratio = (Aktiva Lancar : Utang Lancar) x 100%

Dari rumus tersebut, ketika nilai Current Ratio mencapai 100% atau setara dengan nilai 1, artinya perusahaan tersebut memiliki kemampuan untuk menutup utang lancar dengan aktiva lancar yang nilainya sama.

 

  • Quick Ratio

Disebut juga dengan Ratio Cair atau Acid Ratio. Quick Ratio adalah perbandingan antara aktiva lancar dikurangi persediaan dengan utang lancar yang dimiliki. Rumus untuk menghitung Quick Ratio adalah sebagai berikut:

Quick Ratio = [(Aktiva Lancar – Persediaan) / Utang Lancar] x 100%

Dari rumus tersebut, ketika nilai Quick Ratio mencapai 100% atau setara dengan nilai 1, ia sudah dikatakan sebagai perusahaan hebat yang kuat karena memiliki aktiva lancar yang bisa menutup utang lancar.

 

  • Cash Ratio

Cash Ratio adalah perbandingan antara kas dan aktiva lancar dengan utang lancar. Aktiva lancar ini diharapkan bisa segera dicairkan menjadi uang kas. Kas yang dimaksud di sini setara dengan uang yang ada di perusahaan yang disimpan di kantor maupun bank.

Cash Ratio = [(Kas + Setara Kas) : Utang Lancar] x 100%

Nilai Cash Ratio yang baik adalah mencapai 100% atau lebih, karena nilai ini akan menggambarkan kekuatan perusahaan dalam menutup utang lancar mereka menggunakan kas dan harta setara kas.

 

RASIO SOLVABILITAS

Rasio Solvabilitas adalah rasio atau perbandingan yang menggambarkan kemampuan sebuah perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial mereka. Hal itu termasuk kewajiban jangka panjang dan kewajiban jangka pendek. Ada dua jenis rasio yang termasuk dalam rasio solvabilitas, yaitu:

  • Total Debt to Total Assets Ratio

Total Debt to Total Assets Ratio atau yang lebih dikenal dengan nama Debt Ratio ini adalah perbandingan yang mengukur persentase besar dana yang asalnya dari utang, baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Mengukur Debt Ratio ini menggunakan rumus berikut:

Debt Ratio = (Total Utang : Total Aktiva) x 100%

Dari rumus tersebut, ketika nilai Debt Ratio semakin kecil, maka nilai tersebut menggambarkan keamanan dana perusahaan. Rumus tersebut mengkomunikasikan bahwa kemampuan perusahaan bisa menutup utang dengan aktiva.

 

  • Debt to Equity Ratio

Debt to Equity Ratio adalah perbandingan antara utang perusahaan dengan modal yang dipunyainya. Ketika nilai rasio ini relatif tinggi (mencapai 100% atau lebih dari itu), artinya perusahaan memiliki modal yang relatif sedikit dibandingkan dengan total utangnya. Padahal, perusahaan yang sehat memiliki tingkat utang yang tidak melebihi modal sendiri agar beban perusahaan tidak terlampau tinggi.

Debt to Equity Ratio = (Total Utang : Modal) x 100%

 

RASIO RENTABILITAS

Poin ketiga membahas Rasio Rentabilitas yang merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba yang mereka inginkan. Rasio Rentabilitas bukan rasio tunggal karena di dalamnya terdapat beberapa rasio yang mengukur kemampuan tersebut, di antaranya:

  • Profit Margin

Profit Margin adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih pada tingkat penjualan yang sudah ditentukan. Rasio ini membuat penggunanya akan mengintepretasikan kemampuan perusahaan untuk menekan biaya pada periode tertentu. Rumus dari Profit Margin adalah sebagai berikut:

Profit Margin = (Laba Bersih : Penjualan) x 100%

 

  • Gross Profit Margin

Gross Profit Margin adalah perbandingan yang mengukur laba kotor terhadap penjualan bersih yang dilakukan perusahaan. Rasio ini mengukur sejauh mana laba kotor yang bisa diraup perusahaan pada setiap penjualannya. Rumus Gross Profit Margin adalah sebagai berikut:

Gross Profit Margin = (Laba Kotor : Penjualan Bersih) x 100%

 

  • Net Profit Margin

Net Profit Margin  disebut sebagai Margin Laba bersih merupakan alat pengukur laba bersih yang didapatkan perusahaan per satu satuan mata uang penjualan. Selain itu, rasio ini juga mengukur efisiensi produksi, administrasi, sampai manajemen pajak. Dari rumus yang didapatkan, bila nilai rasio ini relatif tinggi maka perusahaan dikatakan memiliki kemampuan menghasilkan laba yang tinggi. Rumus Net Profit Margin adalah:

Net Profit Margin = (Laba Bersih Setelah Pajak : Penjualan Bersih) x 100%

 

  • Return On Investment

Return On Investment adalah rasio yang relatif umum yang digunakan untuk mengukur kemampuan sebuah perusahaan ektika akan menghasilkan laba guna menutup sistem akuntansi biaya investasi yang sudah dikeluarkan. Sebagai catatan, penghitungan rasio ini melibatkan laba yang merupakan laba bersih setelah pajak (Earning After Tax). Rumus rasio ini:

Return On Investment = (EAT : Investasi) x 100%

 

  • Return On Assets (ROA)

Return On Assets atau Rentabilitas Ekonomis ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan memanfaatkan semua aktiva yang dimilikinya. Laba yang dihasilkan menurut perhitungan rasio ini adalah laba sebelum bunga dan pajak atau sering disebut juga EBT. Rumus ROA adalah:

Return On Assets = (EBT : Total Aktiva) x 100%

 

RASIO AKTIVITAS

Rasio Aktivitas adalah rasio yang mengukur efektivitas sebuah perusahaan untuk memanfaatkan segala sumber daya yang mereka miliki. Rasio-rasio yang tergolong dalam Rasio Aktivitas ini akan melibatkan perbandingan antara penjualan maupun investasi dalam berbagai jenis aktiva.

  • Perputaran Piutang

Perputaran Piutang adalah rasio untuk mengukur efektivitas pengelolaan piutang yang dimiliki suatu perusahaan. Cara mengukurnya adalah dengan menghitung berapa rata-rata piutang yang dikumpulkan dalam satu tahun. Rumus perputaran piutang adalah sebagai berikut:

Perputaran Piutang = Penjualan Bersih : Rata-rata Piutang Dagang

 

  • Perputaran Persediaan

Perputaran Persediaan adalah rasio yang juga mencerminkan likuiditas suatu perusahaan dengan mengukur tingkat efisiensi pengelolaan yang dilakukan perusahaan dan juga penjualan persediaan yang mereka miliki. Jika hasil perhitungan rasio ini tinggi, maka perusahaan tersebut diyakini memiliki efektivitas perputaran persediaan dan juga kinerja manajemen perusahaan. Rumus rasio ini adalah:

Perputaran Persediaan = Harga Pokok Penjualan : Rata-rata Persediaan

 

  • Perputaran Aktiva Tetap

Perputaran Aktiva Tetap adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan penjualan yang didasarkan pada aktiva tetap perusahaan. Rasio ini menilai efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan aktiva tetap mereka. Ketika nilai rasionya tinggi, perusahaan tersebut direfleksikan memiliki efektivitas proporsi aktiva tetap yang tinggi. Rumus Perputaran Aktiva Tetap adalah:

Perputaran Aktiva Tetap = Penjualan : Total Aktiva

 

  • Perputaran Total Aktiva

Perputaran Total Aktiva adalah rasio untuk menghitung efektivitas penggunaan total aktiva perusahaan. Jika nilai rasio ini tinggi, maka perusahaan tersebut bisa dinilai sebagai perusahaan dengan sistem manajemen yang baik. Rumus Perputaran Total Aktiva adalah:

Perputaran Total Aktiva = Penjualan : Total Aktiva

 

Analisis Data Laporan Keuangan dilakukan dengan menganalisa masing – masing pos yang terdapat di dalam laporan keuangan dalam bentuk rasio posisi keuangan dengan tujuan agar dapat memaksimalkan kinerja perusahaan untuk masa yang akan datang.

Apabila anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan jika anda membutuhkan bimbingan untuk menghitung rasio keuangan utama perusahaan anda. Jangan ragu-ragu silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau langsung hubungi nomor whatsapp kami 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi berharga untuk Anda. Terima kasih dan Selamat Mencoba.

 

Scroll to top
Selamat datang di Groedu software konsultasi
Send via WhatsApp