BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

PERSIAPAN MENDIRIKAN MINIMARKET, SUPERMARKET ATAU TOKO MODERN

Ketika kita hendak membuka usaha minimarket/supermarket/toko, persiapan apa yang mesti dilakukan? Sering kali pemilik bisnis yang paling diingat adalah bangunan atau lokasi usaha, modal dan SDM. Tetapi hal-hal yang lebih detail seringkali dilupakan. Karena hal detail dilupakan maka seringkali kegagalan bukan pada saat operasional tetapi justru diawal buka usaha, usaha gagal lebih dahulu karena persiapan yang kurang matang atau tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam menyiapkan suatu usaha.

Pernah suatu waktu terjadi perusahaan bangkrut karena ketika buka usaha tidak tepat atau karena kurang persiapan yang matang. Nah, agar tidak mengalami kerugian akibat kurang persiapan dalam usaha sebaiknya ikuti langkah-langkah di bawah ini.

Sebelum minimarket/supermarket/toko yang kita buka dioperasinalkan sebaiknya cek terlebih dahulu kesiapan Sumber daya manusia yang akan menjalankan usaha. Oleh sebab itu pangkal awal agar mendapatkan SDM yang cukup baik, maka yang harus disiapkan adalah system manajemen terlebih dahulu. Apa yang dimaksud dengan system manajemen? Sistem manajemen adalah landasan awal suatu usaha akan dioperasionalkan. Silahkan membuat struktur organisasi sehingga kita mengetahui SDM apa saja yang dibutuhkan dalam mengoprasikan usaha. Selain itu spesifikasi SDM seperti apa harus ditentukan agar tidak jauh dari harapan SDM yang direkrut. Lalu apa saja pekerjaan dan job mereka.

Berikutnya adalah Standard operasional usaha seperti apa? Hal ini tentu saja tidak bisa dihindari sebab standard operasional adalah bagian penting agar operasional usaha benar-benar memiliki aturan main yang jelas. Dalam standard operasional dibutuhkan aliran dokumen yang digunakan dalam beroperasi.

Serta agar pekerjaan menjadi sistematis, maka dibutuhkan software POS dan accounting yang mendukung laporan keuangan perusahaan. Bagian ini sering dilupakan. Sering pemilik usaha hanya menggunakan POS saja sehingga tidak memiliki laporan keuangan, dan tidak mengetahui bahwa usaha yang dibangun ternyata tidak profit. Ini penting disiapkan, serta pilihlah software accounting yang sesuai agar perusahaan berjalan dengan baik.

Sebelum ini semua disiapkan, tentunya perlu pula menyiapkan lay out toko agar toko bisa memiliki atsmosfir yang cukup baik. Mulai penataan produk, suasana toko yang dilengkapi dengan music dan jinggle. Keramah tamahan para SDM yang ada di toko dan seragam yang digunakan. Nampaknya ini belum cukup, masih ada lagi yang berkaitan dengan strategi penjualan yaitu program-program penjualan dan lainnya. Kalau mau diurutkan dan disingkat sebelum membuka usaha siapkan terlebih dahulu :

  1. Struktur Organisasi, Job des dan job spec, SOP, Intruksi kerja dan tata tertib.
  2. Software POS yang terintegrasi dengan software accounting.
  3. SDM sesuai spesifikasi.
  4. Infrastruktur yang antara lain : lay out , suasana toko, program penjualan toko.
  5. Web site usaha untuk mendukung penjualan.

Poin-poin di atas hal paling mendasar yang perlu disiapkan. Untuk yang lain lebih detail tentunya akan diketahui setelah usaha berjalan dan memerlukan trial dan error. Lalu jika tidak ingin trial dan error yang kadang menghabiskan biaya, sebaiknya hubungi konsultan ritel yang expert dibidang ini yang mengetahui detail dari persiapan pembukaan minimarket/supermarket/toko. Melalui konsultan yang berpengalaman, persiapan set up usaha akan dilakukan dengan baik. Semoga artikel ini bermanfaat. Apabila bapak/ibu membutuhkan pembimbingan dalam pembukaan minimarket/supermarket/toko sebaiknya hubungi kami di 081-8521172 atau 081-252-982900. Email ke groedu@gmail.com kami siap membantu. (Frans M. Royan)

 

 

BAGAIMANA MENGETAHUI DENGAN TAJAM PROSES DALAM INDUSTRI MANUFACTURING MELALUI SOFTWARE

Dalam sebuah perusahaan industri, tentu ada suatu cara dalam mengukur kemampuan manufaktur tersebut. Untuk mengukur kemampuan manufaktur tersebut dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu sebagai berikut :

  • Kemampuan pemprosesan teknologi atau technological processing capability merupakan kemampuan suatu perusahanan dalam memproses suatu jenis material dengan keunggulan kompetitif. Kemampuan ini juga termasuk dalam keahlian merencanakan personal dalam proses teknologi tersebut.
  • Limitasi fisik produk atau phisical product limitations merupakan kemampuan untuk memproduksi berdasarkan berat, ukuran dan tingkat kesulitan dalam pembuatan suatu produk. Kemampuan ini termasuk juga keahlian merencanakan personal dalam memproses dengan teknologi yang digunakan.
  • Kapasitas produksi atau production capacity merupakan batasan mengenai kemampuan berapa banyak jumlah produk yang dapat dihasilkan atau diproduksi dalam suatu periode waktu tertentu. Biasanya kapasitas produksi ini disebut juga dengan plant capacity atau productin capacity. Kapasitas produksi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jumlah shift per minggu, jumlah jam per minggu, dan tenaga kerja langsung yang diperlukan dalam memproduksi suatu produk tersebut.

Dengan melihat beberapa hal di atas maka suatu perusahaan dapat menentukan atau memperkirakan jumlah barang yang dapat diproduski dalam jangka waktu tertentu.

Jenis Proses dalam Industri Manufaktur

Dalam pembuatan suatu produk, tentu ada beberapa cara untuk menghasilkan produk yang diinginkan tersebut.

Beberapa pemprosesan yang umumnya digunakan dalam suatu produksi terbagi menjadi beberapa pengoperasian, yaitu sebagai berikut :

  1. Operasi Pemprosesan atau Processing Operations

Operasi pemprosesan ini mengubah suatu bahan baku dari suatu bentuk ke bentuk yang lainnya. Hasil pembentukan ini diubah menjadi bentuk yang mendekati bentuk akhir yang diinginkan. Hal ini akan menambah nilai akhir dalam pengubahan geometri, sifat-sifat, mau pun penampilan kerja suatu produk tersebut.

Proses-proses dalam operasi ini ialah sebagai berikut :

  • Proses pembentukkan (Shaping Processes)
  • Proses Untuk Memperbaiki Sifat-Sifat (Property Enchancing Processes)
  • Operasi Pemrosesan Permukaan (Surface Processing Operations).
  1. Operasi Perakitan atau Assembly Operations

Operasi perakitan atau assembly operations merupakan proses produksi untuk menyambung atau menyatukan dua atau lebih komponen-komponen untuk menghasilakn suatu produk yang utuh. Operasi perakitan ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu sebagai berikut :

  • Proses penyambungan permanen, seperti pengelasan besi, pembrasingan dan penyolderan dalam perangkat listrik, dan adhesive bonding.
  • Proses penyambungan mekanik, seperti pengencangan dengan ulir (sekrup, mur atau baut) pengencangan permanen (rivet, press fitting, dan lain sebaginya).

Demikianlah pembahasan tentang produk dari industri manufaktur. Semoga dapat menambah wawasan Anda para pembaca sekalian mengenai pengetahuan umum khususnya dalam pengetahuan tentang produk yang dihasilkan dari perindustrian manufaktur. Lebih jauh lagi apabila ingin menyempurnakan proses produksi, maka dibutuhkan software manufacturing yang akan sangat membantu lebih akurat kegiatan dalam proses produksi. Semua bagian dalam proses produksi dapat diintegrasikan dengan menggunakan berbagai informasi yang sudah terintegrasi yang ada di software manufacturing. Untuk mengetahui lebih lanjut software manufacturing ini, pembaca dapat akses : www.softwareaccountingsurabaya.com atau email ke : groedu@gmail.com (Sumber artikel : http://www.anneahira.com/industri-manufaktur.htm)

MENCARI SOFTWARE POS YANG TERINTEGRASI DENGAN SOFTWARE ACCOUNTING

Masih banyak yang belum paham dengan cara kerja software POS dan software accounting. Rata-rata mereka mengira software ini sama saja. Software POS sebenarnya software untuk bagian depan suatu usaha. Misalnya ritel modern, toko, restoran dan kegiatan bisnis yang sifatnya penjualan tunai dan produk disediakan di satu gudang saja. Satu gudang itu bisa barang yang ada di display toko saja. Atau barang yang letaknya ketika sebuah bisnis beroperasi. Software POS memiliki manfaat :

  1. Mencetak invoice penjualan tunai.
  2. Pencatatan stok di lokasi usaha, sebab transaksi penjualan baru bisa dilakukan apabila ada stok di lokasi usaha.
  3. Pembelian ke supplier.
  4. Penerimaan barang di lokasi usaha.
  5. Tersambung dengan barcode scanner.

 

Software POS tidak memiliki Fitur accounting sebab tugasnya adalah untuk penjualan saja baik di toko/gerai atau lokasi usaha. Cara kerja software POS bisa berdiri sendiri. Tetapi ada juga POS yang sudah terintegrasi dengan software accounting. Oleh sebab itu sebaiknya kita mulai memahami penggunaan POS ini. Apabila kita hanya membutuhkan fitur penjualan dan inventory maka penggunaan software POS sudah cukup. Tetapi kalau kita membutuhkan laporan keuangan, maka sebaiknya memakai software POS yang terintegrasi dengan software accounting.

Bagaimana kita memulai mencari software accounting yang terintegrasi dengan software POS? marilah coba kita menganalisa proses bisnis yang ada di perusahaan. Apabila di perusahaan ada proses bisnis selain penjualan dan inventory, seperti proses bisnis dibawah ini:

  1. Di perusahaan penyimpanan barang di banyak Gudang.
  2. Perusahaan membutuhkan laporan keuangan : Neraca, Rugi laba, Arus kas, Jurnal, dan lainnya.
  3. Di perusahaan terdapat transaksi yang sifatnya kredit.
  4. Di perusahaan memiliki salesman yang keliling.
  5. Di perusahaan terdapat aktivitas pengiriman barang ke customer.
  6. Di perusahaan terdapat penggunaan Kas kecil dan kas besar.
  7. Di perusahaan terdapat aktivitas pemberian insentif kepada sales force.
  8. Di perusahaan terdapat banyak toko atau kantor cabang.
  9. Di perusahaan terdapat perhitungan pajak : PPN, PPH 21, PPH 23, PPH 25.
  10. Dan lainnnya.

Maka sebaiknya carilah software POS yang terintegrasi dengan software accounting. Dengan menggunakan software accounting, perusahaan bisa selain beraktivitas penjualan tunai di toko/gerai. Juga bisa beraktivitas penjualan kredit melalui sales force. Selain itu perusahaan juga akan memperoleh laporan keuangan yang dibutuhkan.

Nah, saat ini banyak perusahaan melakukan penjualan software POS yang terpisah dengan software accounting. Sering software POS tidak nyambung dengan software accounting merek lain, sehingga kalau terpaksa memakai kedua-duanya, sering kali harus ada proses input ulang. Contohnya kalau kita memiliki gerai/toko, software POS bisa untuk penjualan tunai saja. Laporan penjualan tunai kemudian diinput ulang di software accounting supaya perusahaan bisa mendapatkan laporan keuangan. Sejauh ini, hal ini memang bisa dilakukan, tetapi apabila kita bisa mendapatkan software accounting yang dilengkapi dengan software POS, maka aktivitas in put ulang dengan sendirinya tidak perlu lagi, sebab software POS sudah terintegrasi dengan software accounting. Dalam hal ini data tersinkronkan secara otomatis.

Semoga artikel ini bermanfaat, apabila pembaca membutuhkan layanan pendampingan dalam implementasi software accounting dan pembuatan SOP keuangan. Silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 0818521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu.

BAGAIMANA CARA MENGINTEGRASIKAN SOP KEUANGAN DENGAN SOFTWARE ACCOUNTING?

Kebocoran yang paling sering terjadi adalah di bagian keuangan yang disebabkan administrasi keuangan tidak tertata rapi. Bukan karena personal bagian keuangan yang tidak dipercaya, tetapi prosedur yang tidak diatur dengan rapi menyebabkan keuangan perusahaan banyak hilang dengan modus operandi, diambil oleh salesman/collector, dikorupsi oleh admin dan hilang karena kecurangan lainnya. Ini semua terjadi karena system yang tidak mendukung. Oleh karena system tidak mendukung membuat seorang pegawai yang tadinya baik dan jujur, bisa menjadi tidak jujur gara-gara tergiur oleh keadaan dimana untuk mencuri uang sangat gampang.

Pentingkah membuat SOP keuangan terintegrasi dengan software accounting? Amatlah penting bagi perusahaan demi keselamatan uang perusahaan yang merupakan modal dan asset untuk perputaran bisnis. Sebelum mengetahui bagaimana integrasikan SOP keuangan dengan software, baiklah kita pelajari prosedur keuangan satu-satu di bawah ini.

  1. Prosedur mengeluarkan uang dari Kas.
  2. Prosedur mencatat uang yang keluar dari Kas.
  3. Prosedur menerima setoran dari pelanggan.
  4. Prosedur mencatat setoran dari pelanggan.

Amati poin pertama, apakah di perusahaan kita sudah dibuatkan semacam prosedur mengeluarkan kas? Apabila belum ada maka sebaiknya kita buat. Cara membuat adalah dengan memberikan aturan main, setiap kali kas dikeluarkan harus ada tanda tangan pimpinan/supervisor. Setelah itu pengeluaran kas juga harus mengacu pada anggaran/budget yang ditetapkan oleh perusahaan. Apabila tidak sesuai dengan anggaran, kasir/Finance tidak boleh mengeluarkan uang dari patty kas.

Lalu bagaimana dengan pencatatan pengeluaran kas? Apakah sudah ada prosedurnya? Jika belum ada maka buat prosedur sedemikian rupa dengan langkah-langkah sebagai berikut. Setiap kas keluar harus dicatat manual. Lalu diinput di software accounting sesuai dengan akun yang disediakan di software accounting. Setelah diipunt, pimpinan wajib mengecek nilai kas yang dikeluarkan sesuai dengan BKK ( Bukti kas keluar) dan yang diinput di akun. Dengan selalu mengontrol kas keluar maka pengendalikan kas keluar bisa dilakukan dengan baik.

Amati poin ketiga jika di perusahaan belum ada prosedur penerimaan kas atau penerimaan setoran dari pelanggan, maka sebaiknya segera buat prosedur dengan cara setiap menerima uang masuk dari pelanggan, collector/salesman wajib menuliskan sejumlah setoran di DPP (Daftar penagihan piutang). Atas dasar DPP ini seorang kasir/Finance bisa menerima sejumlah setoran dengan mencocokan nomer invoice dan jumlah yang terterah di invoice. Setelah diterima DPP harus ditanda tangani oleh penerima uang , Giro/cek, dan diteruskan ke bagian lain. Petugas yang bagian melunaskan di system.

Nah, buat prosedur yang terintegrasi dengan software accounting. Setiap akan melunaskan, yang melakukan in put data wajib melihat di DPP dan kemudian melunaskan sesuai nomer invoice di di system. Setelah dilunaskan di system, pimpinan/supervisor wajib melakukan cek dengan mencocokan antara DPP dengan yang sudah di-input yang sudah dilakukan di system.

Dengan melakukan langkah-langkah di atas maka kecurangan, kebocoran dan penyelewangan keuangan di perusahaan dapat dikurangi bahkan ditekan sedemikian rupa. Tetapi jangan lupa semua ini sebaiknya dilakukan dengan bantuan software accounting. Apabila dilakukan semuanya secara manual tanpa bantuan software, maka sulit kita membuat prosedur keuangan yang cukup baik. Selama ini kendala utama yang sering terjadi, masih banyak perusahaan yang masih manual dan belum menggunakan system yang baik. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca. Apabila pembaca membutuhkan bantuan pembuatan SOP keuangan yang terintegrasi dengan software accounting silahkan hubungi 0818521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu. (Frans M. Royan)

Scroll to top
Selamat datang di Groedu software konsultasi
Send via WhatsApp