BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

BAGAIMANA MELAKUKAN OPNAME UTANG PERUSAHAAN ANDA?

Pada Kesempatan kali ini Konsultan Manajemen usaha untuk Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Denpasar, Makasar, Palembang, Medan, Banjarmasin, dan Balikpapan akan berbagi informasi mengenai Opname Utang.
Artikel ini dibuat bertujuan untuk melanjutkan artikel sebelumnya dengan topik yang sama yakni “Opname utang” yang diawali dengan kasus PT. Nyonya Mener. Pada artikel sebelumnya dijelaskan bahwa dalam melakukan opname utang langkah-langkah yang perlu dilakukan ialah menganalisa obyek pemeriksaan terlebih dahulu, kemudian menguji rincian transaksi, memeriksa rincian saldo, dan memeriksa penyajiannya. Pembahasan kali ini akan mengupas opname utang lebih dalam.
Berdasarkan waktu pelunasannya jenis utang dibagi menjadi dua, yakni utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Utang jangka pendek ialah utang yang memiliki jatuh tempo kurang dari atau sama dengan dua belas bulan. Sementara utang jangka panjang merupakan utang yang memiliki jatuh tempo lebih dari dua belas bulan. Pembahasan kita akan diawali dengan utang jangka pendek.
Yang termasuk didalam kelompok utang jangka pendek (Short term Liabilities) ialah :
1. Pinjaman dari Bank (Short Term Loan)
2. Utang Bunga (Interest Payable)
3. Utang Usaha (Accounts Payable)
4. Utang Afiliasi
5. Utang Pemegang Saham
6. Utang Leasing
7. Utang Sewa (Rent Payable)
8. Utang Pajak (Taxes Payable)
9. Uang Muka Penjualan
10. Biaya yang Masih Harus Dibayar (Accrued Expenses)
11. Pendapatan yang Diterima di Muka (Unearned Revenue)
12. Pendapatan yang ditangguhkan (Deferred Revenue)
13. Bagian dari Kredit Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Waktu Kurang atau Sama dengan Satu Tahun (Current Portion of Long Term Loan)
14. Voucher Payable
15. Utang Dividen (Dividend Payable)
Setelah mengetahui transaksi-transaksi yang diklasifikasikan ke jenis utang jangka pendek, kini perlu mengetahui Tujuan Opname :

Pertama, Memastikan pengendalian internal perusahaan berjalan efektif. Pengendalian internal berfungsi menjaga harta kekayaan perusahaan dan menghindari perusahaan dari kerugian material. Jika pengendalian internal telah dijalankan dengan efektif maka kecil kemungkinan pengguna akan ragu atas keabsahan saldo yang disajikan.

Kedua, Memastikan bahwa saldo yang disajikan pada laporan keuangan memang benar pernah terjadi. Agar dapat meyakinkan bahwa transaksi memang pernah terjadi pemeriksa harus menelusuri dari buku besar, rincian hingga bukti transaksi.

Ketiga, Memastikan utang jangka pendek sudah tercatat pada periode pelaporan. Semua transaksi yang memenuhi syarat utang jangka pendek telah dicatat dengan tepat pada pos utang jangka pendek.
Keempat, Menilai kewajaran beban yang ditangguhkan. Meski akuntasi merupakan seni mencatat, tetapi perlu mempertimbangkan prinsip akuntansi. Jika dalam praktiknya banyak ditemui penyajian tidak wajar maka diperlukan penjelasan manajemen. Suatu praktik dikatakan tidak wajar apabila melampaui batas materialitas yang telah ditetapkan, yakni batas nilai yang dapat menyebabkan dampak signifikan bagi penggunanya.

Kelima, Kewajiban leasing telah dicatat sesuai peraturan dan standar akuntansi keuangan. Biasanya perusahaan memiliki kerja sama jangka panjang dengan perusahaan leasing. Seiring berjalannya waktu waktu jatuh tempo semakin dekat. Seandainya ditemukan utang leasing berjatuh tempo kurang dari dua belas bulan, perlu bagi pemeriksa untuk mengklasifikasikan ulang dari pos utang jangka panjang ke utang jangka pendek.

Keenam, Nilai utang telah diukur dengan tepat. Seandainya perusahaan memiliki kewajiban dalam mata uang asing, nilai tersebut telah dikonversi ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per tanggal laporan posisi keuangan.

Ketujuh, memastikan bahwa saldo utang jangka pendek benar merupakan kewajiban perusahaan. Agar dapat memastikan utang yang disajikan memang merupakan kewajiban perusahaan, pemeriksa perlu menelusuri ke perjanjian, akte-akte, dan berbagai bukti yang terkait dengan perusahaan. selain itu pemeriksa perlu menilai kesesuaian perlakuan transaksi utang dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan pada perjanjian.

Kedelapan, memastikan besarnya utang bunga telah dicatat dengan tepat pada periode pelaporan.

Kesembilan, memastikan penyajian saldo utang jangka pendek telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia.

Resiko yang akan dihadapi saat melakukan opname ialah adanya kemungkinan saldo utang jangka pendek disajikan terlalu rendah daripada jumlah seharusnya (Understatement). Utang jangka pendek yang terlalu rendah dapat disebabkan karena kelalaian pencatatan atau memang sengaja tidak dicatat (Unrecorded). Hal ini dilatarbelakangi oleh keinginan manajemen untuk memberikan gambaran bahwa modal kerja perusahaan termasuk dalam kategori baik.

Ketidak tepatan dalam penetapan pisah batas transaksi utang akan berakibat pada perhitungan saldo utang, saldo pembelian dan pos-pos lain yang berkaitan. Mengingat bahwa pemeriksaan utang lebih menekankan pada bukti historis.
Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai opname utang. Apabila pembaca ingin memahami lebih dalam cara opname utang, membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) perusahaan dan butuh Accounting Software pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172 (Office). Kami siap membantu anda.

KONDISI KEUANGAN YANG MENGANCAM KELANGSUNGAN USAHA

Pada Kesempatan kali ini Konsultan Manajemen bisnis Surabaya, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Denpasar, Banjarmasin, Balikpapan, Palembang, Medan dan Makassar akan berbagi Informasi mengenai kondisi keuangan perusahaan yang mengancam kelangsungan hidup perusahaan.
Berikut dibawah ini 12 kondisi keuangan yang harus segera dibenahi
1. Saldo piutang dagang semakin besar
Risiko penjualan kredit lebih besar dari pada penjualan tunai. Penjualan kredit memiliki risiko tidak tertagih. Semakin besar nilai piutang dagang, semakin besar risiko piutang dagang tidak tertagih dan akhirnya akan menjadi beban. Jika hal ini terus terjadi nilai piutang yang tidak tertagih akan mengurangi keuntungan perusahaan.

2. Saldo piutang dagang yang menurun
Dalam hal ini penurunan piutang dagang bukan disebabkan karena pelunasan pembelian kredit konsumen. Penurunan piutang yang perlu diwaspadai yakni penurunan yang disebabkan karena penurunan penjualan kredit. Jika pada kondisi normal perusahaan mampu melakukan penjualan sekian kali dalam satu bulan, tetapi pada kondisi yang mengancam keberlangsungan ditandai dengan penjualan yang terus menerus menurun.

3. Saldo Persediaan barang semakin besar
Salah satu indikasi bahwa penjualan tidak lancar yakni jumlah persediaan barang yang tidak (lambat) berkurang. Persediaan yang tersimpan di gudang dalam jumlah besar akan menyebabkan bertambahnya beban penyimpanan, beban aset yang menganggur, dan belum lagi beban penurunan nilai persediaan yang disebabkan oleh depresiasi dan kerusakan fisik persediaan.

4. Investasi yang tidak menguntungkan
Perusahaan perlu menyediakan aktiva seperti bangunan, mesin, peralatan, perlengkapan, kendaraan dll untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan. Akan tetapi jika aktiva tersebut tidak digunakan secara optimal maka akan membuat aset menganggur-tidak digunakan tetapi nilainya terus menurun.

5. Pengembalian ekuitas rendah
Tidak selamanya investasi selalu menguntungkan khususnya investasi ke perusahaan lain (misalnya dengan cara membeli saham, surat berharga). Diawali dengan keinginan perusahaan mendapatkan keuntungan dari kelebihan saldo kas yang tidak digunakan. Jika perusahaan tujuan investasi kinerjanya tidak terlalu profit malah menyebabkan nilai pengembalian investasi yang kecil, pada akhirnya akan membuat investor tidak untung dan merugi.

6. Penjualan menurun
Penjualan yang menurun akan membuat penurunan kas perusahaan. Jika masalah ini tidak segera diatasi lambat tapi pasti perusahaan akan mengalami gangguan stabilitas keuangan.
7. Pada tingkat penjualan yang sama, keuntungan menurun
Masalah ini yang lebih parah dari pada masalah nomor 6 diatas, mengapa kami sebut demikian. Karena pada kondisi ini perusahaan terpaksa melakukan jual rugi. Dari pada persediaan tidak terjual dan akan menambah beban persediaan dikemudian hari karena potensi keusangan dan kerusakan, maka perusahaan terpaksa menjual dengan potongan harga. Akibatnya keuntungan menurun meski nilai penjualan besar.

8. Pengeluaran semakin bertambah
Berdasarkan pada prinsip akuntansi penandingan antara biaya dan manfaat (matching concept). Jika perusahaan dihadapkan pada kondisi beban-beban yang semakin meningkat dan tidak dapat diimbangi dengan pendapatan. Maka perusahaan harus tetap bertahan dalam persaingan, jika tidak akan tersisihkan.

9. Beban pengiriman meningkat
Beban pengiriman bagi sebagian industri merupakan komponen dari harga pokok penjualan. Jika beban ini meningkat signifikan, maka harga jual juga akan mengalami peningkatan signifikan. Seandainya kondisi ini terjadi pada konsumen yang sangat sensitif terhadap harga, perusahaan harus menetapkan strategi untuk dapat memgatasi kondisi ini.

10. Beban salah satu (Setiap) departemen meningkat
Pada perusahaan industri, output dari departemen satu akan menjadi input departemen lain. Seandainya biaya dari departemen / proses sebelumnya meningkat maka departemen selanjutnya harus menyesuaikan perubahan tersebut. Penyesuaian tidak mesti soal biaya, bisa berupa strategi lainnya.

11. Beban bunga meningkat
Utang kepada bank merupakan cara mendapatkan dana yang paling mudah. Kemudahan itu jika tidak diimbangi dengan peningkatan kinerja akan menjadi boomerang sendiri bagi perusahaan. Beban bunga yang semakin meningkat akan menghalangi perusahaan dalam melakukan ekspansi.

12. Saldo kas semakin berkurang
Kondisi ini yang sering terjadi penjualan meningkat, tetapi kas semakin berkurang. Terus berkurangnya kas disebabkan oleh pengeluaran perusahaan yang tidak dapat dihentikan. Beban bulanan akan terus mengurangi saldo kas. Jika realisasi piutang tidak dilakukan segera akan berakibat buruk bagi kelangsungan hidup (Going Concern) perusahaan.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai keuangan. Apabila pembaca ingin memahami lebih dalam masalah keuangan, membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) perusahaan dan butuh Accounting Software pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 (Owner) / 081-8521172 (Office). Kami siap membantu anda.

PRINSIP-PRINSIP DASAR DI DALAM KEUANGAN

Pernah-kan anda mendengar tentang manajemen keuangan…? ya… sejenis pengaturan dalam keuangan perusahaan. Proses ini meliputi, Planning, Processing, analysis, dan controlling. Secara umum, pengelolaan keuangan merupakan cara tentang bagaimana menggunakan dan mengalokasikan dana, serta pengelolaan aset untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan. tujuan umum dari manajemen keuangan yakni agar keuangan perusahaan menjadi lebih stabil. Melaksanakan manajemen keuangan tidak mudah perlu memahami beberapa prinsip. Berikut di bawah ini prinsip-prinsip dalam keuangan.
Pertama, akuntabilitas. Merupakan prinsip yang melekat di dalam individu, kelompok, atau perusahaan untuk menyebutkan bagaimana dana, alat-alat, atau wewenang diberikan pihak ketiga mampu digunakan secara maksimal bagi perusahaan.
Akuntabilitas berkaitan dengan pertanggung jawaban manajemen terhadap laporan keuangan yang dihasilkan oleh mereka. Setiap orang yang berkepentingan perlu mengetahui tentang bagaimana dana yang mereka berikan digunakan dan dimanfaatkan. Apakah dana benar-benar telah digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan seefisien mungkin.
Kedua, Konsistensi. Sistem dan kebijakan keuangan dari organisasi harus konsisten dari waktu ke waktu. Hal ini bukan berarti setiap ada perubahan dalam kegiatan operasional perusahaan laporan keuangan harus mengikuti perubahannya. Pendekatan yang tidak konsisten pada manajemen keuangan merupakan pertanda bahwa mungkin di dalam proses pembentukan laporan keuangan dilakukan manipulasi.
Ketiga, Going concern. Kelangsungan hidup merupakan ukuran tentang bagaimana tingkat keamanan dan keberlanjutan sebuah organisasi berlangsung. Manajer organisasi harus menyiapkan sebuah rencana keuangan yang mampu menunjukan tentang bagaimana organisasi mampu melaksanakan strateginya dan mampu memenuhi kebutuhan keuangan perusahaan.
Kelangsungan usaha disini dimaksudkan yakni sebuah perusahaan dipandang dapat bertahan dalam bisnis ke depan. Masa depan perusahaan dapat diprediksi dan mampu untuk bertahan. Secara umum laporan keuangan dilaporkan dengan tujuan agar pengguna laporan keuangan mampu memahami bahwa laporan keuangan dibentuk dan angka-angka yang dilaporkan tidak untuk menunjukan bahwa perusahaan akan dilikuidasi atau perusahaan hendak menghentikan kegiatan operasinya.
Beberapa isi di dalam laporan keuangan biasanya terdapat keterangan eksplisit. Meskipun demikian, Kelangsungan usaha merupakan unsur yang paling dasar dalam pelaporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan mewajibkan manajemen menilai kembali kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian kelangsungan usaha perusahaan yakni :
– Tingkat ketidakpastian
Hal-hal yang berkaitan dengan hasil suatu peristiwa yang membuat peningkatan secara signifikan hasil yang ada. Untuk alasan tersebut, sebagian besar kerangka kerja pelaporan keuangan mencantumkan secara eksplisit tentang keharusan penilaian manajemen, kapan manajemen diharuskan untuk mempertimbangkan seluruh informasi yang disediakan.

– Ukuran dan kompleksitas perusahaan
Hal hal yang memengaruhi ketersediaan informasi untuk pihak eksternal serta tingkat penyebabnya dalam mempertimbangkan hasil peristiwa.

Keempat, Transparansi. Perusahaan harus terbuka terhadap pekerjaannya, perusahaan perlu menyediakan informasi yang berkaitan dengan rencana dan tindakan para orang yang berkepentingan.
Laporan keuangan yang lengkap, tepat waktu dan akurat merupakan syarat yang perlu di perhatikan dalam menyampaikan laporan keuangan.
Kelima, standar akuntansi. Sistem akuntansi dan keuangan yang digunakan oleh perusahaan harus sesuai dengan PAGU. Oleh sebab itu setiap akuntan perlu memahaminya.
Keenam, integritas. Dalam pengelolaan operasional. Seseorang perlu terlibat dan wajib memiliki integritas yang baik. selai dari pada itu laporan keuangan juga perlu diperhatikan kelengkapan dan keakuratan pelaporannya.
Ketujuh, Pengelolaan. Perusahaan harus dapat mengelola dan menggunakan dana yang telah diperoleh dengan baik dan memberikan jaminan bahwa dana tersebut digunakan untuk mencapai kegiatan perusahaan.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai prinsip-prinsip dasar di dalam keuangan. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standard Operational Procedure (SOP) perusahaan dan butuh Accounting Software pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda.

FORMULIR PERHITUNGAN KAS

Pada Kesempatan kali ini Konsultan Manajemen Groedu Comprehensive Business Solution akan Berbagi tips mengenai hal-hal teknis perhitungan saldo kas (cash opname). Artikel ini dibuat bertujuan untuk melengkapi artikel yang pernah ditulis dengan judul “TIPS MENGELOLA KAS KECIL”. Pada bagian akhir disebutkan bahwa pengelolaan kas kecil tidak terlepas dari perhitungan saldo akhir opname. Untuk mencatat hasil perhitungan kas, diperlukan sebuah formulir. Berikut penjelasan .

Tujuan dilakukan pemeriksaan kas ialah untuk memeriksa kebenaran saldo yang disajikan pada buku kas dengan memeriksa jumlah uang secara fisik. Tujuannya untuk membuktikan bahwa nilai yang tercatat keberadaannya memang benar-benar ada.

Berikut dibawah ini petunjukan teknis dalam pemeriksaan kas

Tulis nama perusahaan, dengan huruf kapital besar dan usahakan agar mudah dibaca.
Hindari menulis dengan menggunakan gaya penulisan terlalu kreatif, sebab pemeriksaan ini bersifat formal.

Jika perusahaan yang diperiksa adalah perusahaan cabang, maka tulis nama cabang atau nama kota cabang itu bertempat.
Tulis juga nama lengkap kasir selaku pemegang kas saat pemeriksaan kas. Tidak perlu ditambahkan gelar kehormatan, atau gelar pendidikan.
Tulis nama mata uang yang akan diperiksa.
Tulis tanggal pemeriksaan dengan format Tanggal Bulan Tahun. Contoh 12 April 2000.
Tulis waktu pemeriksaan. Contoh 10:00 sampai dengan 10:30.
Siapkan uang tunai yang akan dihitung.
Kelompokkan uang tunai berdasarkan pecahannya.
Hitung uang kertas terlebih dahulu mulai dari pecahan yang paling besar berurutan hingga yang paling kecil. Kemudian tulis berapa lembar setiap pecahan dan kalikan dengan nilainya.
Hitung uang koin hitung mulai dari pecahan yang paling besar berurutan hingga pecahan paling kecil. Kemudian tulis berapa buah setiap pecahan dan kalikan dengan nilainya.
Jumlahkan perhitungan uang kertas (Subtotal A) dengan perhitungan uang koin (Subtotal B)
Tulis nilai saldo yang tercatat pada buku kas.
Cocokan antara jumlah perhitungan secara fisik (B) dengan saldo per buku kas (D).
Jika ada selisih tulis nilai selisihnya.
Tulis pernyataan yang menerangkan kepemilikan uang tunai, pemeriksa, tanggal dan waktu pemeriksaan, dan nama Kasir.
Berikan tanda tangan beserta nama lengkap, jabatan, dan tanggal pemeriksaan.

PT. MOROKANTIL. Jl. Morodadi No. 66 Halaman : …… Malang. JURNAL PENERIMAAN KAS. Bulan : ……………… Tgl. KETERANGAN. REF. KAS. (DEBIT) POTONGAN. TUNAI. PIUTANG. DAGANG. (KREDIT) LAIN-LAIN (K R E D I T) NAMA. REKENING. KODE. REK. JUMLAH. TOTAL. HUSAINI – FIA UB.

Formulir yang ditampilkan pada artikel ini merupakan formulir yang umum digunakan. Artinya pembaca dapat melakukan perubahan dengan menyesuaikan kondisi dan keperluan perusahaan sepanjang tidak mengurangi fungsi informasi pemeriksaan. Berikut dibawah ini bentuk formulir pemeriksaan kas (cash opname).

Nah, itulah tips seputar prosedur pemeriksaan kas dan formulir yang digunakan. Apabila pembaca ingin memahami lebih dalam prosedur pemeriksaan kas, membutuhkan konsultasi manajemen, dan membutuhkan Software Accounting pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 (Owner) atau 081-8521172 (Office). Kami siap membantu anda.

Scroll to top
Selamat datang di Groedu software konsultasi
Send via WhatsApp