BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

STRUKTUR NERACA KEUANGAN PERUSAHAAN

Dalam sebuah bisnis, akuntansi merupakan salah satu hal yang penting untuk dikuasai. Dengan memahami akuntansi, Anda dapat menyusun laporan keuangan yang akurat, sehingga Anda dapat mengetahui kondisi bisnis Anda terkini. Salah satu bagian terpenting dalam laporan keuangan adalah neraca keuangan. Pengertian Neraca adalah salah satu bagian dari laporan keuangan suatu entitas bisnis/ perusahaan yang di dalamnya terdapat informasi mengenai aktiva, kewajiban, serta ekuitas pemegang saham pada akhir periode akuntansi perusahaan tersebut. Perusahaan yang tidak dapat membuat laporan neraca akan dianggap gagal karena tidak mampu memberikan informasi penting kepada stakeholder, pemerintah, akademisi, dan pihak-pihak lain yang berperan dalam membuat kebijakan. Untuk itu, pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan pengetahuan mengenai apa saja stuktur dari neraca keuangan perusahaan.

Aktiva (Aset)

Aktiva atau aset adalah kekayaan yang dimiliki oleh suatu entitas bisnis yang diharapkan memberikan manfaat usaha di masa depan. Aktiva merujuk pada keseluruhan dari sumber daya yang Anda miliki. Hal meliputi kas, piutang, persediaan barang, lahan/tanah, gedung, kendaraan, mesin, peralatan, dan sebagainya. Berdasarkan jangka waktu pemakaiannya, aktiva terbagi menjadi dua jenis, yaitu aktiva lancar dan aktiva tetap. Aktiva lancar adalah aset yang memiliki umur kegunaan jangak pendek, dapat dikonversi menjadi kas dalam jangka waktu maksimal satu tahun. Sedangkan, aktiva tetap adalah aset yang digunakan untuk jangka waktu yang lebih panjang.

Kewajiban (Liabilities)

Kewajiban adalah utang terhadap pihak lain yang harus dibayar, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Akun kewajiban biasanya meliputi, utang, pendapatan diterima di muka, serta akrual. Sama seperti aktivia, Kewajiban juga dibagi ke dalam dua jenis, yaitu utang lancar dan utang jangka panjang. Utang lancar harus dilunasi dalam jangka waktu satu tahun (atau kurang dari satu tahun), sedangkan utang jangka panjang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu tahun.

Ekuitas (Equity)

Berdasarkan hubungan timbal balik, ekuitas dapat diartikan sebagai selisih antara komponen-komponen aset dan utang. Ekuitas adalah elemen laporan neraca yang mencerminkan kepemilikan perusahaan. Posisi prive dalam neraca disajikan pada bagian ekuitas, yakni mengurangi saldo ekuitas. Modal (ekuitas) terdiri dari dua elemen, yaitu:

  • Saham disetor

Pengertian saham disetor adalah jumlah kas yang disetorkan oleh pemegang saham ke perusahaan. Dana dari saham disetor ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Misalnya untukĀ  membeli aset atau belanja modal kerja.

  • Laba ditahan

Pengertian laba ditahan adalah laba perusahaan yang tidak dibagikan ke pemegang saham.Bagian laba ditahan (retained earnings) akan terus terakumulasi dari waktu ke waktu ketika sebagian laba perusahaan tidak semuanya dibagikan sebagai deviden. Perincian elemen atau bagian ekuitas ini memiliki arti penting bagi beberapa orang tapi tidak bagi yang lain.

Dalam ilmu akuntansi, neraca disebut dengan istilah balance sheet. Laporan neraca berfungsi untuk menunjukkan kondisi, informasi, dan posisi keuangan bisnis Anda pada tanggal yang ditentukan. Dengan menyusun laporan neraca, Anda bisa mengetahui data tentang jumlah aktiva berupa harta atau aset, kewajiban berupa utang, dan ekuitas atau modal perusahaan. Neraca keuangan atau laporan posisi keuangan adalah salah satu dari serangkaian laporan keuangan yang wajib kita buat untuk melaporkan kekayaan dan kewajiban bisnis. Laporan neraca keuangan akan memperlihatkan berapa jumlah harta dan kewajiban, sekaligus memperlihatkan ekuitas pemilik usaha secara sistematis.
Dengan menyusun dan membaca laporan tersebut, kita bisa menganalisis pengaruh perubahan kondisi keuangan secara periodik dari tahun ke tahun, baik secara historikal, maupun futuristik. Hal ini tentu akan sangat membantu kita dalam mengambil keputusan finansial di masa mendatang. Sebab kita tahu bagaimana kondisi keuangan dalam bisnis yang kita jalankan.
Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan jika anda membutuhkan bimbingan untuk membuat perusahaan ritel. Jangan ragu-ragu silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau langsung hubungi nomor whatsapp kami 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu. Semoga artikel ini bermanfaat dan mampu membantu anda. Terima kasih.

BEGINI CARA MELAPORKAN SPT TAHUNAN YANG TERLAMBAT

Bagi warga yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), berkewajiban melaporkan SPT tahunan dengan menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri jumlah pajak yang harus dibayarkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ditetapkan pemerintah.

Sudah menjadi kewajiban rutin bagi setiap wajib pajak untuk melaporkan SPT Tahunan di awal tahun. Umumnya, batas pelaporan SPT Tahunan adalah 31 Maret setiap tahunnya. Jika tanggal tersebut jatuh pada hari libur, diharapkan wajib pajak dapat menyelesaikan pelaporan SPT Tahunan sebelum tanggal tersebut. Namun terkadang, pemerintah memberi kelonggaran jika hal tersebut terjadi. Pasti anda bertanya-tanya bagaimana cara melaporkan SPT yang terlambat?. Tenang dulu, karena kami tim GroEdu (Lembaga Konsultan Bisnis yang sudah dipercaya diberbagai kota besar diantaranya Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogjakarta, Denpasar, Palembang, Banjarmasin, Palangkaraya, Balikpapan, Makassar, dan kota besar lainnya) akan memberikan pengetahuan kepada anda mengenai cara melaporkan SPT tahunan yang terlambat.

Pertama-tama sebelum melanjutkan setiap keterlambatan membayar pajak pasti ada sanksinya, ini sanksi untuk telat lapor SPT Tahunan.

Sanksi Telat Lapor SPT Tahunan

Batas penyampaian SPT sudah disebutkan dengan jelas dalam Undang-Undang Ketentuan Umum Perpajakan, yaitu pada pasal 3 ayat (3):

  • Batas akhir penyampaian SPT Masa adalah paling lama 20 hari setelah akhir Masa Pajak.
  • Batas akhir penyampaian SPT Pajak Penghasilan wajib pajak orang pribadi adalah paling lambat 3 bulan setelah akhir tahun pajak.
  • Batas akhir penyampaian SPT Pajak Penghasilan wajib pajak badan adalah paling lambat 4 bulan setelah akhir tahun pajak.

Jika melewati batas akhir yang telah ditentukan, wajib pajak akan dikenakan sanksi seperti yang dijelaskan pada pasal 7:

  • Wajib pajak badan yang telat menyampaikan SPT Tahunan PPh akan dikenakan sanksi administrasi sebesar Rp1.000.000 (satu juta rupiah)
  • Wajib pajak orang pribadi yang telah menyampaikan SPT Tahunan PPh akan dikenakan sanksi administrasi sebesar Rp100.000 (seratus ribu rupiah)

Cara Bayar Denda Akibat Telat Lapor SPT Tahunan
Jika sudah telat melewati tenggat yang ditetapkan, WP tidak bisa membayar pajak kecuali sudah membayar dendanya. Sebelum memasuki cara melaporkan SPT Tahunan yang terlambat, terlebih dahulu Anda harus membayar dendanya. Bagaimana prosedur membayar denda telat mengumpulkan SPT?

  • Mendapat Surat Tagihan Pajak. Anda tidak dapat langsung membayar denda akibat terlambat lapor SPT Tahunan. Pertama-tama, Anda perlu mendapatkan surat tagihan pajak (STP). Surat ini dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Anda terdaftar. Umumnya, KPP akan mengirimkan STP tersebut ke alamat yang tercantum dalam identitas NPWP Anda. Jika KPP belum mengirimkan STP ke alamat anda, maka anda dapat mendatangi KPP untuk meminta secara langsung agar dapat membayar denda pajak. Sebab dalam surat tagihan pajak, ada kode yang akan digunakan untuk pembayaran denda.
  • Membayar Denda Keterlambatan. Setelah mendapatkan surat tagihan pajak, Anda dapat membayar denda langsung di bank dan mengikuti prosedur selanjutnya. Anda juga dapat membayar denda pajak melalui mesin ATM atau Kantor Pos Persepsi.

Cara Melaporkan SPT Tahunan yang Terlambat

Setelah membayar denda, Anda bisa langsung melaporkan SPT Tahunan Anda. Bagaimana cara melaporkan SPT Tahunan yang terlambat? Caranya dapat dilakukan seperti biasa dengan mendatangi KPP secara manual.

Saksi administrasi yang dikenakan kepada wajib pajak yang telat lapor SPT Tahunan, akan digunakan untuk kepentingan tertib administrasi perpajakan. Selain itu, sanksi denda yang dikenakan juga bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan seluruh Warga Negara Indonesia dalam menjalankan kewajiban mereka untuk lapor SPT Tahunan. Maka dari itu, usahakan jangan sampai Anda terlambat melaporkan SPT Tahunan. Selain menghindari denda, bayar dan lapor pajak tepat waktu menunjukkan kepatuhan tinggi sebagai wajib pajak yang baik. Usahakan untuk membayar dan melaporkan SPT Tahunan sebelum batas tanggal yang ditentukan.

Apabila anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan jika anda memiliki pertanyaan untuk mengetahui informasi tersebut lebih detail. Jangan ragu-ragu silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau langsung hubungi nomor whatsapp kami 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi berharga untuk Anda. Terima kasih.

PEMBUKUAN AKUNTANSI SEDERHANA UNTUK BISNIS MAKIN BERKEMBANG

Pembukuan merupakan salah satu tugas utama dalam sebuah bisnis. Setiap bisnis baik skala besar atau pun kecil perlu membuat pembukuan keuangan meskipun sederhana. Walaupun pencatatan keuangan sering dilupakan oleh kebanyakan pelaku usaha, kamu juga harus memahami cara melakukan pembukuan sederhana dalam kegiatan bisnismu sehari-hari.
Untuk memulainya, anda tak perlu membuat pembukuan yang terlalu rumit. Cukup dengan pembukuan teratur, maka anda bisa melihat sejauh mana bisnis anda berjalan. Dengan adanya pembuatan pembukuan, anda lebih mudah mengatur keuangan, mengambil keputusan hingga merencanakan langkah-langkah kedepan yang akan anda ambil nantinya. Untuk itu, di sini kami tim groedu akan memberikan pengetahuan kepada anda mengenai pembukuan akuntansi sederhana untuk bisnis makin berkembang.

Pengertian Pembukuan Sederhana Dalam Akuntansi.
Pembukuan sederhana diartikan sebagai suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan. Pencatatan keuangan ini meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan, dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa.
Biasanya bagi perusahaan besar, membuat pembukuan merupakan hal yang mudah karena mereka sudah memiliki akuntan yang sudah berpengalaman yang mereka jadikan karyawan untuk khusus mengerjakan pembukuan di perusahaannya. Sementara berkebalikan dengan itu, pengusaha baru atau kecil sering beranggapan kalau untuk membuat pembukuan itu sangat sulit dan rumit, sehingga mereka jarang membuat pembukuan sederhana ini.

Cara membuat pembukuan akuntansi sederhana :
Mengumpulkan Bukti Transaksi. Pada proses pembukuan akuntansi coba mulai dengan mengumpulkan semua bukti transaksi yang ada. Bukti transaksi ini bisa berupa bukti penerimaan, bukti pembayaran, dan bukti lain yang berkaitan dengan bisnis anda. Bukti pembayaran yang umum ada pada bisnis atau usaha seperti kwitansi dan surat perjanjian.

Buatlah Jurnal Transaksi. Selanjutnya, identifikasi terhadap bukti-bukti transaksi, setelah itu saatnya untuk melakukan pencatatan kedalam jurnal akuntansi. Proses pencatatan ini dilakukan saat ada transaski baru atau anda juga bisa mengumpulkannya dalam 1 hari lalu catat. Namun, jika anda ingin bekerja lebih efisien, maka proses ini bisa dilakukan saat ada transaksi masuk atau keluar.

Pindahkan Transaksi Ke Buku Besar. Kini saatnya anda bisa pindahkan transaksi ke buku besar. Pada jurnal transaksi, semua akun yang tercatat, seperti kas, piutang, hutang, pembayaran, dll semuanya tercatat dengan baik. Namun, pada buku besar tentu ada perbedaan sedikit. Anda akan mengelompokkan akun sesuai dengan jenis transaksinya.

Buatlah Neraca Percobaan. Jika biasanya neraca percobaan dibuat setiap menjelang penutupan buku, maka tidak pada proses ini. Neraca percobaan atau trial balance dibuat agar memastikan bahwa nilai dari jenis akun bersaldo debit sama dengan jenis akun bersaldo kredit. Hal inilah yang dikatakan dengan seimbang atau balance.

Buat Laporan Keuangan. Buatlah sebuah laporan keuangan. Setelah semua proses atau langkah diatas telah dilakukan, maka akhiri dengan laporna keuangan. Dalam pembukuan akuntansi bisnis atau usaha, laporan keuangan adalah hal yang penting untuk anda jalankan. Dengan adanya laporan keuangan, maka anda bisa dengan yakin mengambil keputusan untuk usaha anda kedepannya.

Pada dasarnya pembukuan akuntansi tak hanya dibuat oleh mereka yang mempunyai bisnis besar, namun juga kecil dan menengah. Contohnya, jika anda memiliki usaha sembako, warung, atau online shop yang kini sedang populer, maka sangat dibutuhkan pembukuan akuntansi semacam ini. Dengan begitu, diharapkan bisnis anda semakin berkembang dan maju kearah yang lebih baik.

Kapan waktu yang tepat untuk membuat pembukuan keuangan perusahaan? Sebaiknya pembukuan keuangan perusahaan mulai dibuat ketika tahap awal opening atau perencanaan usaha. Lalu bagaimana cara membuat pembukuan sederhana untuk anda yang baru menjalankan usaha? Anda bisa melakukannya secara kontinu dengan mencatat harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta pendapatan yang digunakan sebagai dasar dalam menyusun neraca dan laporan laba rugi.

Apabila anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan jika anda memiliki pertanyaan untuk mengetahui informasi tersebut lebih detail. Jangan ragu-ragu silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau langsung hubungi nomor whatsapp kami 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi berharga untuk anda. Terima kasih.

Scroll to top
Selamat datang di Groedu software konsultasi
Send via WhatsApp