BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

TRANSAKSI-TRANSAKSI YANG DIKLASIFIKASIKAN DALAM AKUN-AKUN INVESTASI JANGKA PENDEK DALAM PEMERIKSAAN INVESTASI JANGKA PENDEK

Pada Kesempatan kali ini praktisi software accounting akan membahas artikel tentang bagaimana pemeriksaan Investasi untuk waktu jangka pendek (Temporary Investment). Tujuannya adalah agar perusahaan mampu melakukan investasi jangka pendek seperti halnya membeli saham, obligasi, surat-surat berharga lainnya, karena ingin mendapatkan bunga/deviden/keuntungan dari kas perusahaan yang sama sekali tidak terpakai.

Pada artikel kali ini akan disajikan penjelasan tentang bagaimana prosedur pemeriksaan dalam investasi untuk jangka pendek. Namun, sebelum membahas yang lebih jauh ke prosedur tersebut, terlebih dahulu kami akan menjelaskan tentang bermacam-macam transaksi yang sudah diklasifikasikan kepada akun-akun Investasi untuk jangka pendek.

1. Tabungan Bank.

Bank sebenarnya juga dapat diklasifikasikan antara akun kas dengan Investasi jangka pendek. Perbedaan antara Bank yang masuk ke dalam kelompok kas dan Bank yang masuk ke dalam kelompok Investasi jangka pendek adalah waktu penggunaan uang yang tersimpan di dalam bank tersebut. Jika perusahaan (klien) menyimpan uangnya  di Bank dengan tujuan hanya untuk disimpan dan tidak digunakan sebagai media transaksi untuk jangka waktu tertentu, maka lebih tepatnya akan diklasifikasikan kepada akun investasi jangka pendek. Namun jika perusahaan (klien) menggunakan Bank tersebut sebagai media transaksi, maka penerimaan dan pengeluaran kas selain dari kas tunai yang tersimpan pada kas lecil, maka semestinya diklasifikasikan kepada kelompok akun kas.

2. Deposito.

Tabungan dan deposito bagi perusahaan fungsinya hampir sama, yaitu untuk menyimpan uang. Perbedaannya adalah uang yag tersimpan di dalam deposito tidak dapat diambil sewaktu-waktu kita membutuhkannya seperti tabungan.

3. Saham.

Kas yang sama sekali tidak digunakan oleh perusahaan untuk segala macam jenis kegiatan operasional yang dapat digunakan dalam membeli saham dengan tujuan untuk mencari keuntungan (Gain). Pembelian saham dengan tujuan untuk mencari keuntungan sangat jauh berbeda dengan membeli saham dengan tujuan untuk berinvestasi. Membeli saham untuk tujuan mendapatkan selisih lebih yang dinamakan dengan usaha trading, sementara dalam membeli saham untuk tujuan memiliki perusahan dinamakan dengan sebuah investasi.

4. Obligasi Pemerintah.

Obligasi pemerintah (Goverment Bond) merupakan surat-surat hutang yang telah diterbitkan/dikeluarkan oleh pihak pemerintah. Investasi ini memiliki jatuh tempo waktu maksimal adalah 12 bulan.

5. Reksa Dana Campuran.

Merupakan bentuk investasi yang terdiri dari berbagai macam jenis komposisi instrumen pasar. Komposisinya yang terdiri dari 1 sampai 79% saham, obligasi dan juga pasar uang.

6. Reksa Dana Saham.

Reksa dana saham merupakan jenis reksa dana yang berfungsi sebagai dukungan untuk pertumbuhan jangka panjang bagi para pemegang unitnya.

7. Saham Perusahaan.

Saham merupakan satu instrumen keuangan yang lebih mengarah kepada bagian kepemilikan perusahaan. Dengan cara membeli saham dari sebuah perusahaan, dan itu artinya si pembeli akan menjadi bagian dari pemilik perusahaan.

8. Derivative, Future, dan Forex.

Derivatie merupakan sebuah kontrak atau perjanjian untuk penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau yang berasal dari produk yang sudah menjadi dasar “acuan pokok” atau disebut juga produk turunan. Perjanjian itu berisikan bahwa pada waktu tertentu pihak yang ingin melakukan perjanjian bersedia untuk menukarkan uangnya.

Itulah sedikit penjelasan tentang bermacam-macam transaksi untuk waktu jangka pendek. Sebuah transaksi jangka pendek juga sebenarnya dapat berawal dari transaksi untuk waktu jangka panjang. Berubahnya akun investasi jangka panjang yang menjadi investasi jangka pnedek disebabkan karena waktu jatuh tempo investasi jangka panjangnya telah mendekati waktu jatuh tempo yang kurang dari 12 bulan.

Beberapa macam temuan yang mungkin saja akan didapatkan oleh auditor pada saat akan melakukan pemeriksan lapangan yaitu:

1. Kesalahan yang bisa dilakukan oleh staff perusahaan (klien) dalam menetapkan pisah batas transaksi investasi jangka panjangnya.
2. Kesalahan yang kemungkinan dilakukan oleh staff perusahaan (klien) dalam hal mengklasifikasikan atau mengelompokan transaksi-transaksi investasi waktu jangka pendek.
3. Kesalahan yang dilakukan oleh staff perusahaan (klien) dalam hal mencatat penyesuaian pendapatan bunga pada setiap akhir peridoe akuntasi.
4. Kesalahan yang dilakukan oleh staff perusahaan (klien) dalam hal mencatat konversi dari obligasi ke saham.

Tinggi atau rendahnya potensi yang terjadinya dalam salah saji material sangat dipengaruhi oleh keandalan dan efektifitas dari sistem pengendalian internal (SPI) perusahaan. Jadi semakin baik tata kelola perusahaannya, maka akan menjadi semakin jauh pula dari terjadinya kesalahan-kesalahan yang merugikan bagi perusahaan. Setelah menjelaskan secara panjang lebar pemeriksaan investasi untuk waktu jangka pendek, maka tentunya memilki tujuan. Tujuan dari dilakukanya pemeriksaan investasi untuk waktu jangka pendek ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk membuktikan bahwa investasi yang telah disajikan pada Neraca memang benar-benar ada (Eksistence) dan sudah dimiliki oleh seseorang (Ownership).
2. Meyakinkan bahwa pendapatan yang sudah dilaporkan oleh perusahan (klien) memang sudah tepat.
3. Meyakinkan bahwa laporan keuangan yang akan disajikan memang sudah cukup jelas.
4. Memperoleh keyakinan bahwa investasi yang tersajikan sudah wajar sesuai dengan Prinsip akuntansi yang selama ini sudah digunakan oleh Indonesia (PSAK IFRS dan PSAK ETAP).
5. Memperoleh bukti-bukti bahwa saldo investasi yang telah dicantumkan di Neraca merupakan milik perusahaan (klien).
6. Memperoleh bukti bahwa penyajian dan pengungkapan saldo Investasi untuk waktu jangka pendek di Neraca adalah sebagai bukti pencatatannya yang lebih lengkap.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, dan itulah sedikit penjelasan tentang bagaimana tatacara untuk pemeriksaan investasi jangka pendek. Apabila pembaca ingin secara lebih jauh dalam memahami secara lebih mendalam tentang bagaimana cara dalam memeriksa investasi jangka pendek, membutuhkan konsultasi seputar manajemen perusahaan, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900/081-8521172. Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada pembahasan artikel selanjutnya.

BEBERAPA FUNGSI PENTING DARI PENGGUNAAN REKENING KORAN BANK BAGI PERUSAHAAN

Setelah pada artikel sebelumnya Anda sudah memahami tentang masing-masing bagian dari rekening koran secara lebih mendetail, maka selanjutnya Anda juga harus mengetahui tentang beberapa fungsi-fungsi penting dari penggunaan rekening koran bagi kepentingan perusahaan. Berikut ini praktisi software accounting akan menjelaskan dengan lebih detail tentang beberapa fungsi dari rekening koran secara global/umum yang dianggap cukup penting bagi organisasi perusahaan Anda.

1. Untuk melakukan rekonsiliasi akun-akun vital perusahaan.

Salah satu fungsi utama dari penggunaan rekening koran ini adalah untuk menyediakan sarana dalam merekonsiliasi laporan keuangan Anda. Proses semacam ini bertujuan untuk membandingkan jumlah nominal dari rekening dari bank pada laporan keuangan Anda dengan laporan langsung dari pihak bank untuk memastikan kecocokannya. Sangat penting artinya untuk selalu merekonsiliasi rekening koran Anda karena jika pada suatu kondisi dimana Anda mengira bahwa jumlah kas yang masih berada di bank menurut laporan keuangan Anda telah menunjukkan nominal yang besar.

Padahal sebenarnya tidak menurut kas dari saldo riil bank Anda,  maka Anda sudah secara ceroboh membelanjakannya dengan sembarangan dan akan mengakibatkan kacaunya saldo keuangan perusahaan Anda untuk ke depannya. Merekonsiliasi rekening koran Anda juga akan mengungkapkan biaya yang tidak terduga atau pengeluaran yang tidak valid dalam akun kas pada bank Anda. secara lebih lanjut tentang pengeluaran yang tidak valid akan dijelaskan pada poin-poin dibawah ini.

2. Berfungsi untuk mencatat segala bentuk pengeluaran-pengeluaran yang pernah dilakukan oleh perusahaan.

Rekening koran Anda menyediakan catatan yang resmi tentang segala macam bentuk pengeluaran, terutamanya jika Anda menggunakan cek, kartu debit, atau kartu kredit sebagai metode pembayaran yang sering Anda gunakan sebagai pilihan. Rekening koran mampu memberikan informasi kemana saja dan untuk tujuan apa saja uang yang Anda keluarkan tersebut. Jika Anda ingin membuat anggaran, namun tidak mengetahui berapa banyak uang yang telah dialokasikan ke dalam setiap kategori biaya, rekening koran Anda akan bisa menjadi sumber dasar acuan yang paling tepat.

3. Untuk setiap aktivitas-aktivitas akun.

Rekening koran juga memberitahukan Anda tentang seberapa banyak uang yang kini masih Anda miliki pada rekening di bank setiap awal hingga akhir periode akuntansi, berapa banyak yang masih Anda simpan dan berapa banyak yang nantinya akan Anda keluarkan. Rekening koran juga menyebutkan jenis bunga seperti apapun yang telah dikreditkan ke akun milik Anda.

4. Pengeluaran-pengeluaran yang tidak valid.

Laporan mutasi bank yang sudah terjadi pada rekening tabungan, rekening giro, atau rekening kartu kredit Anda mungkin saja akan digabungkan pada satu rekening koran atau bisa juga dilaporkan secara individual. Pengeluaran yang tidak valid bisa terjadi ketika salah satu akun Anda telah disusupi oleh oknum-oknum lain yang tidak bertanggungjawab. Misalnya, seseorang yang telah mendapatkan akses untuk bisa mengakses ke kartu kredit kemudian disalahgunakan.

Anda akan langsung menyadarinya ketika Anda sudah melihat tagihan-tagihan yang tidak valid, yang dirasa, Anda sendiri tidak pernah melakukan pengeluaran seperti apapun pada suatu periode, dan pada hasil rekonsiliasi antara laporan keuangan Anda dengan rekening koran dari bank. Maka Anda dapat meminimalisasi terjadinya resiko tersebut dengan sesegera mungkin untuk melaporkan pengeluaran yang tidak valid tersebut kepada pihak bank.

Dalam hal ini poin pentingnya adalah, rekening koran memang sangat berguna untuk kualitas laporan keuangan Anda. Saldo kas yang masih berada di bank dalam laporan keuangan Anda akan menjadi semakin handal dan valid dengan adanya rekonsiliasi bank yang berdasarkan dari rekening koran. Namun untuk urusan pengelolaan laporan keuangan, maka Anda harus menggunakan instrumen yang paling tepat dan juga dapat dipercaya.

Penggunaan software akuntansi mungkin saja akan bisa menjadi jawabannya. Software akuntansi online yang dirasa cukup mampu dalam memberikan berbagai macam fitur-fitur yang terkait seputar pencatatan dan pelaporan keuangan dari perusahaan Anda. Dengan software akuntansi online, maka Anda akan bisa mendapatkan data-data penting seputar ringkasan rekonsiliasi bank yang serba terintegrasi dengan rekening koran elektronik pada bank-bank terkait Anda. Apabila para pembaca sekalian membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

KLASIFIKASI BARANG-BARANG PERSEDIAAN (INVENTORY) DAN TUJUAN DARI DILAKUKANNYA PROSES STOCK OPNAME (2)

Pada Kesempatan kali ini aplikator software accounting akan kembali lagi berbagi informasi tentang Stock Opname. Artikel ini bertujuan untuk melanjutkan artikel yang sebelumnya dengan judul yang sama namun dengan tema yang berbeda “LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS DILAKUKAN PADA SAAT PROSES STOCK OPNAME PERSEDIAAN” yang sebelunya diawali dengan kasus Pada PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. Artikel yang sebelumnya menjelaskan secara teknis dalam hal melakukan stock opname, mulai dari berbagai persiapannya sampai pelaksanaan. Namun dalam pembahasan kali ini akan lebih berfokus terhadap tujuan dari proses stock opname secara lebih mendalam. Terlebih dahulu perlu mengetahui bagaimana klasifikasi dari persediaan.

Barang-barang yang dapat diklasifikasikan ke dalam akun Persediaan (Inventory) adalah sebagai berikut:

1. Barang-barang untuk bahan baku (raw material).
2. Barang Pembantu (Factory/Manufacturing supplies) yang paling banyak digunakan untuk proses produksi atau untuk pemberian jasa misalnya oli, bensin.
3. Barang dalam proses (working in process) atau barang-barang setengah jadi yang biasanya paling banyak digunakan untuk bahan baku produksi yang selanjutnya atau siap untuk dijual kembali. Terbentuknya barang setengah jadi disebabkan karena siklus pada proses produksi.
4. Barang jadi (Finished Goods) adalah Persediaan yang sudah sangat siap untuk dijual dan menunggu dikirimkan. Bagi perusahaan dagang persediaan semacam ini disebut dengan Persediaan barang dagang (Marchendise Inventory) yang tidak perlu dilakukan proses lanjutan.
5. Barang dalam peralanan (Good In transit), yaitu barang-barang yang sudah dikirimkan oleh penjual akan tetapi masih belum diterima oleh para pembeli dan memang sedang dalam perjalanan.
6. Barang Konsinyasi (Consigment out) merupakan jenis barang titipan dari perusahaan lain. Barang seperti ini tidak boleh diakui sebagai persediaan milik perusahaann.

Setelah Anda mengetahui jenis-jenis dari barang yang termasuk klasifikasi akun persediaan, kini saatnya untuk masuk ke dalam pembahasan Tujuan dari Stock Opname:

• Untuk memeriksa efektifitas pengendalian internal pada persediaan.

Dengan mendapatkan keyakinan atas pengendalian internal perusahaan, maka si pemeriksa dapat mengukur berapa luasnya pemeriksaan dan pengembangan prosedur dari pemeriksaannya.

• Untuk meyakinkan persediaan yang sudah dilaporkan pada neraca memang benar-benar ada dan sudah dimiliki oleh perusahaan.
• Untuk memeriksa penilaian perusahan terhadap persediaan yang telah sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang sudah digunakan di Indonesia (PSAK ETAP dan PSAK IFRS).
• Meyakinkan sistem pencatatan persedian yang benar-benar sesuai dengan prinsip yang selama ini masih berlaku di Indoneisa.
• Meyakinkan kewajaran dalam hal penilaian barang-barang yang rusak (defective), Bergerak lambat (Slow moving) dan ketinggalam mode (absolescence). Misalnya untuk jenis barang-barang yang Bergerak terlalu lambat (Slow moving) dan ketinggalan mode (absolescence) auditor semestinya harus memeriksa tingkat kewajaran dari penilaian manajemen atas barang-barang tersebut dengan cara mempertimbangkan metode mana saja yang jauh lebih rendah antara harga perolehan atau harga pasar (lower cost or market).

Barang-barang yang termasuk ke dalam kelompok barang-barang yang lama terjual, ketinggalan jaman jika tidak dinilai berdasarkan metode mana saja yang lebih rendah antara harga perolehan atau harga pasar, maka nilai laba tidak akan lagi relevan dan itu artinya tidak terlalu mencerminkan nilai masa kini. Maka dari itu manajemen sangat perlu untuk melakukan penyisihan yang cukup, tidak terlalu rendah dan juga juga tidak terlalu tinggi, karena akan berdampak buruk pada laba. Jika penyisihan terlalu rendah, maka laba yang sudah tersaji akan menjadi jauh lebih tinggi, jika penyisihan terlalu tinggi, maka laba akan tersaji dengan terlalu rendah.

• Meyakinkan apakah masih ada persediaan yang digunakan jaminan penarikan pinjaman.
• Apakah persedian yang diasuransikan sudah memiliki nilai pertanggungan yang cukup.
• Mengetahui apakah masih ada perjanjian pembelian/penjualan persediaan (Purchased sales Comitment) yang memiliki pengaruh besar terhadap laporan keuangan.
• Memeriksa apakah pengukuran, pengakuan, pelaporan, pengungkapan dan penyajian persediaan telah benar-benar sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang masih berlaku secara umum di Indonesia.

Terdapat dua macam metode pecatatan persediaan yang secara umum banyak digunakan, yaitu metode perpetual dan juga metode fiskal. Pada metode perpetual ini, setiap ada pembelian akun persediaan, maka akan langsung didebet dan pada saat ada penjualan akun persedian, maka akan langsung dikreditkan. Metode fisikal sebenarnya juga tidak pernah mendebit akun persediaan pada saat terjadi pembelian, dan tidak pernah mengkreditkan akun persediaan pada saat penjualan. Sehingga apabila ingin mengetahui nilai persediaan, maka perlu dilakukan pemeriksaan fifik (Stock Opname). Jenis perusahaan yang biasanya banyak menggunakan metode perpetual adalah jenis perusahan yang memiliki banyak jenis persediaan, akan tetapi nilai per unitnya lebih besar, misalnya jenis perusahaan motor dan mobil. Sementara untuk jenis perusahaan yang biasanya lebih banyak menggunakan metode fsikal adalah jenis perusahan yang memiliki jenis persediaan paling banyak, namun nilai per unitnya masih terlalu kecil misalnya toko bangunan dan super market.

Resiko yang mungkin saja akan dihadapi oleh pihak auditor pada saat melakukan stock opname adalah auditor tidak akan mampu mendeteksi semua barang milik perusahaan, baik yang masih tersimpan di gudang, sedang dikirimkan dalam perjalanan atau memisahkan barang konsinyasi. Karena hal itu membutuhkan pemahaman bisnis klien yang cukup baik.

Resiko kedua adalah mungkin auditor akan merasa kesulitan untuk bisa menjangkau persediaan yang masih berada di lokasi yang berbeda-beda yang akan semakin menyulitkan perhitngan fisiknya.

Resiko ketiga adalah auditor akan dihadapkan pada lingkungan penyimpanan persediaan yang tidak tertib. Misalnya menyimpan persediaan yang tidak sejenis karena keterbatasan ruang penyimpanan dan keterbatasan pemahaman dari para staff pada pengendalian internalnya. Resiko keempat, keanekaragaman dari jenis persediaan yang akan menjadikan auditor akan merasa kesulitan dalam mengidentifikasi.

Oleh karena itu, persediaan merupakan jumlah terbesar pada Neraca perusahan dagang dan industri manufaktur. Maka diharapkan para auditor dalam melakukan stok opname harus lebih teliti dan cermat dalam memeriksanya. Karena perhitungan fisik audit yang akan digunkaan sebagai bukti nilai persediaan. Hal terpentingnya adalah akun persediaan memiliki pengaruh yang paling besar terhadap neraca perusahaan dan perhitungan laba ruginya. Sedikit saja kesalahan dalam hal penentuan persediaan pada setiap akhir periode akan mengakibatkan terjadinya kesalahan dalam menilai aktiva lancar dan total aktiva, harga pokok penjualan, laba kotor dan juga laba bersih, taksiran untuk pajak peghasilan, pembagian deviden dan juga laba ditahan. Hal yang paling beresiko besar adalah kesalahan tersebut akan semakin terbawa pada laporan keuangan pada periode yang berikutnya.

Itulah sedikit penjelasan tentang Stock opname. Apabila para pembaca sekalian ingin memahami secara lebih mendalam tentang bagaimana cara untuk melakukan stock opname persediaan, membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan juga membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900/081-8521172. Kami siap membantu Anda sampai bertemu pada pembahasan artikel selanjutnya.

TIPS DALAM MEMANFAATKAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI APLIKASI/SOFTWARE UNTUK MEMBANGUN MANAJEMEN RESTORAN YANG SUDAH BERNUANSA FUTURISTIK

Perkembangan dunia teknologi semakin mendorong bagi setiap orang agar ikut andil dalam pusaran arus teknologi yang bergerak dengan sangat cepat seperti saat ini. Banyak sekali alat-alat konvensional yang kemudian dapat berkembang menjadi perangkat digital dengan pengaplikasian yang jauh lebih praktis dan cukup dinamis, serta dapat diakses dengan lebih mudah kapan saja dan dimana saja hanya dalam satu perangkat mobile yang kita miliki.

Berbagai kemudahan-kemudahan yang sudah ditawarkan oleh perkembangan dunia teknologi saat ini kemudian juga semakin banyak dilirik oleh perusahaan-perusahaan yang tidak ingin ikut tenggelam dalam arus modernisasi seperti ini. Banyak diantara bisnis-bisnis konvensional yang kemudian malah beralih fungsi menjadi bisnis digital, misalnya saja financial technology (fintech) sebagai satu bentuk lain dari sebuah sistem perbankan atau berupa bisnis finansial Anda.

Perkembangan dan kecanggihan dunia teknologi saat ini sebenarnya tidak hanya dapat kita temukan dalam menjalankan bisnis seperti yang sudah disebutkan di atas. Namun, dapat pula dicangkokan dan ditanamkan pula pada jenis bisnis-bisnis yang bergerak dalam dunia industri makanan yang akan semakin memudahkan bagi si pemilik restoran dalam hal memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumennya. Seperti halnya dengan mengadopsi beberapa fitur-fitur penting berikut ini agar menjadi restoran yang bernuansa futuristik:

1. Memanfaatkan Penggunaan Aplikasi/Software.

Perkembangan dunia teknologi aplikasi/software saat ini telah banyak sekali membantu berbagai aktifitas manusia agar bisa menjadi semakin mudah. Menggabungkan kenyamanan para pelanggan dan berbagai kemudahan untuk proses pemesanan juga reservasi tempat, serta untuk menjamin ketersedian bahan mentah dan pengelolaan keuangan yang lebih baik di mana semua itu sudah tersingkronisasi secara otomatis dalam satu aplikasi/software.

Dengan menggunakan bantuan dari software yang sudah serba terintegrasi dalam suatu perangkat akan semakin memudahkan para pengelolanya untuk melakukan manajemen terhadap bisnis mereka masing-masing, dan juga untuk menyajikan pelayanan yang lebih optimal dan menjamin kepuasan bagi para pelanggan. Sebuah gambaran tentang masa depan dalam tata kelola industri makanan untuk kedepannya. Hal ini akan menjadi pilihan paling menarik bagi para pebisnis makanan yang ingin lebih mengembangakan restorannya agar menjadi lebih futuristik.

2. Proses Pemesanan Sudah Menggunakan Media Tablet.

Metode pemesanan untuk menu makanan yang sebelumnya menggunakan pelayan, kini telah berganti menjadi semakin simple dan mudah dengan adanya integrasi yang lebih baik dengan memanfaatkan tablet pintar di mana semua konsumen dapat melakukan pemesanan secara langsung pada menunya dengan menggunakan tablet yang telah tersedia di masing-masing meja dengan daftar menu yang cukup beragam. Sudah terintegrasi dengan E-menu metode pemesanan dengan cara menggunakan tablet seperti ini akan memberikan pengalaman baru dan unik bagi para pelanggan dengan akses yang jauh lebih mudah dan praktis. Konsumen juga dapat memberikan review secara langsung terhadap makanan atau minuman yang sudah mereka pesan, yang juga sangat berguna bagi pengelola restoran untuk lebih meningkatkan pelayanan mereka dari setiap review yang sudah diberikan tersebut.

Penggunaan sistem E-Menu yang sudah tertanam dalam tablet tersebut juga harus terintegrasi langsung dengan Kitchen Display System yang nantinya akan semakin memudahkan bagi para staff dapur dalam mengelola pesanan para pelanggan. Selain untuk mengukur perkiraan waktu dalam menyajikan pesanan, staff dapur juga dapat mengelola persediaan makanan yang sudah ada di penyimpanan, sehingga akan lebih memudahkan bagi mereka dalam melakukan perencanaan terhadap segala kebutuhan bahan-bahan makanannya.

3. Tersedia Mesin Pembuat Kopi yang Canggih.

Latte art saat ini telah menjadi salah satu bidang seni tersendiri dalam dunia per-kopi-an, banyak sekali gambaran unik yang dapat tersajikan oleh barista dengan busa susu yang sudah didesain dengan sedemikian rupa dalam segelas kopi. Nah, belakangan ini latte art, berkat kecanggihan dari teknologi, tidak hanya mampu dalam menyajikan gambar dua dimensi yang bercorak seperti bunga atau angsa, namun juga dapat menyajikan foto-foto pribadi kita dalam bentuk yang asli seperti foto. Lengkap dengan warna yang ingin ditampilkan.

Gambar seperti ini akan diproses oleh sebuah mesin kopi yang sudah berteknologi tinggi, di mana para pelanggan dapat menangkap foto wajah pada satu tools yang sudah tersedia pada mesin ini untuk kemudian dicetak di atas cooffee latte para pelanggan. Satu perkembangan teknologi dalam dunia bisnis kopi yang dapat kita temui belakangan ini pada beberapa tempat saja.

4. Memanfaatkan Peran dari Robot.

Negara Jepang dan Amerika telah terlebih dahulu memanfaatkan robot sebagai pramusaji mereka pada beberapa restoran-restoran mewah, bahkan juga sudah digunakan untuk profesi koki yang dapat memproses berbagai jenis makanan dengan racikan yang nyaris sama seperti buatan koki aslinya, juga dengan rasa yang tak kalah lezatnya dengan yang asli. Melibatkan robot untuk melakukan proses pelayanan, lebih memungkinkan bagi pihak pengelola untuk mengurangi biaya operasionalnya dengan sedikit memperkecil jumlah para karyawan, sekaligus bertujuan untuk menekan ongkos produksi makanan. Selain itu dengan menggunakan bantuan robot juga akan semakin menarik minat dari para pelanggan untuk mengunjungi restoran tersebut, karena didorong oleh adanya rasa penasaran untuk mendapatkan pengalaman berinteraksi langsung dengan sebuah restoran yang menggunakan perangkat robotik sebagai pelayannya.

5. Pelayanan Makanan dengan Bantuan Rel Berjalan Otomatis.

Satu lagi konsep restoran futuristik yang belakangan ini juga sudah banyak dicoba adalah dengan menggunakan segala perangkat teknologi canggih terbaru dengan proses pelayanan yang serba otomatis. Mulai dari pemesanan menu, pembayaran, sampai dengan penyajian makanan. Pelanggan hanya butuh duduk dan memesan menu makanan yang ingin mereka inginkan melalui tablet yang sudah tersedia, lalu menunggu makanan mereka melalui rel berjalan yang sudah disiapkan pada meja makan mereka masing-masing. Apabila para pembaca sekalian membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

Scroll to top