BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

HAL-HAL PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM AKUNTANSI DISTRIBUSI

Kembali lagi bersama kami Konsultan Manajemen Groedu International Consultant untuk Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta dan Denpasar. Pada gilirannya kini kami akan memberikan penjelasan tentang hal-hal penting dalam akuntansi dagang dan distributorship. Sebelum memulai pembahasan mengenai perusahaan dagang & distribusi lebih lanjut, ada baiknya kita lihat terlebih dahulu mengenai penggolongan perusahaan berdasarkan jenis kegiatannya. Setiap perusahaan mempunyai sifat akuntansi yang berbeda.
Dalam akuntansi perusahaan distribusi fokus kita akan lebih kita tingkatkan pada beberapa hal yang penting. Hal-hal tersebut ialah:
1. Persediaan
Persediaan merupakan salah satu kunci sukses perusahaan dagang. Daya saing perusahaan dagang dapat dinilai dari ketersediaan stoknya. Agar perusahaan dinilai sehat, memiliki daya saing, biasanya perusahaan dagang selalu memiliki rencana stok opname yang dapat dilakukan tiap bulan, tiga bulan sekali dsb.

2. Kelancaran utang piutang
Salah satu kekuatan agar persediaan selalu tersedia yakni nilai utang dan piutang harus lancar. keduanya berfungsi memberikan support pada perusahaan distribusi. Utang ada kaitannya dengan kas, sebab supplier akan merasa aman tatkala mereka memiliki kemampuan untuk membayar utang dimasa depan. Oleh sebab itu dalam analisa laporan keuangan pasti selalu kita jumpai rasio utang lancar.

Tidak berbeda dengan piutang usaha. Piutang usaha juga ada kaitannya dengan Arus Kas. Aging piutang merupakan indikator/ ukuran sehat tidaknya nilai piutang sebuah perusahaan. Semakin panjang umur piutang dari seorang konsumen, maka terdapat potensi bagi perusahaan yakni kesulitan dalam memperoleh kas.

3. Ada yang menyebutkan kas adalah raja, namun bukan berarti kas adalah segala-galanya. Adakalanya perusahaan mengagungkan nilai kas, sehingga ketika nilai aliran kas turun ekspresi mereka, tindakan mereka spontan dan mencari jalan agar nilai kas tetap stabil.

Banyak pelaku usaha yang berusaha agar perusahaannya terorganisir dan agar semua aktivitas perusahaannya bisa terjaga. Para pelaku usaha juga berusaha agar kas yang diperoleh mampu menutupi semua utang, mendanai investasi dsb.

4. Profit perusahaan
Secara teori memang agar perusahaan tetap berkembang perusahaan harus selalu mencetak profit. Sebab jika perusahaan tidak profit, perusahaan akan mengalami kegoncangan. Ketika perusahaan goncang di internalnya, maka akan kemugkinan untuk menang dalam persaingan akan cukup berat. Maka profit perusahaan penting untuk diperhatikan.

Saat ini, sebagian besar orang masih ada yang tetap menggunakan metode manual/ mencatat pada kertas/ buku untuk mencatat transaksi usahanya. Bahkan masih ada juga perusahaan besar, memiliki aset besar namun masih belum siap menggunakan software accounting untuk menjalankan usahanya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan potensi masalah yang akan timbul berkaitan dengan distribusi :

1. Monitoring atas persediaan lemah ketika dilakukan pengiriman barang dagang ke alamat konsumen yang letaknya di luar kota atau di luar pulau.
2. Monitoring atas piutang lemah, hal ini akan membuat masalah baru pada fungsi penagihan piutang.
3. Manajemen akan kesulitan mengelola batasan piutang konsumen.
4. Management akan kesulitan menentukan kinerja tim penjualan per Sales / Kanvas.
5. Pengelolaan atas dokumen-dokumen biaya kirim ada potensi tidak terekap dengan rapih.
6. Laporan penjualan tidak up to date.
7. Pelaporan keuangan tidak tepat waktu

Agar masalah masalah diatas dapat teratasi sebaiknya pembaca perlu memiliki software yang memiliki kemampuan sebagai berikut :
1. Memiliki tampilan yang mudah dipahami, keunggulannya yakni agar pengguna lebih cepat memahami software.
2. Trend bukti transaksi sudah mengikuti desain tren masa kini. Bukti dokumen yang bagus dan modern akan membuat orang yang melihatnya menjadi tertarik.
3. Setiap laporan dapat dilakukan custome. Memodifikasi tampilan laporan dapat dilakukan oleh perusahaan maka akan membuat laporan jauh lebih up to date dibandingkan tetap menggunakan software yang terus menggunakan model baku.
4. Menyediakan informasi arus barang misal arus pemesanan.
5. Menyediakan fitur pengingat yang memberikan informasi secara up to date posisi barang yang ketika dibutuhkan pemesanan kembali, Piutang yang telah melewati masa jatuh tempo, dan hutang yang telah melewati masa jatuh tempo.
6. Menyediakan batas piutang pada masing-masing pelanggan. Tujuannya agar tidak terjadi kelebihan pembelian dari customer.
7. Managemen pergudangan yang mampu mendeteksi arus barang masuk dan arus barang keluar.
8. Multi proyek
9. Multi departemen

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai hal penting dalam akuntansi distribusi. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) perusahaan dan butuh Accounting Software untuk penjualan dan aplikasi Omni Channel pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu anda.

PROSEDUR PENGELUARAN KAS KECIL

Pada Kesempatan kali ini Konsultan Manajemen Groedu international Consultant untuk Surabaya, Jakarta, bandung, Jogjakarta, Semarang dan Denpasar akan berbagi tips mengenai prosedur pengeluaran kas kecil (Petty Cash). Laporan keuangan diawali dengan menerima transaksi, lalu kemudian mengklasifkasikan dan mencatatnya. Dalam proses pencatatan bukti transaksi tidak semua staff berhak melakukannya, hanya staf yang berkaitan dengan tugas yang diijinkan. Maka dengan demikian perlu dibentuk sebuah sistem dan prosedur yang berfungsi untuk memproses Informasi baik transaksi keuangan dan non keuangan.

Berikut dibawah ini Prosedur umum dalam mekanisme pengeluaran kas kecil :
1. Karyawan meminta dana kepada bagian keuangan (Finance) sebesar atau kurang dari Rp 1.000.000,- dari dana kas kecil untuk membeli kebutuhan perusahaan.
2. Bagian keuangan memberikan dana yang diminta oleh karyawan
3. Karyawan membeli barang yang dibutuhkan.
4. Karyawan mengisi formulir pengeluaran kas kecil atau Bukti Pengeluaran Kas, dengan tidak lupa melampirkan bukti transaksi seperti kwitansi (asli), atau bukti lain yang relevan.
5. Bukti pengeluaran kas kemudian diterima oleh bagian keuangan.
6. Bagian keuangan memeriksa kelengkapan dan validitas Bukti pengeluaran kas beserta bukti transaksinya.
7. Bagian keuangan boleh mengembalikan Bukti Pengeluaran Kas (BPK) apabila dinilai kurang informatif atau perlu diperbaiki.
8. Bagian keuangan kemudian memberikan tanda tangan pada Bukti Pengeluaran Kas (BPK) apabila sudah diverifikasi dan dinilai lengkap dan benar.
9. Bagian Keuangan meneruskan Bukti Pengeluaran Kas (BPK) ke General Manager sebagai tanda bahwa manajer perlu mengetahui dan menyetujui pengeluaran kas untuk transaksi tersebut.
10. Bukti Pengeluaran Kas yang telah lengkap tanda tangannya kemudian di input ke dalam software accounting atau di rekap pada aplikasi lainnya.
11. Bagian Keuangan (Finance) melaporkan semua transaksi pengeluaran kas ke pada Bagian akuntasi (Accounting) agar dicatat sebagai pengeluaran bulanan.

Dibawah ini beberapa tips yang dapat digunakan untuk membuat prosedur pengeluaran kas kecil.
Pengendalian yang sederhana
Pengendalian memang penting untuk menjaga harta perusahaan. Sebagai pengendalian atas dana kas kecil, manajemen memberlakukan kebijakan agar setiap transaksi ditandatangani oleh pihak-pihak yang berwenang seperti bagian keuangan dan General manager. Akan tetapi, agar dana kas dapat terkendali lebih baik dan tidak menambah pekerjaan administrasi petinggi perusahaan, maka perlu manajemen perlu membentuk kebijakan pada otorisasi kas kecil. Misalnya Hanya pengeluaran diatas Rp 1.000.000,- yang membutuhkan persetujuan General manajer, transaksi dibawahnya hanya diotorisasi oleh bagian keuangan.

Memperbesar Nilai Saldo
Persetujuan yang terlalu panjang memang meningkatkan pengendalian harta perusahaan, tetapi juga akan menciptakan masalah baru. Masalah yang sering muncul ialah disaat permintaan kas kecil meningkat. Pengendalian yang terlalu berlebihan dan ketat dapat menyebabkan pembayaran menjadi tertunda. Jika masalah terletak pada jumlah ketersediaan dana pada kas kecil, manajemen dapat meningkatkan saldo kas kecil. tetapi jika masalah pada pertimbangan persetujuan (approval), langkah bijaknya ialah menetapkan kebutuhan approval sesuai dengan besarnya kebutuhan dana.

Nah, itulah tips seputar prosedur pengeluaran kas kecil. Apabila pembaca ingin memahami lebih dalam prosedur pengeluaran kas kecil, membutuhkan konsultasi manajemen, dan membutuhkan Software Accounting pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 (wa) atau 081-8521172 (Office). Kami siap membantu anda.

CARA CEPAT MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KARYAWAN

Kali ini software accounting untuk Surabaya, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang dan Denpasar sedang menngulas artikel di bawah ini:
Karyawan adalah aspek yang sangat penting bagi perusahaan. Cara pandang perusahaan tentang bagaimana sebaiknya memperlakukan karyawan sangat menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Pada era sekarang karyawan dianggap sebagai sekumpulan orang yang paling pertama harus dilayani oleh perusahaan, sebelum para karyawan melayani customer perusahaan. Hubungan dan sifat ketergantungan antara karyawan dan perusahaan inilah yang harusnya tumbuh dengan baik
Produktifitas karyawan seringkali menjadi permasalahan pada perusahaan perusahaan yang mendambakan kemajuan perusahaan secara konstan karena produktivitas karyawan akan sangat berkontribusi kepada produktivitas perusahaan Namun beberapa perusahaan masih belum mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk meningkatkan produktifitas karyawan.berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan produktifitas karyawan

1. Tentukan tujuan dan target yang jelas
Menentukan tujuan dan target yang jelas terhadap pekerjaan masing masing karyawan. Jelaskan dengan detail tentang pekerjaan, cara kerja, dan target yang akan dicapai. Tentukan dan jelaskan juga penawaran yang menarik seperti peningkatan jabatan dan peningkatan jenjang karir kepada karyawan

2. Membangun Lingkungan kerja yang baik.
Ciptakan lingkungan kerja yang baik dan kondusif, pastikan karyawan menikmati pekerjaan dan merasa nyaman dengan lingkungan kerja. Mulailah sedini mungkin untuk membentuk team building dengan solid untuk mempermudah pekerjaan karyawan dan meningkatkan rasa gotong royong antar karyawan. Buatlah acara kebersamaan sebulan sekali atau menanamkan budaya mengucapkan selamat ulang tahun kepada karyawan yang berulang tahun untuk meningkatkan rasa kebersamaan antar elemen perusahaan. Tanamkan budaya apresiasi yang baik, selalu menghargai dan merayakan hasil kerja karyawan, dengarkan keluh kesah karyawan, selalu yakinkan dan motivasi karyawan bahwa mereka bisa melakukan pekerjaannya dengan baik dan kita selalu mendukungnya

3. Memberi pelatihan yang cukup
Memberikan pelatihan yang cukup pada karyawan sama halnya dengan berinvestasi kepada karyawan. Apabila keahlian karyawan semakin meningkat karena pelatihan yang kita berikan, baka dampaknya juga akan terasa pada kemajuan perusahaan kita. Berikan pendidikan yang cukup, tingkatkan softskill karyawan dengan memberikan pemahaman tentang kepemimpinan
4. Berikan layanan dan fasilitas yang cukup
Layanan dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan karyawan akan menunjang produktifitas dari karyawan. Jangan berhemat pada pembelian mesin dan alat kerja penunjang pekerjaan karyawan, selalu update dan berikan teknologi terbaik untuk efisiensi kerja karyawan, jangan membatasi penggunaan internet, juga yang tak kalah penting adalah berikan karyawan jaminan keselamatan kerja dan tunjangan yang sesuai. Tingkatkan penghasilan dan upah karyawan sesuai dengan pekerjaan dan kondisi perekonomian masa kini dan secara rutin memberikan penghargaan secara finansial.

5. Regulasi
Tetapkan regulasi kerja dengan jelas dan mudah untuk dipahami seperti jadwal kerja dan jadwal istirahat. Berikan karyawan ruang untuk mengasah kreatifitas dan inovasi karyawan, berikan waktu istirahat yang cukup dan bekali karyawan dengan kemampuan manajemen waktu yang baik

6. Pengawasan
Lakukan pengawasan secara terjadwal dan konsisten, lakukan penilaian terhadap produktifitas karyawan. Lakukan evaluasi terhadap kinerja karyawan, lakukan pendekatan terhadap karyawan-karyawan yang memiliki permasalahan pada kinerjanya, cari tau akar permasalahannya dan pikirkan cara-cara untuk kembali produktif juga membantu karyawan agar selalu berkembang . Apabila kita tarik benang merahnya kita sebagai pemimpin perusahaan sebisa mungkin untuk melayani dan memberikan timbal balik yang baik kepada karyawan. Demikian tips untuk meningkatkan kinerja karyawan.
Semoga pembaca mendapat manfaat artikel ini, apabila pembaca membutuhkan penyusunan SOP untuk HRD, penyususun SOP sistem manajemen perusahaan training pemasaran SDM, assesment excecutif untuk pemetaan talenta karyawan, menyusun ulang struktur organisasi dan kebutuhan HRM lainnya, silahkan hubungi kami di 081-8521172 atau 081-252982900. Kami siap membantu anda. Terima kasih.

PENYEBAB DILAKUKANNYA MANAJEMEN LABA DAN BEBERAPA MOTIVASI YANG MEMICU DILAKUKANNYA TINDAKAN MANAJEMEN LABA

Manajemen laba lebih banyak didefinisikan sebagai upaya yang harus dilakukan oleh seorang manajer perusahaan dalam mempengaruhi informasi pada laporan keuangan dengan tujuan untuk mengelabui stakeholder yang ingin mengetahui bagaimana kinerja perusahaan saat ini.

Istilah intervensi sendiri akan digunakan sebagai dasar oleh sebagian besar pihak untuk menilai bagaimana manajemen laba sebagai suatu tindakan kecurangan. Sementara bagi pihak lainnya masih tetap menganggap bahwa aktivitas rekayasa manajerial seperti ini bukanlah sebagai tindakan kecurangan. Alasannya adalah karena intervensi tersebut dilakukan oleh manajer perusahaan dan masih berada dalam kerangka standar akuntansi, yaitu masih menggunakan metode dan prosedur akuntansi yang bisa diterima dan diakui oleh banyak pihak.

Manajemen laba yang terjadi ketika para manajer menggunakan keputusan tertentu dalam laporan keuangan dan mengubah transaksi untuk mengubah laporan keuangan, sehingga semakin menyesatkan stakeholder yang ingin mengetahui bagaimana kinerja ekonomi untuk mempengaruhi hasil kontrak yang menggunakan angka-angka akuntansi yang sudah dilaporkan dalam laporan keuangan.

Motivasi yang Terdapat Dalam Manajemen Laba.

Terdapat beberapa hal yang mampu memotivasi badan usaha dalam hal melakukan tindakan creative accounting atau manajemen laba, yaitu:

1. Motivasi Harapan Bonus.

Dalam sebuah perjanjian bisnis, para pemegang saham akan memberikan sejumlah insentif dan bonus sebagai sebuah feedback atas kinerja dari seorang manajer dalam menjalankan operasional perusahaan. Insentif seperti ini akan diberikan dalam jumlah yang relatif tetap dan rutin. Sementara, untuk bonus yang relatif lebih besar nilainya hanya akan diberikan ketika kinerja manajer sudah berada di area pencapaian bonus yang sudah ditetapkan oleh para pemegang saham.

2. Motivasi Hutang.

Selain dengan cara melakukan kontrak bisnis dengan para pemegang saham untuk kepentingan ekspansi perusahaan, manajer juga seringkali harus melakukan beberapa kontrak kerjasama bisnis dengan pihak ketiga, dan dalam hal ini adalah pihak kreditur. Agar kreditor bersedia untuk menginvestasikan dananya di perusahaan, tentunya seorang manajer harus menunjukkan performa yang lebih baik dari perusahaannya. Untuk memperoleh hasil yang maksimal, yaitu berupa pinjaman dalam jumlah yang lebih besar, perilaku kreatif dari seorang manajer untuk menampilkan performa yang terbaik dari laporan keuangannyapun seringkali akan muncul.

3. Motivasi Seputar Perpajakan.

Tindakan melakukan manajemen laba juga tidak hanya terjadi pada perusahaan yang sudah go public saja dan bukan selalu untuk sekedar kepentingan harga saham, namun juga untuk kepentingan perpajakan. Kepentingan seperti ini akan lebih didominasi oleh perusahaan yang masih belum go public. Perusahaan yang belum go public lebih cenderung akan melaporkan dan menginginkan untuk menyajikan laporan laba fiskal yang lebih rendah daripada nilai yang sebenarnya. Kecenderungan seperti ini semakin memotivasi pihak manajer untuk bertindak lebih kreatif dalam hal melakukan tindakan manajemen laba agar seolah-olah laba fiskal yang sudah dilaporkan memang lebih rendah tanpa harus melanggar peraturan dan kebijakan perpajakan.

4. Motivasi Pada Initial Public Offering (IPO)

Motivasi yang satu ini lebih banyak digunakan oleh perusahaan yang akan go public atau sudah go public. Perusahaan yang akan go public akan melakukan penawaran saham perdananya kepada publik atau Initial Public Offering (IPO) untuk memperoleh tambahan modal usaha dari para calon investornya. Begitu pula dengan perusahaan yang sudah go public untuk kelanjutan dan ekspansi dari usahanya.

5. Motivasi Pergantian Direksi Perusahaan.

Praktek dalam manajemen laba biasanya akan terjadi pada sekitar periode pergantian direksi atau chief executive officer (CEO). Menjelang berakhirnya masa jabatan, seorang direksi lebih cenderung akan bertindak lebih kreatif dengan memaksimalkan laba agar performa kerjanya masih tetap terlihat baik menjelang tahun terakhir dia menjabat. Motivasi utama yang seringkali sebagai pendorong hal tersebut adalah untuk memperoleh bonus yang lebih maksimal pada setiap akhir masa jabatannya.

6. Motivasi yang Bersfiat Politis.

Motivasi seperti ini paling sering terjadi pada perusahaan besar yang bidang usahanya lebih banyak menyentuh masyarakat luas, seperti perminyakan, gas, listrik, dan air. Demi menjaga agar bisa tetap mendapatkan subsidi, maka perusahaan-perusahaan tersebut lebih cenderung akan selalu menjaga posisi keuangannya dalam keadaan tertentu, sehingga prestasi atas kinerjanya tidak terlalu baik karena jika sudah baik, maka kemungkinan besar subsidi akan dicabut dan tidak mungkin akan diberikan lagi.

Dari sedikit penjelasan diatas terdapat beberapa macam motivasi yang semakin mendorong para manajer untuk segera melakukan tindakan manajemen laba, namun yang paling sejalan dengan hal ini adalah lebih banyak ditinjau dari sisi motivasi perpajakan (taxation motivations).

Scott mengemukakan bahwa motivasi penghematan pajak akan menjadi motivasi tertinggi dari manajemen laba. Namun demikian, kewenangan pajak lebih cenderung untuk memaksakan peraturan akuntansi perpajakan sendiri dalam menghitung pendapatan yang kena pajak. Seharusnya, untuk perpajakan yang tidak memiliki peran terbesar dalam keputusan manajemen laba. Dan intinya adalah manajer akan semakin termotivasi untuk melakukan manajemen laba dalam upaya yang dilakukannya agar bisa menurunkan laba demi mengurangi beban pajak yang terlalu tinggi dan harus dibayarkan.

Itulah sedikit penjelasan seputar apa saja yang menjadi penyebab dari dilakukannya manajemen laba dan beberapa motivasi yang memicu dilakukannya tindakan manajemen laba oleh pihak manajemen perusahaan. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses.

Apabila pembaca membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan pembaca membutuhkan pembimbingan dalam merapikan manajemen, pembuatan SOP perusahaan, pembacaan Laporan keuangan, pelaporan pajak dan membutuhkan software accounting, silahkan kontak 081-252982900 atau groedu@gmail.com Kami siap membantu. Terima kasih.

Scroll to top
Selamat datang di Groedu software konsultasi
Send via WhatsApp