BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

PERAN PENTING SOFTWARE ACCOUNTING BERBASIS CLOUD UNTUK PENGELOLAAN PIUTANG PELANGGAN

Diantara sekian banyaknya pelanggan yang telat untuk membayar menjadi salah satu permasalahan yang seringkali dirasakan oleh para pebisnis. Karena mungkin sudah terlalu sering terjadi, banyak diantara para pebisnis yang akhirnya lebih cenderung untuk mengabaikannya saja. Padahal, permasalahan seperti ini sebenarnya sifatnya sangat riskan apabila seringkali terjadi, terutama sekali akan berdampak sangat besar kepada kelancaran dari cash flow bisnis Anda. Dan untuk saat ini kabar baiknya, teknologi informasi terbaru sudah semakin memungkinkan bagi Anda untuk meminimalisir jumlah pelanggan yang telat untuk membayar. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana bisa?

Perkembangan dunia teknologi untuk saat ini sudah semaki berkembang pesat dan semakin lebih memungkinkan untuk dapat membantu para pebisnis dalam meminimalisir dari jumlah banyaknya pelanggan yang telat untuk bayar invoice.

Permasalahan Dari Pelanggan yang Telat Membayar Menyebabkan Bisnis Semakin Tersendat

Menurut hasil dari sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh Bank Amerika Serikat, setidaknya masih ada sekitar 82% dari bisnis kecil yang gagal karena seringkali terjadi permasalahan cash flow. Dan tidak hanya itu, penelitian yang sudah dilakukan oleh FundBox, sebuah platform online dalam bidang keuangan, menyatakan bahwa setengah dari perusahaan bisnis kecil banyak yang mengalami kerugian dan kegagalan yang disebabkan oleh seringnya keterlambatan pembayaran.

Bahkan ternyata di Afrika Selatan sendiri, setengah diantara perusahaan-perusahaan dari bisnis kecil mengaku bahwa tantangan terberat mereka adalah berasal dari seringnya terjadi keterlambatan pembayaran. Karena itu tidak heran jika permasalahan seperti ini juga sangat berdampak kepada saldo, hubungan, serta reputasi dari bank. Permasalahan dari keterlambatan pembayaran tentunya bukan berarti permasalahan yang tidak dapat diselesaikan. Terlebih lagi, dengan hadirnya teknologi dari software accounting yang terus berkembang sampai saat ini.

Teknologi yang telah banyak mengubah hampir disemua aspek dalam hidup ini, termasuk juga dalam hal bisnis. Banyak diantara aspek bisnis yang menjadi lebih mudah untuk dilakukan karena bantuan dari teknologi program accounting terutama yang sudah berbasis cloud, mulai dari kemudahan dalam hal berkomunikasi, layanan pelanggan, sampai kepada kemudahan dalam hal tagihan atau invoicing. Keberadaan teknologi dapat membuat proses pembayaran semakin mudah, baik itu adalah bagi pemilik bisnis kecil dan juga pelanggan itu sendiri.

Peran Penting dari Teknologi Dalam Meminimalisirkan Jumlah Pelanggan yang Telat Membayar

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Xero dan World Wide Worx, pemilik bisnis kecil di Afrika selatan telah menyadari betul tentang arti penting yang telah dibawa oleh perkembangan dunia teknologi dalam bisnisnya. Setengah dari mereka, lebih tepatnya sekitar 55%, mempercayakan pengelolaan bisnis mereka kepada perangkat lunak cerdas (software accounting) dan yang sudah berbasis aplikasi cloud yang semakin memudahkan perjalanan bisnis milik mereka, termasuk juga didalamnya untuk mengurangi tingginya pelanggan yang telat membayar. Dengan bantuan teknologi, proses pembayaran atau hal lain yang akan terjadi dalam transaksi dapat semakin cepat dan mampu disederhanakan.

Lalu, kira-kira bagaimana peran pentingnya dalam mengurangi keterlambatan pembayaran dari para pelanggan?

Sebagai contohnya adalah program keuangan untuk pengendalian pembayaran invoice yang berbasis cloud akan semakin memudahkan bagi seseorang dalam menginformasikan, menandatangani, dan menyetujui pembayaran dari mana saja di seluruh dunia ini selama masih terkoneksi dengan internet yang stabil. Anda juga akan dapat mengirimkan invoice sesegera mungkin setelah selesai dibuat, dapat mengetahui pada saat tagihan tersebut sudah dibuka dan dilihat oleh orang yang telah dituju, serta mengirimkan pengingat secara otomatis atau reminder notices tentang tagihan-tagihan yang sudah hampir memasuki masa jatuh tempo dan harus segera untuk dibayar. Beberapa peralatan accounting bahkan juga sudah melibatkan sebuah tombol ‘pay now’ di dalam invoice tersebut. Fitur seperti ini tentunya akan sangat membantu bagi para pelanggan Anda untuk membayar tagihannya sesegera mungkin setelah menerima invoice dari Anda.

Teknologi seperti ini juga dapat semakin memudahkan Anda dalam proses otorisasi yang sebelumnya banyak sekali menyita waktu dan seringkali membuat Anda semakin frustrasi. Ditambah lagi dengan permasalahan klasik yang sering terjadi pada beberapa perusahaan besar, seperti permasalahan tangan ‘kanan/kiri’. Sebagai contohny adalah, tim finansial sudah sangat siap untuk melakukan persetujuan sebuah transaksi, namun mereka membutuhkan tanda tangan dari salah satu anggota paling senior untuk menandatanganinya. Pada posisi seperti itulah keberadaan teknologi memiliki peran yang begitu penting, Documen Sign dan peralatan lain saat ini sudah semakin memudahkan orang lain dalam memberikan tanda tangan secara digital melalui sebuah smartphone, tablet, maupun perangkat lunak lainnya.

Tentu saja hal-hal seperti di atas hanyalah sebuah contoh kecil dari pentingnya peran teknologi perangkat lunak (software) keuangan yang semakin membantu dalam dunia bisnis saat ini. Setiap harinya, teknologi semakin maju dan berkembang dengan pesat. Dalam beberapa tahun, solusi tentang permasalahan keterlambatan pembayaran hanyalah sebuah konsep yang sudah usang. Namun, kenyataanya permasalahan seperti ini sudah banyak sekali menyebabkan permasalahan bagi bisnis. Dan kabar baiknya, keberadaan teknologi keuangan yang tepat ternyata sudah sangat membantu banyak dalam penyelesaian permasalahan tersebut. Semoga bisa bermanfaat dan salam sukses. Apabila membutuhkan software accounting untuk perusahaan anda, silahkan kontak 0818521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

PERSIAPAN MENDIRIKAN MINIMARKET, SUPERMARKET ATAU TOKO MODERN

Ketika kita hendak membuka usaha minimarket/supermarket/toko, persiapan apa yang mesti dilakukan? Sering kali pemilik bisnis yang paling diingat adalah bangunan atau lokasi usaha, modal dan SDM. Tetapi hal-hal yang lebih detail seringkali dilupakan. Karena hal detail dilupakan maka seringkali kegagalan bukan pada saat operasional tetapi justru diawal buka usaha, usaha gagal lebih dahulu karena persiapan yang kurang matang atau tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam menyiapkan suatu usaha.

Pernah suatu waktu terjadi perusahaan bangkrut karena ketika buka usaha tidak tepat atau karena kurang persiapan yang matang. Nah, agar tidak mengalami kerugian akibat kurang persiapan dalam usaha sebaiknya ikuti langkah-langkah di bawah ini.

Sebelum minimarket/supermarket/toko yang kita buka dioperasinalkan sebaiknya cek terlebih dahulu kesiapan Sumber daya manusia yang akan menjalankan usaha. Oleh sebab itu pangkal awal agar mendapatkan SDM yang cukup baik, maka yang harus disiapkan adalah system manajemen terlebih dahulu. Apa yang dimaksud dengan system manajemen? Sistem manajemen adalah landasan awal suatu usaha akan dioperasionalkan. Silahkan membuat struktur organisasi sehingga kita mengetahui SDM apa saja yang dibutuhkan dalam mengoprasikan usaha. Selain itu spesifikasi SDM seperti apa harus ditentukan agar tidak jauh dari harapan SDM yang direkrut. Lalu apa saja pekerjaan dan job mereka.

Berikutnya adalah Standard operasional usaha seperti apa? Hal ini tentu saja tidak bisa dihindari sebab standard operasional adalah bagian penting agar operasional usaha benar-benar memiliki aturan main yang jelas. Dalam standard operasional dibutuhkan aliran dokumen yang digunakan dalam beroperasi.

Serta agar pekerjaan menjadi sistematis, maka dibutuhkan software POS dan accounting yang mendukung laporan keuangan perusahaan. Bagian ini sering dilupakan. Sering pemilik usaha hanya menggunakan POS saja sehingga tidak memiliki laporan keuangan, dan tidak mengetahui bahwa usaha yang dibangun ternyata tidak profit. Ini penting disiapkan, serta pilihlah software accounting yang sesuai agar perusahaan berjalan dengan baik.

Sebelum ini semua disiapkan, tentunya perlu pula menyiapkan lay out toko agar toko bisa memiliki atsmosfir yang cukup baik. Mulai penataan produk, suasana toko yang dilengkapi dengan music dan jinggle. Keramah tamahan para SDM yang ada di toko dan seragam yang digunakan. Nampaknya ini belum cukup, masih ada lagi yang berkaitan dengan strategi penjualan yaitu program-program penjualan dan lainnya. Kalau mau diurutkan dan disingkat sebelum membuka usaha siapkan terlebih dahulu :

  1. Struktur Organisasi, Job des dan job spec, SOP, Intruksi kerja dan tata tertib.
  2. Software POS yang terintegrasi dengan software accounting.
  3. SDM sesuai spesifikasi.
  4. Infrastruktur yang antara lain : lay out , suasana toko, program penjualan toko.
  5. Web site usaha untuk mendukung penjualan.

Poin-poin di atas hal paling mendasar yang perlu disiapkan. Untuk yang lain lebih detail tentunya akan diketahui setelah usaha berjalan dan memerlukan trial dan error. Lalu jika tidak ingin trial dan error yang kadang menghabiskan biaya, sebaiknya hubungi konsultan ritel yang expert dibidang ini yang mengetahui detail dari persiapan pembukaan minimarket/supermarket/toko. Melalui konsultan yang berpengalaman, persiapan set up usaha akan dilakukan dengan baik. Semoga artikel ini bermanfaat. Apabila bapak/ibu membutuhkan pembimbingan dalam pembukaan minimarket/supermarket/toko sebaiknya hubungi kami di 081-8521172 atau 081-252-982900. Email ke groedu@gmail.com kami siap membantu. (Frans M. Royan)

 

 

BAGAIMANA MENGETAHUI DENGAN TAJAM PROSES DALAM INDUSTRI MANUFACTURING MELALUI SOFTWARE

Dalam sebuah perusahaan industri, tentu ada suatu cara dalam mengukur kemampuan manufaktur tersebut. Untuk mengukur kemampuan manufaktur tersebut dapat dilihat dari beberapa hal, yaitu sebagai berikut :

  • Kemampuan pemprosesan teknologi atau technological processing capability merupakan kemampuan suatu perusahanan dalam memproses suatu jenis material dengan keunggulan kompetitif. Kemampuan ini juga termasuk dalam keahlian merencanakan personal dalam proses teknologi tersebut.
  • Limitasi fisik produk atau phisical product limitations merupakan kemampuan untuk memproduksi berdasarkan berat, ukuran dan tingkat kesulitan dalam pembuatan suatu produk. Kemampuan ini termasuk juga keahlian merencanakan personal dalam memproses dengan teknologi yang digunakan.
  • Kapasitas produksi atau production capacity merupakan batasan mengenai kemampuan berapa banyak jumlah produk yang dapat dihasilkan atau diproduksi dalam suatu periode waktu tertentu. Biasanya kapasitas produksi ini disebut juga dengan plant capacity atau productin capacity. Kapasitas produksi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jumlah shift per minggu, jumlah jam per minggu, dan tenaga kerja langsung yang diperlukan dalam memproduksi suatu produk tersebut.

Dengan melihat beberapa hal di atas maka suatu perusahaan dapat menentukan atau memperkirakan jumlah barang yang dapat diproduski dalam jangka waktu tertentu.

Jenis Proses dalam Industri Manufaktur

Dalam pembuatan suatu produk, tentu ada beberapa cara untuk menghasilkan produk yang diinginkan tersebut.

Beberapa pemprosesan yang umumnya digunakan dalam suatu produksi terbagi menjadi beberapa pengoperasian, yaitu sebagai berikut :

  1. Operasi Pemprosesan atau Processing Operations

Operasi pemprosesan ini mengubah suatu bahan baku dari suatu bentuk ke bentuk yang lainnya. Hasil pembentukan ini diubah menjadi bentuk yang mendekati bentuk akhir yang diinginkan. Hal ini akan menambah nilai akhir dalam pengubahan geometri, sifat-sifat, mau pun penampilan kerja suatu produk tersebut.

Proses-proses dalam operasi ini ialah sebagai berikut :

  • Proses pembentukkan (Shaping Processes)
  • Proses Untuk Memperbaiki Sifat-Sifat (Property Enchancing Processes)
  • Operasi Pemrosesan Permukaan (Surface Processing Operations).
  1. Operasi Perakitan atau Assembly Operations

Operasi perakitan atau assembly operations merupakan proses produksi untuk menyambung atau menyatukan dua atau lebih komponen-komponen untuk menghasilakn suatu produk yang utuh. Operasi perakitan ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu sebagai berikut :

  • Proses penyambungan permanen, seperti pengelasan besi, pembrasingan dan penyolderan dalam perangkat listrik, dan adhesive bonding.
  • Proses penyambungan mekanik, seperti pengencangan dengan ulir (sekrup, mur atau baut) pengencangan permanen (rivet, press fitting, dan lain sebaginya).

Demikianlah pembahasan tentang produk dari industri manufaktur. Semoga dapat menambah wawasan Anda para pembaca sekalian mengenai pengetahuan umum khususnya dalam pengetahuan tentang produk yang dihasilkan dari perindustrian manufaktur. Lebih jauh lagi apabila ingin menyempurnakan proses produksi, maka dibutuhkan software manufacturing yang akan sangat membantu lebih akurat kegiatan dalam proses produksi. Semua bagian dalam proses produksi dapat diintegrasikan dengan menggunakan berbagai informasi yang sudah terintegrasi yang ada di software manufacturing. Untuk mengetahui lebih lanjut software manufacturing ini, pembaca dapat akses : www.softwareaccountingsurabaya.com atau email ke : groedu@gmail.com (Sumber artikel : http://www.anneahira.com/industri-manufaktur.htm)

MENCARI SOFTWARE POS YANG TERINTEGRASI DENGAN SOFTWARE ACCOUNTING

Masih banyak yang belum paham dengan cara kerja software POS dan software accounting. Rata-rata mereka mengira software ini sama saja. Software POS sebenarnya software untuk bagian depan suatu usaha. Misalnya ritel modern, toko, restoran dan kegiatan bisnis yang sifatnya penjualan tunai dan produk disediakan di satu gudang saja. Satu gudang itu bisa barang yang ada di display toko saja. Atau barang yang letaknya ketika sebuah bisnis beroperasi. Software POS memiliki manfaat :

  1. Mencetak invoice penjualan tunai.
  2. Pencatatan stok di lokasi usaha, sebab transaksi penjualan baru bisa dilakukan apabila ada stok di lokasi usaha.
  3. Pembelian ke supplier.
  4. Penerimaan barang di lokasi usaha.
  5. Tersambung dengan barcode scanner.

 

Software POS tidak memiliki Fitur accounting sebab tugasnya adalah untuk penjualan saja baik di toko/gerai atau lokasi usaha. Cara kerja software POS bisa berdiri sendiri. Tetapi ada juga POS yang sudah terintegrasi dengan software accounting. Oleh sebab itu sebaiknya kita mulai memahami penggunaan POS ini. Apabila kita hanya membutuhkan fitur penjualan dan inventory maka penggunaan software POS sudah cukup. Tetapi kalau kita membutuhkan laporan keuangan, maka sebaiknya memakai software POS yang terintegrasi dengan software accounting.

Bagaimana kita memulai mencari software accounting yang terintegrasi dengan software POS? marilah coba kita menganalisa proses bisnis yang ada di perusahaan. Apabila di perusahaan ada proses bisnis selain penjualan dan inventory, seperti proses bisnis dibawah ini:

  1. Di perusahaan penyimpanan barang di banyak Gudang.
  2. Perusahaan membutuhkan laporan keuangan : Neraca, Rugi laba, Arus kas, Jurnal, dan lainnya.
  3. Di perusahaan terdapat transaksi yang sifatnya kredit.
  4. Di perusahaan memiliki salesman yang keliling.
  5. Di perusahaan terdapat aktivitas pengiriman barang ke customer.
  6. Di perusahaan terdapat penggunaan Kas kecil dan kas besar.
  7. Di perusahaan terdapat aktivitas pemberian insentif kepada sales force.
  8. Di perusahaan terdapat banyak toko atau kantor cabang.
  9. Di perusahaan terdapat perhitungan pajak : PPN, PPH 21, PPH 23, PPH 25.
  10. Dan lainnnya.

Maka sebaiknya carilah software POS yang terintegrasi dengan software accounting. Dengan menggunakan software accounting, perusahaan bisa selain beraktivitas penjualan tunai di toko/gerai. Juga bisa beraktivitas penjualan kredit melalui sales force. Selain itu perusahaan juga akan memperoleh laporan keuangan yang dibutuhkan.

Nah, saat ini banyak perusahaan melakukan penjualan software POS yang terpisah dengan software accounting. Sering software POS tidak nyambung dengan software accounting merek lain, sehingga kalau terpaksa memakai kedua-duanya, sering kali harus ada proses input ulang. Contohnya kalau kita memiliki gerai/toko, software POS bisa untuk penjualan tunai saja. Laporan penjualan tunai kemudian diinput ulang di software accounting supaya perusahaan bisa mendapatkan laporan keuangan. Sejauh ini, hal ini memang bisa dilakukan, tetapi apabila kita bisa mendapatkan software accounting yang dilengkapi dengan software POS, maka aktivitas in put ulang dengan sendirinya tidak perlu lagi, sebab software POS sudah terintegrasi dengan software accounting. Dalam hal ini data tersinkronkan secara otomatis.

Semoga artikel ini bermanfaat, apabila pembaca membutuhkan layanan pendampingan dalam implementasi software accounting dan pembuatan SOP keuangan. Silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak ke 0818521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu.

Scroll to top
Selamat datang di Groedu software konsultasi
Send via WhatsApp