Kategori: Accounting

KELEBIHAN DAN KETERBASAN ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN PERBANDINGAN ANTARA ROI DAN EVA

Penambahan Nilai Ekonomis atau yang biasanya lebih sering disebut dengan sebutan Economic Value Added (EVA) merupakan sebuah sistem manajemen keuangan yang memang bertujuan untuk mengukur laba ekonomis dalam suatu perusahaan, yang menyatakan bahwa kesejahteraan hanya akan dapat tercipta jika perusahaan memang mampu dalam memenuhi semua biaya-biaya operasional dan biaya modal.

EVA sendiri merupakan sejumlah uang dan hanya dapat diperoleh dengan cara mengurangkan beban-beban modal dari laba operasional bersih/net operating profit. Atau dengan cara menggunakan Economic Value Added/Penambahan Nilai Ekonomis (EVA).

1. Kelebihan-Kelebihan  EVA (Anthony dan Govindrajan, 2007).

• Dengan EVA, maka seluruh unit-unit usaha yang memiliki sasaran laba yang sama untuk diperbandingan investasinya.
• Jika dari kinerja suatu pusat investasi yang telah diukur dengan EVA, maka investasi-investasi yang telah mampu dalam menghasilkan laba di atas biaya modal maka akan semakin meningkatkan EVA dan oleh karena itu, Anda akan menjadi lebih menarik bagi para manajer.
• Tingkat suku bunga yang berbeda dapat digunakan untuk jenis aktiva yang berbeda pula.
• EVA sebenarnya memiliki korelasi yang positif dan juga lebih kuat terhadap berbagai macam terjadinya perubahan-perubahan dalam nilai pasar perusahaan.

2. Keterbatasan-Keterbatasan yang Dimiliki EVA.

• Analisis EVA sebenarnya tidak menyelesaikan seluruh permasalahan yang berkaitan dengan setiap perhitungan dari aktiva tetap.
• EVA sendiri akan tertekan untuk sementara oleh berbagai investasi-investasi baru karena terlalu tingginya nilai buku bersih untuk dari tahun-tahun awal.
• Secara praktis, penerapan EVA sendiri juga masih terlalu sulit, karena proses perhitungan EVA juga memerlukan tingkat estimasi atas biaya modal dan estimasi ini juga terutamanya untuk jenis perusahaan yang masih belum go public akan terasa sangat sulit untuk dilakukan.

Perbandingan Antara ROI dan EVA. Manakah yang Lebih Banyak Digunakan? Lalu Apa Alasannya?

Terlepas dari perbedaan antara EVA dan ROI, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dan biasanya yang paling lebih disukai oleh berbagai manajer dengan cara yang berbeda-beda. Manajer yang jauh lebih senang dengan menggunakan metode langsung yang lebih memungkinkan untuk dengan perbandingan yang lebih mudah dapat menggunakan ROI.

Namun, bagi seorang manajer yang ingin  mengetahui berapa banyak the true cost of capital (biaya modal yang sebenarnya) dari bisnisnya, sehingga tingkat pengembalian bersih dari modal yang merupakan hal yang sesungguhnya akan menjadi perhatian utama bagi para investor yang dapat diperlihatkan secara lebih jelas, dapat menggunakan metode analisis EVA.

Pastinya, apapun metode pengukuran kinerja perusahaan yang Anda gunakan, baik itu menggunakan Return on Investment (ROI) maupun Economic Value Added (EVA), maka Anda akan menjadi jauh lebih mudah untuk mengetahui bagaimana hasilnya jika ingin memiliki sistem pengelolaan akuntansi keuangan pendukung yang paling tepat. Melalui software akuntansi online, maka Anda akan mendapatkan berbagai macam jenis laporan keuangan seperti yang dibutuhkan untuk mengetahui bagaimana untuk penilaian metode ROI atau EVA secara instan dan akurat.

Jika para pembaca sekalian ingin memahami secara lebih mendalam tentang artikel ini, dan juga membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900/081-8521172 (Office). Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada pembahasan artikel selanjutnya.

PEMERIKSAAN KEUANGAN PERUSAHAAN TENTANG: (RISIKO DARI PIHAK PEMERIKSA DAN YANG MEMBUTUHKAN PEMERIKSAANNYA)

Pada Kesempatan kali ini implementor software accounting akan berbagi informasi tentang pemeriksaan keuangan. Artikel kali ini akan membahas tentang apa yang menjadi kerugian dan bisa berkemungkinan untuk menimpa stake holder terkait dengan laporan keuangannya. Agar dapat meminimalkan begitu besarnya resiko atas laporan keuangan ini, maka dari itu mereka menginginkan agar laporan keuangan yang diperiksa oleh seorang Auditor Independen. Secara garis besar kerugian yang dapat menimpa si pengguna dari laporan keuangan dibagi menjadi dua macam bagian, yaitu: rugi karena telah salah dalam pengambilan keputusan dan rugi karena sudah kehilangan assetnya. Pertama-tama kita akan membahas tentang kesalahan dalam hal pengambilan keputusan.

Kesalahan-kesalahan dalam hal Pengambilan Keputusan

1. Pihak Manajemen.

Laporan keuangan yang telah digunakan sebagai satu dasar acuan dalam hal pembentukan strategi dan keputusan bisnis perusahaan. keputusan yang sebelumnya telah diambil akan menjadi tepat sasaran jika informasi yang telah mendasari dalam hal pembentukan strategi tersebut bersifat lebih obyektif, dapat diandalkan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kompensasi yang nanti akan didapatkan oleh manajer dapat disesuaikann dengan kinerja dari manajemen. Jika pihak manejemen mampu mencatatkan keuntungan dan mampu mencapai target seperti yang telah diharapkan, maka manajer akan bisa mendapatkan kompensasi yang sesuai dengan kontrak. Hal ini akan menciptakan potensi dan resiko bagi si pengguna laporan keuangan, terlebih lagi jika yang men set kebijakan atas pelaporan keuangan tersebut adalah seseorang yang selalu lebih terobsesi untuk mengejar bonus dan kompensasi.

2. Para Investor.

Para Investor akan memanfaatkan informasi yang telah tersaji di dalam laporan keuangan sebagai satu dasar untuk melakukan investasi. Salah satu cara terbaik dalam melakukan evalusai darilaporan keuangan dengan cara membandingkan satu atau beberapa akun dengan akun lainnya yang lebih sering dikenal dengan sebutan analisis rasio. Yang perlu untuk lebih ditekakan lagi adalah bahwa hasil dari analisis rasio yang lebih valid dan dapat dipercaya jika data-data yang telah membentuk laporan keuangan tersebut juga adalah laporan yang valid dan dapat dipercaya.

3. Pihak Pemerintah.

Salah satu pihak yang memang mewakili permintah atas laporan keuangan auditan adalah dari Ditjen Pajak (DJP). Pihak pemerintah yang telah menetapkan kewajiban perpajakan berdasarkan dari angka-angka laporan keuangan. Penetapan kewajiban perpajakan akan salah jika laporan keuangan tersebut tidak mencerminkan bagaimana kondisi yang sebenarnya.

4. Pihak Keditur.

Pihak Kreditur memilki kepentingan yang sama dalam informasi laporan keuangan. Sebelum mendapatkan dana pinjaman, maka calon pihak debitur akan dianalisis bagaimana kemampuannya dalam melunasi pinjaman pokok dan juga bungannya dari kinerja keuangannya. Jika laporan keuangan yang merupakan cerminan dari kinerja keuangan tidak mampu menggambarkan bagaimana keadaan yang sebenarnya, maka resiko yang mungkin saja akan dihadapi oleh pihak kreditur tersebut adalah tidak mampunya untuk mendapatkan dananya kembali.

Terjadinya kesalahan karena menyebabkan asset telah hilang.

Tahapan selanjutnya setelah salah dalam pengambilan keputusan yaitu kehilangan assetnya. Kesalahan dalam mengambil keputusan merupakan salah satu bentuk penggunaan asset yang tidak tepat (Missappropriation of asset).

Pihak pihak yang seringkali meminta dilakukannya pemeriksaan laporan keuangan adalah:

1. Korporasi Auditee.

Perusahaan yang paling sering menggunakan jasa dari para auditor adalah perusahaan go publik, perusahaan yang sudah tercatat pada bursa saham. Tujuannya adalah untuk memberikan keyakinan kepada pihak eksternal tentang sampai sejauh mana perusahaan telah mematuhi standar akuntansi keuangan PSAK, Perpajakan, Bapepam dan juga peraturan-peraturan lainnya.

Tidak ada satu perusahaanpun yang menyajikan laporan keuangan dengan semampunya dan akan menerima apapun kondisi yang sudah ada. Mereka pastinya akan selalu menginginkan agar laporan keuangannya dapat dinilai dengan opini yang wajar tanpa adanya pengeualian satupun. Selain itu tidak ada satupun perusahaan yang rela nilai sahamnya menjadi semakin turun seiring dengan penurunan opini atas hasil audit dari laporan keuangannya. Meskipun setiap pemeriksaan akan selalu diawali dengan surat perikatan dan opini dari laporan keuangan juga harus bersifat obyektif.

Disisi lain Kantor Akuntan Publik (KAP) akan dihadapkan pada persaiangan dalam mendapatkan klien. Seandainya si Auditor memberikan opini diluar harapan si auditee, maka akan ada resiko bahwa klien tersebut akan lebih memilih Kantor Akuntan Publik lain. KAP yang bukan yayasan, dan bukan NGO yang operasionalnya masih digerakan oleh donatur. Akan tetapi KAP hampir lebih mirip dengan perusahaan lainnya profit oriented, meski ada aturan-aturan yang terkait dengan etika.

Mencermati berbagai permasalahan auditee yang akan selalu berharap dari adanya opini yang wajar tanpa pegecualian dan KAP juga masih tetap membutuhkan profit untuk operasionalnya, maka perlu dilakukan sebuah tread off dimana dapat mempertahankan klien dengan tidak melanggar norma-norma etikanya.

2. Para pemegang saham.

Para pemegang saham yang sangat ingin mengetahui telah seberapa jauh kinerja pihak manajemen. Salah satu alasan mengapa pemegang saham ingin agar laporan keuangan diperiksa adalah karena mereka telah mencurigai sudah dilakukan tindakan kecurangan. Kecurangan-kecurangan yang sudah dilakukan oleh manajemen dimotivasi oleh besarnya nilai kompensasai atas laba yang sudah dihasilkan.

Sejauh ini tidak ada publikasi atas laporan keuangan dengan sebuah opini yang tidak wajar. Seandainya terdapat permasalahan di dalam perusahaan, kebijakan yang paling mentok yaitu adanya pergantian direksi dan tidak mungkin akan sampai pada publikasi dari laporan keuangan. Karena hal itu sama saja dengan melalkukan tindakan bunuh diri.

Selain itu kasus-kasus seputar kecurangan-kecurangan yang telah diungkapkan kepada publik sebenarnya adalah merupakan tindakan dan akibatnya sudah sangat lama.  Jarang sekali terjadi kehebohan setelah proses audit selesai dilakukan. Kebanyakan kasus akan mulai muncul ke permukaan terlebih dahulu setelah dilakukannya tindakan audit.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan tentang beberapa kendala dalam menyimpan pemeriksaan keuangan. Jika para pembaca sekalian ingin memahami secara lebih mendalam tentang artikel ini, dan juga membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900/081-8521172 (Office). Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada pembahasan artikel selanjutnya.

PENJELASAN SINGKAT TENTANG PENGERTIAN DAN PERSAMAAN ANTARA AKUNTANSI KOMERSIAL (KEUANGAN) DAN AKUNTANSI PERPAJAKAN

Mungkin diantara beberapa akuntan sudah sangat paham jika mendengar adanya istilah akuntansi dan juga akuntansi perpajakan. Kedua istilah tersebut memang lebih sering didengar oleh para praktisi akuntansi dan pajak. Namun, apakah Anda sudah mengetahui dengan pasti bagaimana hubungan diantara keduanya? Sebagian orang akan menganggap bahwa akuntansi hanya seputar proses hitung menghitung laba dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan proses perpajakan, karena akuntansi perpajakan hanya berkaitan dengan urusan pajak pemerintah saja. Padahal sebenarnya akuntansi juga memiliki hubungan yang erat dengan akuntansi perpajakan. Agar Anda tidak sampai memahami hubungan antara akuntansi dengan akuntansi perpajakan, maka simaklah beberapa ulasan dari praktisi software akuntansi berikut ini.

Pengertian Antara Akuntansi dan Akuntansi Perpajakan

Sebelum akan membahas tentang hubungan antara akuntansi dan akuntansi perpajakan, maka ada baiknya bagi Anda untuk mengetahui terlebih dahulu tentang pengertian dan atau hal-hal lainnya dari keduanya. Akuntansi merupakan suatu proses dalam mengidentifikasi, mencatat, dan juga mengklasifikasikan, mengolah, serta menyajikan transaksi-transaksi atau berupa aktivitas-aktivitas keuangan terhadap para pihak yang memang berkepentingan. Akuntansi komersial atau yang disebut dengan akuntansi keuangan merupakan proses penyusunan laporan keuangan yang sudah sesuai dengan peraturan dari standar akuntansi keuangan. Sedangkan, untuk akuntansi perpajakan, yaitu proses untuk penyusunan laporan keuangan yang benar-benar sesuai dengan peraturan undang-undang perpajakan. Sehingga untuk laporan keuangan yang sudah dihasilkan disebut sebagai laporan keuangan fiskal.

Persamaan Akuntansi Komersial dan Akuntansi Pajak

Karena berdasarkan prinsip akuntansi, maka akuntansi komersial dan akuntansi pajak memang memiliki persamaan dan perbedaan. Nah, persamaan antara akuntansi komersial dan akuntansi perpajakan:

1. Karakteristik yang Lebih Kualitatif.

Persamaan pertama antara akuntansi umum dan akuntansi perpajakan, yaitu adanya hubungan dengan karakteristik kualitatifnya. Karakteristik kualitatif antara akuntansi pepajakan dan komersial, yaitu meliputi:

• Relevansi, adapun persyaratan informasi keuangan yang lebih relevan antara lain: Memiliki umpan balik (feedback value), memiliki manfaat yang lebih prediktif (predictive value), tepat waktu dan cukup lengkap.
• Handal, jika informasi: Disajikan secara jujur, dapat diverifikasi, dan juga netral.
• Dapat dibandingkan, informasi padat yang dibandingkan antar periode atau antar masing-masing entitas.
• Dapat lebih dipahami, informasi dapat dengan mudah mampu dimengerti oleh pada penggunanya.

2. Penggunaan Sistem Akrual Basic.

Pada akuntansi komersial, standar akuntansi seperti yang selama ini banyak digunakan, yaitu dengan menggunakan sistem akrual basic. Sama halnya dengan jenis akuntansi komersial, akuntansi perpajakan juga menerapkan sistem akrual. Namun pada akuntansi perpajakan diperbolehkan untuk menggunakan sistem campuran (kas dan akrual), akan tetapi dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang masih berlaku seperti halnya pada pasal 28 UU KUP.

3. Persamaan Neraca.

Laporan keuangan neraca pada akuntansi komersil dan juga akuntansi perpajakan yang sama, yaitu: terdiri dari asset, hutang dan juga modal.

4. Konsep Kesatuan Jenis Pada Bidang Usaha.

Persamaan lainnya adalah dalam hal prinsip-prinsip kesatuan usaha. Akuntansi fiskal dan juga komersial, keduanya menganut prinsip kesatuan usaha yang sama, yaitu berarti adanya pemisahan antara harta atau asset dari pihak pemilik dan juga perusahaan.

5. Prinsip-Prinsip Realisasi.

Selain berupaya untuk menerapkan prinsip-prinsip kesatuan usaha, persamaan lainnya adalah berupa prinsip realisasi. Kedua jenis akuntansi tersebut (akuntansi komersil dan perpajakan), memang sama-sama menerapkan prinsip realisasi, dan juga lain sebagainya.

Nah, itulah penjelasan singkat tentang pengertian dan persamaan antara akuntansi komersial (keuangan) dan akuntansi perpajakan. Untuk penjelasan lanjutan tentang apa saja perbedaan dari keduanya akan dilanjutkan pada artikel selanjutnya. Apabila para pembaca sekalian membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

TRANSAKSI-TRANSAKSI YANG DIKLASIFIKASIKAN DALAM AKUN-AKUN INVESTASI JANGKA PENDEK DALAM PEMERIKSAAN INVESTASI JANGKA PENDEK

Pada Kesempatan kali ini praktisi software accounting akan membahas artikel tentang bagaimana pemeriksaan Investasi untuk waktu jangka pendek (Temporary Investment). Tujuannya adalah agar perusahaan mampu melakukan investasi jangka pendek seperti halnya membeli saham, obligasi, surat-surat berharga lainnya, karena ingin mendapatkan bunga/deviden/keuntungan dari kas perusahaan yang sama sekali tidak terpakai.

Pada artikel kali ini akan disajikan penjelasan tentang bagaimana prosedur pemeriksaan dalam investasi untuk jangka pendek. Namun, sebelum membahas yang lebih jauh ke prosedur tersebut, terlebih dahulu kami akan menjelaskan tentang bermacam-macam transaksi yang sudah diklasifikasikan kepada akun-akun Investasi untuk jangka pendek.

1. Tabungan Bank.

Bank sebenarnya juga dapat diklasifikasikan antara akun kas dengan Investasi jangka pendek. Perbedaan antara Bank yang masuk ke dalam kelompok kas dan Bank yang masuk ke dalam kelompok Investasi jangka pendek adalah waktu penggunaan uang yang tersimpan di dalam bank tersebut. Jika perusahaan (klien) menyimpan uangnya  di Bank dengan tujuan hanya untuk disimpan dan tidak digunakan sebagai media transaksi untuk jangka waktu tertentu, maka lebih tepatnya akan diklasifikasikan kepada akun investasi jangka pendek. Namun jika perusahaan (klien) menggunakan Bank tersebut sebagai media transaksi, maka penerimaan dan pengeluaran kas selain dari kas tunai yang tersimpan pada kas lecil, maka semestinya diklasifikasikan kepada kelompok akun kas.

2. Deposito.

Tabungan dan deposito bagi perusahaan fungsinya hampir sama, yaitu untuk menyimpan uang. Perbedaannya adalah uang yag tersimpan di dalam deposito tidak dapat diambil sewaktu-waktu kita membutuhkannya seperti tabungan.

3. Saham.

Kas yang sama sekali tidak digunakan oleh perusahaan untuk segala macam jenis kegiatan operasional yang dapat digunakan dalam membeli saham dengan tujuan untuk mencari keuntungan (Gain). Pembelian saham dengan tujuan untuk mencari keuntungan sangat jauh berbeda dengan membeli saham dengan tujuan untuk berinvestasi. Membeli saham untuk tujuan mendapatkan selisih lebih yang dinamakan dengan usaha trading, sementara dalam membeli saham untuk tujuan memiliki perusahan dinamakan dengan sebuah investasi.

4. Obligasi Pemerintah.

Obligasi pemerintah (Goverment Bond) merupakan surat-surat hutang yang telah diterbitkan/dikeluarkan oleh pihak pemerintah. Investasi ini memiliki jatuh tempo waktu maksimal adalah 12 bulan.

5. Reksa Dana Campuran.

Merupakan bentuk investasi yang terdiri dari berbagai macam jenis komposisi instrumen pasar. Komposisinya yang terdiri dari 1 sampai 79% saham, obligasi dan juga pasar uang.

6. Reksa Dana Saham.

Reksa dana saham merupakan jenis reksa dana yang berfungsi sebagai dukungan untuk pertumbuhan jangka panjang bagi para pemegang unitnya.

7. Saham Perusahaan.

Saham merupakan satu instrumen keuangan yang lebih mengarah kepada bagian kepemilikan perusahaan. Dengan cara membeli saham dari sebuah perusahaan, dan itu artinya si pembeli akan menjadi bagian dari pemilik perusahaan.

8. Derivative, Future, dan Forex.

Derivatie merupakan sebuah kontrak atau perjanjian untuk penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau yang berasal dari produk yang sudah menjadi dasar “acuan pokok” atau disebut juga produk turunan. Perjanjian itu berisikan bahwa pada waktu tertentu pihak yang ingin melakukan perjanjian bersedia untuk menukarkan uangnya.

Itulah sedikit penjelasan tentang bermacam-macam transaksi untuk waktu jangka pendek. Sebuah transaksi jangka pendek juga sebenarnya dapat berawal dari transaksi untuk waktu jangka panjang. Berubahnya akun investasi jangka panjang yang menjadi investasi jangka pnedek disebabkan karena waktu jatuh tempo investasi jangka panjangnya telah mendekati waktu jatuh tempo yang kurang dari 12 bulan.

Beberapa macam temuan yang mungkin saja akan didapatkan oleh auditor pada saat akan melakukan pemeriksan lapangan yaitu:

1. Kesalahan yang bisa dilakukan oleh staff perusahaan (klien) dalam menetapkan pisah batas transaksi investasi jangka panjangnya.
2. Kesalahan yang kemungkinan dilakukan oleh staff perusahaan (klien) dalam hal mengklasifikasikan atau mengelompokan transaksi-transaksi investasi waktu jangka pendek.
3. Kesalahan yang dilakukan oleh staff perusahaan (klien) dalam hal mencatat penyesuaian pendapatan bunga pada setiap akhir peridoe akuntasi.
4. Kesalahan yang dilakukan oleh staff perusahaan (klien) dalam hal mencatat konversi dari obligasi ke saham.

Tinggi atau rendahnya potensi yang terjadinya dalam salah saji material sangat dipengaruhi oleh keandalan dan efektifitas dari sistem pengendalian internal (SPI) perusahaan. Jadi semakin baik tata kelola perusahaannya, maka akan menjadi semakin jauh pula dari terjadinya kesalahan-kesalahan yang merugikan bagi perusahaan. Setelah menjelaskan secara panjang lebar pemeriksaan investasi untuk waktu jangka pendek, maka tentunya memilki tujuan. Tujuan dari dilakukanya pemeriksaan investasi untuk waktu jangka pendek ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk membuktikan bahwa investasi yang telah disajikan pada Neraca memang benar-benar ada (Eksistence) dan sudah dimiliki oleh seseorang (Ownership).
2. Meyakinkan bahwa pendapatan yang sudah dilaporkan oleh perusahan (klien) memang sudah tepat.
3. Meyakinkan bahwa laporan keuangan yang akan disajikan memang sudah cukup jelas.
4. Memperoleh keyakinan bahwa investasi yang tersajikan sudah wajar sesuai dengan Prinsip akuntansi yang selama ini sudah digunakan oleh Indonesia (PSAK IFRS dan PSAK ETAP).
5. Memperoleh bukti-bukti bahwa saldo investasi yang telah dicantumkan di Neraca merupakan milik perusahaan (klien).
6. Memperoleh bukti bahwa penyajian dan pengungkapan saldo Investasi untuk waktu jangka pendek di Neraca adalah sebagai bukti pencatatannya yang lebih lengkap.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, dan itulah sedikit penjelasan tentang bagaimana tatacara untuk pemeriksaan investasi jangka pendek. Apabila pembaca ingin secara lebih jauh dalam memahami secara lebih mendalam tentang bagaimana cara dalam memeriksa investasi jangka pendek, membutuhkan konsultasi seputar manajemen perusahaan, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900/081-8521172. Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada pembahasan artikel selanjutnya.

Scroll to top