Kategori: Finance

TIPS MENYUSUN MANAJEMEN KEUANGAN YANG BAIK

Untuk semua perusahaan, keluar masuknya uang tentu harus didasarkan pada tujuan yang bisa menghasilkan keuntungan. Disinilah peran penting dari manajemen keuangan perusahaan. Keberhasilan sebuah perusahaan dapat terlihat dari kemampuan para pengelola atau pihak manajemen dalam mengelola keuangan dan memanfaatkan peluang secara maksimal. Manajemen keuangan bukan sekedar bagaimana memanajemen uang kas. Tapi lebih dari itu, manajemen keuangan adalah bagaimana anda mengelola kekayaan untuk menghasilkan keuntungan dan memanfaatkan sumber-sumber modal untuk membiayai usaha. Namun jika anda belum mengetahui prisnip-prinsip manajemen keuangan. Jangan khawatir dulu!. Pada kesempatan kali ini, kami tim GroEdu (Lembaga Konsultan Bisnis yang sudah dipercaya diberbagai kota besar diantaranya Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogjakarta, Denpasar, Palembang, Banjarmasin, Palangkaraya, Balikpapan, Makassar, dan kota besar lainnya) akan memberikan tips atau kiat mengenai beberapa dasar dan prinsip-prinsip cara menyusun manajemen keuangan yang sangat bermanfaat bagi anda.

Buat Buku Catatan Keuangan
Bisnis tidak cukup dikelola berdasarkan ingatan, melainkan dengan catatan yang lengkap. Minimal anda wajib memiliki buku kas yang mencatat keluar masuknya uang. Lalu cocokkan setiap hari saldo uang dengan catatan anda. Ini untuk mengontrol lalu lintas uang dan memastikan tidak ada uang yang terselip. Selanjutnya tingkatkan kemampuan administrasi anda untuk mencatat penjualan dan biaya-biaya. Tidak kalah penting, anda juga harus mencatat saldo-saldo hutang piutang, persediaan dan aset-aset tetap anda.

Persiapkan Dana Darurat
Tidak peduli berapa rendah gaji Anda kelihatannya, adalah bijaksana untuk menyisihkan berapapun uang untuk ditabung sebagai dana darurat setiap bulan. Memiliki uang dalam tabungan yang dapat digunakan untuk keadaan darurat benar-benar dapat membuat Anda keluar dari masalah finansial dan membantu Anda tidur lebih nyenyak di malam hari.

Mengelola Perputaran Kas
Anda tidak sebaiknya hanya berorientasi pada hasil yang didapat—dalam hal ini tidak lain adalah laba. Pasalnya, tidak jarang perusahaan yang secara nilai berhasil mencatatkan tingginya keuntungan yang diperoleh tetapi justru mengalami macet dan kesusahan dalam melakukan perputaran kas. Seperti contoh, Anda boleh jadi menerima keuntungan di akhir tahun. Namun begitu diperiksa, rupanya ada hambatan pada perputaran barang yang tersedia dan tidak sebanding dengan besarnya kredit yang Anda miliki. Hal ini tentu menjadi sebuah koreksi penting yang perlu segera diperbaiki. Anda pun memerlukan patokan termin tertentu untuk menghabiskan sisa stok dan mencapai target baru.

Pisahkan Uang Pribadi Dan Usaha
Kesalahan paling umum yang dalam mengelola keuangan adalah mencampur uang usaha dengan uang pribadi. Mungkin karena usaha masih kecil, anda berpikir tidak masalah jika mencampur uang usaha dengan uang pribadi. Namun yang kebanyakan terjadi, anda sulit membedakan pengeluaran pribadi dan usaha. Walhasil, keperluan pribadi sedikit demi sedikit menggerogoti saldo uang usaha. Pisahkan uang secara fisik. Jika perlu siapkan dua kotak atau amplop atau dompet penyimpanan uang yang berbeda.

Mengawasi Kredit, Harta, dan Modal
Dari pembukuan yang telah dibuat, Anda juga akan lebih mudah untuk memantau mana saja yang menjadi aset, harta, dan kredit. Lakukan pengecekan secara berkala terhadap persediaan yang ada di dalam gudang dan kondisinya, memeriksa piutang pembeli, dan tagihan dari para supplier maupun vendor. Jika anda tidak mampu melakukan semua itu sendiri, anda dapat mempekerjakan bagian keuangan dan menetapkan prosedur keuangan yang cukup untuk memastikan bahwa harta kekayaan usaha anda selalu terjaga dengan baik.

Cara menyusun manajemen keuangan bisnis di atas memang tidak susah, tetapi kerap dianggap remeh dan berdampak tidak sehat bagi kesehatan finansial bisnis Anda. Maka dari itu, cobalah untuk selalu konsisten agar bisnis terus berjalan dengan sehat dan mencapai hasil yang diinginkan. Namun dalam sebuah bisnis, manajemen keuangan adalah kunci utama kestabilan dan kesuksesan usaha yang dilakukan. Tidak peduli seberapa besar atau kecil bisnis yang dijalankan, manajemen finansial haruslah diterapkan dengan tegas. Dengan demikian, aliran dana dapat termonitor dengan baik dan meminimalisasi terjadinya kebocoran yang mengakibatkan kerugian. Itulah beberapa tips atau cara untuk menyusun manajemen keuangan yang baik bagi anda dan bisnis anda. Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan jika anda membutuhkan bimbingan untuk menjadi seorang manajemen keuangan atau untuk mengelola keuangan anda. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau langsung hubungi nomor whatsapp kami 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

CARA MENGETAHUI ROI (RETURN ON INVESTMENT) PERUSAHAAN

ROI (Return on Investment) atau lebih mudahnya sering disebut dengan istilah balik modal. Dimana di setiap kegiatan berbisnis dan investasi, hal tersebut akan menjadi tolak ukur dari keuntungan yang didapatkan suatu perusahaan. Dan bagaimanakah cara mengetahui ROI itu sendiri?
Pada kesempatan kali ini, kami Tim GroEdu International Consultant (Lembaga Konsultan Bisnis dan implementor software accounting yang sudah dipercaya di berbagai kota besar seperti Surabaya, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Denpasar dan kota-kota besar lainnya) akan berbagi sedikit ulasannya sebagai berikut.

Cara menghitung ROI
Perhitungan terhadap ROI dirumuskan seperti berikut ini:
ROI = (Total Penjualan – Investasi)
Investasi x 100%
Misalnya, anda melakukan investasi sebesar Rp20.000.000 kemudian menghasilkan penjualan sebesar Rp25.000.000, berarti anda memperoleh laba sebesar Rp5.000.000. Maka secara sederhana perhitungan ROI dalam presentase dirumuskan sebagai berikut:
ROI = (Rp25.000.000-Rp20.000.000)
Rp 20.000.000x 100%
ROI = 25%

Dan didapatlah persentase ROI sebesar 25%. Mudah bukan? Ingatlah selalu bahwa memantau ROI merupakan salah satu aspek penting yang akan menentukan perkembangan perusahaan. Disamping memegang peranan finansial, ROI akan sangat berpengaruh bagi jalannya perusahaan tersebut.

Itulah sekiranya sedikit ulasan terkait topik kali ini yang dapat kami sampaikan. Sekaligus mengakhiri artikel ini. Tahukah anda bahwa kami, Tim GroEdu senantiasa menyediakan layanan konsultasi & training bisnis terutama bagi anda yang tertarik untuk memulai bisnis atau bagi anda yang ingin berupaya meningkatkan kredibilitas bisnis anda melalui beberapa aspek dalam berbisnis. Layanan kami tidak hanya terpaku pada satu aspek, melainkan aspek lainnya yang menyangkut bisnis seperti manajemen bisnis, operasional bisnis dan masih banyak lagi. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com atau langsung melalui nomor Whatsapp berikut, 0812-5298-2900 dan 081-8521172. Kami siap membantu anda. Semoga ulasan ini bermanfaat, sekian terima kasih.

CARA MENGHITUNG RASIO KEUANGAN UTAMA

Rasio Keuangan atau Financial Ratio dikenal sebagai alat analisis keuangan yang digunakan untuk menilai kinerja suatu organisasi bisnis dan dilihat dari perbandingan data keuangan. Perbandingan data keuangan ini akan tertera pada pos laporan keuangan. Penggunaan Rasio Keuangan ini akan menunjukkan nilai kinerja perusahaan apakah sudah tergolong baik atau belum. Analisis Rasio Keuangan atau Financial Ratio adalah merupakan suatu alat analisa yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan. Untuk itu, kami tim GroEdu International Consultant (Lembaga konsultan manajemen, accounting dan perpajakan yang sudah dipercaya diberbagai kota besar diantaranya Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogjakarta, Denpasar, Palembang, Banjarmasin, Palangkaraya, Balikpapan, Makassar, dan kota besar lainnya) akan memberikan pengetahuan mengenai cara menghitung rasio keuangan sebuah perusahaan.

Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas adalah rasio atau perbandingan yang bisa memproyeksikan kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban yang dimilikinya. Kewajiban tersebut biasanya dalam bentuk utang jangka pendek. Ketika perusahaan tersebut memiliki rasio likuiditas yang baik, artinya ia memiliki kemampuan dalam melunasi utang jangka pendek tersebut, perusahaan tersebut akan disebut sebagai ‘Perusahaan yang Likuid’. Rasio likuiditas bukan merupakan rasio tunggal. Ada beberapa jenis rasio yang termasuk dalam rasio likuiditas, di antaranya:
Current Ratio
Current Ratio adalah rasio yang membandingkan antara aktiva lancar dengan utang lancar. Rasio ini akan memproyeksikan kemampuan perusahaan yang dilambangkan dengan aktiva lancar dalam menutup utang lancar yang dimiliki. Beberapa hal yang tergolong dalam aktiva lancar adalah kas, piutang, persediaan, dan beberapa aktiva lain.
Current Ratio = (Aktiva Lancar : Utang Lancar) x 100%
Dari rumus tersebut, ketika nilai Current Ratio mencapai 100% atau setara dengan nilai 1, artinya perusahaan tersebut memiliki kemampuan untuk menutup utang lancar dengan aktiva lancar yang nilainya sama.
Quick Ratio
Disebut juga dengan Ratio Cair atau Acid Ratio. Quick Ratio adalah perbandingan antara aktiva lancar dikurangi persediaan dengan utang lancar yang dimiliki. Rumus untuk menghitung Quick Ratio adalah sebagai berikut:
Quick Ratio = [(Aktiva Lancar – Persediaan) / Utang Lancar] x 100%
Dari rumus tersebut, ketika nilai Quick Ratio mencapai 100% atau setara dengan nilai 1, ia sudah dikatakan sebagai perusahaan hebat yang kuat karena memiliki aktiva lancar yang bisa menutup utang lancar.
Cash Ratio
Cash Ratio adalah perbandingan antara kas dan aktiva lancar dengan utang lancar. Aktiva lancar ini diharapkan bisa segera dicairkan menjadi uang kas. Kas yang dimaksud di sini setara dengan uang yang ada di perusahaan yang disimpan di kantor maupun bank.
Cash Ratio = [(Kas + Setara Kas) : Utang Lancar] x 100%
Nilai Cash Ratio yang baik adalah mencapai 100% atau lebih, karena nilai ini akan menggambarkan kekuatan perusahaan dalam menutup utang lancar mereka menggunakan kas dan harta setara kas.
Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas adalah rasio atau perbandingan yang menggambarkan kemampuan sebuah perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial mereka. Hal itu termasuk kewajiban jangka panjang dan kewajiban jangka pendek. Ada dua jenis rasio yang termasuk dalam rasio solvabilitas, yaitu:
Total Debt to Total Assets Ratio
Total Debt to Total Assets Ratio atau yang lebih dikenal dengan nama Debt Ratio ini adalah perbandingan yang mengukur persentase besar dana yang asalnya dari utang, baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Mengukur Debt Ratio ini menggunakan rumus berikut:
Debt Ratio = (Total Utang : Total Aktiva) x 100%
Dari rumus tersebut, ketika nilai Debt Ratio semakin kecil, maka nilai tersebut menggambarkan keamanan dana perusahaan. Rumus tersebut mengkomunikasikan bahwa kemampuan perusahaan bisa menutup utang dengan aktiva.
Debt to Equity Ratio
Debt to Equity Ratio adalah perbandingan antara utang perusahaan dengan modal yang dipunyainya. Ketika nilai rasio ini relatif tinggi (mencapai 100% atau lebih dari itu), artinya perusahaan memiliki modal yang relatif sedikit dibandingkan dengan total utangnya. Padahal, perusahaan yang sehat memiliki tingkat utang yang tidak melebihi modal sendiri agar beban perusahaan tidak terlampau tinggi.
Debt to Equity Ratio = (Total Utang : Modal) x 100%
Rasio Rentabilitas
Poin ketiga membahas Rasio Rentabilitas yang merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba yang mereka inginkan. Rasio Rentabilitas bukan rasio tunggal karena di dalamnya terdapat beberapa rasio yang mengukur kemampuan tersebut, di antaranya:
Profit Margin
Profit Margin adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih pada tingkat penjualan yang sudah ditentukan. Rasio ini membuat penggunanya akan mengintepretasikan kemampuan perusahaan untuk menekan biaya pada periode tertentu. Rumus dari Profit Margin adalah sebagai berikut:
Profit Margin = (Laba Bersih : Penjualan) x 100%
Gross Profit Margin
Gross Profit Margin adalah perbandingan yang mengukur laba kotor terhadap penjualan bersih yang dilakukan perusahaan. Rasio ini mengukur sejauh mana laba kotor yang bisa diraup perusahaan pada setiap penjualannya. Rumus Gross Profit Margin adalah sebagai berikut:
Gross Profit Margin = (Laba Kotor : Penjualan Bersih) x 100%
Net Profit Margin
Net Profit Margin disebut sebagai Margin Laba bersih merupakan alat pengukur laba bersih yang didapatkan perusahaan per satu satuan mata uang penjualan. Selain itu, rasio ini juga mengukur efisiensi produksi, administrasi, sampai manajemen pajak. Dari rumus yang didapatkan, bila nilai rasio ini relatif tinggi maka perusahaan dikatakan memiliki kemampuan menghasilkan laba yang tinggi. Rumus Net Profit Margin adalah:
Net Profit Margin = (Laba Bersih Setelah Pajak : Penjualan Bersih) x 100%
Return On Investment
Return On Investment adalah rasio yang relatif umum yang digunakan untuk mengukur kemampuan sebuah perusahaan ektika akan menghasilkan laba guna menutup sistem akuntansi biaya investasi yang sudah dikeluarkan. Sebagai catatan, penghitungan rasio ini melibatkan laba yang merupakan laba bersih setelah pajak (Earning After Tax). Rumus rasio ini:
Return On Investment = (EAT : Investasi) x 100%
Return On Assets (ROA)
Return On Assets atau Rentabilitas Ekonomis ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan memanfaatkan semua aktiva yang dimilikinya. Laba yang dihasilkan menurut perhitungan rasio ini adalah laba sebelum bunga dan pajak atau sering disebut juga EBT. Rumus ROA adalah:
Return On Assets = (EBT : Total Aktiva) x 100%
Rasio Aktivitas
Rasio Aktivitas adalah rasio yang mengukur efektivitas sebuah perusahaan untuk memanfaatkan segala sumber daya yang mereka miliki. Rasio-rasio yang tergolong dalam Rasio Aktivitas ini akan melibatkan perbandingan antara penjualan maupun investasi dalam berbagai jenis aktiva.
Perputaran Piutang
Perputaran Piutang adalah rasio untuk mengukur efektivitas pengelolaan piutang yang dimiliki suatu perusahaan. Cara mengukurnya adalah dengan menghitung berapa rata-rata piutang yang dikumpulkan dalam satu tahun. Rumus perputaran piutang adalah sebagai berikut:
Perputaran Piutang = Penjualan Bersih : Rata-rata Piutang Dagang
Perputaran Persediaan
Perputaran Persediaan adalah rasio yang juga mencerminkan likuiditas suatu perusahaan dengan mengukur tingkat efisiensi pengelolaan yang dilakukan perusahaan dan juga penjualan persediaan yang mereka miliki. Jika hasil perhitungan rasio ini tinggi, maka perusahaan tersebut diyakini memiliki efektivitas perputaran persediaan dan juga kinerja manajemen perusahaan. Rumus rasio ini adalah:
Perputaran Persediaan = Harga Pokok Penjualan : Rata-rata Persediaan
Perputaran Aktiva Tetap
Perputaran Aktiva Tetap adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan penjualan yang didasarkan pada aktiva tetap perusahaan. Rasio ini menilai efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan aktiva tetap mereka. Ketika nilai rasionya tinggi, perusahaan tersebut direfleksikan memiliki efektivitas proporsi aktiva tetap yang tinggi. Rumus Perputaran Aktiva Tetap adalah:
Perputaran Aktiva Tetap = Penjualan : Total Aktiva
Perputaran Total Aktiva
Perputaran Total Aktiva adalah rasio untuk menghitung efektivitas penggunaan total aktiva perusahaan. Jika nilai rasio ini tinggi, maka perusahaan tersebut bisa dinilai sebagai perusahaan dengan sistem manajemen yang baik. Rumus Perputaran Total Aktiva adalah:
Perputaran Total Aktiva = Penjualan : Total Aktiva
Analisis Data Laporan Keuangan dilakukan dengan menganalisa masing – masing pos yang terdapat di dalam laporan keuangan dalam bentuk rasio posisi keuangan dengan tujuan agar dapat memaksimalkan kinerja perusahaan untuk masa yang akan datang.
Setiap tutup periode akhir bulan biasanya accounting menyiapakan dan menyusun Laporan Keuangan yang terdiri dari Laporan Neraca, Rugi Laba, Arus Kas, Perubahan Modal, dan Laporan tersebut diserahkan ke pimpinan perusahaan. Hal umum yang biasa terjadi adalah mereka hanya fokus terhadap Laporan Laba Rugi, namun ada hal yang lebih penting yang perlu disajikan dalam penyampaian laporan ini yaitu mengenai Analisis Laporan Keuangan.
Apabila anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan jika anda membutuhkan bimbingan untuk menghitung rasio keuangan utama perusahaan anda atau PEMBACAAN LAPORAN KEUANGAN dan pembuatan Strategi bisnis perusahaan berdasarkan LAPORAN KEUAGAN. Jangan ragu-ragu silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau langsung hubungi nomor whatsapp kami 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi berharga untuk Anda. Terima kasih dan Selamat Mencoba.

JENIS – JENIS LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi finansial suatu perusahaan dalam periode tertentu. Informasi mengenai kondisi finansial tersebut nantinya dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan seperti pihak manajemen, pemberi pinjaman, investor, hingga pemegang saham untuk menilai kinerja perusahaan dan menentukan langkah apa yang harus diambil setelahnya.

Laporan keuangan memiliki banyak jenis, dan tentu dengan fungsinya masing-masing. Kalau kamu adalah pemilik usaha, kamu perlu tahu juga jenis-jenis laporan keuangan, agar bisa kamu implementasikan di perusahaanmu. Keuangan adalah salah satu hal penting dalam keberlangsungan sebuah perusahaan. Baik arus transaksi ataupun pencatatannya. Biasanya setiap perusahaan memiliki data terkait keuangannya, yang tertulis rapi dalam laporan keuangan. Ijinkan, pada kesempatan kali ini, kami akan memberikan pengetahuan apa saja jenis-jenis laporan keuangan.

PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN
Sebelum masuk ke pembahasan utama, yaitu jenis-jenis dari laporan keuangan, rasanya kita perlu tahu dulu apa itu laporan keuangan. Jika melihat arti perkatanya, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dituliskan, laporan berarti segala sesuatu yang dilaporkan atau berita. Sedangkan keuangan berarti segala bentuk urusan tentang uang. Adapun untuk laporan keuangan, salah satu pengertiannya adalah penyajian suatu laporan atau data terkait keuangan, termasuk berbagai data yang menyertainya.

Laporan Laba Rugi
Sesuai dengan namanya, laporan laba rugi berfungsi untuk membantu Anda mengetahui apakah bisnis berada dalam posisi laba atau rugi. Laporan laba rugi biasa juga disebut sebagai income statement atau profit and loss statement. Umumnya, ada dua cara yang digunakan untuk menyusun laporan laba rugi, yaitu single step (cara langsung) dan multiple step (cara bertahap). Metode single step relatif lebih mudah dibandingkan multiple step. Anda hanya perlu menjumlahkan seluruh pendapatan dari atas sampai bawah menjadi satu kelompok, kemudian menguranginya dengan total beban atau biaya dalam periode yang berlaku. Sedangkan, pada metode multiple step, pendapatan dipisah menjadi dua kategori, yaitu pendapatan operasional (yang berasal dari kegiatan pokok) perusahaan dan pendapatan non operasional (yang berasal dari luar kegiatan pokok) perusahaan. Pembagian kategori tersebut juga berlaku pada beban atau biaya.

Laporan Neraca
Ragam laporan keuangan pertama adalah Neraca, atau yang biasa juga disebut dengan balance sheet merupakan laporan yang menunjukkan posisi keuangan pada waktu atau tanggal tertentu. Maksud dari posisi keuangan adalah posisi jumlah dan jenis aktiva atau harta, dan pasiva (kewajiban dan ekuitas) suatu perusahaan, yang disusun berdasarkan likuiditas. Fungsi dari neraca adalah menaksir kesehatan keuangan, meramalkan keadaan keuangan, dan menganalisa likuiditas dan fleksibilitas suatu perusahaan. Ada dua jenis neraca keuangan, yaitu bentuk scontro dan bentuk staffel.

Laporan Arus Kas
Disebut juga dengan laporan cash flow, laporan arus kas digunakan perusahaan untuk menunjukkan aliran masuk dan keluar kas perusahaan pada periode tertentu. Lebih dari itu, laporan arus kas juga dapat berfungsi sebagai indikator jumlah arus kas di masa mendatang berdasarkan data arus kas terkini. Laporan jenis ini jugalah yang menjadi alat pertanggungjawaban arus kas masuk dan arus kas keluar selama periode pelaporan. Anda bisa melihat laporan arus kas masuk dari beberapa sumber. Contohnya seperti hasil dari kegiatan operasional dan kas yang diperoleh dari pendanaan atau pinjaman.

Laporan Perubahan Modal
Jenis yang ketiga adalah laporan perubahan modal. Isinya adalah jumlah modal yang ada saat ini. Selain itu, laporan ini juga memuat perubahan yang terjadi pada modal, beserta sebab-sebab terjadinya perubahan tersebut. Laporan ini tidak selalu dibuat oleh perusahaan. Sebagaimana namanya, laporan ini hanya dibuat ketika terjadi perubahan modal dalam suatu perusahaan.

Laporan Atas Laporan Keuangan
Belum terlalu familiar dengan jenis laporan keuangan satu ini? Laporan atas laporan keuangan adalah laporan yang pembuatannya berkaitan dengan laporan yang disajikan. Tujuan pembuatannya adalah untuk memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai hal-hal yang tertera di laporan-laporan jenis lainnya. Maksudnya laporan yang akan memberikan informasi terhadap catatan dalam sebuah laporan keuangan yang membutuhkan penjelasan tertentu. Hal ini mungkin terjadi. Misalkan saat ada data atau catatan dalam laporan keuangan yang membutuhkan penjelasan atau penafsiran tertentu.

Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan jika anda membutuhkan bimbingan untuk membuat salah satu laporan tersebut. Jangan ragu-ragu silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau langsung hubungi nomor whatsapp kami 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu. Semoga artikel ini bermanfaat dan mampu membantu anda. Terima kasih.

Scroll to top