Kategori: Finance

FUNGSI DAN TUJUAN MANAJEMEN KEUANGAN DALAM BISNIS

Fungsi manajemen keuangan untuk masyarakat tentu sangat penting. Berbagi fungsi membuat masyarakat lebih mudah memanfaatkan dana yang ada menggunakanan prinsip manajemen agar setiap kegiatan dapat ditangani secara sempurna. Karena begitu pentingnya, sehingga pasti aka nada sesuatu yang terjadi diluar perkiraan jika anda tidak melakukan manajemen keuanagn dengan baik dan benar. Bisa saja terdapat beberapa pengeluaran yang sebenarnya tidak anda perlukan. Hal ini tentu saja memboroskan keuangan anda. dan suatu ketika saat anda membutuhkan beberapa dana untuk suatu kepentingan, justru malah anda tidak memiliki pendanaan yang cukup.

Manajemen keuangan memiliki peran penting dalam setiap keberlangsungan sebuah perusahaan dan ini tentu sangat berpengaruh. Berikut adalah fungsi yang sangat penting dari manajemen keuangan yang perlu anda ketahui.

 

FUNGSI MANAJEMEN KEUANGAN

  • Merencanakan Anggaran

Salah satu fungsi dari manajemen berbasis keuangan adalah merencanakan anggaran. Anggaran ini lah yang nantinya akan digunakan untuk mendanai suatu kegiatan atau proyek yang dilakukan oleh masyarakat. Ketika melakukan perencanaan anggaran maka sistem manajemen sangat diperlukan. Prinsip manajemen menjadi salah satu hal penting dalam menentukan setiap jenis anggaran yang dikeluarkan. Para pemakai prinsip manajemen harus bisa mencari celah untuk meminimalisir anggaran karena anggaran yang dipakai pasti sangat terbatas.

  • Pengendalian

Hal ini pula adalah salah satu komponen utama dan fungsi yang sangat penting dalam prinsip keuangan. Pengendalian yang dimaksud adalah bagaimana cara seorang pemimpin yang menjadi pemimpin dari suatu proyek yang ada di masyarakat menggunakan fungsi manajemen sebagai salah satu pengawas untuk memastikan setiap poin pekerjaan dan setiap jenis pekerjaan yang ada dalam proyek tersebut berjalan dengan lancar.

  • Pemeriksaan

Hal ini juga menjadi salah satu hal yang sangat penting berdasar manajemen keuangan.  Pemeriksaan yang dimaksudkan adalah melakukan pengecekan terhadap setiap jenis laporan dan juga melakukan pemeriksaan tentang pengeluaran-pengeluaran yang ada agar setiap jenis penggunaan dana dapat terkontrol dan tidak melebihi batas.

  • Pelaporan

Hal ini berfungsi untuk mendapatkan setiap laporan dari berbagai jenis kegiatan yang memanfaatkan prinsip manajemen. Ketika dalam melakukan pelaporan maka dana yang keluar pada prinsip keuangan dan manajemen harus lebih kecil dari pada pemasukan. Hal ini karena pengeluaran harus benar-benar ditekan supaya keuntungan yang di dapat juga makin besar.

 

TUJUAN PENGGUNAAN MANAJEMEN KEUANGAN

Dengan begitu sangat penting nya fungsi dari manajemen keuangan, tentu saja pasti manajemen keuagan memiliki tujuan yang sangat tinggi. Tujuan dari manajemen keuangan sangat beragam. Berbagai jenis tujuan penggunaan sistem keuangan menggunakan salah satu jenis manajemen adalah untuk atau mempermudah setiap transaksi yang akan dilakukan ataupun setiap kegiatan yang menggunakan uang. Berikut adalah Tujuan dari Manajemen keuangan.

  • Memperbesar Keuntungan

Dengan memanfaatkan prinsip manajemen berbasis keuangan maka keuntungan yang dimiliki akan lebih besar. Hal ini telah terbukti dari berbagai hasil keuntungan banyak kegiatan masyarakat yang berhasil mendapatkan keuntungan nyata. Memperbesar keuntungan memang sangat berguna karena dengan keuntungan yang besar maka modal yang dipakai untuk setiap kegiatan akan kembali dan mendapatkan keuntungan yang juga besar.

  • Menjaga Kas Perusahaan

Hal lain yang termasuk dalam jenis tujuan penggunaan manajemen adalah untuk menjaga kas yang ada tetep seimbang. Tidak boleh adanya uang kantor ataulun uang untuk melakukan suatu kegiatan di manfaatkan untuk hal-hal yang berhubungan dengan sistem pribadi. Hal ini akan sangat merugikan karena kas atau modal adalah dana yang akan digunakan untuk melakukan setiap kegiatan yang berhubungan dengan bisnis dan juga kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat. Menjaga kas atau modal tetap aman berarti meminimalisir kerugian yang akan berdampak pada beberapa sistem keuangan.

  • Mengelola Dana Yang Ada Dengan Maksimal

Hal ini lah yang paling penting dalam manajemen keuangan. Hal ini berkaitan erat dengan prinsip ekonomi yang mana mengeluarkan modal dengan minimal dan mendapat keuntungan dengan lebih besar. Salah satu fungsi utama adalah dana yang sangat minim ini harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik sehingga dana yang harusnya tidak cukup akan menjadi cukup. Memaksimalkan dana yang dimiliki berarti seseorang yang menggunakan prinsip manajemen harus bisa mengelola dana yang sangat terbatas.

 

Karena sudah mengetahui begitu pentingnya peran manajemen keuangan untuk bisnis yang kini tengah anda jalani, maka saat ini bagi anda yang belum melakukan manajeman segeralah mulai hari ini. Dan bagi anda yang kini telah melakukannya, maka pertahankan dan konsistensi lah untuk terus melakukannya.

Dan apabila anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait cara atau berbagi hal dalam memanajemen keuangan, anda bisa hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau juga bisa langsung menghubungi kami melalui nomor whatsapp 0812-5298-2900/0813-3309-9915. Kami siap membantu.

JENIS-JENIS DAN CARA MENGHITUNG RASIO KEUANGAN PERUSAHAAN

Rasio Keuangan atau Financial Ratio dikenal sebagai alat analisis keuangan yang digunakan untuk menilai kinerja suatu organisasi bisnis dan dilihat dari perbandingan data keuangan. Perbandingan data keuangan ini akan tertera pada pos laporan keuangan. Penggunaan Rasio Keuangan ini akan menunjukkan nilai kinerja perusahaan apakah sudah tergolong baik atau belum. Analisis Rasio Keuangan atau Financial Ratio adalah merupakan suatu alat analisa yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan. Dan pada artikel kali ini akan kami sampaikan apa saja jenis rasio keuangan perusahaan dan cara menghitungnya.

 

RASIO LIKUIDITAS

Rasio Likuiditas adalah rasio atau perbandingan yang bisa memproyeksikan kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban yang dimilikinya. Kewajiban tersebut biasanya dalam bentuk utang jangka pendek. Ketika perusahaan tersebut memiliki rasio likuiditas yang baik, artinya ia memiliki kemampuan dalam melunasi utang jangka pendek tersebut, perusahaan tersebut akan disebut sebagai ‘Perusahaan yang Likuid’. Rasio likuiditas bukan merupakan rasio tunggal. Ada beberapa jenis rasio yang termasuk dalam rasio likuiditas, di antaranya:

  • Current Ratio

Current Ratio adalah rasio yang membandingkan antara aktiva lancar dengan utang lancar. Rasio ini akan memproyeksikan kemampuan perusahaan yang dilambangkan dengan aktiva lancar dalam menutup utang lancar yang dimiliki. Beberapa hal yang tergolong dalam aktiva lancar adalah kas, piutang, persediaan, dan beberapa aktiva lain.

Current Ratio = (Aktiva Lancar : Utang Lancar) x 100%

Dari rumus tersebut, ketika nilai Current Ratio mencapai 100% atau setara dengan nilai 1, artinya perusahaan tersebut memiliki kemampuan untuk menutup utang lancar dengan aktiva lancar yang nilainya sama.

 

  • Quick Ratio

Disebut juga dengan Ratio Cair atau Acid Ratio. Quick Ratio adalah perbandingan antara aktiva lancar dikurangi persediaan dengan utang lancar yang dimiliki. Rumus untuk menghitung Quick Ratio adalah sebagai berikut:

Quick Ratio = [(Aktiva Lancar – Persediaan) / Utang Lancar] x 100%

Dari rumus tersebut, ketika nilai Quick Ratio mencapai 100% atau setara dengan nilai 1, ia sudah dikatakan sebagai perusahaan hebat yang kuat karena memiliki aktiva lancar yang bisa menutup utang lancar.

 

  • Cash Ratio

Cash Ratio adalah perbandingan antara kas dan aktiva lancar dengan utang lancar. Aktiva lancar ini diharapkan bisa segera dicairkan menjadi uang kas. Kas yang dimaksud di sini setara dengan uang yang ada di perusahaan yang disimpan di kantor maupun bank.

Cash Ratio = [(Kas + Setara Kas) : Utang Lancar] x 100%

Nilai Cash Ratio yang baik adalah mencapai 100% atau lebih, karena nilai ini akan menggambarkan kekuatan perusahaan dalam menutup utang lancar mereka menggunakan kas dan harta setara kas.

 

RASIO SOLVABILITAS

Rasio Solvabilitas adalah rasio atau perbandingan yang menggambarkan kemampuan sebuah perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial mereka. Hal itu termasuk kewajiban jangka panjang dan kewajiban jangka pendek. Ada dua jenis rasio yang termasuk dalam rasio solvabilitas, yaitu:

  • Total Debt to Total Assets Ratio

Total Debt to Total Assets Ratio atau yang lebih dikenal dengan nama Debt Ratio ini adalah perbandingan yang mengukur persentase besar dana yang asalnya dari utang, baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Mengukur Debt Ratio ini menggunakan rumus berikut:

Debt Ratio = (Total Utang : Total Aktiva) x 100%

Dari rumus tersebut, ketika nilai Debt Ratio semakin kecil, maka nilai tersebut menggambarkan keamanan dana perusahaan. Rumus tersebut mengkomunikasikan bahwa kemampuan perusahaan bisa menutup utang dengan aktiva.

 

  • Debt to Equity Ratio

Debt to Equity Ratio adalah perbandingan antara utang perusahaan dengan modal yang dipunyainya. Ketika nilai rasio ini relatif tinggi (mencapai 100% atau lebih dari itu), artinya perusahaan memiliki modal yang relatif sedikit dibandingkan dengan total utangnya. Padahal, perusahaan yang sehat memiliki tingkat utang yang tidak melebihi modal sendiri agar beban perusahaan tidak terlampau tinggi.

Debt to Equity Ratio = (Total Utang : Modal) x 100%

 

RASIO RENTABILITAS

Poin ketiga membahas Rasio Rentabilitas yang merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba yang mereka inginkan. Rasio Rentabilitas bukan rasio tunggal karena di dalamnya terdapat beberapa rasio yang mengukur kemampuan tersebut, di antaranya:

  • Profit Margin

Profit Margin adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih pada tingkat penjualan yang sudah ditentukan. Rasio ini membuat penggunanya akan mengintepretasikan kemampuan perusahaan untuk menekan biaya pada periode tertentu. Rumus dari Profit Margin adalah sebagai berikut:

Profit Margin = (Laba Bersih : Penjualan) x 100%

 

  • Gross Profit Margin

Gross Profit Margin adalah perbandingan yang mengukur laba kotor terhadap penjualan bersih yang dilakukan perusahaan. Rasio ini mengukur sejauh mana laba kotor yang bisa diraup perusahaan pada setiap penjualannya. Rumus Gross Profit Margin adalah sebagai berikut:

Gross Profit Margin = (Laba Kotor : Penjualan Bersih) x 100%

 

  • Net Profit Margin

Net Profit Margin  disebut sebagai Margin Laba bersih merupakan alat pengukur laba bersih yang didapatkan perusahaan per satu satuan mata uang penjualan. Selain itu, rasio ini juga mengukur efisiensi produksi, administrasi, sampai manajemen pajak. Dari rumus yang didapatkan, bila nilai rasio ini relatif tinggi maka perusahaan dikatakan memiliki kemampuan menghasilkan laba yang tinggi. Rumus Net Profit Margin adalah:

Net Profit Margin = (Laba Bersih Setelah Pajak : Penjualan Bersih) x 100%

 

  • Return On Investment

Return On Investment adalah rasio yang relatif umum yang digunakan untuk mengukur kemampuan sebuah perusahaan ektika akan menghasilkan laba guna menutup sistem akuntansi biaya investasi yang sudah dikeluarkan. Sebagai catatan, penghitungan rasio ini melibatkan laba yang merupakan laba bersih setelah pajak (Earning After Tax). Rumus rasio ini:

Return On Investment = (EAT : Investasi) x 100%

 

  • Return On Assets (ROA)

Return On Assets atau Rentabilitas Ekonomis ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan memanfaatkan semua aktiva yang dimilikinya. Laba yang dihasilkan menurut perhitungan rasio ini adalah laba sebelum bunga dan pajak atau sering disebut juga EBT. Rumus ROA adalah:

Return On Assets = (EBT : Total Aktiva) x 100%

 

RASIO AKTIVITAS

Rasio Aktivitas adalah rasio yang mengukur efektivitas sebuah perusahaan untuk memanfaatkan segala sumber daya yang mereka miliki. Rasio-rasio yang tergolong dalam Rasio Aktivitas ini akan melibatkan perbandingan antara penjualan maupun investasi dalam berbagai jenis aktiva.

  • Perputaran Piutang

Perputaran Piutang adalah rasio untuk mengukur efektivitas pengelolaan piutang yang dimiliki suatu perusahaan. Cara mengukurnya adalah dengan menghitung berapa rata-rata piutang yang dikumpulkan dalam satu tahun. Rumus perputaran piutang adalah sebagai berikut:

Perputaran Piutang = Penjualan Bersih : Rata-rata Piutang Dagang

 

  • Perputaran Persediaan

Perputaran Persediaan adalah rasio yang juga mencerminkan likuiditas suatu perusahaan dengan mengukur tingkat efisiensi pengelolaan yang dilakukan perusahaan dan juga penjualan persediaan yang mereka miliki. Jika hasil perhitungan rasio ini tinggi, maka perusahaan tersebut diyakini memiliki efektivitas perputaran persediaan dan juga kinerja manajemen perusahaan. Rumus rasio ini adalah:

Perputaran Persediaan = Harga Pokok Penjualan : Rata-rata Persediaan

 

  • Perputaran Aktiva Tetap

Perputaran Aktiva Tetap adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan penjualan yang didasarkan pada aktiva tetap perusahaan. Rasio ini menilai efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan aktiva tetap mereka. Ketika nilai rasionya tinggi, perusahaan tersebut direfleksikan memiliki efektivitas proporsi aktiva tetap yang tinggi. Rumus Perputaran Aktiva Tetap adalah:

Perputaran Aktiva Tetap = Penjualan : Total Aktiva

 

  • Perputaran Total Aktiva

Perputaran Total Aktiva adalah rasio untuk menghitung efektivitas penggunaan total aktiva perusahaan. Jika nilai rasio ini tinggi, maka perusahaan tersebut bisa dinilai sebagai perusahaan dengan sistem manajemen yang baik. Rumus Perputaran Total Aktiva adalah:

Perputaran Total Aktiva = Penjualan : Total Aktiva

 

Analisis Data Laporan Keuangan dilakukan dengan menganalisa masing – masing pos yang terdapat di dalam laporan keuangan dalam bentuk rasio posisi keuangan dengan tujuan agar dapat memaksimalkan kinerja perusahaan untuk masa yang akan datang.

Apabila anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan jika anda membutuhkan bimbingan untuk menghitung rasio keuangan utama perusahaan anda. Jangan ragu-ragu silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau langsung hubungi nomor whatsapp kami 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi berharga untuk Anda. Terima kasih dan Selamat Mencoba.

 

REVIEW KEKAYAAN PERUSAHAAN MELALUI AKTIVA TETAP

Aktiva, istilah yang kerap didengar dalam dunia akuntan ini memiliki banyak fungsi tersendiri, terutama dalam manajemen finansial atau mungkin penghitungan kekayaan bersih milik perusahaan. Semua dapat anda ketahui melalui aktiva ini. Cakupan aktiva pun merangkap segala bentuk kepemilikan aset atau bahkan hak hak atas tanah dan lain-lain, juga turut tercakup dalam aktiva yang kemudian dihitung dalam satuan mata uang.
Aktiva sendiri memiliki berbagai jenis dan digolongkan menjadi beberapa poin, dan mengingat topik kali ini, kami Tim GroEdu akan mengungkap salah satu jenis aktiva yang akan kita pergunakan dalam pembahasan kali ini, yaitu Aktiva Tetap.

Aktiva Tetap (Fixed Assets)
Aktiva tetap atau fixed assets merupakan jumlah kekayaan perusahaan di mana aset yang terhitung memiliki daya guna atau usia fungsi lebih dari satu tahun, dipergunakan dalam proses industry, serta tidak untuk dijual. Singkat kata, fixed assets ini berupa harta non-tunai yang cenderung fungsional bagi perusahaan. Contoh fixed assets antara lain tanah, gedung, mesin, peralatan toko dan kantor, alat angkut, dan lain sebagainya.
Nah, kemudian kembali ke topik utama. Apabila anda ingin mereview kekayaan perusahaan berdasarkan Aktiva Tetap maka terdapat satu cara yang umum digunakan, yaitu dengan me-nominalkan Aktiva Tetap tersebut, hal ini dikarenakan sifat sejati aktiva sendiri yaitu berupa nominal mata uang, entah itu rupiah atau dollar.
Karena itu, syarat utama untuk mereview kekayaan perusahaan berdasarkan aktiva tetap mengharuskan adanya keberadaan nominal-nominal tersebut. Tapi tenang saja, karena ini tidak sesulit yang anda bayangkan karena pada umumnya setiap aset yang telah terbilang sebagai suatu aktiva pastinya telah dihitung nominalnya dan dikonversikan sesuai mata uang setempat atau bahkan internasional.

Sisanya hanyalah cukup menjumlahkan nominal-nominal tersebut dan kemudian muncullah total kekayaan perusahaan berdasarkan aktiva tetap tersebut. Selanjutnya tinggal memeriksa hal apa saja yang akan anda review berdasarkan aktiva tersebut. Mungkin nilai aktiva tetap? Atau mungkin sisa usia pakai dari aktiva tetap itu sendiri? Anda lah yang menentukan.

Itulah pembahasan seputar review kekayaan perusahaan melalui aktiva tetap. Apabila anda memiliki kebingungan dan ingin menanyakan berbagai hal terkait artikel diatas atau terkait hal lain untuk keberlangsungan bisnis anda. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com atau langsung melalui nomor Whatsapp berikut, 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu anda. Semoga ulasan ini bermanfaat, sekian terima kasih.

CARA MEMBACA LAPORAN LABA RUGI PERUSAHAAN

Jika anda ingin memahami bagaimana sebuah bisnis bekerja, misalnya, tidak ada tempat yang lebih baik untuk dilihat daripada laporan keuangannya. Anda dapat melihat dengan pasti bagaimana perusahaan menghasilkan uangnya, berapa banyak risiko yang dimilikinya, apakah itu tumbuh atau stagnan, dan banyak lagi. Dari berbagai jenis laporan keuangan, laporan laba rugi adalah yang paling mendasar, karena menceritakan bagaimana bisnis anda menghasilkan uang. Selain menunjukkan pendapatan yang dihasilkan pada periode tersebut, biaya-biaya yang terjadi juga dicatat dalam laporan laba rugi. Namun, sudah tau kah anda bagaimana cara membaca dan memahami laporan laba rugi?. Jika anda belum mengetahui bagaimana caranya, maka keputusan tepat bagi anda untuk membaca artikel ini hingga akhir.

Laporan Laba Rugi Berbeda Dengan Arus Kas
Perhatikan bahwa laporan laba rugi tidak selalu mewakili arus kas masuk atau arus keluar secara riil, walaupun secara tidak langsung saling berkaitan. Hal tersebut tentunya dilandasi oleh alasan yang kuat. Para pembuat kebijakan akuntansi dan otoritas pajak mewajibkan perusahaan untuk mencatat biaya seperti biaya penyusutan, alokasi biaya, dan penilaian akuntansi akrual lainnya pada laporan laba rugi. Sedangkan laporan mengenai arus kas masuk dan keluar baik yang berkaitan dengan aktivitas operasional, investasi, dan pendanaan perusahaan muncul pada instrumen laporan arus kas.

Margin Dalam Laporan Laba Rugi
Margin menjadi suatu metrik yang berguna untuk membandingkan model bisnis dan profitabilitas antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Ini juga membantu melacak kinerja laba, baik laba bersih maupun kotor perusahaan dari periode ke periode seiring pertumbuhan bisnis perusahaan.
Margin merupakan indikator penting dari kinerja perusahaan karena hal tersebut mengukur pendapatan yang sesuai dengan target, strategi, dan model bisnis perusahaan. Alhasil margin menjadi komponen yang sangat menarik bagi analis pasar saham, investor, kreditur, manajemen, dan dewan direksi.
• Margin kenaikan. Cara menghitung margin kenaikan/penurunan penjualan adalah penjualan periode ini dikurangi dengan penjualan periode sebelumnya lalu dibagi dengan penjualan periode sebelumnya.
• Margin laba kotor. Cara menghitung margin laba kotor adalah membagi laba kotor dengan penjualan. Rasio ini menunjukkan persentase pendapatan penjualan yang tersisa sebagai laba kotor sesudah dipotong harga pokok penjualan.
• Margin laba operasional. Cara menghitung margin laba operasional adalah membagi laba operasional dengan penjualan. Rasio ini menunjukkan berapa pendapatan yang tersedia sesudah mengurangi harga pokok penjualan dan biaya operasional.

Rasio Keuangan Dalam Laba Rugi
Istilah rasio keuangan berpacu pada perhitungan spesifik yang digunakan untuk menganalisis laporan keuangan termasuk laporan laba rugi. Sangat jelas bahwa investor, kreditur, maupun manajemen tidak boleh meloloskan perhatian terhadap kinerja rasio keuangan yang dihasilkan dari laporan keuangan perusahaan pada periode tertentu.
Rasio keuangan perputaran persediaan berfungsi untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset persediaan secara efisien. Para analis ataupun investor menginterpretasikan hasil dari rasio perputaran persediaan sebagai berapa kali persediaan perusahaan “diputar” dalam satu periode. Perhitungan rasio ini dilandasi oleh keyakinan bisnis bahwa aset harus berfungsi secara efisien dan efektif untuk perusahaan.
Laporan laba rugi juga menjadi kunci utama bagi para investor, kreditur, dan manajemen dalam menilai kinerja suatu perusahaan. Memahami dan membaca laporan laba rugi sudah tentu menjadi persyaratan utama bagi khususnya pemakai laporan keuangan agar mereka bisa lebih memahami kondisi perusahaan yang tergambar dari laporan keuangan yang dihasilkan.
Perusahaan biasanya menerbitkan laporan laba rugi setiap kuartal dan tahun fiskal. Sebagai tambahan informasi, perusahaan juga merilis laporan laba rugi dengan versi yang berbeda dan mungkin lebih mendetail bagi pemakai laporan keuangan khusus.
Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan jika anda membutuhkan bimbingan untuk cara membuat dan cara memahami atau membaca laporan laba rugi. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau langsung hubungi nomor whatsapp kami 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu. Semoga artikel ini bermanfaat dan terimakasih.

Scroll to top