Kategori: Informasi Teknologi

APLIKASI YUK KULAK UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN DI ERA 4.0

Pada saat ini khususnya pada saat pademi covid-19, penjualan di perusahaan dengan Industri apapun merosot tajam. Bahkan ada yang sampai titik nandir di posisi 0 – 20% saja penjualannya. Ini tentunya sangat buruk jika dihubungkan dengan cash flow perusahaan.

Apa yang mesti dilakukan? Tentunya perusahaan harus mengejar dan berusaha bagaimana “menaikan omzet penjualan” agar mencapai kondisi sebelumnya, yaitu pada saat sebelum terjadi pademi covid-19.

Namun kendala yang kita temui saat ini ?

  1. Tim penjualan sudah tidak solid karena sebagian di-phk atau keluar-keluar masuk
  2. Dan mencari tim penjualan yang handal tidak untuk saat ini
  3. Metode penjualan yang sudah ada ketinggalan, dan mesti mencari metode baru

Nah, sebelum mendapatkan solusi di atas, marilah kita ketahui secara mendasar kunci sukses dalam menaikan omzet penjualan di perusahaan. Ada 4 cara dalam menaikan omzet penjualan yaitu :

Spreading

Spreading adalah seberapa luas perusahaan memasarkan produknya. kalau sebelumnya hanya seputar jawa timur, perusahaan merambah ke jawa tengah dan jawa barat, begitu seterusnya. dengan menambah luasan wilayah pemasaran tentunya diharapkan akan menaikan omzet penjualan perusahaan.

Coverage

Coverage ini adalah peliputan. sejauh mana tim penjualan kita melakukan  peliputan atau kunjungan kepada customer yang ada di wilayah pemasaran yang sudah ditentukan. semakin banyak penawaran yang dilakukan kepada customer sesuai wilayah, maka dipastikan kenaikan penjualan akan terjadi. pada coverage tim penjualan ditarget berapa customer mesti ditemui, ditelphon atau diberikan penawaran. semakin banyak customer yang ditawari produk sesuai dengan targetnya, maka dimungkinkan terjadinya peningkatan penjualan.

Penetration

Penetration adalah seberapa banyak item produk yang ditawarkan kepada customer. Semakin banyak item produk yang dibeli oleh customer maka semakin memiliki harapan produk yang dijual kepada customer meningkat. agar produk bisa dipenetrasikan kepada customer semaksimal mungkin, maka dibutuhkan tim penjualan yang spesialis dan bukan  lagi yang generalis. Sebab daya ingat tim penjualan sangat terbatas, sehingga tidak semua item produk perusahaan ditawarkan kepada customer.

Teknologi

Pada era digitalisasi, tidak menutup kemungkinan metode penjualan dilakukan perubahan mengikuti perilaku konsumen yang cara belanjanya melalui on line. Oleh sebab itu dalam meningkatkan penjualan tentunya dibutuhkan aplikasi yang tepat untuk mendukung ketiga poin diatas.

Lalu aplikasi apa yang bisa membantu di sisi teknologi agar perusahaan kita, baik produsen maupun distributor bisa dengan mudah menjangkau customernya agar membeli produk secara online?

Baik, pembaca dimanapun anda berada silahkan simak video berikut untuk menambah inspirasi dan wawasan dalam meningkatkan penjualan dengan melihat video berikut ini.

setelah menyimak video yuk kulak, marilah kita memetik manfaatnya:

  1. Yuk kulak menyajikan fitur terkait produk : baik produk baru, produk yang dipromosikan, atau produk fast moving yang biasa dibeli oleh customer.
  2. Yuk kulak sangat efektif sebagai katalok bagi customer untuk lakukan order kepada produsen maupun distributor secara on line.
  3. Customer tidak mesti menunggu jadwal salesman distributor maupun principal, ketika barangnya habis dan order kembali ke distributor maupun principal.
  4. Distributor atau principal bisa memberikan fasilitas program promosi baik potongan harga, promosi khusus dan lainnya yang bisa di-custome untuk setiap pelanggan.
  5. Customer bisa mendapatkan poin dari produsen atau distributor atas order lewat aplikasi yang sangat mudah di-setting oleh produsen atau dari distributor sesuai anggaran promosi.
  6. Produsen dan distributor tidak menemui masalah jika salesman off atau keluar dari perusahaan, karena order-order bisa lewat aplikasi sebelum ada salesman baru.

Serta banyak lagi manfaat di yuk kulak untuk menaikan omzet penjualan di perusahaan anda.

Semoga artikel ini memiliki manfaat bagi produsen maupun distributor dalam mengembangkan omzet penjualannya dimasa yang tidak menentu ini. Sebaiknya kita tidak bisa menunggu lagi dan segera berinovasi, sebelum perusahaan benar-benar kesulitan dalam masalah keuangan dan penjualan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai yuk kulak, silahkan kontak wa di video ini untuk mendapatkan harga khusus dan service lainnya seperti jasa membangun tim penjualan dan manajemen penjualan lainnya. Atau silahkan hubungi kami di groedu@gmail.com atau kontak wa https://wa.me/6281252982900. Kami siap mendampingi anda.

 

 

 

 

 

 

PENGERTIAN E-COMMERCE, E-BUSINESS DAN MANFAAT PENGGUNAAN TEKNOLOGI E-LOGISTIK DALAM BIDANG USAHA LOGISTIK

E-business merupakan suatu kegiatan bisnis yang telah dilakukan dengan cara yang sudah serba terotomatisasi dengan memanfaatkan teknologi elektronik seperti halnya komputer dan internet. E-business lebih memungkinkan sebuah perusahaan untuk berhubungan langsung dengan sistem pemrosesan data-data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel.

Contoh dari e-business misalnya adalah berupa pembelian barang-barang secara online seperti melalui lazada, tokopedia, blibli, shopee, bukalapak dan lain sebagainya. Dari proses awal pemesanan barang-barang, konfirmasi pembayaran, sampai dengan konfirmasi bahwa pengiriman barang tersebut sudah benar-benar sampai kepada customer semuanya telah dilakukan secara sistem elektronik (online).

E-business memiliki beberapa macam karakteristik tujuan yang sama dengan bisnis secara konvensional biasanya (offline), hanya saja untuk e-business memiliki cakupan yang sedikit lebih berbeda dari bisnis konvensional. Bisnis konvensional (offline) lebih banyak mengandalkan pertemuan antar sesama pebisnis, seperti: halnya rapat ditempat khusus, atau hanya sekadar untuk berkenalan dengan partner-partner bisnis, sedangkan untuk e-business yang lebih banyak mengandalkan dari penggunaan media internet sebagai sebuah sarana untuk memperoleh tujuannya (penjualan).

Dalam berbagai kegiatan e-business, terdapat lima macam kemungkinan dari bentuk hubungan bisnis yang berdasarkan transaksinya, yaitu:

1. Business to Business (perdagangan antar pelaku usaha bisnis).
2. Business to Consumer (perdagangan antar pelaku usaha bisnis dengan para konsumen).
3. Consumer to Consumer (perdagangan antara konsumen yang satu dengan konsumen yang lainnya).
4. Consumer to Business (perdagangan antara konsumen dengan pelaku bisnis).
5. Intrabusiness e-business (perdangan dalam lingkup intranet perusahaan yang lebih banyak melibatkan pertukaran antar barang, jasa, dan juga informasi.

Sasaran dari e-business sendiri adalah pasar atau market. Sebenarnya untuk saat ini telah terjadi perkembangan yang begitu fantastis terhadap jumlah komputer yang sudah terhubung dalam jaringan bisnis melalui media internet, termasuk juga beberapa diantaranya adalah si penggunanya sendiri. E-business market seperti ini sudah menyimpan adanya peluang omset yang begitu besar yang banyak diperebutkan oleh para pebisnis online.

Tahapan-Tahapan Dalam E-Business

Terdapat empat macam tahapan dalam pemanfaatan jaringan komputer dan internet untuk tujuan e-business, yang mana terjadi transformasi terhadap perusahaan-perusahaan tradisional yang beralih kepada e-business, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Lebih banyak mendayagunakan (memanfaatkan) komputer.
2. Memanfaatkan adanya peluang dari jaringan dan internet (seperti email, chat messanger, dan lain sebagainya).
3. Membangun dan mendayagunakan website.
4. Memanfaatkan teknologi e-commerce.

Jadi, kesimpulannay adalah bahwa pengertian e-commerce dan e-business apabila tidak dipahami dengan seksama terlebih dahulu, maka akan menjadikan hal itu semakin tidak tersistematis. Hal ini dikarenakan kebingungan umum dalam menentukan istilah yang lebih cocok untuk mewakili setiap konsep-konsep perdagangan dengan penggunaan media elektronik (online).

Perbedaan yang lebih mendasar antara e-commerce dan e-business adalah bahwa tujuan dari e-commerce sendiri memang lebih berorientasi kepada tentang bagaimana dalam memperoleh keuntungan, sedangkan untuk e-business lebih berorientasi kepada kepentingan untuk jangka panjang dan sifatnya lebih abstrak seperti halnya kepercayaan dari para konsumen, pelayanan terhadap konsumen, peraturan kerja, relasi antar mitra bisnis, dan untuk penanganan permasalahan sosial lainnya. Selain daripada perbedaan yang dimiliki oleh keduanya, ternyata diantara keduanya juga masih memiliki persamaan berupa tujuan, yaitu: untuk semakin memajukan perusahaan agar bisa menjadi perusahaan yang jauh lebih besar daripada sebelumnya.

Pengertian E-Logistik

E-logistik merupakan suatu kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut tentang:

1. Konsumen (Consumers).
2. Manufaktur (Manufactures).
3. Service providers.
4. Pedagang perantara (Intermediaries).

Dengan memanfaatkan jaringan-jaringan komputer (komputer networks), yaitu: internet. E-logistik yang menjadi suatu bagian terpenting dalam dunia bisnis logistik untuk saat ini.

E-logistik sebenarnya tidak hanya berbicara tentang pergudangan saja, namun juga seputar pelayanan yang sudah serba terintegrasi oleh sistem. Mulai dari pergudangan atau dari istilahnya sendiri adalah berupa track and trace shipment (melacak dan melacak pengiriman), sampai kepada pengiriman ke tangan konsumen yang menjadi lebih efektif.

Layanan seperti ini merupakan layanan outsourcing end to end (dari ujung ke ujung) yang dimulai dari menyediakan infrastruktur, data centre, aplikasi, perangkat, operasional bisnis (business operation) dan yang terakhir adalah disaster recovery system (sistem pemulihan), yang semuanya itu adalah berbasis real time untuk semua jenis transaksi pembayaran dan penagihan.

E-logistik dalam dunia bisnis memang sangat diperlukan, hal itu dikarenakan semakin banyaknya orang-orang yang masih belum mengetahui betapa banyaknya manfaat dari penggunaan e-logistik ini. Kebanyakan orang memang masih senang menggunakan metode logistik tradisional dalam bidang bisnis logistik. Padahal dengan memanfaatkan e-logistik, maka kita akan dapat sedikit menekan biaya dalam bisnis ini. Selain itu, kita juga akan bisa melakukan transaksi dimanapun dan kapanpun kita berada.

Manfaat Dalam Pemanfaatan Teknologi E-logistik

1. Pemanfaatan aplikasi Electronic Logistic (e-logistik) yang baik dan benar akan mampu menjadikan Industri logistik menjadi semakin efisien, sehingga perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengiriman juga akan mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggannya. Tidak hanya itu saja, program dari e-logistik juga akan mampu untuk menolong perusahaan jasa pengiriman dalam memberikan kepastian terhadap jasa pengiriman barang.

2. Pemanfaatan TI (Teknologi Informasi) E-logistik juga dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang telah menggunakan sistem logistik, sehingga logistik menjadi lebih berkembang pesat dan lebih efisien untuk perusahaan tersebut. Selain itu sistem seperti ini juga dapat mengontrol berbagai permasalahan tracking untuk pengiriman barang-barang logistik, sehingga suatu perusahaan juga masih dapat memberikan jaminan terhadap barang-barang dalam transaksi logistik.

3. Dengan adanya teknologi informasi yang telah menyertainya, maka layanan e-logistik dapat dipastikan akan mampu dalam memberikan jaminan untuk kepastian yang lebih baik terhadap para pelanggannya. Karena itu, layanan e-logistik juga sangat bergunanya untuk memberikan service level yang lebih excellent (terbaik) terhadap para pelanggan. Tujuan utama dari sistem seperti ini adalah untuk memberikan solusi dalam menumbuhkan industri logistik, karena logistik sudah menjadi salah satu struktur terpenting dari berbagai kegiatan ekonomi saat ini yang lebih banyak mengandalkan transaksi dari e-commerce dan e-business.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang apa saja pengertian dari e-commerce, e-business, dan manfaat apa saja yang bisa didapatkan dari penggunaan teknologi e-logistik serta apa saja tahapan-tahapan dalam e-business. Semoga bisa bermanfaat, terimakasih dan salam sukses.

STRATEGI OMNI CHANNEL MENGGUNAKAN SOFTWARE “YUK KULAK”

Kali ini konsultan bisnis Surabaya untuk kota Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Malang, Denpasar, Banjarmasin, Sampit, Balik papan, Samarinda, Makasar, Palembang dan Medan serta kota lainnya sedang membahas artikel terkait dengan Omni channel. Silahkan simak artikel di bawah ini.
Dengan semakin maraknya perdagangan di dunia ecommerce, dimana setiap orang / toko / grosir dapat berbelanja online dan dengan semakin agresifnya pemain ecommerce seperti bukalapak, tokopedia membangun jaringan toko digital melalui Mitra Bukalapak, Mitra Tokopedia, maka sudah menjadi suatu keharusan bagi distributor untuk membangun jaringan tokonya secara digital.

Seiring dengan kemajuan teknologi, kemudahan, kecepatan dan harga kompetitif yang ditawarkan, maka toko2 yang saat ini menjadi pelanggan distributor perlu dilayani dengan lebih baik, modern, lebih mudah dan memberikan harga yang kompetitif. Bila hal ini tidak ditanggapi dengan baik oleh para distributor, maka bukan suatu hal yang mustahil pada suatu ketika nanti semua toko yang dulunya belanja ke distributor akan berpindah menjadi Mitra Bukalapak atau Mitra Tokopedia atau menjadi anggota Sampoerna Retail Community.

Toko sebagai Mitra Mitra Bukalapak atau Mitra Tokopedia atau anggota Sampoerna Retail Community akan mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan lebih mudah dan harga yang kompetitif.

Menanggapi fenomena yang terjadi dipasar, PT. Firmus Solusindo meluncurkan Yuk Kulak, suatu B2B ecommerce platform yang memungkinkan toko / grosir untuk dapat belanja ke distributor dengan mudah melalui gadget. Distributor dapat mengelola jaringan toko dibawahnya secara digital, mereka dapat melakukan promosi, memberikan harga terbaik ke toko2 yang dikelolanya ataupun menjalankan loyalty program yang menarik bagi para toko / grosir.

Yuk Kulak dapat juga dimanfaatkan oleh para produsen untuk memperkuat distributor dalam melayani toko / grosir. Oleh sebab itu para Distributor dan Principal yang masih belum digitalisasi, mulai memikirkan untuk ditialisasi, sebab seperti yang pernah disampaikan oleh Rhenald Khasali dalam suatu artikelnya, peran middle man atau perantara akan habis jika tidak mengikuti perubahan era digital sekarang ini, semua akan serba langsung dan media digital akan memungkinkan hal itu terjadi.

Semoga artikel di atas bermanfaat bagi pembaca, apabila pembaca membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas silahkan kontak kami di 081-252982900, atau email ke groedu@gmail.com. Kami siap membantu anda.

PRINSIP-PRINSIP DASAR DI DALAM KEUANGAN, APA SAJA?

Pernah-kan anda mendengar tentang manajemen keuangan…? ya… sejenis pengaturan dalam keuangan perusahaan. Proses ini meliputi, Planning, Processing, analysis, dan controlling. Secara umum, pengelolaan keuangan merupakan cara tentang bagaimana menggunakan dan mengalokasikan dana, serta pengelolaan aset untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan. tujuan umum dari manajemen keuangan yakni agar keuangan perusahaan menjadi lebih stabil. Melaksanakan manajemen keuangan tidak mudah perlu memahami beberapa prinsip. Berikut di bawah ini prinsip-prinsip dalam keuangan.
Pertama, akuntabilitas. Merupakan prinsip yang melekat di dalam individu, kelompok, atau perusahaan untuk menyebutkan bagaimana dana, alat-alat, atau wewenang diberikan pihak ketiga mampu digunakan secara maksimal bagi perusahaan.
Akuntabilitas berkaitan dengan pertanggung jawaban manajemen terhadap laporan keuangan yang dihasilkan oleh mereka. Setiap orang yang berkepentingan perlu mengetahui tentang bagaimana dana yang mereka berikan digunakan dan dimanfaatkan. Apakah dana benar-benar telah digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan seefisien mungkin.
Kedua, Konsistensi. Sistem dan kebijakan keuangan dari organisasi harus konsisten dari waktu ke waktu. Hal ini bukan berarti setiap ada perubahan dalam kegiatan operasional perusahaan laporan keuangan harus mengikuti perubahannya. Pendekatan yang tidak konsisten pada manajemen keuangan merupakan pertanda bahwa mungkin di dalam proses pembentukan laporan keuangan dilakukan manipulasi.
Ketiga, Going concern. Kelangsungan hidup merupakan ukuran tentang bagaimana tingkat keamanan dan keberlanjutan sebuah organisasi berlangsung. Manajer organisasi harus menyiapkan sebuah rencana keuangan yang mampu menunjukan tentang bagaimana organisasi mampu melaksanakan strateginya dan mampu memenuhi kebutuhan keuangan perusahaan.
Kelangsungan usaha disini dimaksudkan yakni sebuah perusahaan dipandang dapat bertahan dalam bisnis ke depan. Masa depan perusahaan dapat diprediksi dan mampu untuk bertahan. Secara umum laporan keuangan dilaporkan dengan tujuan agar pengguna laporan keuangan mampu memahami bahwa laporan keuangan dibentuk dan angka-angka yang dilaporkan tidak untuk menunjukan bahwa perusahaan akan dilikuidasi atau perusahaan hendak menghentikan kegiatan operasinya.
Beberapa isi di dalam laporan keuangan biasanya terdapat keterangan eksplisit. Meskipun demikian, Kelangsungan usaha merupakan unsur yang paling dasar dalam pelaporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan mewajibkan manajemen menilai kembali kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian kelangsungan usaha perusahaan yakni :
– Tingkat ketidakpastian
Hal-hal yang berkaitan dengan hasil suatu peristiwa yang membuat peningkatan secara signifikan hasil yang ada. Untuk alasan tersebut, sebagian besar kerangka kerja pelaporan keuangan mencantumkan secara eksplisit tentang keharusan penilaian manajemen, kapan manajemen diharuskan untuk mempertimbangkan seluruh informasi yang disediakan.

– Ukuran dan kompleksitas perusahaan
Hal hal yang memengaruhi ketersediaan informasi untuk pihak eksternal serta tingkat penyebabnya dalam mempertimbangkan hasil peristiwa.

Keempat, Transparansi. Perusahaan harus terbuka terhadap pekerjaannya, perusahaan perlu menyediakan informasi yang berkaitan dengan rencana dan tindakan para orang yang berkepentingan.
Laporan keuangan yang lengkap, tepat waktu dan akurat merupakan syarat yang perlu di perhatikan dalam menyampaikan laporan keuangan.
Kelima, standar akuntansi. Sistem akuntansi dan keuangan yang digunakan oleh perusahaan harus sesuai dengan PABU. Oleh sebab itu setiap akuntan perlu memahaminya.
Keenam, integritas. Dalam pengelolaan operasional. Seseorang perlu terlibat dan wajib memiliki integritas yang baik. selai dari pada itu laporan keuangan juga perlu diperhatikan kelengkapan dan keakuratan pelaporannya.
Ketujuh, pengelolaan. Perusahaan harus dapat mengelola dan menggunakan dana yang telah diperoleh dengan baik dan memberikan jaminan bahwa dana tersebut digunakan untuk mencapai kegiatan perusahaan.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai prinsip-prinsip dasar di dalam keuangan. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan butuh Accounting Software pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu. Terima kasih.

Scroll to top