Kategori: Informasi Teknologi

BEBERAPA KELEBIHAN DALAM MENGGUNAKAN SISTEM KASIR YANG SUDAH BERBASIS ANDROID BAGI BISNIS COFFE SHOP MILIK ANDA

Semakin pesatnya kemajuan dunia teknologi saat ini memang sudah tidak bisa disangkal lagi. Dan hal itu sama sekali tidak ada ubahnya seperti pisau yang bermata dua. Di satu sisi lain, hal itu tentunya akan mampu memberikan banyak sekali manfaat dan berbagai kemudahan bagi setiap manusia. Sedangkan dari sisi lainnya, hal ini juga bisa memberikan kerugian bagi si penggunanya sendiri apabila tidak bisa memanfaatkannya dengan cara yang benar.

Kelebihan-Kelebihan Dalam Menggunakan Sistem Aplikasi Kasir Android

Bahkan untuk akhir-akhir ini kemajuan dunia teknologi juga menjadi semakin merambah pada bisnis coffe shop yang sudah mulai meninggalkan jenis sistem kasir yang lebih bersifat konvensional. Dan untuk sekarang ini, sudah sangat banyak diantara bisnis-bisnis cafe tersebut yang mulai beralih untuk menggunakan sistem kasir yang berbasis android sebagai salah satu bentuk sistem kasir andalan terbaru pada jenis bisnis cafe tersebut. Dan memang kenyataannya terdapat beberapa kelebihan-kelebihan dalam menggunakan sistem kasir android yang akan digunakan untuk jenis bisnis coffe shop yang masih belum banyak diketahui oleh para pebisnis cafe.

1. Memiliki manajemen dan pengendalian persediaan yang lebih baik.

Bukan hanya untuk sekedar melayani para pelanggan saja, akan tetapi sistem kasir yang berbasis android ini juga sangat bermanfaat untuk melakukan manajemen dan pengendalian seputar persediaan dari bisnis cafe. Hal ini tentunya juga akan menjadi sangat berguna bagi Anda agar bisa lebih tahu tentang bagaimana status persediaan, stock barang yang masih dimiliki. Sesuatu yang kemudian akan bisa Anda manfaatkan untuk melakukan manajemen dan pengendalian persediaan dengan cara yang juah lebih ringkas dan juga lebih praktis.

2. Laporan semakin lebih terperinci.

Kelebihan selanjutnya yang akan Anda rasakan perbedaannya adalah laporan menjadi lebih terperinci. Hal ini tentunya sangat menguntungkan apabila bisnis Anda menjadi lebih fokus terhadap laporan keuangannya. Hal itu disebabkan karena penggunaan sistem kasir yang berbasis android memiliki laporan keuangan yang jauh lebih terperinci. Sesuatu yang masih bisa Anda manfaatkan untuk mengukur tingkat laba maupun rugi dari bisnis coffe shop milik Anda dengan lebih tersistematis dan juga cukup sempurna.

3. Perbaikan manajemen hubungan pelanggan.

Manfaat lainnya adalah mampu menjadikan hubungan antara coffe shop milik Anda dengan para pelanggan menjadi semakin lebih baik. Hal itu tentunya tidak akan bisa terlepaskan dari kemampuan penggunaan sistem kasir berbasis android yang memungkinkan untuk melakukan manajemen hubungan pelanggan secara lebih baik lagi dari sebelumnya. Akan menjadi sangat tidak mungkin apabila Anda masih mempertahankan untuk menggunakan sistem kasir konvensional.

4. Sebagai salah satu alat marketing yang tepat.

Tidak hanya semata-mata sekedar sebagai sebuah alat untuk mesin kasir saja, namun nyatanya sistem kasir yang sudah berbasis android juga memiliki fungsi lain, yaitu agar bisa dijadikan sebagai salah satu alat marketing. Hal itu tentunya akan semakin menjadikan bisnis coffe shop milik Anda semakin lebih mudah dalam menjaring banyak pelanggan. Yang pada akhirnya akan semakin berdampak lebih baik terhadap pemasukan untuk setiap waktunya.

5. Semakin meningkatkan tingkat akurasi dari pembukuan keuangannya.

Seahli apapun, pastinya setiap manusia tentu saja tidak bisa terlepaskan dari yang namanya kesalahan maupun kekeliruan. Hal inilah yang paling sering dialami ketika Anda lebih memilih untuk menggunakan sistem kasir secara konvensional. Hal ini juga akan sangat berdampak langsung kepada proses pembukuan perusahaan. Kekurangan semacam ini juga bisa langsung tertutupi apabila Anda lebih memilih untuk menggunakan sistem kasir yang berbasis android. Karena sistem android ini dipastikan akan mampu untuk meningkatkan tingkat akurasi dari pembukuan keuangannya.

6. Bermanfaat untuk program loyalitas pelanggan.

Loyalitas juga dianggap sebagai salah satu hal terpenting dalam menjalankan bisnis coffe shop ini. Baik itu untuk mereka yang berstatus sebagai pelanggan maupun bagi para karyawan itu sendiri. Program loyalitas semacam ini apabila diaplikasikan dengan lebih tepat, maka tentunya akan berdampak langsung terhadap bisnis coffe shop milik Anda tersebut.

7. Bisa juga digunakan dengan kartu hadiah.

Pada jaman seperti sekarang ini, uang bukanlah satu-satunya alat yang bisa digunakan untuk membeli sesuatu. Menggunakan kartu hadiahpun seringkali juga sering digunakan oleh para pelanggan untuk mendapatkan barang apapun yang mereka inginkan. Dan jika Anda menggunakan sistem kasir yang sudah berbasis Android ini, maka tentunya hal semacam ini juga akan menjadi sangat mudah untuk digunakan.

8. Bisnis akan menjadi lebih berkembang dari sebelumnya.

Menggunakan sistem kasir yang sudah berbasis android tentunya akan semakin memudahkan bagi Anda dalam menjalankan bisnis coffe shop dari berbagai aspek yang ada. Sesuatu yang pastinya akan mampu dalam menjadikan bisnis Anda menjadi semakin lebih berkembang dari sebelumnya.

9. Mampu up to date database.

Dengan menggunakan sistem kasir yang sudah berbasis android bagi bisnis Anda tentunya Anda akan menjadi semakin lebih update terhadap berbagai kemajuan teknologi saat ini. Sesuatu yang sangat mustahil untuk bisa dihindari pada masa seperti sekarang ini. Apabila bisnis Anda sudah mampu beradaptasi dengan lebih baik, maka tentunya akan mampu menghasilkan sesuatu yang juga baik bukan!

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang apa saja kelebihan-kelebihan dalam menggunakan sistem kasir yang sudah berbasis android bagi bisnis cafe milik Anda seperti yang sudah pernah dijelaskan seperti di atas. Dan tentunya akan semakin menjadikan Anda tidak perlu harus merasa ragu lagi untuk meng upgrade sistem kasir konvensional Anda kepada sistem kasir yang sudah berbasis android. Apalagi dengan berbagai fitur dan kemudahan-kemudahan yang sudah ditawarkannya memiliki nilai tambah yang positif bagi perkembangan bisnis caffe shop milik Anda. Apabila para pembaca sekalian membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada pembahasan artikel yang selanju

BEBERAPA TUJUAN UTAMA DAN JENIS JENIS PERSEDIAAN PADA PROSES STOK OPNAME BISNIS RESTORAN (KULINER)

Sebagai salah satu bentuk dari aktivitas yang terpenting dalam sebuah bisnis restoran adalah untuk melakukan pengelolaan ketersediaan pasokan persediaan barang-barangnya dari gudang, yang lebih sering dikenal juga dikenal istilah “stock opname”. Proses stock opname sendiri merupakan satu bentuk aktivitas perhitungan kembali jumlah persediaan, kemudian jumlah tersebut akan dicocokkan dengan catatan pembukuan manual/computer perusahaan.

Istilah “stock opname” sendiri berasal dari bahasa Belanda, sementara dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan sebutan “stock taking”. Namun, dalam aktivitas stock opname bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Stock opname seringkali dianggap sebagai beban dan terlalu membuang-buang waktu berharga oleh sebagian besar wirausahawan, karena dapat menyebabkan kesulitan yang mungkin saja bisa terjadi pada saat melakukan pengelolaan persediaan barang-barang tersebut.

Dalam hal pengelolaan sebuah bisnis restoran, maka persediaan barang-barang menjadi lebih bervariatif, yaitu bukan hanya harus berupa barang jadi, namun juga terdapat bahan-bahan baku, setengah jadi dan yang sudah menjadi barang jadi, serta berbagai jenis peralatan lainnya. Salah satu permasalah yang paling banyak dan kemungkinan bisa terjadi dalam hal pengelolaan stok barang, yaitu karena terjadinya permasalahan berupa selisih jumlah persediaan barang antara data-data yang sudah tercatat dengan persediaan yang masih tersedia di gudang.

Nah, jika terjadi suatu selisih tentang jumlah, maka kemungkinan terbesarnya adalah sejumlah transaksi yang masih belum dicatat atau bahkan mungkin bisa lebih buruk lagi, yaitu telah terjadi kehilangan barang di gudang. Untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya selisih dari jumlah barang inilah, maka sebagian besar pebisnis telah menerapkan metode stock opname. Untuk menghitung persediaan barang-barang sangat diperlukan adanya tingkat ketelitian yang sangat tinggi agar bisa mendapatkan hasil yang lebih akurat dan maksimal.

Stock opname sendiri memiliki beberapa tujuan lainnya, yaitu:

• Untuk membandingkan antara jumlah persediaan barang pada tahun ini dengan tahun sebelumnya, apakah telah mengalami kenaikan atau penurunan, sehingga Anda akan dapat mengetahui perlu/tidaknya untuk melakukan penambahan stok.
• Stock opname dapat memberikan informasi tentang kuantitas persediaan barang yang masih tersedia di gudang.
• Stock opname sendiri juga dapat memberikan informasi tentang bagaimana kondisi baik/buruknya persediaan barang yang masih tersedia di gudang.
• Stock opname juga bisa membantu Anda dalam melakukan evaluasi pada saat ditemukan selisih yang lebih besar, hal ini juga dapat melacak kemungkinan bagi karyawan yang kurang berhati-hati dalam bekerja, sehingga banyak peralatan atau inventaris yang akan rusak, pecah atau hilang.

Jenis-Jenis Persediaan Pada Stock Opname

Sebelum melakukan stock opname, setidaknya Anda harus memahami tentang berbagai macam persediaan berdasarkan dari tujuan, tata cara penyimpanan, serta bagaimana perputarannya.

Berdasarkan dari tujuannya, jenis-jenis persediaan pada sebuah bisnis restoran antara lain adalah sebagai berikut:

1. Persediaan untuk dijual, yaitu berupa persediaan yang untuk pengadaannya di tujukan untuk tujuan dijual kembali kepada para konsumen, seperti contoh persediaan stok makanan, minuman.
2. Persediaan bahan penolong, yaitu berupa persediaan yang untuk proses pengadaannya ditujukan bukan untuk dijual, namun nantinya akan digunakan sebagai satu pelengkap untuk produk yang akan dijual, seperti contoh packaging makanan, sendok, garpu, tisu, dan lain sebagainya.
3. Persediaan yang hanya untuk melakukan proses produksi, maupun untuk tujuan penjualan, dan biasanya akan digunakan oleh pihak internal restoran, seperti contoh minyak goreng, alumunium foil, dan berbagai jenis bahan-bahan makanan/peralatan periodik dan lain sebagainya.

Berdasarkan tata cara penyimpanannya, persediaan pada sebuah bisnis restoran akan dikelompokkan untuk menjadi beberapa macam kelompok, yaitu:

1. Buah-buahan dan sayuran, sebagai satu bahan dasar, sekaligus untuk pelengkap masakan dalam bentuk bahan baku, akan di supply oleh pihak internal dan eksternal lalu disimpan dalam lemari pendingin restoran.
2. Barang chiler,yaitu persediaan bahan makanan yang tidak dalam kondisi yang beku, namun disimpan dalam kondisi yang dingin saja, seperti contoh minuman.
3. Barang frozen,yaitu berupa barang-barang yang menjadi bahan utama dari restoran yang disimpan dalam freezer masih dalam kondisi beku, jenis barang dalam proses, seperti contoh daging.
4. Dessert dan soup, yaitu berupa persediaan dessert dan soup, yang disimpan dalam lemari pendingin, berbentuk seperti barang jadi yang akan langsung disajikan.
5. Barang gudang, yang merupakan barang yang disimpan di gudang, yang terdiri dari bemacam-macam barang jadi, barang dalam proses, dan juga bahan baku yang lebih bersifat sebagai bahan pokok, bahan penolong, dan juga sebagai bahan perawatan atau pemeliharaan.

Berdasarkan dari sisi perputaran siklusnya, persediaan pada sebuah bisnis restoran akan dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, yaitu:

1. Kelompok Fast moving, yang merupakan persediaan barang yang periode permintaannya untuk kebutuhan operasional relatif lebih cepat daripada yang lain, seperti contoh bahan makanan, buku nota, dan lain sebagainya.
2. Kelompok Slow moving, merupakan persediaan barang yang periode permintaannya relatif lebih lambat, dan biasanya permintaan dari pengguna ini lebih dari satu bulan, seperti contohnya peralatan saji, seperti piring, gelas, mangkuk, panci, dan lain sebagainya.

Nah, Setelah mengenal berbagai jenis kelompok persediaan diatas, maka Anda akan semakin dapat mengelompokkan sampai berapa lama daya tahan dari setiap persediaan tersebut, sekaligus akan semakin memahami tentang betapa pentingnya suatu proses dari stock opname ini. Apabila para pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

STARTEGI MENGURANGI BIAYA PERSEDIAAN DENGAN CARA MEMBUAT ANGGARAN LEBIH TEPAT

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan begitu banyaknya persediaan adalah dengan jalan membuat anggaran produksi berdasarkan pada demand Signal, permintaan pasar. Mengumpulkan data permintan pasar dengan sebanyak-banyaknya dan melakukan analisis terlebih dahulu sebelum akan merencanakan proses produksi. Denagn cara demikian maka produksi yang nanti akan dihasilkan akan bisa match sesuai dengan baik dari segi jenis maupun jumlah permintan yang diinginkan oleh pasar.

1. Memperbaiki jalur rantai pasok.

Memperbaiki rantai pasok bisa juga diartikan dengan cara menambahkan sebuah system atau fungsi-fungsi tambahan kepada rantai pasok agar bisa menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan dan penyelesaian dari permasalahan tertentu dan tidak semua permasalahan dapat diselesaikan dengan cara yang sama. Terkadang untuk bisa menyelesaikan suatu permasalahan yang sama juga tetap dibutuhkan cara-cara yang berbeda dengan disesuaikan bagaimana kondisi di lingkungan sekitar. Perbaikan rantai pasok seperti ini diharapkan akan dapat lebih memangkas waktu pengiriman barang kepada para konsumen, dan jumlah produk yang nantinya akan diproses pada rantai pasok menjadi lebih sedikit, dan pada waktu yang sama pula akan dapat memperbaiki kinerja pengiriman.

2. Satu gudang yang digunakan untuk semua suplier.

Menyediakan ruang penerimaan barang-barang untuk semua suplier akan menjadi lebih baik daripada membangun gudang untuk setiap masing-masing suplier. Biaya untuk pembuatan gudang baru sendiri akan dapat dialokasikan ke tujuan-tujuan lain yang jauh lebih tepat.

3. Mengkur kinerja persediaan

Salah satu cara lain dalam mengukur kinerja persediaan adalah dengan cara menghitung rasio perputaran persediaan, baik itu berupa nilai maupun hubungannya dengan penjualan. Setelah mendapatkan angka rasio tersebut, maka sebaiknya perusahaan harus membandingkanya dengan angka-angka yang sudah didapatkan oleh perusahaan yang sejenis, misalnya untuk jenis perusahan pesaing. Dengan cara demikian maka perusahan akan dapat memetakan bagaimana posisi dari kinerja manajemen, sudah sampai sejauh mana tim manajemen telah berbuat bagi perusahaan. Persediaan yang akan diukur meliputi, persediaan bahan baku, dalam proses dan barang jadi. Setelah mendapatkan kesimpulan, maka tim manajemen pada tingkat yang jauh lebih tinggi harus menetapkan kebijakan untuk lebih mengoptimalkan kinerja produksinya.

Cara lainnya yang masih bisa digunakan untuk mengukur tingkat ke efektifan dari kinerja persediaan adalah dengan cara mencari nilai prosentase persediaan yang sudah usang beserta dengan cadangannya terhadap tingkat persediaan awal. Untuk menilai keefisiensian dari kinerja perusahaan adalah dengan cara mengetahui hasil dari aktivitas penawaran, Pengelolaan persediaan, serta perencanan dan pengelolan kapitaliasi persediaan.

4. Harus menjadi lebih terbuka dengan para suplier perusahaan.

Suplier juga memegang peranan yang begitu penting dalam proses produksi perusahaan. Ketepatan waktu penerimaan barang juga dapat ditentukan oleh ketepatan informasi yang dimiliki oleh pihak suplier. Hendaknya pihak manajemen harus lebih terbuka terhadap para suplier tentang berbagai informasi persediaan, yaitu berupa kondisi terkini, permintaan konsumen, maupun rencana order selanjutnya. Memantau bagaimana kinerja suplier akan dapat dilakukan dengan cara mengukur selisih waktu seperti yang diharapkan dengan waktu yang aktual.

5. Permasalahan persediaan merupakan masalah bersama.

Meningkatkan kesadaran dan tanggungjawab perkerjaan terhadap semua karyawan juga tidak mudah. Agar tujuan utama perusahaan tersebut bisa tercapai, maka tentunya setiap komponen perusahaan sangat perlu untuk terlibat dalam hal mewujudkannya. Perusahana dapat membuat kebijakan untuk menekan persediaan yang sudah usang dengan cara menetapkan supervisor pergudangan untuk bertugas dalam mengidentifikasikan bagaimana kondisi persediaan. Untuk mendukung aktivitas tersebut, maka pihak manajemen dapat mengarahkan semua staff-staff gudang agar menjadi lebih peduli terhadap persediaan yang sudah usang, karena barang tersebut merupakan beban perusahaan.

6. Melakukan proses opname secara rutin.

Jumlah persediaan yang sudah usang akan dapat dengan mudah diketahui setelah terjadi proses opname. Jika opname persediaan lebih sering dilakukan, maka informasi tentang bagaimana kondisi persediaanpun akan menjadi lebih up to date. Setidaknya opname persediaan dapat dilakukan setiap satu bulan sekali. Manfaatnya adalah jika memang memungkinkan, maka persediaan tersebut akan dapat ditukarkan kepada penjual.

7. Memproduksi dengan konsep penyimpanan metode FIFO.

Konsep FIFo sebenarnya juga tidak hanya dapat diterapkan pada penilaian persediaan, namun juga dapat digunakan sebagai proses produksi. Jika bagian manufacturing mem-produksi persediaan tidak terlalu memperhatikan tingkat keusangan persediaan maturity level, maka persediaan yang akan diterima terlebih dahulu juga tidak mungkin terpakai terlebih dahulu. Semestinya, dalam hal pengambilan persediaan yang nantinya akan diproses produksi juga harus tetap mempertimbangkan persediaan yang nanti akan digunakan. Degan cara memproses persediaan yang lebih awal diterima, oleh perusahan akan dapat menghindari beban persediaan yang berlebihan.

8. Mengelola perputaran persediaan perusahaan.

Perusahaan akan dapat memberikan diskon, potongan harga bagi para konsumen yang memang berminat membeli barang-banang yang sukar laku, atau akan dihapuskan dalam daftar aset. Penawaran tersebut dapat kita jumpai tanpa sadar, para penjual menempatkan barang-barang yang mendekati masa kadaluarsa pada rak etalase pada bagian depan atau bagian yang lebih mudah untuk dijangkau.

Nah, itulah sedikit penjelasan yang terkait dengan permasalahan pengelolaan persediaan. Dan diharapkan setelah membaca artikel ini, maka para pembaca sekalian akan dapat mengendalikan biaya persediaannya, mengalokasikan kepada kegiatan yang mungkin akan dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Pemangkasan biaya persediaan oleh perusahaan juga akan kemungkinan bisa berhasil apabila benar-benar sesuai dengan bagaimana kondisi lingkungan perusahaan. Strategi yang sama juga belum tentu dapat diterapkan kepada perusahaan yang sama pula, masih tergantung dari kondisi-kondisi lain. Bagi para pembaca yang memang membutuhkan bimbingan untuk seputar pengelolaan persediaan, maka silahkan menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

BEBERAPA HAL YANG MENYEBABKAN SEORANG AKUNTANSI HARUS MENGALAMI BANYAK TEKANAN BERAT (STRESS) DITEMPAT KERJA

Terjadinya stress yang berkepanjangan di tempat kerja seringkali terjadi dan paling banyak dirasakan oleh para tenaga kerja akuntan internal perusahaan dan lembaga keuangan. Seorang akuntan biasanya lebih rentan untuk mengalami stres karena pekerjaannya yang berhubungan langsung dengan keuangan dan lebih menuntut untuk adanya tingkat ketelitian yang lebih tinggi diatas rata-rata. Bahkan tidak jarang juga mereka harus bekerja lembur agar bisa menyelesaikan berbagai tugas-tugas kantor yang begitu kompleks.

Banyak diantara para akuntan yang harus mengalami stres berkepanjangan di tempat kerja, dan hasil akhirnya adalah hanya akan ada dua alternatif pilihan bagi mereka, yaitu: lebih memilih untuk resign (mengundurkan diri) karena merasa terlalu jenuh dengan pekerjaannya untuk mencari suasana baru yang agak berbeda dari sebelumnya atau tetap memilih untuk bertahan namun dengan adanya pengecualian untuk dilakukannya kegiatan rotasi pekerjaan.

Lalu menurut Anda apa sajakah bentuk-bentuk stres kerja yang banyak terjadi pada seorang akuntan? Berikut ini adalah sedikit penjelasan dari praktisi software akuntansi tentang apa saja yang biasanya menjadi penyebab utama terjadinya stress kerja bagi seorang tenaga akuntan perusahaan.

1. Dituntut untuk terus berkompetisi dengan deadline laporan.

Begitu banyak faktor penekan utama yang sangat berpotensi besar untuk menyebabkan terjadinya stress berkepanjangan pada lingkungan kerja. Bekerja sebagai seorang akuntan memang juga tidaklah mudah. Selain harus menghadapi berbagai tugas-tugas yang begitu rumit dan kompleks serta sangat menguras daya pemikiran, profesi ini juga harus selalu dihadapkan dengan berbagai tantangan lainnya, seperti deadline.

Semakin meningkatnya berbagai kebutuhan transparansi dan laporan keuangan perusahaan dengan tepat waktu juga menjadi salah satu faktor yang bisa menyebabkan banyak diantara para akuntan tersebut harus mengalami stres kerja begitu berat. Membuat laporan keuangan seperti halnya neraca keuangan, laporan arus kas, laporan laba rugi dan berbagai laporan-laporan lainnya sering kali terlalu banyak menyita waktu jika semuanya harus dilakukan satu per satu.

Berbagai tekanan dan desakan waktu semakin menjadikan seorang akuntan juga seringkali diharuskan untuk lembur kerja agar dapat menyelesaikan semuanya dengan tepat waktu. Sebisa mungkin stres kerja yang paling banyak dialami oleh seorang akuntan harus ditangani secepatnya agar tidak sampai menyebabkan terjadinya dampak negatif. Misalnya saja seperti pekerjaan menjadi semakin kacau, kinerja yang semakin lama semakin melemah dan lain sebagainya.

2. Beban kerja yang terlalu berlebihan.

Banyak hal yang bisa mempengaruhi seorang akuntan, sehingga mereka harus mengalami stres berkepanjangan di tempat kerja. Dan salah satu penyebab utamanya adalah karena beban kerja dari seorang akuntan yang terlalu berlebihan atau overload. Misalnya, seorang akuntan yang diharuskan untuk melakukan rekonsiliasi transaksi pada pencatatan dengan rekonsiliasi rekening bank, selalu memantau arus laba rugi, depresiasi asset, mencatat hutang piutang, dan transaksi harian dari perusahaan. Selain itu, seorang akuntan juga harus bertanggungjawab untuk menghitung profit, sales order, invoice, laporan pajak bisnis, sampai dengan pencatatan stock opname.

Seringkali yang terjadi adalah SDM tenaga akuntan di perusahaan dan beban kerja yang harus mereka lakukan sangat tidak seimbang. Banyak juga diantara para akuntan tersebut yang mengerjakan tugas-tugas sampai melebihi kapasitasnya. Beban kerja dari seorang akuntan yang terlalu berlebihan seperti ini seringkali sangat mengganggu produktivitas dan mampu menurunkan kinerja mereka. Hal seperti ini tentunya harus segera diantisipasi agar segala tugas-tugas yang ada dapat diselesaikan dengan sebaik mungkin dan tidak sampai menjadikan perusahaan harus mengalami kerugian yang lebih fatal.

3. Semakin kompleksnya penyusunan laporan keuangan perusahaan.

Semakin meningkatnya tingkat kompleksitas dalam penyusunan laporan keuangan perusahaan juga dapat memicu seorang akuntan untuk mengalami stres. Setiap harinya, seorang akuntan harus berurusan dengan angka-angka nominal uang yang tidak terlihat dan harus membuka banyak sekali sheet-sheet laporan.

Menghadapi terlalu banyaknya tumpukan berkas-berkas keuangan perusahaan yang harus dihitung dan diinput secara manual dengan menggunakan Microsoft Excel seringkali lebih menyulitkan dan terlalu menguras banyak waktu dan pikiran. Selain itu, seorang akuntan juga harus menghafal berbagai rumus-rumus Excel beserta bagaimana cara untuk mengoperasikannya dengan sangat teliti agar tidak sampai terjadi kesalahan sedikitpun. Standar laporan keuangan untuk saat ini juga jauh lebih banyak menjadi principled-based, bukan ruled-based lagi.

4. Adanya tekanan kerja dan berbagai kesibukan.

Pekerjaan seorang akuntan yang mengharuskannya untuk bekerja di kantor dengan jam kerja standar, yaitu pukul sembilan pagi sampai dengan jam lima sore. Namun, jika sedang banyak tugas dan juga deadline yang terlalu ketat akan mengharuskan seorang akuntan untuk bekerja lembur, bekerja di luar jam kerja normal, bahkan masih harus bekerja pada saat weekend. Menjadi bagian terpenting dari penggerak utama dari perputaran roda perusahaan juga menjadikan seorang akuntan harus memikul tanggungjawab yang lebih besar daripada karyawan bagian lainnya. Hal ini tentu saja malah menjadikan tekanan kerja dari seorang akuntan semakin berlipat ganda.

Berada dalam kondisi selalu merasa tegang seperti ini sangat berpotensi untuk menjadikan seorang akuntan semakin kelelahan, stamina akan semakin menurun, terlalu mudah untuk jatuh sakit, dan menjadi lebih sulit untuk berkonsentrasi. Seorang akuntan harus mampu dalam meng-handle stres yang dimilikinya sendiri agar tidak sampai mengganggu kenormalan dari berabgai aktivitas kerja di perusahaan. Karena jika keadaan stress semakin mempengaruhi pekerjaannya, maka bukan tidak mungkin akan semakin banyak terjadi kesalahan dalam proses pembukuan keuangannya yang akan berakibat pada kerugian bagi perusahaan.

5. Tekanan dari kelanjutan sertifikasi profesi akuntan.

Dalam upaya agar dapat terus memenangkan persaingan, untuk saat ini para akuntan di Indonesia semakin dituntut untuk terus lebih meningkatkan kompetensinya. Misalnya seperti harus memilki sertifikasi kompetensi yang sudah diakui oleh internasional, seperti:

• Sertifikasi CPA (Certified Professional Accountant).
• CMA (Certified Management Accountant).
• CFA (Chartered Financial Accountant).

Semuanya juga berlaku secara internasional, beberapa sertifikasi tersebut sangat dibutuhkan sebagai bukti bahwa akuntan tersebut sudah memiliki kompetensi yang berstandar internasional. Pendidikan lanjutan setelah menuntaskan S1 Akuntansi juga terbilang sangat mahal dan bisa disetarakan dengan pendidikan lanjutan kedokteran. Profesi dari seorang akuntan juga tidak cukup jika hanya mengandalkan kompetensi yang hanya biasa-biasa saja atau sekadar memenuhi persyaratan minimal pendidikan profesionalisme berkelanjutan (PPL). Hal ini juga menjadi salah satu penyebabnya mengapa seorang akuntan sangat rentan untuk mengalami stres kerja.

Dan sekarang Anda sudah mengerti bukan mengapa profesi sebagai seorang akuntan sangat rentan sekali untuk mengalami stres kerja pada internal perusahaan. Namun Anda juga tidak boleh merasa terlalu cemas karena untuk saat ini sudah sangat banyak software akuntansi, terutamanya adalah yang sudah berbasis online yang mampu membantu segala pekerjaan pembukuan Anda. Semua fitur-fitur pembukuan sudah banyak tersedia dengan sangat lengkap, tidak perlu lagi harus kerja ekstra keras sampai lembur dan membuat laporan-laporan keuangan yang terlalu banyak bertumpuk-tumpuk. Hanya tinggal menyalin berkas yang ada ke dalam software, maka selanjutnya dalam hitungan detik laporan keuangan perusahaan Anda akan langsung tersaji dengan cepat akurat dan juga sangat lengkap. Semoga bisa bermanfaat dan salam sukses.

Apabila pembaca ingin memahami dengan lebih mendalam dari rasio perputaran persediaan dan membutuhkan konsultasi, pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.
Sampai bertemu di pembahasan artikel selanjutnya.

Scroll to top