Kategori: Manajemen SDM

CARA CEPAT MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KARYAWAN

Kali ini software accounting untuk Surabaya, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Semarang dan Denpasar sedang menngulas artikel di bawah ini:
Karyawan adalah aspek yang sangat penting bagi perusahaan. Cara pandang perusahaan tentang bagaimana sebaiknya memperlakukan karyawan sangat menentukan kelangsungan hidup perusahaan. Pada era sekarang karyawan dianggap sebagai sekumpulan orang yang paling pertama harus dilayani oleh perusahaan, sebelum para karyawan melayani customer perusahaan. Hubungan dan sifat ketergantungan antara karyawan dan perusahaan inilah yang harusnya tumbuh dengan baik
Produktifitas karyawan seringkali menjadi permasalahan pada perusahaan perusahaan yang mendambakan kemajuan perusahaan secara konstan karena produktivitas karyawan akan sangat berkontribusi kepada produktivitas perusahaan Namun beberapa perusahaan masih belum mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk meningkatkan produktifitas karyawan.berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan produktifitas karyawan

1. Tentukan tujuan dan target yang jelas
Menentukan tujuan dan target yang jelas terhadap pekerjaan masing masing karyawan. Jelaskan dengan detail tentang pekerjaan, cara kerja, dan target yang akan dicapai. Tentukan dan jelaskan juga penawaran yang menarik seperti peningkatan jabatan dan peningkatan jenjang karir kepada karyawan

2. Membangun Lingkungan kerja yang baik.
Ciptakan lingkungan kerja yang baik dan kondusif, pastikan karyawan menikmati pekerjaan dan merasa nyaman dengan lingkungan kerja. Mulailah sedini mungkin untuk membentuk team building dengan solid untuk mempermudah pekerjaan karyawan dan meningkatkan rasa gotong royong antar karyawan. Buatlah acara kebersamaan sebulan sekali atau menanamkan budaya mengucapkan selamat ulang tahun kepada karyawan yang berulang tahun untuk meningkatkan rasa kebersamaan antar elemen perusahaan. Tanamkan budaya apresiasi yang baik, selalu menghargai dan merayakan hasil kerja karyawan, dengarkan keluh kesah karyawan, selalu yakinkan dan motivasi karyawan bahwa mereka bisa melakukan pekerjaannya dengan baik dan kita selalu mendukungnya

3. Memberi pelatihan yang cukup
Memberikan pelatihan yang cukup pada karyawan sama halnya dengan berinvestasi kepada karyawan. Apabila keahlian karyawan semakin meningkat karena pelatihan yang kita berikan, baka dampaknya juga akan terasa pada kemajuan perusahaan kita. Berikan pendidikan yang cukup, tingkatkan softskill karyawan dengan memberikan pemahaman tentang kepemimpinan
4. Berikan layanan dan fasilitas yang cukup
Layanan dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan karyawan akan menunjang produktifitas dari karyawan. Jangan berhemat pada pembelian mesin dan alat kerja penunjang pekerjaan karyawan, selalu update dan berikan teknologi terbaik untuk efisiensi kerja karyawan, jangan membatasi penggunaan internet, juga yang tak kalah penting adalah berikan karyawan jaminan keselamatan kerja dan tunjangan yang sesuai. Tingkatkan penghasilan dan upah karyawan sesuai dengan pekerjaan dan kondisi perekonomian masa kini dan secara rutin memberikan penghargaan secara finansial.

5. Regulasi
Tetapkan regulasi kerja dengan jelas dan mudah untuk dipahami seperti jadwal kerja dan jadwal istirahat. Berikan karyawan ruang untuk mengasah kreatifitas dan inovasi karyawan, berikan waktu istirahat yang cukup dan bekali karyawan dengan kemampuan manajemen waktu yang baik

6. Pengawasan
Lakukan pengawasan secara terjadwal dan konsisten, lakukan penilaian terhadap produktifitas karyawan. Lakukan evaluasi terhadap kinerja karyawan, lakukan pendekatan terhadap karyawan-karyawan yang memiliki permasalahan pada kinerjanya, cari tau akar permasalahannya dan pikirkan cara-cara untuk kembali produktif juga membantu karyawan agar selalu berkembang . Apabila kita tarik benang merahnya kita sebagai pemimpin perusahaan sebisa mungkin untuk melayani dan memberikan timbal balik yang baik kepada karyawan. Demikian tips untuk meningkatkan kinerja karyawan.
Semoga pembaca mendapat manfaat artikel ini, apabila pembaca membutuhkan penyusunan SOP untuk HRD, penyususun SOP sistem manajemen perusahaan training pemasaran SDM, assesment excecutif untuk pemetaan talenta karyawan, menyusun ulang struktur organisasi dan kebutuhan HRM lainnya, silahkan hubungi kami di 081-8521172 atau 081-252982900. Kami siap membantu anda. Terima kasih.

TIPS MEMINIMALISIR TURNOVER KARYAWAN

Kali ini software accounting Surabaya, Bandung, Jogjakarta dan Semarang mencoba untuk mengulas mengenai Tips agar perusahaan minim turn over karyawan. Mesti dimulai dari :
1. Rekrut karyawan yang tepat sejak awal
Merekrut karyawan dengan tepat sejak awal merupakan modal pertama dan utama untuk meminimalisir turnover. Gunakan strategi perekrutan secara sederhana dan menyeluruh. Pastikan kemampuan karyawan adalah yang kita butuhkan dan juga latar belakang dari calon karyawan harus tergambar jelas, satu visi pada perusahaan sebelum melakukan seleksi

2. Buatlah sistem SOP dan Jenjang karir dengan jelas.
Prosedur kerja yang jelas dapat membantu karyawan tahu bagaimana menjalankan kerja dengan baik. Tidak adanya prosedur kerja membuat karyawan mengerjakan pekerjaan tanpa cara yang baku dan tidak memperhatikan proses internal perusahaan. Tidak adanya prosedur kerja juga berdampak pada tingkat kecelakaan kerja. Para karyawan wajib mengetahui Sistem jenjang karir perusahaan. Sistem jenjang karir yang menarik akan membuat karyawan berani mengambil keputusan untuk tidak meninggalkan perusahaan karena tahu bagaimana mencapai suatu posisi pekerjaan dengan kerja keras dan bukan dengan subjektivitas dari pimpinan.

3. Berikan kompensasi yang sesuai dan menarik
Beberapa karyawan memiliki kecenderungan untuk membandingkan keuntungan dan penawaran dari perusahaan tempat ia bekerja dengan perusahaan lain yang bisa ia didapatkan. Karyawan akan merasa puas apabila tenaganya ditukar dengan kompensasi yang sesuai oleh karena itu perusahaan harus dengan tepat memberikan kompensasi kepada karyawan baik itu bersifat material maupun non material

4. Kebutuhan meliputi fasilitas kenyamanan, pelatihan, team building
Kebutuhan karyawan pada setiap tahun harus dikaji ulang untuk diperbarui. Memenuhi segala kebutuhan karyawan adalah upaya untuk membuat karyawan merasa nyaman. Yang sering dilewatkan perusahaan adalah kebutuhan akan pelatihan, rasa aman, dan jaminan di masa depan

5. Ciptakan lingkungan kerja yang positif

Berikan apresiasi kepada karyawan karena tak sedikit karyawan yang memutuskan untuk resign karena merasa kerja kerasnya tak dihargai oleh perusahaan. Selalu memberikan tantangan kepada karyawan agar mereka terpacu untuk bekerja dan menumbuhkan komitmen karyawan terhadap perusahaan. Gunakan model kepemimpinan yang tepat dengan pertimbangan visi, misi dan lingkungan perusahaan dan terapkan peraturan yang jelas dan tidak terlalu mengikat.

6. Membangun Tradisi Perusahaan
Membangun tradisi perusahaan yang baik dengan meningkatkan komunikasi secara intens dengan karyawan, kumpulkan dan simpulkan feedback dari mereka. Ajaklah karyawan untuk turut serta dalam pengambilan keputusan perusahaan, dengan begitu karyawan akan merasa memiliki peran penting dalam perusahaan. Dorong jalinan persahabatan antar karyawan dengan mengadakan acara pertemuan bulanan atau per-departemen untuk sekedar bersilaturahmi atau membahas tentang pekerjaan

Setelah kita memahami faktor-faktor penyebab turnover dan tips untuk meminimalisir turnover, baiknya kita mulai melakukan evaluasi dari hulu ke hilir proses rekrutmen pada perusahaan kita. Tingkat subjektifitas seorang pemimpin dalam proses rekrutmen juga mempengaruhi kualitas rekrutmen yang dihasilkan. Semakin rendah tingkat subyektifitas seorang pemimpin maka semakin optimal rekrutmen yang dilakukan perusahaan.

Sisi lain yang menyebabkan turn over tinggi adalah perhitungan terkait Gaji dan Insentif yang tidak komitmen, khususnya yang tim penjualan. Untuk itu untuk memudahkan perhitungannya, gunakan software accounting & pay Roll – HRD yang ada laporan penjualan dan laporan lainnya yang terkait dengan gaji dan insentif.

PROFESIONAL SELLING SKILL

Pada saat ini menjual semakin tidak mudah, apalagi banyaknya produk yang bisa segera menggantikan (substitusi) produk kita sehingga team penjual masa kini semakin mendapatkan tantangan nyata yang begitu berkompetisi. Terkadang produk yang ditawarkan gagal closing karena ketidakmampuan tenaga penjualan dalam menganalisis kebutuhan konsumen. Khususnya dalam menganalisa bahasa tubuh konsumen, mengatasi keberatannya, melakukan negosiasi bahkan dalam mengakhiri penjualan hingga mendapatkan order. Tim marketing tidak mengetahui dan tidak mampu menerapkan teknik closing yang tepat sehingga proses penjualan yang sudah dilakukan mengalami kegagalan.

 

Pada materi profesional selling skill ini, para penjual diajarkan bagaimana mengatasi keberatan, melakukan negosiasi dengan benar, dan menggunakan tenik closing yang tepat. Begitu pula pada pelatihan ini Tim marketing akan diajarkan bagaimana mengenali bahasa tubuh konsumen, sehingga dalam proses mengatasi keberatan, negosiasi dan mengakhiri penjualan, bisa dilakukan dengan baik serta dilakukan secara profesional. Dengan mempelajari profesional selling skill ini Tim marketing diharapkan bisa bekerja secara maksimal dengan hasil sesuai yang diinginkan oleh perusahaan.
Materi :

1. Handling Objection & Technique Closing. Materi berisi antara lain : mengatasai 12 macam keberatan, dan 7 teknik closing yang power full bisa dipraktekan dalam penjualan sehari-hari.
2. Seni & teknik negosiasi dengan mempelajari berbagai gambit, antara lain : Nibbling, Reluctant seller & reluctant buyer, mengatasi deadlock, trade off, meruncingkan konsesi, serta lainnya.
3. Mengenali bahasa tubuh customer, antara lain : membaca gerakan telapak tangan, gerakan mata, serta gerakan lain yang ada artinya yang bisa dipakai acuan dalam penjualan.
4. Mengisi soal-soal aplikasi :
• Aplikasi pengetahuan bahasa tubuh pada seni Negosiasi (melakukan flinch, reluctant seller & reluctant buyer, menangani dead lock, teknik trade off dan lain-lain)
• Aplikasi pengetahuan bahasa tubuh pada Handling objection dan technique closing (mengenali 12 macam keberatan, dan 7 teknik closing)

Tujuan Pelatihan
1. Untuk meningkatkan skill Tim Marketing dalam bidang penjualan, khususnya dalam mempercepat proses selling hingga terjadi closing.
2. Melatih Tim Marketing untuk menggunakan strategi dan taktik dalam penjualan melalui pengetahuan gerak isyarat yang dimunculkan dari bahasa tubuh konsumen.
3. Membantu Tim Marketing ketika melakukan negosiasi bisa memahami konsumen dari bahasa tubuhnya.
4. Membantu Tim Marketing dalam mengatasi keberatan ketika customer menolak dengan beberapa langkah yang tepat.

Metode pelatihan
Ceramah Interaktif, pemutaran film, latihan/workshop & contoh kasus.
Fasiltas : File Foto Training, Sertificate dan Hand out
Durasi : 6 Jam
Peserta : Marketing staff , Customer service, Telemarketing, Sales supervisor dan Tim lainnya yang bergerak bidang penjualan dan pemasaran.
Investasi : Rp 1.200.000,-/Peserta. Peserta group 3 Orang @Rp 975.000,-

STARTEGI MENGURANGI BIAYA SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN CARA MENENTUKAN TUJUAN SEBENARNYA DARI TIM PERSONALIA PERUSAHAAN

Meskipun sebenarnya seperti terdengar sedikit menekan, akan tetapi standarisasi perusahan juga tidak dapat diabaikan begitu saja. Bagian terpenting dari personalia masih tetap menjadi sebuah kesatuan dari suatu tujuan terbesar bagi perusahaan. Tujuannya juga harus benar-benar selaras dengan tujuan utama dari perusahaan.

Agar tujuan tersebut dapat tercapai dengan baik maka beberapa hal berikut ini sangat perlu untuk lebih diperhatikan lagi:

• Efektifitas komunikasi.

Bagi sebuah perusahaan yang memang memiliki kantor cabang pada berbagai kota dan bahkan negara, komunikasi yang lebih efektif sangat perlu untuk bisa dicapai. Tujuanya adalah agar dapat mencapai tujuan perusahaan secara bersama-sama. Pimpinan personalia perusahaan sebenarnya juga bertanggngjawab penuh dalam menyampaikan berbagai informasi kepada seluruh karyawan di seluruh cabang-cabangnya.

• Kerjasama tim yang baik.

Sebuah departemen tentunya terdiri dari tidak hanya satu orang saja, akan tetapi banyak. Pekerjaan satu juga akan sangat berdampak pula pada pekerjaan dari staff-staff lainnya. Jika pimpinan personalia sendiri mampu mensinergikan antara kemampuan dari semua staff dalam bentuk kerja sama, maka tujuan utama dari organisasi akan tercapai secara bersama-sama.

• Inisiatif tentang bagaimana caranya untuk memegang tanggungjawab.

Memiliki jumlah staff yang terlalu banyak tentunya cukup memusingkan pihak manajer personalia. Akan tetapi apabila pimpinan personalianya sendiri mampu menjadi panutan bagi para staff perusahaan yang dipimpinnya, maka dampaknya staff tersebut akan menjadi jauh lebih loyal tanpa harus menunggu sebuah instruksi untuk menggerakan mereka.

• Melibatkan staff dalam hal pengambilan keputusan yang lebih besar.

Setiap masalah besar tentunya melibatkan tidak hanya satu orang. Banyaknya pihak yang terlibat menunjukan banyaknya pihak yang berkepentingan atas keputusan tersebut. Setiap keputusan besar juga berakibat jangka panjang. Maka untuk menghindari ketidakefektifan hasil keputusan sebaiknya melibatkan lebih banyak staff.

Merampingkan Prosedur-Prosedur Bagian Personalia

• Mengevaluasi praktek yang dilakukan dengan cara mengkaji ulang tentang proses dan prosedur antar masing-masing departemen sampai dapat menemukan cara yang paling efektif dan lebih jelas.
• Merubah praktek dari masing-masing unit bisnis dengan praktek yang berbeda-beda akan semakin memakasa tim personalia untuk mengelola sistemnya dengan cara yang berbeda pula. Dengan cara merubah praktek sebenarnya menjadi lebih konsisten untuk membuat pekerjaan bagian personalia menjadi lebih ringkas.
• Membuat Petunjuk secara teknis dan tata cara untuk pelaksanaannya dengan cara melatih karyawan baru yang memang juga tidak mudah. Membuatkan modul training bagi karyawan baru akan dapat mengurangi tanggungjawab dari pihak personalia. Personalia sendiri juga tidak perlu lagi melatih karyawan secara satu persatu, cukup dengan cara memberikan modul kepada mereka agar mereka belajar sendiri. Selain itu juga telah terbukti bahwa belajar sambil bekerja/Learning by doing dinilai jauh lebih efektif apabila dibandingkan jika mereka harus menunggu untuk proses/waktu pelatihan selesai terlebih dahulu.
• Membentuk budaya yang lebih aktif, pada kebanyakan perusahaan besar dengan suatu kegiatan operasionalnya yang begitu kompleks, menyediakan data-data secara berlebihan untuk mensuport bagian lainnya akan semakin menambah biaya administrasi dan juga akan mengurangi efektifitas. Daripada terlalu sibuk untuk membuat informasi bagi bagian lainnya, namun sebagian besar manager HR akan jauh lebih memilih untuk menunggu datangnya pertanyaan.
• Membuat dokumentasi bagi seorang staff HR yang memang berencana akan resign dari perusahaan, tata cara serah terima pekerjaan merupakan suatu permasalahan tersendiri. Akan ada hal-hal lainnya yang masih belum dapat dipahami oleh para staff baru/staff pengganti dikarenakan terlalu singkatnya waktu serah terima tersebut. Mendokumentasikan proses administrasi oleh bagian personalia akan dapat dijadikan sebagai syarat utama oleh pihak manajemen bagi staf HR yang memang ingin mengajukan resign.
• Restrukturisasi pimpinan personalia juga mungkin dipandang memiliki cara kerja yang lebih sulit untuk bisa dipahami. Para bawahan akan dapat membentuk ulang model kerja berdasarkan kepada masukan dari rekan-rekan Manager lain. Tujuannya adalah untuk memadukan tentang cara kerja pimpinan personalia dengan pimpinan lainnya, hingga bisa diperoleh cara kerja yang jauh lebih efektif.
• Menselaraskan budaya dari setiap negara yang juga memiliki budaya kerjanya masing-masing. Akan menjadi masalah jika budaya tersebut menjadi tidak selaras dengan tujuan utama perusahaan. Bagi pimpinan personalia perusahaan yang memiliki staff di berbagai negara, sangat perlu untuk membentuk dan menyesuaikan budaya perusahaan dengan budaya tempat perusahaan tersebut sedang beroperasi, tujuannya adalah agar tidak sampai terjadi perbenturan budaya.
• Mencapai keberhasilan dengan bersama-sama untuk mengupayakan agar tujuan utama perusahaan dapat dicapai melalui pencapaian dari masing-masing departemen.

Seorang Manajer Personalia sama pentingnya dengan Seorang Manajer Keuangan

Manajer personalia bertanggungjawab penuh atas biaya turn over para karyawan. Apalagi bagi perusahaan jasa. Memang kinerja personalia sendiri juga tidak dapat diukur langsung dengan kinerja dari bagian keuangan. Akan tetapi hasil kinerja dari seorang personalia juga tidak jauh berbeda dengan kinerja keuangan (Finance).

Pada bagian keuangan memang mampu mencetak uang jauh lebih banyak daripada bagian personalia, akan tetapi atas usaha dari bagian personalialah (melalui proses perekrutan) perusahaan mampu mendapatkannya. Bagian keuangan bertanggungjawab penuh atas kesehatan kinerja keuangan perusahaan, akan tetapi kinerja keuangan juga dapat dicapai karena ada usaha dari pihak personalia yang mampu mengoptimalkan kinerja dari setiap individu karyawan melalui sebuah pelatihan.

Bagian keuangan akan semakin dituntut untuk lebih memahami tentang bagaimana kondisi keuangan untuk mendukung proses akuisisi, merger, perluasan bisnis. Akan tetapi sama halnya dengan bagian personalia yang akan semakin dituntut untuk memahami bagaimana kondisi dari semua staff-staffnya. Bagian keuangan harus menggunakan kebijakan untuk mengendalikan kinerja keuangannya, sama halnya dengan bagian personalia yang harus mampu untuk mentransfer informasi, memberikan sugesti kepada para karyawan untuk memberikan usahanya demi tercapainya tujuan utama perusahaan.

Nah, itulah sedikit penjelasan yang terkait dengan pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Diharapkan setelah membaca artikel ini, maka para pembaca sekalian akan dapat mengendalikan biaya SDM perusahaannya, mengalokasikannya pada kegiatan lain yang akan dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Pemangkasan biaya SDM oleh perusahaan kemungkinan akan berhasil apabila sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan. Strategi yang sama juga belum tentu dapat diterapkan pada perusahaan yang lain tergantung juga dari tingkat kompleksitas permasalahan. Bagi para pembaca sekalian yang membutuhkan bimbingan seputar pengelolaan SDM silahkan menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda sekalian.

Scroll to top