Kategori: Marketing

CARA MENGHITUNG KOMISI PENJUALAN TIM PEMASARAN PERUSAHAAN

Supaya memiliki semangat tinggi, para person tim penjualan perlu diberikan insentif yang menarik. Ini bukan suatu hal boros yang dikeluarkan oleh perusahaan, sebab pada umumnya memang demikian untuk memacu kinerja tim penjualan dibutuhkan amunisi yang tepat, terutama dalam perhitungan. Banyak pertanyaan seputar ini: bagaimana membuat insentif yang efektif? Berapa besar insentif yang mesti diberikan? Bagaimana cara membagi dan menghitungnya? Siapa yang bertanggung jawab menghitungnya? Lalu punishmentnya apa? Mari kita ulas satu persatu pertanyaan tersebut di atas.

Bagaimana membuat insentif yang efektif?

Ada dua cara dalam melakukan penjualan ke customer. Pertama dilakukan dengan cara tunai, kedua dengan cara kredit. Mestinya jika dilihat pada penjualan kredit selalu mengandung resiko piutang penjualan tidak bisa ditagih. Agar efektif dalam membuat insentif tentunya dengan menghitung keduanya. Jika dilakukan penjualan tunai diberikan insentif yang lebih besar dari penjualan kredit. Nah, pada umumnya perusahaan hanya memberikan insentif penjualan saja. Di sini agar efektif sebaiknya insentif untuk penagihan (AR) juga diperhitungkan sehingga penjualan kredit itu bisa diminimalisir piutang bad debt.

Berapa besar insentif yang mesti diberikan?

Besar kecilnya insentif ini tergantung dengan produk yang dijual. Untuk produk yang memiliki margin tinggi bisa insentifnya 5%, tapi untuk produk tertentu seperti FMCG ( fast moving consumer good) insentif kisarannya 1 -1,5% saja karena pertimbangan margin dari supplier kecil khususnya di bagian company yang berjenis distributor. Nah, Insentif yang 1-1,5% persen ini bisa dibagi bobotnya antara penjualan tunai dan kredit. Tunai misalnya 1,5% dan kredit 1%, dan itupun nanti dibagi menjadi komposisi 70% untuk AR dan 30% untuk penjualan kredit. Mengapa demikian, motivasinya adalah agar Tim penjualan yang menjual secara kredit bisa secara maksimal menagih piutang penjualannya.

Bagaimana cara membagi dan menghitungnya?

Setiap tengah bulan bisa antara tanggal 10 – 15 bulan berikutnya insentif dibagikan. Istilahnya gaji kedua bagi Tim penjualan karena dibagi tidak bersamaan dengan gaji. Sedangkan siapa yang menghitungnya? Yang menghitung tentu bagian accounting yang mengetahui data penjualan dan data hasil penagihan masing-masing person tim penjualan. Jadi hindari insentif dibuat sendiri oleh salesman masing-masing.

Siapa yang bertanggung jawab menghitungnya?

Siapa saja yang bertanggung jawab terhadap hasil hitungan dari akunting? Ini bisa kepala akunting dan finance sebagai pembayar, dan diketahui oleh supervisor dan manager penjualan setelah dicek kebenarannya. Yang penting sumber angka itu jelas dari mana, karena proses perhitungan akan memperhitungkan return, umur piutang dan tanggal penjualan.

Siapa saja yang mendapat insentif?

Pokok utama yang mendapatkan insntif adalah Tim penjualan yang terdiri dari salesman, supervisor, manager penjualan. Dan ada beberapa perusahaan yang memberikan insentif pada tim supporting seperti admin penjualan, accounting dan finance bahkan bagian pengiriman. namun prosentasenya dibedakan. Itilahnya directly dan non directly. Artinya tim penjualan itu termasuk directly karena insentif dikalikan dengan total penjualan boleh rupiah dan volume penjualan. Sedangkan yang diluar tim penjualan non directly yaitu mendapat insentif dari beberapa persen Total insentif yang didapat tim penjualan.

Lalu punishmentnya apa?

Nah, ini yang menarik. Umumnya perusahaan tidak ingin rugi, sebab resiko penjualan secara kredit cukup tinggi oleh sebab itu perusahaan akan membebankan setiap piutang bad debt pada tim penjualan jika kerugian itu ada. caranya, nah ini berlaku kebijakan. Ada yang 50% : 50% dimana 50% dibagi salesman, supervisor dan manager dan 50% ditanggung perusahaan. Serta itu tergantung pula dengan kasusnya. Umur pelanggan diatas 10 tahun bisa jadi tim penjualan tidak menanggung jika terjadi bad debt, dan 100% ditanggung oleh perusahaan.

Demikian artikel mengenai insentif ini. Apabila bapak ibu mitra bisnis/pengusaha yang sedang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang artikel ini dan membutuhkan bimbingan dalam pembentukan Tim penjualan, pembuatan skema insentif, SOP marketing dan software untuk menghitung penjualan , insentif dan inventory silahkan hubung groedu@gmail.com atau kontak kami di wa 081-252982900. Kami siap membantu.

 

PENYEBAB PRODUK BARU PRODUK GAGAL DI PASARAN

Kembali lagi bersama kami Konsultan Manajemen Groedu International Consultant. Masih ingatkan pembaca mengenai artikel sebelumnya dengan penyebab produk baru produk gagal di pasaran. Berikut dibawah ini penjelasan strategi agar dapat menghindarinya.

Periklanan yang tidak optimal
Tim sales dapat diartikan sebagai ujung tombak perusahaan. Ketika mereka salah sasaran dalam memasarkan produk, resiko terbesar yang akan diterima perusahaan ialah tidak laku. Meski produk berkualitas, multi fungsi, awet dan tahan lama.
Oleh karena itu sebagus apapun produk anda tetapi jika tidak diimbangi dengan strategi marketing yang jitu maka produk anda akan gagal di pasaran.
Idealnya dalam beriklan para pembaca perlu memerhatikan beberapa hal berikut ini :
– Buat elemen kreatif
Elemen kreatif dapat berupa maskot, logo, warna, jenis huruf, bahkan theme song atau yang lainnya yang berhubungan dengan branding / merek dagang. Dalam beriklan juga perlu menjaga konsistensi yang artinya bahwa tetap menjaga agar konsumen mudah mengingat produk anda.

– Lakukan riset pasar
Beberapa manfaat dari riset pasar ialah
– Pelaku usaha kedepannya akan mendapatkan informasi terkait dengan calon pelanggan nantinya. Setelah mendapatkan informasi tentang pelanggan selanjutnya pelaku usaha akan mendapatkan cara berkomunikasi dengan mereka.
– Salah satu keunggulan dari riset pasar yakni periset mampu memetakan potensi pasar.
– Karena informasi mengenai pasar sudah anda dapatkan hal ini berguna untuk mengurangi / meminimalkan resiko pada bisnis anda.
– Riset pasar juga mampu mengukur tingkat reputasi perusahaan anda. Apakah perusahaan anda merupakan pesaing yang ditakuti atau malah sebaliknya. Dengan melakukan riset pasar anda dapat membangun persepsi pada para pesaing dan pelanggan.
– Informasi yang didapatkan mampu digunakan sebagai pengidentifikasian masalah yang ada di pasar. Sehingga ketika masalah tersebut datang usahakan anda telah siap dengan berbagai konsekuensi dan cara penanganan masalah itu.
– Riset pasar juga berfungsi sebagai alat untuk memproyeksi rencana kedepan.
– Data yang anda dapatkan melalui riset pasar secara terus menerus akan membuat anda memahami kondisi pasar. Sehingga ada potensi bagi anda untuk menciptakan tren produk / jasa.
– Riset pasar juga mempunyai fungsi seberapa berpengaruhnya perusahaan anda di wilayah kompetisi. Dengan kata lain riset pasar memiliki andil dalam proses benchmarking
– Ketika anda melakukan riset pasar, anda akan mendapatkan berbagai macam cara pesaing mengelola perusahaannya. Sehingga melalui riset pasar anda dapat belajar dari keberhasilan pesaing anda.
– Melalui riset pasar anda juga melakukan kompromi. Kompromi yang anda lakukan penting untuk membangun persepsi anda. Misal kompromi dengan para pesaing dan konsumen anda.

– Bijaksana memilih platform
Bijak sana dalam memilih platform dimana iklan anda akan diletakkan akan menjadi salah satu cara agar dapat membuat iklan tersebut mudah terlihat oleh target anda yang tentunya konsumen dengan kriteria tertentu.

Beberapa platform periklanan yaitu : WeChat marketing, Snapchat geofilters, Pinterest adverstisements, Target psikografis, Facebook, Konten video, Konten iklan, Pemasaran konten eksternal, Iklan panggilan via AdWords, iklan yang berpengaruh, Instagram ads.

– Hubungkan Metrik Media Sosial dengan ROI
Iklan merupakan salah satu alat investasi, maka untuk mengukur efisiensi iklan anda anda dapat mengukurnya dengan menggunakan ROI.

Jangan terlalu senang ketika promosi anda mendapat like atau share dari pengguna media sosial, hal tersebut tidak selalu dapat dihubungkan dengan pembelian. Oleh karena itu, menghubungkan metrik sosial dengan ROI begitu penting untuk menganalisa konsumen yang memengaruhi omzet.

– Berikan penawaran menarik
Setiap konsumen akan sangat senang apabila mereka mendapatkan tawaran menarik dari penjual. Beberapa penawaran yang dapat anda berikan yakni potongan harga, percobaan gratis, gratis ongkos kirim.

– Utarakan Tentang Manfaat
Dengan menjelaskan fitur dan keunggulan produk-produk anda maka diharapkan pembeli akan tertarik untuk tetap memerhatikan produk anda, penjelasan anda. Secara logika konsumen akan tertarik jika mereka mendapatkan manfaat dari produk yang anda tawarkan.

– Gunakan urgensi
Ketika anda melihat konsumen berniat membeli produk anda, seketika anda perlu mendorong mereka untuk melakukan pembelian bukan nanti. Boleh jadi ketika mereka berniat membeli namun menangguhkannya mereka tentu saja akan melupakan promosi anda.

Misalnya anda dapat memberikan tawaran potongan harga dengan nilai tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Hal tersebut cukup membuat mereka bersemangat melakukan pembelian.

– Gunakan Testimoni
Testimoni merupakan salah satu cara dalam membangun kepercayaan dan ketertarikan konsumen pada perusahaan anda. Ketika pada konsumen mengunjungi lapak anda ada kekhawatiran di benak mereka terkait dengan produk yang anda tawarkan. Dengan menunjukan testimoni dari pengguna produk anda sebelumnya.

Testimonial dapat berupa ulasan pengguna sebelumnya ketika mereka menggunakan produk anda. Hal ini akan membuat para konsumen terdorong untuk mencobanya.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai strategi distribusi untuk me-launching produk baru. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen pemasaran Omni Channel, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) Marketing dan butuh Accounting Software untuk penjualan, pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu anda.

SUCCESSFUL PROBLEM SOLVING & DECISION MAKING DALAM KASUS-KASUS PENJUALAN

Pernah mengalami masalah dalam penjualan? Tapi tidak ada pemecahannya, dan masalah berulang-ulang terjadi. Maka anda membutuhkan seorang mentor, ikuti training ini agar anda smart dalam mengatasi masalah terkait penjualan.

Training ini sangat bagus diiukuti, khususnya untuk mengasah keterampilan dalam pemecahan masalah sehari-hari yang terkait dengan masalah penjualan.

Materi Training ini sangat diperlukan bagi Personal Contributor,Supervisor sampai level Manager. Mengapa penjualan turun,produktivitas tidak meningkat,sistem prosedur yang dibuat tidak berjalan dengan baik, tak habis2nya persoalan dalam proses kerja penjualan sehari2nya. Hal ini tidak bisa dibiarkan atau menunggu ada perbaikan dengan sendirinya.Kebanyakan orang lebih suka menghindari masalah. Materi ini akan mengajar dan melatih peserta training untuk mampu dan bisa berhasil dalam pemecahan masalah dengan beberapa Metode serta bagaimana membuat keputusan dalam penyelesaian yang terbaiknya.
Training Coaching dengan 4 sesi berisi :
1. Memahami Masalah & Metode Solusi Masalah
2. Tipe Masalah berdasarkan Level & Target Kualitas yang dicapai
3. Mengenal Permasalahan Proses Penjualan
4. Role Play Presentasi Problem Solving & Decision Making

Anda berminat, silahkan hubungi 081-252-982900, untuk pendaftar 5 pertama mendapat potongan hingga Rp 500.000,- saja.

PENGERTIAN DAN TUJUAN DARI PROSES SEGMENTASI PASAR

Pada awalnya setiap perusahaan tentunya akan memproduksi barang dalam jumlah yang sangat terbatas serta juga untuk pasar yang sangat terbatas pula dengan maksud untuk menjajaki pasar. Selain itu dengan adanya selera pasar yang semakin terus berkembang maka akan berkemungkinan besar untuk membuat persepsi produsen dan konsumen yang tidak sama. Maka dari itu untuk menghindari resiko semakin merugi, maka perusahaan akan selalu memperhitungkan jumlah produksinya.

Dalam hal ini menjadikan perusahaan terus mencoba untuk mencari kelompok konsumen tertentu yang nantinya akan dijadikan sebagai target pasarnya. Cara tersebut dinamakan sebagai segmentasi pasar.

Tujuan Utama Dari Segmentasi Pasar

Pengertian dari segmentasi pasar sebagai salah satu strategi pada suatu perusahaan tidaklah semata hanya di lakukan berdasarkan untuk membeda-bedakan suatu produk atau justru malah menciptakan produk-produk yang baru, namun dengan cara mengelompokan berdasarkan minat serta berbagai kebutuhan para pelanggan.

Segmentasi pasar merupakan pengelompokan pasar yang heterogen menjadi satuan-satuan pembeli (konsumen) yang homogen, dimana tiap konsumen yang homogeny tersebut akan di jadikan sebagai sasaran utama pasar yang akan di tuju dengan marketing mix tersendiri.

Apabila kita mengingat kembali begitu luasnya pasar, maka dengan melakukan kegiatan segmentasi pasar atau membagi-bagi pasar menjadi kelompok-kelompok terkecil yang sesuai dengan masing-masing karakteristiknya, maka tentunya harus memiliki maksud dan tujuan.

Berikut ini adalah beberapa maksud dan tujuan dari di lakukannya segmentasi pasar.

Membuat Pasar Menjadi Lebih Mudah untuk di Bedakan

Setiap produk yang akan dihasilkan tentunya harus bertujuan untuk memenuhi setiap keinginan serta kebutuhan dari para pelanggan. Agar produk yang nantinya akan di produksi tersebut bisa di terima oleh para konsumen, maka pastinya harus bisa sesuai dengan selera para konsumen tersebut.

Sedangkan disisi lain dengan keadaan pasar yang sifatnya terlalu heterogen serta selera pelanggan yang tentunya selalu berkembang atau berubah-ubah dalam mengikuti keadaan yang sedang terjadi, maka tentu akan terasa begitu sulit bagi perusahaan agar bisa mengikuti perubahan tersebut secara terus menerus.

Maka dari itu, akibat dari hal tersebut maka suatu perusahaan membutuhkan adanya pengelompokan pelanggan mereka yang lebih bersifat homogeny ke dalam kelompok-kelompok yang sesuai dengan karakteristik yang sama agar dapat memahami selera para pelanggannya. Sehingga hal ini akan semakin menjadikan pasar jauh lebih mudah untuk di petakan berdasarkan kelompok pasarnya masing-masing.

Membuat Pelayanan Kepada Pembeli Menjadi Lebih Baik

Agar bisa membantu konsumen dalam memenuhi berbagai kebutuhannya, maka terdapat tiga hal penting yang harus di perhatikan oleh seorang produsen, yaitu:

1. Harga yang masih dapat di jangkau.
2. Kualitas barang yang bagus.
3. Ketepatan waktu serta pelayanan yang baik dan memuaskan.
Dari ketiga hal yang telah di sebutkan tersebut, hal yang sangat dominan yaitu tentang pelayanan.

Banyak kasus yang terjadi akibat dari permasalahan pelayanan, apabila pelayanan yang buruk, maka akan menjadikan para konsumen untuk beralih ke tempat yang lainnya. Yang kedua yaitu masalah harga serta kualitas suatu produk. Akibat dari hal itu maka perlu dilakukannya segmentasi pasar dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih maksimal terhadap para pelanggan.

Salah satu bentuk pelayanan yang mungkin dapat di berikan misalnya adalah dengan menyediakan lahan parkir yang lebih luas bahkan jika memungkinkan harus gratis. Pelayanan tersebut juga dapat Anda lakukan untuk menarik perhatian para konsumen untuk berhenti di toko Anda dan menggunakan uangnya untuk membeli produk di tempat Anda.

Membuat Strategi Pemasaran Menjadi Lebih Terarah

Mengingat kembali dari luasnya serta semakin beragamnya pasar, maka tentu saja hal itu akan sangat sulit dalam melayani berbagai kebutuhan serta keinginan dari para konsumen yang heterogen tersebut. Dengan melakukan segmentasi pasar, maka akan mengelompokan mereka untuk menjadi konsumen yang lebih homogen sehingga akan menjadi lebih mudah dalam melayani konsumen yang lebih bersifat homogen karena mereka sudah memiliki karakteristik yang sama, maka dari itu pemasaran yang sudah Anda rencanakan akan bisa lebih terarah untuk membuat marketing mix yang di dalamnya meliputi perencanaan produk, harga, distribusi dan promosi sehingga kembali menjadi lebih tajam.

Selain itu, dengan melakukan segmentasi pasar. Maka akan bisa membantu para pihak manajemen untuk mengarahkan dana dan usaha kearah pasar yang jauh lebih berpotensial, sehingga akan memberikan keuntungan yang lebih karena sudah memiliki sasaran yang lebih jelas dan masih dapat merencanakan produk yang sesuai dengan minat dan dari permintaan pasar serta dapat menggunakan cara-cara promosi yang paling tepat.

Apabila membutuhkan software HRD, Payroll dan Accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top