Kategori: Serba – Serbi

TIPS MENGELOLA PIUTANG PENJUALAN SECARA EFEKTIF AGAR CASH FLOW PERUSAHAAN LANCAR

Taukah anda bahwa CASH FLOW TIDAK LANCAR di Perusahaan salah satunya disebabkan oleh Piutang penjualan yang tidak dikelola dengan baik?
Artinya di Perusahaan banyak Piutang penjualan yang macet atau belum dibayar oleh customer.
Jika hal itu terjadi di perusahaan anda, silahkan ikuti seminar ini dengan materi :

A. Merapikan – Merapikan Piutang penjualan agar tidak hilang dengan sistem software Hingga Piutang Penjualan outstanding valid.

B. Mencegah Piutang bad debt :
1. Cara efektif mengetahui debitur yang bayar lancar dan tidak lancar dan cara menghandlenya.
2. Mengetahui gejala-gejala piutang penjualan yang bakal bermasalah

C. Menghandle piutang dengan benar dan efektif :
1. Menangani order dari customer beresiko dengan limit kredit yang benar.
2. Membuat analisa umur piutang penjualan dengan grafik current Vs Over due
3. Menangani Piutang penjualan over due agar tidak bad debt dengan projek penyelesaian.
4. Mengelola Piutang penjualan dengan software accounting, mulai DPP sampai pelunasan di sistem.

D. Menangani kerugian akibat piutang bad debt di sisi accounting
1. Posting di akun yang benar jika terjadi kerugian akibat adanya piutang bad debt.
2. Bagaimana menetapkan kebijakan kerugian terkait piutang bad debt

Pembicara :
Frans M. Royan, SE,MM adalah konsultan bidang manajemen pemasaran dan bisnis, Business analyst untuk implementasi software accounting & Distribusi, serta penulis 50 buku bidang pemasaran dan bisnis.

Ennie Maendrayati adalah Direktur Mitra Bisnis perusahaan dealer software Accounting dan manufacturing yang telah membantu ratusan perusahaan dalam solusi akuntansi secara Digital.

David Tanjung adalah implementor software accounting dan manufacturing yang telah membantu ratusan perusahaan dalam implementasi software accounting dan manufacturing.
Investasi : Rp 750.000,-
50 Pendaftar pertama : Rp 199.000,-

Seminar Via Zoom
Hari Sabtu, 25 Juli 2020
Pukul 10.00 WIB – 12.00 WIB
Target peserta : Bisnis owner, Admin AR, Accounting, SPV finance & accounting dan supervisor penjualan.
Kontak : https/wa.me/6281252982900
Daftar : https://bit.ly/DaftarPiutang

VIDEO TRAINING “HOW TO BUILDING SALES FORCE TEAM”

Perubahan sedang terjadi pada kebiasaan kita baik dalam berbelanja, bekerja dan belajar. Kali ini Groedu International Consultant akan menyeseuaikan dengan kondisi New Normal, yaitu dengan mempersembahkan “VIDEO TRAINING” belajar secara flexible menggunakan Video. 

Pada kesembapatan kali ini akan kami persembahkan ” VIDEO TRAINING ” dengan TOPIK ” HOW TO BUILDING SALES FORCE TEAM” (Menyusun kembali Tim penjualan yang porakporanda menjadi kekuatan baru dalam penjualan)

Kendala utama dalam menyusun Tim penjualan pada saat ini adalah
1. Tim penjualan sudah tidak solid karena sebagian di-PHK atau keluar-keluar masuk
2. Dan mencari tim penjualan yang handal tidak mudah untuk saat ini
3. Adanya tantangan dan hambatan dalam era 4.0 dan pandemi Covid 19 yang berkepanjangan sehingga mempengarui dalam penyusunan dan menggerakan Tim penjualan.
Namun demikian perusahaan tidak bisa berdiam diri untuk semakin terpuruk, manajemen perusahaan perlu MEMBANGUN ULANG TIM penjualan agar menjadi solid dan efektif. Serta Tim penjualan menjadi garda depan perusahaan yang berkontribusi maksimal terhadap profit perusahaan.
Materi Training :
1. Kondisi persaingan dan fenomena baru dalam penjualan.
2. Merancang Sales force efektif.
3. Mengorganisasi, menyusun, menggerakan Sales Force
4. Teknik Implementasi sales force
5. Pengendalian Sales Force
6. Evaluasi kinerja sales force
7. Membangun Tim penjualan Digital (Bonus : podcast)
Training On line dalam bentuk VIDEO ini BISA DIPELAJARI dengan waktu flexi-time, sangat membantu para Manager, pemilik bisnis, HRD maupun yang terkait dengan Tim penjualan perusahaan. Serta sebagai PEMANTAPAN/TANYA JAWAB materi DILANJUT dengan SEMINAR ZOOM on line secara periodik dan terjadwal selama 2 Jam GRATIS BAGI PESERTA  “VIDEO TRAINING INI”.
Durasi video : 3 Jam
Harga : Rp 1.750.000,-
200 Pendaftar pertama : Rp 500.000,-
Daftar ke link ini : https://bit.ly/2Z6E3Ef

Atau wa ke : https://wa.me/6281252982900

PERBEDAAN PPH 21 DAN PPH 23 YANG PERLU ANDA KETAHUI DALAM PERPAJAKAN

Dalam dunia bisnis, anda tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya perpajakan. Mengingat bahwa pajak merupakan salah satu unsur yang dapat sangat mempengaruhi bisnis anda tentu alangkah baiknya anda memiliki pengetahuan luas terkait dunia perpajakan itu sendiri. Anda tentu sudah cukup memahami bahwa terdapat beberapa jenis pajak, seperti salah satunya yaitu PPh atau Pajak Penghasilan yang akan menjadi topik utama artikel kali ini.

Melalui artikel kali ini, kami Tim GroEdu (Lembaga Konsultan Bisnis yang sudah dipercaya di berbagai kota besar seperti Surabaya, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Denpasar dan kota-kota besar lainnya) akan berbagi ulasan terkait perbedaan PPh 21 dan PPh 23 yang perlu anda ketahui dalam dunia perpajakan.
Berikut beberapa perbedaan terkait PPh Pasal 21 dan PPh pasal 23 yang dirangum berdasarkan beberapa aspek, antara lain:

#1 Berdasarkan Subyeknya
Berdasarkan subyeknya, PPh pasal 21 diartikan sebagai pajak atas penghasilan, yang ditujukan pada subjek berupa gaji, upah, tunjangan, & hal-hal serupa dengan nama dan dalam bentuk apapun yang berhubungan dengan pekerjaan, jabatan, jasa, maupun kegiatan yang dilakukan oleh indivdu dalam negeri. Sedangkan PPh pasal 23 ditujukan pada penghasilan atas modal, penyerahan jasa, atau hadiah, dan penghargaan.

#2 Berdasarkan Konsep
Menurut Undang-Undang PPh berdasarkan status subjek pajak penerima penghasilan, maka transaksi jasa yang dibayarkan kepada wajib pajak pribadi dalam negeri termasuk kelompok objek PPh Pasal 21. Sedangkan, jika transaksi jasa dibayarkan kepada wajib pajak badan dalam negeri, maka termasuk objek PPh Pasal 23.

#3 Berdasarkan Tarif Pajak
PPh pasal 21 mengaplikasikan tarif yang berbeda dengan PPh pasal 23 dimana bagi karyawan dengan penghasilan sampai Rp50 juta per tahun, maka penghasilannya akan dipotong sebesar 5%, penghasilan Rp50-Rp250 juta per tahun akan dikenakan pajak sebesar 15%, penghasilan Rp250-500 juta per tahun akan dikenakan pajak 25%, dan penghasilan di atas Rp500 juta per tahun akan dikenakan pajak 30%. Sedangkan tarif PPh 23 diberlakukan atas nilai DPP (Dasar Pengenaan Pajak) atau jumlah bruto penghasilan. Berikut beberapa tarif PPh 23 yang meliputi:

  • Tarif 15% dari jumlah bruto atas dividen (pembagian dividen orang pribadi dikenakan pajak final yaitu 1%), dan hadiah dan penghargaan, selain yang dipotong PPh 21.
  • Tarif 2% dari jumlah bruto atas sewa dan penghasilan lain yang berkaitan dengan penggunaan harta (kecuali sewa tanah atau bangunan).
  • Tarif 2% dari jumlah bruto atas imbalan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, dan jasa konsultan.
  • Tarif 2% dari jumlah bruto atas imbalan jasa lainnya yang diuraikan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 141/PMK.03/2015.

#4 Berdasarkan Proses Pelaporan Pajak
PPh 21 dilaporkan setiap tahunnya, dengan batas pelaporan maksimal akhir bulan Maret tiap tahun. Misalnya pelaporan PPh 21 untuk penghasilan Tahun 2019, maka setelah mendapatkan bukti potong, karyawan harus segera melaporkannya maksimal Bulan Maret Tahun 2020 dengan mengisi SPT PPh 21. Sedangkan untuk PPh 23, harus dilaporkan tiap bulannya oleh pihak pemotong dengan cara mengisi SPT Masa PPh Pasal 23, dan paling lambat dilaporkan setiap Tanggal 20, sebulan setelah bulan terutang PPh 23.

Itulah beberapa perbedaan terkait pajak PPh 21 dan PPh 23 yang dapat kami berikan melalui artikel kali ini. Sekaligus mengakhiri artikel ini. Tahukah anda bahwa kami, Tim GroEdu senantiasa menyediakan layanan konsultasi & training bisnis terutama bagi anda yang tertarik untuk memulai bisnis atau bagi anda yang ingin berupaya meningkatkan kredibilitas bisnis anda melalui beberapa aspek dalam berbisnis. Layanan kami tidak hanya terpaku pada satu aspek, melainkan aspek lainnya yang menyangkut bisnis seperti manajemen bisnis, operasional bisnis dan masih banyak lagi. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com atau langsung melalui nomor Whatsapp berikut, 0812-5298-2900. Kami siap membantu anda. Semoga ulasan ini bermanfaat, sekian terima kasih.

PENGERTIAN E-COMMERCE, E-BUSINESS DAN MANFAAT PENGGUNAAN TEKNOLOGI E-LOGISTIK DALAM BIDANG USAHA LOGISTIK

E-business merupakan suatu kegiatan bisnis yang telah dilakukan dengan cara yang sudah serba terotomatisasi dengan memanfaatkan teknologi elektronik seperti halnya komputer dan internet. E-business lebih memungkinkan sebuah perusahaan untuk berhubungan langsung dengan sistem pemrosesan data-data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel.

Contoh dari e-business misalnya adalah berupa pembelian barang-barang secara online seperti melalui lazada, tokopedia, blibli, shopee, bukalapak dan lain sebagainya. Dari proses awal pemesanan barang-barang, konfirmasi pembayaran, sampai dengan konfirmasi bahwa pengiriman barang tersebut sudah benar-benar sampai kepada customer semuanya telah dilakukan secara sistem elektronik (online).

E-business memiliki beberapa macam karakteristik tujuan yang sama dengan bisnis secara konvensional biasanya (offline), hanya saja untuk e-business memiliki cakupan yang sedikit lebih berbeda dari bisnis konvensional. Bisnis konvensional (offline) lebih banyak mengandalkan pertemuan antar sesama pebisnis, seperti: halnya rapat ditempat khusus, atau hanya sekadar untuk berkenalan dengan partner-partner bisnis, sedangkan untuk e-business yang lebih banyak mengandalkan dari penggunaan media internet sebagai sebuah sarana untuk memperoleh tujuannya (penjualan).

Dalam berbagai kegiatan e-business, terdapat lima macam kemungkinan dari bentuk hubungan bisnis yang berdasarkan transaksinya, yaitu:

1. Business to Business (perdagangan antar pelaku usaha bisnis).
2. Business to Consumer (perdagangan antar pelaku usaha bisnis dengan para konsumen).
3. Consumer to Consumer (perdagangan antara konsumen yang satu dengan konsumen yang lainnya).
4. Consumer to Business (perdagangan antara konsumen dengan pelaku bisnis).
5. Intrabusiness e-business (perdangan dalam lingkup intranet perusahaan yang lebih banyak melibatkan pertukaran antar barang, jasa, dan juga informasi.

Sasaran dari e-business sendiri adalah pasar atau market. Sebenarnya untuk saat ini telah terjadi perkembangan yang begitu fantastis terhadap jumlah komputer yang sudah terhubung dalam jaringan bisnis melalui media internet, termasuk juga beberapa diantaranya adalah si penggunanya sendiri. E-business market seperti ini sudah menyimpan adanya peluang omset yang begitu besar yang banyak diperebutkan oleh para pebisnis online.

Tahapan-Tahapan Dalam E-Business

Terdapat empat macam tahapan dalam pemanfaatan jaringan komputer dan internet untuk tujuan e-business, yang mana terjadi transformasi terhadap perusahaan-perusahaan tradisional yang beralih kepada e-business, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Lebih banyak mendayagunakan (memanfaatkan) komputer.
2. Memanfaatkan adanya peluang dari jaringan dan internet (seperti email, chat messanger, dan lain sebagainya).
3. Membangun dan mendayagunakan website.
4. Memanfaatkan teknologi e-commerce.

Jadi, kesimpulannay adalah bahwa pengertian e-commerce dan e-business apabila tidak dipahami dengan seksama terlebih dahulu, maka akan menjadikan hal itu semakin tidak tersistematis. Hal ini dikarenakan kebingungan umum dalam menentukan istilah yang lebih cocok untuk mewakili setiap konsep-konsep perdagangan dengan penggunaan media elektronik (online).

Perbedaan yang lebih mendasar antara e-commerce dan e-business adalah bahwa tujuan dari e-commerce sendiri memang lebih berorientasi kepada tentang bagaimana dalam memperoleh keuntungan, sedangkan untuk e-business lebih berorientasi kepada kepentingan untuk jangka panjang dan sifatnya lebih abstrak seperti halnya kepercayaan dari para konsumen, pelayanan terhadap konsumen, peraturan kerja, relasi antar mitra bisnis, dan untuk penanganan permasalahan sosial lainnya. Selain daripada perbedaan yang dimiliki oleh keduanya, ternyata diantara keduanya juga masih memiliki persamaan berupa tujuan, yaitu: untuk semakin memajukan perusahaan agar bisa menjadi perusahaan yang jauh lebih besar daripada sebelumnya.

Pengertian E-Logistik

E-logistik merupakan suatu kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut tentang:

1. Konsumen (Consumers).
2. Manufaktur (Manufactures).
3. Service providers.
4. Pedagang perantara (Intermediaries).

Dengan memanfaatkan jaringan-jaringan komputer (komputer networks), yaitu: internet. E-logistik yang menjadi suatu bagian terpenting dalam dunia bisnis logistik untuk saat ini.

E-logistik sebenarnya tidak hanya berbicara tentang pergudangan saja, namun juga seputar pelayanan yang sudah serba terintegrasi oleh sistem. Mulai dari pergudangan atau dari istilahnya sendiri adalah berupa track and trace shipment (melacak dan melacak pengiriman), sampai kepada pengiriman ke tangan konsumen yang menjadi lebih efektif.

Layanan seperti ini merupakan layanan outsourcing end to end (dari ujung ke ujung) yang dimulai dari menyediakan infrastruktur, data centre, aplikasi, perangkat, operasional bisnis (business operation) dan yang terakhir adalah disaster recovery system (sistem pemulihan), yang semuanya itu adalah berbasis real time untuk semua jenis transaksi pembayaran dan penagihan.

E-logistik dalam dunia bisnis memang sangat diperlukan, hal itu dikarenakan semakin banyaknya orang-orang yang masih belum mengetahui betapa banyaknya manfaat dari penggunaan e-logistik ini. Kebanyakan orang memang masih senang menggunakan metode logistik tradisional dalam bidang bisnis logistik. Padahal dengan memanfaatkan e-logistik, maka kita akan dapat sedikit menekan biaya dalam bisnis ini. Selain itu, kita juga akan bisa melakukan transaksi dimanapun dan kapanpun kita berada.

Manfaat Dalam Pemanfaatan Teknologi E-logistik

1. Pemanfaatan aplikasi Electronic Logistic (e-logistik) yang baik dan benar akan mampu menjadikan Industri logistik menjadi semakin efisien, sehingga perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pengiriman juga akan mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggannya. Tidak hanya itu saja, program dari e-logistik juga akan mampu untuk menolong perusahaan jasa pengiriman dalam memberikan kepastian terhadap jasa pengiriman barang.

2. Pemanfaatan TI (Teknologi Informasi) E-logistik juga dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan yang telah menggunakan sistem logistik, sehingga logistik menjadi lebih berkembang pesat dan lebih efisien untuk perusahaan tersebut. Selain itu sistem seperti ini juga dapat mengontrol berbagai permasalahan tracking untuk pengiriman barang-barang logistik, sehingga suatu perusahaan juga masih dapat memberikan jaminan terhadap barang-barang dalam transaksi logistik.

3. Dengan adanya teknologi informasi yang telah menyertainya, maka layanan e-logistik dapat dipastikan akan mampu dalam memberikan jaminan untuk kepastian yang lebih baik terhadap para pelanggannya. Karena itu, layanan e-logistik juga sangat bergunanya untuk memberikan service level yang lebih excellent (terbaik) terhadap para pelanggan. Tujuan utama dari sistem seperti ini adalah untuk memberikan solusi dalam menumbuhkan industri logistik, karena logistik sudah menjadi salah satu struktur terpenting dari berbagai kegiatan ekonomi saat ini yang lebih banyak mengandalkan transaksi dari e-commerce dan e-business.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang apa saja pengertian dari e-commerce, e-business, dan manfaat apa saja yang bisa didapatkan dari penggunaan teknologi e-logistik serta apa saja tahapan-tahapan dalam e-business. Semoga bisa bermanfaat, terimakasih dan salam sukses.

Scroll to top