Kategori: Serba – Serbi

MANAJEMEN KEUANGAN RITEL

Bisnis ritel telah menjadi salah satu bidang bisnis yang menjamur di dunia industry dalam negeri. Sebut saja baik toko ritel yang sudah memiliki nama besar maupun toko ritel sederhana ditengah desa pun memiliki peluang besar & keuntungan melimpah setiap hari. Poin tersebut menjadi salah satu alasan kenapa bisnis ritel cukup digemari terutama bagi pengusaha UMKM.

Namun, tahukah anda bahwa dalam bisnis ritel anda memerlukan manajemen kelola finansial yang sangat baik. Hal ini dikarenakan sistem, kebutuhan & keseimbangan keuangan dalam bisnis ini memerlukan pengelolaan intensif agar tidak terjadi penurunan dalam perjalanan bisnis anda. Karena hal ini akan menyangkut kelangsungan serta perkembangan ritel anda nantinya.

Untuk itu, kami Tim GroEdu (Lembaga Konsultan Bisnis yang sudah dipercaya di berbagai kota besar seperti Surabaya, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Denpasar dan kota-kota besar lainnya) akan berbagi wawasan pada anda seputar manajemen keuangan ritel yang baik beserta segala prosesnya.Dalam Manajemen Keuangan Ritel, terdapat beberapa langkah yang harus anda lalui dalam prosesnya. Langkah-langkah tersebut antara lain:

Kendalikan Sistem Dagang Ritel Anda
Hal ini sangat diperlukan dalam rangka merancang sistem manajemen finansial yang baik dengan cara membenahi struktur dagang terlebih dahulu. Sistem kasir, manajemen supervisor dan sebagainya menjadi hal pertama yang harus menjadi fokus anda. Membenahi sistem internal secara intensif dengan memanfaatkan kemudahan teknologi akan menjadi solusi paling tepat untuk membentuk sistem yang lebih efektif dan efisien. Kemudian ada dapat dengan segera menuju langkah yang selanjutnya.

Evaluasi Manajemen & SOP
Struktur manajemen, baik manajemen SDM, manajemen suplai produk hingga SOP memegang peranan penting dalam mengelola keadaan finansial perusahaan ritel anda. Faktor seperti jumlah karyawan, jam kerja, dan sistem kerja yang efektif dapat menentukan berapa pengualaran dan pemasukan yang akan anda terima. Nah, membenahi hal tersebut menjadi salah satu langkah utama dalam manajemen keuangan ritel yang baik.

Evaluasi & Perbaharui Manajemen Keuangan
Langkah ini merupakan poin paling penting sekaligus langkah terakhir yang harus anda lakukan dalam pelaksanaan Manajemen Keuangan Ritel. Evaluasi sistem saat ini, kemudian kembangkan menjadi jauh lebih efektif dan efisien dari sebelumnya. Penerapan metode baru serta pengaplikasian teknologi seringkali dapat membuat sistem manajemen finansial anda dapat terkelola dengan jauh lebih baik lagi.

Sekian langkah-langkah yang terdapat dalam manajemen keuangan ritel. Penjelasan diatas hanya sekedar rangkuman singkat yang bertujuan untuk menambah wawasan anda. Kesimpulannya, metode seperti apapun yang anda terapkan, yang menentukan tingkat efisiensi dan efektivitas nya hanyalah seberapa baik pelaksanaan metode manajemen finansial yang anda terapkan.
Berkaitan dengan manajemen keuangan ritel, tahukah anda bahwa kami, Tim GroEdu menyediakan layanan training dan konsultasi di bidang tersebut. Selain itu kami Tim GroEdu senantiasa menyediakan layanan konsultasi & training bisnis terutama bagi anda yang tertarik untuk memulai bisnis atau bagi anda yang ingin berupaya meningkatkan kredibilitas bisnis anda melalui beberapa aspek dalam berbisnis. Layanan kami tidak hanya terpaku pada satu aspek, melainkan aspek lainnya yang menyangkut bisnis seperti manajemen bisnis, operasional bisnis dan masih banyak lagi. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com atau langsung melalui nomor Whatsapp berikut, 0812-5298-2900. Kami siap membantu anda.

TIPS MENGELOLA PIUTANG PENJUALAN SECARA EFEKTIF AGAR CASH FLOW PERUSAHAAN LANCAR

Taukah anda bahwa CASH FLOW TIDAK LANCAR di Perusahaan salah satunya disebabkan oleh Piutang penjualan yang tidak dikelola dengan baik?
Artinya di Perusahaan banyak Piutang penjualan yang macet atau belum dibayar oleh customer.
Jika hal itu terjadi di perusahaan anda, silahkan ikuti seminar ini dengan materi :

A. Merapikan – Merapikan Piutang penjualan agar tidak hilang dengan sistem software Hingga Piutang Penjualan outstanding valid.

B. Mencegah Piutang bad debt :
1. Cara efektif mengetahui debitur yang bayar lancar dan tidak lancar dan cara menghandlenya.
2. Mengetahui gejala-gejala piutang penjualan yang bakal bermasalah

C. Menghandle piutang dengan benar dan efektif :
1. Menangani order dari customer beresiko dengan limit kredit yang benar.
2. Membuat analisa umur piutang penjualan dengan grafik current Vs Over due
3. Menangani Piutang penjualan over due agar tidak bad debt dengan projek penyelesaian.
4. Mengelola Piutang penjualan dengan software accounting, mulai DPP sampai pelunasan di sistem.

D. Menangani kerugian akibat piutang bad debt di sisi accounting
1. Posting di akun yang benar jika terjadi kerugian akibat adanya piutang bad debt.
2. Bagaimana menetapkan kebijakan kerugian terkait piutang bad debt

Pembicara :
Frans M. Royan, SE,MM adalah konsultan bidang manajemen pemasaran dan bisnis, Business analyst untuk implementasi software accounting & Distribusi, serta penulis 50 buku bidang pemasaran dan bisnis.

Ennie Maendrayati adalah Direktur Mitra Bisnis perusahaan dealer software Accounting dan manufacturing yang telah membantu ratusan perusahaan dalam solusi akuntansi secara Digital.

David Tanjung adalah implementor software accounting dan manufacturing yang telah membantu ratusan perusahaan dalam implementasi software accounting dan manufacturing.
Investasi : Rp 750.000,-
50 Pendaftar pertama : Rp 199.000,-

Seminar Via Zoom
Hari Sabtu, 25 Juli 2020
Pukul 10.00 WIB – 12.00 WIB
Target peserta : Bisnis owner, Admin AR, Accounting, SPV finance & accounting dan supervisor penjualan.
Kontak : https/wa.me/6281252982900
Daftar : https://bit.ly/DaftarPiutang

VIDEO TRAINING “HOW TO BUILDING SALES FORCE TEAM”

Perubahan sedang terjadi pada kebiasaan kita baik dalam berbelanja, bekerja dan belajar. Kali ini Groedu International Consultant akan menyeseuaikan dengan kondisi New Normal, yaitu dengan mempersembahkan “VIDEO TRAINING” belajar secara flexible menggunakan Video. 

Pada kesembapatan kali ini akan kami persembahkan ” VIDEO TRAINING ” dengan TOPIK ” HOW TO BUILDING SALES FORCE TEAM” (Menyusun kembali Tim penjualan yang porakporanda menjadi kekuatan baru dalam penjualan)

Kendala utama dalam menyusun Tim penjualan pada saat ini adalah
1. Tim penjualan sudah tidak solid karena sebagian di-PHK atau keluar-keluar masuk
2. Dan mencari tim penjualan yang handal tidak mudah untuk saat ini
3. Adanya tantangan dan hambatan dalam era 4.0 dan pandemi Covid 19 yang berkepanjangan sehingga mempengarui dalam penyusunan dan menggerakan Tim penjualan.
Namun demikian perusahaan tidak bisa berdiam diri untuk semakin terpuruk, manajemen perusahaan perlu MEMBANGUN ULANG TIM penjualan agar menjadi solid dan efektif. Serta Tim penjualan menjadi garda depan perusahaan yang berkontribusi maksimal terhadap profit perusahaan.
Materi Training :
1. Kondisi persaingan dan fenomena baru dalam penjualan.
2. Merancang Sales force efektif.
3. Mengorganisasi, menyusun, menggerakan Sales Force
4. Teknik Implementasi sales force
5. Pengendalian Sales Force
6. Evaluasi kinerja sales force
7. Membangun Tim penjualan Digital (Bonus : podcast)
Training On line dalam bentuk VIDEO ini BISA DIPELAJARI dengan waktu flexi-time, sangat membantu para Manager, pemilik bisnis, HRD maupun yang terkait dengan Tim penjualan perusahaan. Serta sebagai PEMANTAPAN/TANYA JAWAB materi DILANJUT dengan SEMINAR ZOOM on line secara periodik dan terjadwal selama 2 Jam GRATIS BAGI PESERTA  “VIDEO TRAINING INI”.
Durasi video : 3 Jam
Harga : Rp 1.750.000,-
200 Pendaftar pertama : Rp 500.000,-
Daftar ke link ini : https://bit.ly/2Z6E3Ef

Atau wa ke : https://wa.me/6281252982900

PERBEDAAN PPH 21 DAN PPH 23 YANG PERLU ANDA KETAHUI DALAM PERPAJAKAN

Dalam dunia bisnis, anda tentu sudah tidak asing lagi dengan yang namanya perpajakan. Mengingat bahwa pajak merupakan salah satu unsur yang dapat sangat mempengaruhi bisnis anda tentu alangkah baiknya anda memiliki pengetahuan luas terkait dunia perpajakan itu sendiri. Anda tentu sudah cukup memahami bahwa terdapat beberapa jenis pajak, seperti salah satunya yaitu PPh atau Pajak Penghasilan yang akan menjadi topik utama artikel kali ini.

Melalui artikel kali ini, kami Tim GroEdu (Lembaga Konsultan Bisnis yang sudah dipercaya di berbagai kota besar seperti Surabaya, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Denpasar dan kota-kota besar lainnya) akan berbagi ulasan terkait perbedaan PPh 21 dan PPh 23 yang perlu anda ketahui dalam dunia perpajakan.
Berikut beberapa perbedaan terkait PPh Pasal 21 dan PPh pasal 23 yang dirangum berdasarkan beberapa aspek, antara lain:

#1 Berdasarkan Subyeknya
Berdasarkan subyeknya, PPh pasal 21 diartikan sebagai pajak atas penghasilan, yang ditujukan pada subjek berupa gaji, upah, tunjangan, & hal-hal serupa dengan nama dan dalam bentuk apapun yang berhubungan dengan pekerjaan, jabatan, jasa, maupun kegiatan yang dilakukan oleh indivdu dalam negeri. Sedangkan PPh pasal 23 ditujukan pada penghasilan atas modal, penyerahan jasa, atau hadiah, dan penghargaan.

#2 Berdasarkan Konsep
Menurut Undang-Undang PPh berdasarkan status subjek pajak penerima penghasilan, maka transaksi jasa yang dibayarkan kepada wajib pajak pribadi dalam negeri termasuk kelompok objek PPh Pasal 21. Sedangkan, jika transaksi jasa dibayarkan kepada wajib pajak badan dalam negeri, maka termasuk objek PPh Pasal 23.

#3 Berdasarkan Tarif Pajak
PPh pasal 21 mengaplikasikan tarif yang berbeda dengan PPh pasal 23 dimana bagi karyawan dengan penghasilan sampai Rp50 juta per tahun, maka penghasilannya akan dipotong sebesar 5%, penghasilan Rp50-Rp250 juta per tahun akan dikenakan pajak sebesar 15%, penghasilan Rp250-500 juta per tahun akan dikenakan pajak 25%, dan penghasilan di atas Rp500 juta per tahun akan dikenakan pajak 30%. Sedangkan tarif PPh 23 diberlakukan atas nilai DPP (Dasar Pengenaan Pajak) atau jumlah bruto penghasilan. Berikut beberapa tarif PPh 23 yang meliputi:

  • Tarif 15% dari jumlah bruto atas dividen (pembagian dividen orang pribadi dikenakan pajak final yaitu 1%), dan hadiah dan penghargaan, selain yang dipotong PPh 21.
  • Tarif 2% dari jumlah bruto atas sewa dan penghasilan lain yang berkaitan dengan penggunaan harta (kecuali sewa tanah atau bangunan).
  • Tarif 2% dari jumlah bruto atas imbalan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, dan jasa konsultan.
  • Tarif 2% dari jumlah bruto atas imbalan jasa lainnya yang diuraikan dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 141/PMK.03/2015.

#4 Berdasarkan Proses Pelaporan Pajak
PPh 21 dilaporkan setiap tahunnya, dengan batas pelaporan maksimal akhir bulan Maret tiap tahun. Misalnya pelaporan PPh 21 untuk penghasilan Tahun 2019, maka setelah mendapatkan bukti potong, karyawan harus segera melaporkannya maksimal Bulan Maret Tahun 2020 dengan mengisi SPT PPh 21. Sedangkan untuk PPh 23, harus dilaporkan tiap bulannya oleh pihak pemotong dengan cara mengisi SPT Masa PPh Pasal 23, dan paling lambat dilaporkan setiap Tanggal 20, sebulan setelah bulan terutang PPh 23.

Itulah beberapa perbedaan terkait pajak PPh 21 dan PPh 23 yang dapat kami berikan melalui artikel kali ini. Sekaligus mengakhiri artikel ini. Tahukah anda bahwa kami, Tim GroEdu senantiasa menyediakan layanan konsultasi & training bisnis terutama bagi anda yang tertarik untuk memulai bisnis atau bagi anda yang ingin berupaya meningkatkan kredibilitas bisnis anda melalui beberapa aspek dalam berbisnis. Layanan kami tidak hanya terpaku pada satu aspek, melainkan aspek lainnya yang menyangkut bisnis seperti manajemen bisnis, operasional bisnis dan masih banyak lagi. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com atau langsung melalui nomor Whatsapp berikut, 0812-5298-2900. Kami siap membantu anda. Semoga ulasan ini bermanfaat, sekian terima kasih.

Scroll to top