Kategori: Serba – Serbi

PENJELASAN SEPUTAR HUTANG PRODUKTIF DAN HUTANG TIDAK PODUKTIF BAGI SUMBER PENDANAAN PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini implementor software akuntansi akan sedikit membahas artikel tentang HUTANG PRODUKTIF DAN HUTANG NON PODUKTIF.

Bedasarkan dari sebuah riset yang telah dibuktikan bahwa sumber pendanaan perusahaan di Indonesia beberapa diantaranya lebih banyak mengandalkan pada sumber dana yang berasal dari Bank. Dan itu artinya adalah bahwa Bank sangat berperan besar dalam penyediaan dana-dana segar bagi perusahaan apabila dibandingakan dengan para investornya.

Terdapat beberapa pengusaha yang lebih banyak untuk berusaha menghindari berhutang dalam menjalankan dan mengelola usahanya. Namun masih ada beberapa diantaranya yang lebih banyak mengandalkan dari berhutang karena merupakan satu-satunya sumber pendanaan dalam mempercepat perkembangan perusahaan. Cara untuk bisa mengetahui sumber dana utama seperti apa yang paling mendominasi modal perusahaan dapat diketahui dengan mengunakan sebuah rasio.

Jenis rasio yang bisa digunakan adalah rasio hutang atas modal Debt to Equity Ratio. Rasio seperti ini mampu menghasilkan angka yang dapat menentukan perbandingan antara nilai hutang dengan nilai setoran modalnya.

Pertama akan kita mulai dengan penjelasan hutang produktif, kemudian akan dilanjutkan dengan pembahasan tentang hutang tidak produktif.

Sebuah pinjaman atau hutang bisa dikatakan produktif jika memang memiliki kemampuan untuk melunasi sendiri (Self liquidating). Kemampuan nya adalah dapat menghasilkan uang dari operasional yang berasal dari investasi yang sudah dilakukan. Pinjaman yang juga termasuk kedalam hutang produktif jika uang pinjaman tersebut yang digunakan untuk menghasilkan return pengembalian modal investasi.

Pengembalian modal hanya akan dapat diperoleh jika perusahaan mampu dalam memanfaatkan dana yang telah bersumber dari hutang untuk berbagai kegiatan operasionalnya masing-masing. Misalnya untuk melakukan perluasan usaha (expansion), menambah kegiatan operasional, atau untuk memulai usaha baru. Meskipun kami juga sangat tidak menyarankan sepenuhnya kepada para pembaca sekalian untuk memulai usaha dengan cara berhutang bagi mereka yang sangat minim pengalaman dan tujuan dalam hal pendirian usaha yang tidak jelas.

Return yang lebih tinggi diharapkan bisa diperoleh oleh perusahaan pada saat pihak manajemen menggunakan hasil dari investasinya.

Nah, sekarang sudah saatnya untuk beralih kepada pembahasan hutang non produktif. Sebuah pinjaman atau hutang bisa dikatakan tidak produktif jika dana yang bersumber dari hutang tersebut malah digunakan untuk kegiatan non operasional. Misalnya, seperti hutang untuk membayar deviden, hutang untuk melunasi hutang lainnya, hutang yang digunakan untuk mendukung gaya hidup (life style), hutang untuk membangun rumah, hutang untuk membeli kendaraan bermotor dan lain sebagainya.

Lalu sekarang bagi para pembaca sekalian yang sudah terlanjur memiliki asset hasil dari berhutang dan menginginkan hasil dari investasi tersebut. Maka berikut ini adalah pembahasan sebenarnya tentang hal semacam itu.

Misalnya para pembaca yang telah terlanjur membangun rumah besar dari hasil berhutang dari bank, kamar-kamar yang sudah dibagun jika tidak ditempati, maka lebih baik untuk disewakan saja, bisa juga untuk dikontrakan atau di kostkan.

Disebabakan karena biaya hidup yang menjadi semakin tinggi banyak diantara para pemilik rumah di kota-kota besar malah menyewakan rumahnya, atau membangun kamar baru untuk bisa disewakan. Namun dengan adanya sebuah konsekuensi dengan tidak memiliki ruang untuk halaman lagi.

Sedikit contoh singkat seperti di atas merupakan permasalahan yang secara umum banyak terjadi, dan sekarang sudah saatnya untuk beralih kepada permasalahan financial.

Misalnya Anda berencana untuk membeli mobil dengan uang tunai/cash. Menurut kami sebaiknya Anda harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana perbandingan antara manfaat dan bebannya, (cost and benefit)-nya. Beban yang nanti akan Anda tanggung besarnya dapat diketahui dengan cara mengetahui berapa besarnya beban bunga jika Anda membelinya dengan cara di kredit. Misalnya beban bunga sebesar 5- 6 % setahun.

Jika para pembaca sekalian mencari produk-produk Investasi, maka akan sangat banyak sekali ditemukan adanya produk-produk investasi yang telah menyediakan bunga dengan sangat besar. Misalnya adalah dari produk investasi Asuransi yang lebih banyak memberikan bunga sebesar 9,75% setahun, bunga dari deposito ada yang bisa sampai lebih dari 7% dalam setahun. Intinya adalah agar para pembaca sekalian tidak semakin terbebani dengan adanya biaya bunga, sebaiknya membeli dengan cara dikredit namun juga melakukan investasi yang bisa menghasilkan pendapatan bunga yang jauh lebih besar dari pada bunga kreditnya (IRW).

Nah, itulah sedikit tips seputar bagaimana dalam pengelolaan piutang. Apabila para pembaca sekalian ingin memahami secara lebih mendalam dari manajemen piutang dan membutuhkan konsultasi, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.
Sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel selanjutnya dan salam sukses.

TUGAS-TUGAS UTAMA DARI SEORANG STAFF PEMBELIAN (PURCHASING STAFF)

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan membahas artikel tentang apa saja TUGAS UTAMA dari seorang staff pembelian? Berikut ini adalah beberapa pembahasannya detailnya.

Pada jenis perusahaan dagang dan manufaktur, seorang staff pembelian harus mampu berperan pada beberapa tugas dan fungsi sebagai berikut, yaitu:

1. Fungsi pembelian harus menyediakan barang-barang yang dibutuhkan oleh perusahaan. Memahami, menganalisa dan menyediakan kebutuhan bagi perusahaan merupakan tugas utama dari staff pembelian. Seorang staff pembelian berhak untuk menolak pengajuan pembelian jika setelah dianalisa ternyata barang yang akan dibeli tersebut tidak terlalu berguna bagi perusahaan dan tidak sesuai dengan anggaran yang sudah ditentukan.
2. Melakukan seleksi para calon pemasok (suplier), memilih jenis barang apapun yang disediakan oleh supplier baik dari sisi jenis, kualitas, atau harga. Karena untuk tahap ini akan sangat menentukan bagaimana langkah selanjutnya bagi perusahaan. Maka tidak bisa langsung menetapkan secara sembarangan. Barang yang sudah digunakan harus benar-benar sesuai dengan jenis barang yang dibutuhkan oleh perusahaan. Seorang staff pembelian dapat mencari pemasok menggunakan internet, mengirim email penawaran, melakukan telepon, atau mendapatkan informasi dari rekan kerja yang lain. Intinya adalah semakin banyak sumber informasi yang dimiliki, maka akan menjadi semakin tepat pula keputusan dalam memilih supplier.
3. Menjalin kontrak kerjasama untuk jangka panjang dengan pihak supplier. Bagi perusahaan yang persediaannya lebih banyak menggunakan bahan baku impor, setidaknya harus memiliki beberapa rekanan yang dapat mendukung dan bisa bekerja sama untuk jangka panjang. Karena untuk bahan-bahan impor sendiri harganya juga sangat dipengaruhi oleh bagaimana keadaan pasar saat ini, inflasi, kurs dan kebijakan pemerintah (Misalnya Pajak).

Kerjasama dalam wakt jangka panjang dapat dilakukan oleh pihak manajemen dengan menetapkan persetujuan (hak dan kewajiban secara tertulis) bersama atau yang lebih banyak dikenal dengan Memorandum Of Understanding (MOU). “Akan tetapi pada pembahasan dari artikel ini praktisi software akuntansi hanya akan lebih berfokus kepada hak-hak dari para pembeli. Beberpa manfaatnya adalah sebagai berikut:

• Pembeli diperbolehkan untuk menukarkan barangnya kepada penjual jika barang yang diterima sudah rusak.
• Jika pembeli telah menyerahkan uang muka pembelian (Misalnya hanya 10%), maka penjual berkewajiban untuk mengirimkan barangnya.
• Pembelian berhak untuk menentukan waktu penerimaan barang disesuaikan dengan kebutuhan dari sipembeli itu sendiri.
• Pembeli berhak untuk memutuskan kontrak kerja sebelum masa kontrak berakhir jika menurut pertimbangan dari si pembeli berat sebelah atau sangat tidak menguntungkan bagi pembeli.
• Pembeli menggunakan harga beli sebagai standar maksimal pada saat pembayaran, berdasarakan dari isi kontrak.
• Pembeli berhak untuk memberikan sanksi kepada suplier atas kerugian yang sudah diterima oleh pembeli dikarenakan keterlambatan dari supplier dalam mengirimkan barang.
• Pembeli berhak untuk mendapatkan potongan harga atas ketelambatan pengiriman barang yang sudah dilakukan oleh supplier.
• Pembeli tidak berhak menanggung beban yang dialami oleh supplier atas apa yang sudah terjadi selama masa pengiriman.
Misalanya, kerusakan barang akibat dari kecelakaan yang terjadi pada saat proses pengiriman.

4. Bekerja sama dengan departeman lainnya seperti: Fungsi produksi yang meliputi staff bagian gudang, staff bagian produksi, staff packing, staff penjualan dan fungsi Keuangan meliputi finance dan accounting.

5. Setelah para pemasok sudah terpilih, maka anggaran akan langsung ditentukan, selanjutnya adalah melakukan pemesaan. Staff pembelian akan membeli barang berdasarkan permintaan dari perusahan. Permintaan (Formal) seperti itu biasanya berbentuk tertulis yang nama dokumennya adalah berupa Purchase Requestion Form (Formulir Permintaan Pembelian). Fungsi pembelian sebaiknya juga harus menyediakan barang-barang kebutuhan perusahaan dengan tepat waktu dan harus sesuai dengan informasi yang sudah tertulis pada formulir tersebut.

6. Staff pembelian juga diharapkan mampu memantau perkembangan pesanan, sudah sampai sejauh mana barang yang sudah dikirim. Menanyakan juga tentang kapan waktu barang tersebut agar dapat diterima, sehingga informasi tersebut dapat langsung diteruskan kepada fungsi produksi. Selain itu meginstruksikan kepada fungsi gudang agar menyediakan tempat pada persedian baru yang nanti akan diterima. Sebagai pengendalian atas penerimaan barang, maka staff pembelian harus memberikan salinan dokumen Purchase Order kepada staff gudang agar diperiksa tentang keseuaian antara barang yang sudah diberli dengan barang yang telah dikirim oleh supplier.

7. Jika pembelian dilakukan secara tunai dan dibayar pada saat barang sudah sampai di tempat. Maka, fungsi pembelian juga harus bertanggungjawab untuk membayar barang yang telah diterimanya tersebut. Pembelian dalam jumlah besar biasanya akan langsung dibayar melalui transfer Bank. Akan tetapi berdasarkan sepengetahuan kami, perusahaan akan lebih banyak yang membeli dengan cara kredit dan akan dibayarkan beberapa kali sebelum masuk waktu jatuh temponya.

Bukti transaksi yang juga meliputi, purchase order, bukti pembayaran dan lain sebagainya harus di filling didokumentasikan agar dapat ditelusuri jika suatu saat dibutuhkan kembali. Misalnya untuk kebutuhan pemeriksaan keuangan (Audit).

Sebagai tambahan, staff pembelian harus memiliki pedoman dalam melakukan pembelian. Prinsip tersebut bertujuan untuk mengkolaborasikan antara fungsi pembelian dengan fungsi-fungsi lainnya yang berkaitan. Berikut ini adalah beberapa prinsip-prinsipnya:

• Staff pembelian juga harus mampu dalam membeli barang-barang dengan harga yang lebih tepat. Dapat diartikan sesuai dengan anggaran, dan juga harus menguntungkan.
• Staff pembelian harus mampu memperhitungkan berapa banyak barang yang dibutuhkan dan akan dibeli.
• Staff pembelian harus mampu mengatur waktu datangnya barang dagangan. Proses produksi tidak diijinkan untuk menunggu sampai barang datang, jadi harus menyediakan barang sebelum barang akan habis.
• Staff pembelian harus mampu mengatur barang yang datang, membantu kelancaran proses produksi.
• Barang yang sudah dibeli harus bermutu, dan telah ditentukan sesuai dengan pilihan yang paling menguntungkan bagi perusahaan.
• Staff pembelian harus membeli barang yang berasal dari sumber yang tepat, dan gabungan dari kelima prinsip di atas.

Nah, demikianlah sedikit penjelasan dari praktisi software akuntansi tentang apa saja tugas utama dari seorang staff pembelian sampai bertemu kembali pada pembahasan artikel selanjutnya (IRW). Apabila para pembaca ingin memahami dengan lebih mendalam tentang manajemen dan apa saja tugas-tugas dari staff pembelian khusunya adalah untuk job deskripsi mereka, membutuhkan konsultasi, membutuhkan software accounting, dan perbaikan proses bisnis para pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

TATA CARA DALAM MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING/IPO (2) PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA DARI PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini praktisi software akuntansi akan melanjutkan pembahasan artikel yang lalu yang berjudul: TATA CARA TENTANG BAGAIMANA DALAM MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA PERUSAHAAN. Pada pembahasan sebelumnya praktisi software akuntansi telah menjelaskan tentang hal-hal utama yang perlu untuk dilakukan oleh para calon emiten agar dapat menjadi perusahaan Go Publik. Tahapan yang dilakukan adalah persiapan, mengajukan niat untuk mendaftar, menawarkan saham lalu kemudian mencatatkan saham pada bursa efek.

Tentang tahapan persiapan, pada artikel lalu juga sudah dibahas bahwa para calon emiten perlu mempersiapkan segala kebutuhan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Setelah dokumen sudah dipersiapkan, maka struktur keuangan perusahan akan diperbaiki, lalu kemudian melakukan rapat umum para pemegang saham untuk meminta persetujuan dari mereka. Tentang langkah-langkah tersebut harus dilakukan secara bersama-sama dan sebagai persiapan awal.

Setelah persiapan awal sudah dilakukan, maka perusahaan akan mulai melangkah kepada tahapan selanjutnya, yaitu menunjuk lembaga-lembaga pasar modal untuk membantu dalam mengurus dan mendukung terlaksananya proses penawaran saham perdana. Lembaga tersebut meliputi Penjamin emisi (Underwariter), Akuntan Publik (Auditor Independen), Konsultan hukum, Notaris dan biro administrasi.

Nah, Itulah tahap-tahap untuk persiapan yang harus dilakukan untuk melakukan Penawaran Saham Perdana Initial Public Offering (IPO). Sekarang kita akan melanjutkan pembahasan pada tahapan untuk pengajuan Pernyataan Pendaftaran.

TAHAP PENGAJUAN PERNYATAAN PENDAFTARAN

Pada tahap ini, calon emiten harus melengkapi dokumen-dokumen pendukung untuk menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga OJK memberian pernyataan bahwa Pernyataan Pendaftaran telah efektif.

Untuk menjadi perusahaan publik yang sahamnya sudah tercatat dan diperjual belikan pada bursa efek Indonesia (BEI), perusahaan harus mengajukan permohonan untuk mencatatkan saham, melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan, antara lain adalah:

 Profil perusahaan (Company Profile). Laporan yang berisikan tentang latar belakang perusahaan seperti sejarah berdirinya, fakta terkini dan visi misi perusahaan.
 Laporan keuangan (Financial Statement). Laporan yang memberikan informasi tentang bagaimana kinerja keuangan yang telah diperiksa oleh Auditor Independen.
 Opini Hukum.
 Proyeksi Keuangan. Laporan yang berisikan tentang anggran perusahaan yang meliputi perkiraan pendapatan dan biaya yang akan terjadi di masa depan.

Perusahan juga wajib untuk menyampaikan permohonan pendaftaran saham untuk dititipkan secara kolektif (Scirpless) dikustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Surat pernyataan yang sudah diajukan oleh para calon emiten akan di evaluasi ulang oleh Bursa efek Indonesia BEI dan akan mengundang beberapa lembaga pasar modal untuk mempresentasikan profil perusahaan seperti Under writer/penjamin emisi dan Profesi penunjang. Evaluasi perusahan juga meliputi kunjungan dari tim Bursa Efek Indonesia ke kantor perusahaan calon emiten untuk menilai kegiatan usaha calon emiten dan relevansinya dengan rencana IPO. Bursa efek Indonesia akan memberikan persetujuan prinsip berupa Perjanjian Pendahhuluan Pencatatan Saham kepada perusahaan ketika Bursa Efek Indonesia telah menentukan bahwa permohonan dari para calon emiten sudah diterima. Bersamaan dengan pengajuan permohonan ke Bursa efek Indonesia calon emiten juga harus mengajukan permohonan kepada Otoritas Jasa Keuanga Indonesia (OJK).

OJK akan mengevaluasi fakta-fakta material tentang penawaran saham, kondisi keuangan dan kegiatan usaha perusahaan yang diungkapkan melalui prospektus. Propektus adalah berupa Gabungan antara Profil perusahaan dengan laporan keuangan yang akan disajikan dalam satu dokumen untuk memberikan gambaran tentang saham yang sedang ditawarkan.

Prospektus yang berisikan tentang reksadana, saham, obligasi, dan jenis investasi-investasi lainnya. Selain itu prospektus juga berisikan tentang Laporan keuangan, profil dewan direksi dan juga dewan komisaris, rincian informasi tentang kompensasi mereka, masalah-masalah yang seringkali harus dihadapi oleh perusahaan dan informasi-informasi penting lainnya yang lebih bersifat material. Sebuah prospektus yang baik juga harus memuat tentang fakta-fakta yang lebih material. Keberhasilan dalam mendapatkan investor juga masih tergantung pada prospektus yang sudah disajikan. Prospektus ini akan langsung didistribusikan oleh penjamin emisi (Under writer) atau pialang saham (broker) terhadap investor potensioal. Sehingga harapan dari emitan atas saham yang sudah dilepas dapat langsung terserap semuanya oleh pasar.

Peraturan tentang prospektus ini telah diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal. Berdasarkan peraturan Bapepam lebih dikenal dengan beberapa tahapan prospektus di Indonesia yaitu:

Prospektus Awal

Prospektus ini digunakan hanya untuk mengukur minat dari pasar (book buiilding) terhadap para calon emiten. Prospektus ini berisikan tentang keseluruhan informasi yang perlu disampaikan kepada Bapepam kecuali Informasi penawaran, seperti nilai nominal, jumlah dan harga penawaran, efek penjamin efek, penjamin emisi, efek tingkat suku bunga, obligasi.

Prospektus ringkas

Prospektus ini lebih banyak memberikan informasi tentang ringkasan dari fakta-fakta dan berbagai pertimbangan. Informasi yang sudah diungkapkan pada prospektus ini berisikan tentang semua perkiraan yang berhubungan langsung dengan hak dan kewajiban dari para calon investor.

Prospektus final

Sebuah Prospektus yang akan dipublikasikan setelah Bapepam yang isinya menyatakan bahwa efektifitas atas Pernyataan Pendafataran yang telah diajukan oleh para calon emiten.

Prospektus yang disebutkan di atas akan diterbitkan oleh calon emiten menjelang perusahaan IPO.

Nah, itulah beberapa tips seputar bagaimana cara dalam melakukan Initial Public Offering (IPO) Penawaran umum saham perdana. Apabila pembaca ingin memahami dengan lebih mendalam tentang tata cara IPO, membutuhkan konsultasi seputar manajemen, dan membutuhkan Software Accounting pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 (Owner) atau 081-8521172 (Office). Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu di pembahasan artikel selanjutnya, terimakasih.

JENIS AUDIT DAN DAMPAK BURUK JIKA PEUSAHAAN SAMA SEKALI TIDAK PERNAH MELAKUKAN PROSES AUDIT INTERNAL

Berbicara tentang penyusunan laporan keuangan dalam sebuah organisasi perusahaan menurut Implementor software akuntansi sudah menjadi satu hal yang sangat wajib untuk dilakukan dan merupakan sarana terbaik dalam memenuhi berbagai kebutuhan akuntabilitas dan keterbukaan yang sudah disyaratkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan terhadapnya. Laporan keuangan tersebut merupakan sumber informasi terbaik yang harus benar-benar menunjukkan bagaimana posisi keuangan perusahaan yan sebenarnya, kinerja dan berbagai perubahan posisi keuangan yang sudah digunakan sebagai dasar utama dalam hal pengambilan keputusan. Karena itu laporan keuangan berperan besar dalam keberlangsungan hidup dari perusahan, sehingga laporan keuangan yang akan disajikan diharapkan memiliki jaminan tentang kebenaran dan keakuratannya.

Namun saat ini Implementor software akuntansi akan lebih berfokus tentang audit dan beberapa kerugian yang akan didapatkan oleh perusahaan jika sama sekali tidak pernah melakukan proses audit pada internal operasional proses bisnisnya. Seiring dengan semakin cepatnya laju pertumbuhan perusahaan, maka tindakan audit semakin dibutuhkan karena adanya kebutuhan dari pihak pemerintah, para pemegang saham, pihak analis keuangan, para investor, dan juga publik untuk menilai bagaimana tingkat performa dari manajemen operasional perusahaan yan sudah berjalan selama ini. Dan upaya yan dilakukan untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut, maka dibutuhkan adanya proses audit manajemen sebagai salah satu sarana yang lebih reliable atas pertanggungjawaban dalam hal memberikan analisis, penilaian, dan rekomendasi atas berbagai aktivitas yang sudah dikerjakan selama ini.

Pada dasarnya, terdapat dua macam jenis audit yang sudah banyak diterapkan dalam internal perusahaan, yaitu:

1. Audit Internal.

Audit internal merupakan berbagai tindakan aktivitas dalam hal penjaminan dan konsultasi secara independen serta lebih obyektif yang telah didesain untuk memberikan nilai tambah dalam upaya untuk lebih meningkatkan operasional perusahaan. Audit internal sangat membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya melalui adanya pendekatan yang lebih tersistematis agar dapat melakukan evaluasi dan upaya untuk meningkatkan efektivitas dari manajemen terhadap adanya resiko, pengendalian, dan juga terhadap proses tata kelola. Perusahaan yang sudah mempekerjakan auditor internal untuk melakukan audit keuangan maupun operasional.

2. Audit Eksternal.

Sedangkan untuk audit eksternal merupakan tinjauan atau berupa review terhadap adanya laporan keuangan perusahaan yang telah dilakukan oleh para tenaga profesional dan juga independen (KAP/Kantor Akuntan Publik) yang tidak keterkaitan sama sekali dengan perusahaan tersebut. Audit eksternal seperti ini memiliki peran yang lebih besar dalam hal pengawasan terhadap bagaimana kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya karena sudah dilakukan oleh para tenaga professional yang lebih berkompeten dalam bidangnya di luar perusahaan, sehingga diharapkan dapat memberikan penilaian yang jauh lebih obyektif.

Lalu dampak buruk seperti apa yang nantinya akan terjadi jika pada kenyataannya perusahaan sama sekali tidak pernah dilakukan proses diaudit?

1. Kredibilitas dan kinerja perusahaan yang sudah berjalan selama ini akan dinilai tidak baik di hadapan para pemegang saham, pihak investor, dan pemerintah karena tidak menyajikan laporan keuangan yang lebi terpercaya dan valid.

2. Beresiko besar untuk terjadinya tindakan-tindakan kecurangan yang selama ini banyak dilakukan oleh sebagian pihak dari manajemen yang tidak bertanggungjawab.

3. Tidak memiliki dasar yang lebih bisa dipercaya untuk menyiapkan surat-surat pemberitahuan pajak yang telah diserahkan terhadap pihak pemerintah.

4. Menghadapi berbagai hambatan dalam hal permodalan yang terlebih lagi jika sebagian besar menggunakan sumber pembiayaan dari luar perusahaan.

Tidak bisa disangkal lagi jika dunia usaha memiliki kepentingan yang begitu besar terhadap proses auditing. Proses audit dimaksudkan dalam upaya untuk lebih meningkatkan nilai informasi yang akan didapatkan dari proses akuntansi dengan cara melakukan berbagai macam penilaian terhadap berbagai informasi tersebut, dan kemudian akan mengkomunikasikan hasil dari penilaian terhadap pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan.

Dengan demikian, maka menurut Implementor software akan selalu ada saja kemungkinan-kemungkinan untuk ditemukan dan terjadinya kesalahan-kesalahan dalam sebuah informasi akuntansi, sehingga laporan keuangan yang telah dihasilkan tidak sampai menyesatkan dan dapat digunakan sebagai sebuah landasan dalam hal pengambilan keputusan yang lebih tepat. Untuk saat ini proses audit juga tidak lagi hanya sekedar untuk menemukan tindak kecurangan dalam hal penyajian-penyajian laporan keuangan oleh pihak manajemen, namun juga menjadi sangat penting karena adanya tuntutan dari pihak pemerintah, para investor, pihak pemegang saham, serta dari publik dalam menilai tentang bagaimana performa perusahaan selama ini. Apabila Anda membutuhkan informasi mengenai artikel ini lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting dan distributor, mohon bisa hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

Scroll to top