Kategori: Software accounting

STRATEGI UNTUK MENCEGAH DAN MEMINIMALKAN AGAR PIUTANG TAK TERTAGIH TIDAK SAMPAI TERJADI PADA PERUSAHAAN ANDA

Pada Kesempatan kali ini praktisi software accounting akan sedikit membahas tentang bagaimana stratetgi untuk bisa mencegah piutang agar tidak sampai menjadi tidak tertagih. Berikut ini adalah sedikit penjelasannya.

1. Tetapkan waktu jatuh tempo piutangnya.

Waktu jatuh tempo piutang merupakan batas waktu yang akan diberikan kepada pihak yang memiliki hutang (berhutang) agar segera melunasi atau membayar hutangnya. Batas untuk jangka waktu pelunasan yang biasanya akan diberikan oleh perusahaan adalah 14 hari dan paling lambat sebagai tanda batas waktu terakhir adalah maksimal selama 30 hari atau jika semakin pendek maka itu berarti juga semakin lebih bagus, karena akan semakin cepat uang akan diterima oleh perusahaan.

Batasan waktu (Limit) kredit merupakan jumlah dari batasan nilai yang akan diberikan oleh si pemberi piutang jika pelanggan akan melakukan pelunasan pembayaran dengan cara kredit. Jika dari pihak pembeli tidak bersedia untuk menerima/mematuhi kebijakan dari waktu jatuh tempo dan limit kredit seperti ini, maka sebaiknya menjual barang dengan cara pembayaran tunai saja.

Pemberian waktu untuk tanggal jatuh tempo dan batasan nilai dari limit kredit sangat penting untuk dilakukan oleh perusahaan yang menerapkan sistem dengan cara penjualan kredit. Hal seperti ini dikarenakan dua macam kebijakan tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melakukan tindakan-tindakan yang selanjutnya untuk mencegah agar tidak sampai terjadi piutang yang tidak bisa tertagih.

2. Memberikan denda/sanki karena keterlambatan, atau bahkan menunda-nunda pembayaran piutang.

Denda/sanksi yang harus dibayarkan oleh penghutang penjualan kredit akan menjadikan mereka berpikir dua kali jika mereka berniat ingin menunda-nunda pembayaran piutangnya. Besarnya nilai sanksi/denda yang akan diberikan ini juga dapat menjadi bahan pertimbangan yang terbaik jika mereka lalai atau telat dalam membayar hutangnya. Semakin terlambat untuk membayar piutang, maka akan menjadi semakin bertambah besar pula hutang dan sanksi/denda yang harus mereka bayarkan. Agar tidak dinilai oleh para pelanggan sebagai suatu jebakan dari perusahaan Anda semata, maka informasikanlah tentang tentang denda keterlambatan pembayaran ini sejak dari awal terjadinya transaksi, maka hal ini akan semakin membantu untuk menekan transaksi yang dilakukan secara kredit oleh para pelanggan Anda.

3. Mengelola dan mem follow up piutang-piutang pelanggan Anda.

Ada kalanya dari si pihak pelanggan itu sendiri lalai atau bahkan sampai melupakan jika mereka masih memiliki hutang yang harus dibayarkan kepada perusahaan Anda, entah itu karena terlalu kewalahan dengan urusan-urusan internal perusahaannya atau karena hal-hal lainnya. Yang jelas, setidaknya dari pihak perusahaan Anda sendirilah yang harus selalu mengingatkan tentang hutangnya dan nilai atas besarnya hutang mereka terhadap perusahaan Anda. hal seperti ini sagnat penting agar menghindarkan mereka dari membayar denda keterlambatan dan juga untuk menjaga arus kas perusahaan agar tetap sehat.

Caranya adalah dapat dengan menelepon atau mengirimkan email pengingat kepada masing-masing dari mereka, minimal satu atau dua minggu sebelum waktu jatuh tempo pembayarannya. Jika Anda sering mengelola dan melakukan follow up atas setiap piutang kepada mereka yang masih belum membayarkannya, maka kemungkinan terbesarnya adalah piutang untuk dibayar akan menjadi semakin lebih besar.

Berikan surat teguran jika follow up yang sudah dilakukan oleh perusahaan Anda secara baik-baik tidak dihiraukan atau bahkan sama sekali tidak berhasil. Selain itu, Anda juga dapat menyuruh orang atau salah satu karyawan Anda untuk mendatangi mereka yang hampir memasuki masa jatuh tempo dari pembayaran piutangnya kepada perusahaan.

4. Melakukan tindakan penagihan dengan lebih agresif.

Jika dari ketiga cara diatas sudah dilakukan, akan tetapi tidak berhasil, maka perusahaan dapat melakukan tindakan penagihan dengan lebih agresif untuk menagih piutang yang masih belum lunas dibayarkan. Perusahaan dapat memberikan surat teguran kepada pihak yang berhutang atau mengutus seorang debt collector dengan membawa surat perjanjian yang sebelumnya sudah pernah ditanda tangani untuk menagih hutang yang masih belum terbayarkan tersebut.

5. Membuat dan memasukkan daftar pelanggan-pelanggan yang membelot dan menolak untuk membayar hutangnya ke dalam daftar hitam pelanggan (black list customer).

Hal ini harus dilakukan jika poin ke 1 sampai 4 sudah dilakukan namun masih tidak berhasil. Maka cara yang terakhir adalah dengan menerapkan sistem daftar hitam (black list), yaitu mencatat pelanggan-pelanggan yang sering membelot dan mencari-cari alasan untuk memperpanjang waktu jatuh temponya karena belum bersedia untuk membayar hutangnya kepada perusahaan. Tujuannya adalah agar perusahaan dapat terhindar dari piutang yang tidak tertagih pada periode-periode berikutnya. Karena, pelanggan-pelanggan yang sudah tercatat ke dalam daftar hitam (black list) tidak akan diijinkan kembali untuk melakukan pembelian kredit pada periode yang berikutnya.

Adanya piutang-piutang yang terlalu sulit untuk ditagih bisa disebabkan karena terlalu lemahnya pengendalian limit kredit dan pengelolaan piutang perusahaan yang bersangkutan. Maka dari itu, jika perusahaan ingin mengurangi resiko dari kemungkinan piutang yang tidak tertagih, maka perusahan dapat membentuk pengendalian internal yang lebih baik lagi.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang strategi mengurangi piutang yang tidak bisa tertagih, terima kasih telah berkunjung ke website kami. Apabila para pembaca sekalian membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

ANGGARAN INDUK UNTUK PEMBIAYAAN OPERASIONAL PERUSAHAAN

Anggaran induk merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan hasil dari proyeksi perusahaan. Anggaran induk ini sendiri merupakan satu kesatuan dari anggaran departemen serta banyak disusun untuk mencapai laba. Anggaran induk ini terbagi menjadi dua macam anggaran, yaitu anggaran operaional dan anggaran juga Keuangan:

Pertama–tama kita akan memulai pembahasan dari anggaran Operasional. Anggaran operasional sendiri adalah anggaran yang hanya lebih berfokus kepada proyeksi laporan yang berdasarkan dari berbagai aktivitas operasional, aktivitas yang mendatangkan penghasilan. Komponen pembetuk anggaran operasional sangat kuat kaitannya dengan laporan laba-rugi proyeksi. Beberapa kegiatan yang juga termasuk ke dalam anggaran operasional adalah berupa anggaran penjualan, anggaran Produksi, anggaran bahan baku langsung, anggaran Tenaga Kerja Langsung, anggaran biaya Overhead Pabrik, Angara Persediaan, dan juga Anggaran biaya Non-Produksi.

1. Anggaran penjualan.

Anggaran penjualan adalah hasil dari proyeksi laporan yang terkait dengan jumlah unit barang yang nantinya akan dijual pada periode mendatang. Anggaran penjualan secara umum berisikan tentang berbagai informasi barang-barang yang nantinya akan terjual meliputi jenis-jenis barang, jumlah yang nanti akan terjual, dan juga harga barang.

Pada kondisi tertentu, anggaran penjualan yang dibuat dengan menyesuaikan keadaan dari target konsumen tempat barang tersebut akan dijual. Tentunya informasi yang nanti akan disajikan juga akan terbagi per wilayah, akan tetapi masih dalam batas satu kesatuan angaran.

2. Anggaran untuk proses produksi.

Anggaran produksi merupakan proyeksi dari jumlah unit produksi yang nanti akan dihasilkan pada periode mendatang. Dasar perencanaan produksi ini dibuat dengan cara tetap mempertimbangkan history penjualan. Rencana produksi dari setiap masing-masing barang yang dibuat atas dasar penjualan dari setiap masing-masing barang dengan cara lebih mempertimbangkan setiap prinsip-prinsip konservatisme. Anggaran yang baik tidak akan merencanakan nilai diluar batas kemampuan, secara berlebihan, dan juga terlalu agresif.

3. Anggaran untuk bahan baku.

Anggaran bahan baku yang dibuat untuk menghitung berapa jumlah kebutuhan bahan baku yang nantinya akan digunakan pada periode-periode mendatang. Anggaran untuk bahan baku yang dibuat berdasarkan pada jumlah aktualisasi penggunaan bahan baku untuk proses produksi. Selain berdasarkan pada jumlah unit yang dibutuhkan untuk proses produksi di masa depan, anggaran bahan baku juga dapat dibuat berdasarkan alokasi dana. Jumlah pengeluaran untuk pembelian bahan baku.

4. Anggaran tenaga kerja langsung.

Anggaran biaya tenaga kerja langsung yang berkaitan dengan anggaran produksi. Biaya produksi yang terdiri dari biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku langsung, dan biaya overhead pabrik. Anggaran seperti ini menilai sampai seberapa besarnya biaya tenaga kerja langsung yang nanti akan dikeluarkan oleh perusahaan dimasa mendatang.

Anggaran biaya juga dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk pengendalian internal. Agar pengeluaran untuk tenaga kerja langsung dapat dikelola dengan lebih tepat oleh perusahan dan sebaiknya memuat anggaran biaya tenaga kerja setiap tahunnya. Informasi yang termasuk ke dalam anggaran tenaga kerja langsung yang terkait dengan jumlah tenaga kerja seperti yang dibutuhkan, jumalah tenaga kerja yang nanti akan di rekrut dan terkait dengan pertambahan atau pengurangan komposisi biaya tenaga kerja langsungnya.

5. Anggaran Biaya Overhead Pabrik (BOP).

Anggaran Biaya Overhead Pabrik yang berisikan tentang berbagai informasi-informasi tentang biaya tidak langsung. Biaya yang secara tidak langsung akan menentukan nilai barang per unitnya. Oleh karena tidak terkait secara langsung, maka dalam pembentukannnya akan menjadi lebih rumit karena membutuhkan informasi yang lebih banyak dari divisi lainya.

Penetapan biaya overhead yang berdasarkan kepada biaya overhead aktual yang nantinya akan dibebankan. Pembebanan anggaran Biaya Overhead Pabrik rencananya akan dialokasikan kepada semua produk yang nanti akan diproduksi.

6. Anggaran persediaan.

Merupakan proyeksi dari laporan yang berisikan tentang seberapa banyak persedian yang nanti akan dibutuhkan untuk periode mendatang. Penetapan anggaran ini juga lebih mempertimbangkan titik minimum dari persediaan (Safety Stock).

Nah itulah sedikit penjelasan tentang anggaran induk dari keuangan perusahaan. Terima kasih telah berkunjung ke website kami. Apabila para pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda. Sampai bertemu lagi pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

BAGAIMANA STRATEGI DALAM MENGELOLA STOK BARANG-BARANG KEBUTUHAN UNTUK JENIS BISNIS CAFE

Dalam berbisnis apapun, stok barang merupakan sesuatu yang paling vital dan tidak bisa dianggap enteng. Kenapa bisa demikian? Jawabannya sederhana saja, karena persediaan merupakan penggerak utama dari perputaran roda sebuah bisnis. Khususnya adalah untuk jenis bisnis cafe yang biasanya stok barangnya sangat berpengaruh besar terhadap kepuasaan pelanggan. Bahkan stok barang yang terlalu cepat habis adalah sebuah pertanda bahwa produk mana saja yang paling banyak disukai oleh para konsumen.

Nah setelah mengetahui betapa pentingnya persediaan/stok barang ini, maka sangat penting artinya bagi Anda untuk mengelola stok barang dengan benar dan juga lebih tersistematis. Berikut ini akan dijelaskan tentang bagaimana caranya untuk mengelola stok barang pada jenis bisnis cafe.

1.Harus mengenali jenis-jenis persediaan barang yang masih ada di Cafe.

Untuk mengatur stok persediaan barang di cafe adalah dengan jalan mengetahui terlebih dulu apa saja jenis-jenis persediaan barangnya. Mungkin masih belum banyak yang mengetahui bahwa jenis barang pada sebuah bidang usaha biasanya dibedakan dalam berbagai macam tipe dan kategori. Dengan cara mengkategorikannya, maka pengelolaan stok barang akan menjadi jauh lebih mudah untuk bisa dilakukan. Sedangkan untuk pengkategoriannya sendiri adalah seperti berikut ini.

  • Persediaan untuk Dijual: Kategori barang ini adalah barang yang disediakan hanya untuk dijual. Biasanya barang jenis ini bisa berupa makanan atau minuman yang menjadi produk utama dari jenis bisnis tersebut.
  • Bahan Penolong: Barang ini biasanya tersedia untuk menunjang keberadaan dari produk yang dijual. Biasanya barang jenis ini adalah berupa tisu, sendok, gelas sampai dengan piring.
  • Persediaan untuk Proses Produksi: Sedangkan untuk jenis ini lebih banyak digunakan untuk mengelola atau membuat bahan dari produk yang akan dijual. Jenis barang ini bisa berupa minyak goreng, gula, garam, sampai dengan cream.
  • Persediaan Fast Moving: Seperti namanya, jenis barang yang satu ini merupakan jenis barang yang permintaannya harus cepat dilakukan. Biasanya permintaan cepat tersebut agar tidak kewalahan dan langsung bisa memenuhi keinganan dari para konsumen. Mulai dari buku, nota sampai dengan bahan makanan.
  • Persediaan Slow Moving: Untuk persediaan jenis ini maka bisa dibilang merupakan kebalikan dari tipe fast moving. Karena persediaan yang satu ini berupa seperti mangkuk, piring saji sampai dengan mesin kopi.
  1. Mengumpulkan data-data persediaan kafe.

Setelah mengetahui berbagai jenis barang-barang yang dibutuhkan, maka langkah selanjutnya adalah dengan cara mengumpulkan data-data persediaan kafe. Hal seperti ini sangat berguna bagi Anda untuk melakukan kegiatan seperti menerima, menyimpan sampai mengeluarkan barang persediaan yang sesuai dengan data dan kebutuhan dari bisnis kafe Anda.

  1. Melakukan proses forecasting (peramalan).

Sederhananya adalah, forecasting merupakan tahap dimana Anda akan diwajibkan untuk membuat perkiraan dari jumlah barang yang dibutuhkan untuk dimasukan ke dalam gudang. Langkah ini sangat penting bahkan bisa dibilang paling vital bagi sebuah bisnis, karena untuk membantu Anda dalam menyiapkan rencana bisnis Anda sendiri. Misalnya, pada bulan lalu Anda membutuhkan sekian jumlah barang, maka untuk bulan ini jumlah barang yang Anda butuhkan juga tidak terlalu jauh berbeda dari kebutuhan sebelumnya.

  1. Memisahkan antara barang baru dengan barang-barang lama.

Hal yang seringkali keliru dilakukan oleh banyak pebisnis adalah mencampurkan antara stok barang baru dengan stok barang yang lama. Padahal untuk hal semacam ini berhubungan langsung dengan kualitas dari barang tersebut yang pastinya berbeda-beda. Untuk itulah, sangat penting artinya untuk memisahkan antara stok barang baru dengan stok barang yang lama.

  1. Mengecek kembali barang sebelum akan disimpan.

Cara terakhir adalah dengan jalan mengecek kembali barang sebelum akan disimpan. Hal seperti ini harus dilakukan untuk mencegah dari adanya barang-barang yang rusak, barang yang tertukar, barang yang sudah kadaluarsa sampai dengan barang yang tidak sesuai keinginan atau kebutuhan bisnis kafe Anda.

Semoga dari beberapa point yang sudah dijelaskan di atas tentang bagaimana strategi dalam mengelola stok barang-barang kebutuhan untuk jenis bisnis cafe bisa bermanfaat bagi Anda sekalian. Agar bisnis kafe Anda bisa menjadi semakin berkembang dan sukses. Anda membutuhkan software resto, POS dan accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak kami di 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu.

 

 

STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DARI EKUITAS PERUSAHAAN (2)

Melanjutkan dari pembahasan artikel sebelumnya, yaitu tentang STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA DARI EKUITAS PERUSAHAAN. Kali ini implementor software akuntansi akan meneruskan kelanjutan dari beberapa strategi dari artikel sebelumnya tentang kinerja ekuitas perusahaan.

1. Melakukan tindakan kapitalisasi atas laba ditahan.

Kapitalisasi laba ditahan merupakan pemindahan jumlah laba yang sudah ditahan menjadi modal. Laba tersebut dapat dibagikan kepada para pemegang saham dengan cara dicatat sebagai pertambahan modal atau pemberian saham bonus. Saham bonus sendiri juga dapat diartikan sebagai sebuah saham deviden.

Bagi perusahan yang masih berkembang, melakukan kapitalisasi atas laba ditahan juga sangat berguna untuk mendukung upaya perluasan jangkauan perusahan. Misalnya, pihak manajemen sendiri memberlakukan kebijakan kepada para investor/para pemegang saham untuk mentrasfer sebagian dari deviden yang sudah mereka terima selama 10 tahun. Dengan cara demikian, maka perusahaan tidak akan merasa khawatir untuk kekurangan sumber pendanaannya.

2. Melakukan konversi obligasi atau saham istimewa yang sudah terkonversi (Convertible bonds or preferred stock).

Obligasi yang sudah terkonversi atau yang paling sering dikenal dengan nama Convertible Bond adalah suatu jenis obligasi yang dapat dirubah menjadi saham dari perusahaan penerbit obligasi dan biasanya pada rasio pertukaran yang sudah ditentukan terlebih dahulu pada penerbitan obligasi tersebut. Resiko untuk melakukan konversi obligasi adalah penerbit saham akan mengalami dilusi saham. Semakin berkurangnya struktur pemegang saham akibat dari saham yang dimiliki oleh orang-orang baru. Namun bagi perusahaan yang memiliki kewajiban hutang yang begitu besar, melakukan konversi hutang akan menjadi saham dapat dilakukan. Perubahan kepemilikan hutang tersebut dapat mengurangi terjadinya tekanan manajemen.

3. Menjual saham secara berlangganan.

Saham langganan sendiri merupakan sebuah bentuk saham yang melalui mekanisme dimana karayawan atau investor secara konsisten akan membeli saham dari saham perusahaan dalam jangka waktu yang lama. Dan biasanya dengan harga yang tidak termasuk dengan komisi broker, sehingga akan menjadi jauh lebih kecil Cost yang dibutuhkan untuk memilikinya. Berlangganan saham akan dapat mengurangi perputaran pemegang saham. Karena pemilik saham memang memiliki minat yang lebih tinggi terhadap perusahan.

Ketika perusahaan Anda sedang membutuhkan suntikan dana, maka kebijakan untuk menjual saham secara berlangganan kepada para karyawan atau investor dapat dilakukan. Jumlah dana perusahaan akan semakin bertambah seiring dengan penambahan jumlah saham yang dimilikinya. Kesepakatan dari karyawan atau investor untuk berlangganan saham perusahaan akan membuat modal perusahana menjadi semakin lebih kuat.

Manfaaat yang akan bisa didapatkan jika anda memberlakukan kebijakan seperti ini adalah manajemen dapat memproyeksikan seberapa besar tingkat komponen ekuitas yang dimiliki pada periode mendatang. Proyeksi tersebut juga dapat mendukung proyek-proyek yang membutuhkan dana yang begitu besar dan cukup beresiko tinggi.

4. Menjual modal saham secara premium.

Modal saham premium yang merupakan penawaran saham kepada pasar dengan adanya tambahan nilai (Premium). Dan itu artinya saham yang sudah ditawarkan memang memiliki harga obligasi yang jauh lebih tinggi daripada nilai nominal sebenarnya.

Pada saat perusahaan yang sudah go publik, maka secara otomatis perusahaan tersebut akan ter ekspose oleh pasar, sehingga tekanan manajemen akan menjadi semakin lebih besar. Dengan cara menerbitkan saham premium akan dapat berfungsi dalam membangun pondasi keuangan agar menjadi semakin lebih kuat, sehingga diharapkan ketika sudah go publik, maka perusahaan akan menjadi lebih sukses dari sebelumnya.

Dana yang diakun share premium akan dapat dimanfaatkan untuk memberikan bonus saham kepada para pemegang saham yang ada dan untuk pembelian kembali saham. Bonus yang sudah diberikan kepada para pemegang saham akan membuat komposisi kepemilikan saham menjadi tidak banyak berubah. Turnover atas kepemilikan saham pada akhirnya akan semakin mengurangi terjadinya dilusi nilai saham. Dana premi saham akan dapat digunakan untuk menutupi biaya penjaminan emisi sehingga akan mampu mengurangi resiko pasar.

5. Menjual saham treasuri.

Saham treasuri yang merupakan saham yang beredar akan ditarik kembali untuk sementara waktu kemudian akan diterbitkan kembali. Saham treasuri biasanya akan ditawarkan untuk dimiliki oleh karyawan. Setelah dimiliki hingga masa jatuh temponya, maka mereka akan diberikan hak berupa opsi, berupa penawaran apakah tetap memiliki saham tesebut atau ingin menjualnya kembali. Biasanya pelepasan saham treasuri akan dilakukan oleh perusahaan yang sedang melakukan merger atau proses akuisisi. Penggabunagn perusahaan akan semakin memberikan peluang bagi para karyawan untuk memiliki perusahaan melalui pemeblian saham treasurynya.

Keuntungan yang akan didapatkan dari pelepasan saham treasury bagi perusahaan adalah:

1. Mampu untuk mengurangi beban pajak perusahaan, karena transaksi tersebut terjadi di luar bursa, sehingga tidak akan dipungut PPh pasal 4 Final. Sedangkan beban-beban yang sudah dikeluarkan akan dikoreksi dari perhitungan PPh badan.
2. Mengurangi dilusi saham, karena komposisi kepemilikan saham perusahaan juga tidak terpengaruh. Resiko yang akan diakibatkan dari tingginya turn over kepemilikan saham akan dapat dihindari.
3. Mampu meningkatkan nilai per lembar saham (Earning per share), hal ini bisa disebabkan karena jumlah saham yang beredar menjadi semakin berkurang.
4. Menaikan harga saham.

6. Menyerap defisit

Penyerapan rugi perusahaan yang berfungsi untuk menentukan siapa saja yang harus didahulukan dalam hal menerima airan asset atau siapa saja yang nantinya akan menanggung segala akibat dalam kasus perusahaan ketika sudah dilikuidasi. Jika ditinjau dari segi ini, maka perlindungan akan dapat diurutkan sebagai berikut, yaitu:

• Karyawan.
• Pemerintah.
• Kreditor.
• Para pemegang saham prioritas.
• Para pemegang saham biasa.

Tujuan utama dari perlindungan kerugian dengan cara menempatkan pemegang saham biasa pada posisi yang paling akhir adalah karyawanlah yang mendapatkan prioritas utama ketika perusahaan sedang mengalami kebangkrutan. Hal seperti ini dapat dilakukan dengan cara membayar semua gaji yang harus diterima oleh para karyawan.

Ketika perusahaan sudah lebih memprioritaskan karyawan sebagai satu kelompok utamanya yang nantinya akan menerima alokasi dari asset ketika perusahaan sudah dinyatakan bangkrut total. Perusahaan yang dinilai juga tidak akan melanggar hak kontraknya, melanggar kewajiban sosial perusahaan. Bagi pembaca yang membutuhkan konsultasi masalah manajemen, Memerlukan Pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan accountingsoftware silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 atau 081-8521172. Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu lagi di pembahasan artikel selanjutnya.

Scroll to top