Kategori: Software HRD & Pay Roll

MENGAPA PENTING UNTUK MENGGUNAKAN PAYROLL SOFTWARE

Bertemu kembali dengan kami tim GroEdu (Lembaga Konsultan Bisnis yang sudah dipercaya diberbagai kota besar diantaranya Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogjakarta, Denpasar, Palembang, Banjarmasin, Palangkaraya, Balikpapan, Makassar, dan kota besar lainnya). Pada kesempatan kali ini, kami akan menulis artikel tentang alasan mengapa perusahaan perlu untuk menerapkan sistem otomatis seperti payroll software.

Bisnis apa pun yang memiliki lebih dari satu karyawan harus memiliki sistem penggajian. Membayar karyawan secara konsisten dan tanpa penundaan tidak hanya berdampak pada moral mereka, tetapi juga mencerminkan stabilitas keuangan perusahaan. Meskipun ini adalah proses yang kompleks, memiliki sistem yang efisien membantu merampingkan dan memusatkan metode penggajian. Pada dasarnya, proses manajemen penggajian mengacu pada administrasi catatan keuangan karyawan yang mencakup gaji, upah, bonus, pemotongan, dan gaji bersih. Manajemen penggajian ini akan memengaruhi bisnis beberapa poin dari bisnis anda semisal akan mempengaruhi moral karyawan. Keterlambatan penggajian membuat karyawan mempertanyakan integritas keuangan bisnis. Jika mereka merasa ada yang tidak stabil dalam pekerjaan mereka, mereka mungkin berkinerja buruk yang menurunkan produktivitas dan kualitas tenaga kerja perusahaan anda. Selain dari ulasan diatas, berikut ini beberapa poin yang dapat anda jadikan pertimbangan agar memiliki perangkat lunak penggajian untuk bisnis Anda.

Menghemat Waktu
Menghitung penggajian mungkin tampak semudah menambahkan jumlah jam kerja dengan tingkat karyawan. Namun, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti cuti liburan, lembur, dan tunjangan dapat menjadikannya rumit. Meskipun anda masih harus memasukkan variabel tertentu, perangkat lunak penggajian akan mengotomatiskan dan mengoptimalkan seluruh proses yang menghemat jumlah waktu yang signifikan dibandingkan dengan melakukan semua perhitungan secara manual. Tugas penggajian yang berulang juga disimpan dalam sistem sehingga anda tidak perlu membuat format baru lagi secara manual.

Hemat Biaya
Sebagian besar sistem penggajian adalah solusi berbasis cloud maka anda hanya perlu berlangganan layanan untuk menggunakannya. Selain itu, peningkatannya disediakan secara otomatis dalam banyak kasus. Tidak perlu berinvestasi dalam perangkat keras seperti server dan paket perangkat lunak fisik. Tanpa outsourcing atau mempekerjakan lebih banyak karyawan untuk menangani manajemen penggajian, itu dapat menghemat uang anda dalam jangka panjang.

Baca juga : Human Resources Development – Metode Akurat Penilaian Kinerja Karyawan

Jaminan Aman
Standar keamanan perangkat lunak penggajian adalah solid. Data karyawan dirahasiakan yang dapat diterapkan dengan memastikan kontrol yang ketat. Ini berarti kode akses khusus dan hak administratif hanya diberikan kepada pengguna yang sesuai untuk mendapatkan entri dalam sistem. Sementara itu, karyawan juga dapat login dan melacak jam kerja mereka, cuti, pemotongan gaji, dan tunjangan lainnya dalam profil penggajian mereka. Ini meningkatkan moral mereka dan mengurangi pekerjaan administrator penggajian.

Mengoptimalkan Proses
Mengulangi tugas penggajian menyebabkan kebosanan dan dapat menyebabkan kesalahan manusia. Komputer mengurangi masalah ini dan menjamin informasi pembayaran akurat. Selain itu, data ini diarsipkan dalam database online. Jika komputer anda rusak, anda tidak akan berisiko kehilangan semua data anda karena anda masih dapat mengaksesnya di platform lain selama anda memiliki detail login anda. Pemilik dan manajer bisnis mendapatkan grafik data keuangan untuk membantu mereka memperkirakan biaya penggajian. Ini termasuk menghitung potensi kenaikan gaji dan menentukan bagaimana hal itu dapat memengaruhi status keuangan perusahaan anda untuk membuat penyesuaian yang diperlukan.

Demikian artikel dari kami tentang software payroll. Terimakasih sudah berkunjung di website kami dan semoga bermanfaat. Apabila membutuhkan informasi lebih tentang system payroll, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

TIPS HR: PENGERTIAN, KELEBIHAN DAN KEKURANGAN DALAM MELAKUKAN PROGRAM ROTASI PEKERJAAN KARYAWAN

Dalam mempertahankan karyawan perusahaan, sebenarnya ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan, namun tidak terkecuali dengan adanya program rotasi pekerjaan karyawan. Menurut Anda mengapa bisa demikian? Karena rotasi pekerjaan karyawan tentunya dapat menjadikan karyawan Anda akan mendapatkan kesempatan yang mungkin saja sangat ia inginkan. Lalu bagaimana caranya untuk merotasi pekerjaan karyawan ini? Berikut ini adalah beberapa tips dari konsultan manajemen HRD untuk Anda para praktisi HRD dan personalia sekalian:

• Pengertian dari rotasi pekerjaan.

Rotasi pekerjaan merupakan strategi untuk menukarkan pekerjaan karyawan yang masih dalam lingkup satu perusahaan namun lain divisi. Karyawan akan mendapatkan tugas-tugas baru untuk batas jangka waktu tertentu sebelum akhirnya kembali lagi pada posisi awalnya. Dengan adanya program seperti ini, maka karyawan akan mendapatkan kesempatan untuk dapat mengembangkan pengalaman serta keterampilan barunya diperusahaan tersebut. Tujuannya adalah untuk lebih meningkatkan fleksibilitas sampai dengan keterlibatan karyawan. Khususnya bagi karyawan yang masih muda, mereka dapat lebih meningkatkan karir lagi tanpa perlu untuk keluar dari perusahaan dengan adanya program seerti ini.

• Kelebihan melakukan rotasi pekerjaan karyawan.

Jika Anda memang serius ingin menerapkan sistem seperti ini, maka ada baiknya Anda harus mengetahui terlebih dahulu tentang apa saja kelebihan serta kekurangannya, yaitu:

1. Untuk mengurangi rasa bosan terhadap pekerjaa.

Berdasarkan penelitian, hanya sekitar 32% dari karyawan yang benar-benar terlibat dalam pekerjaannya. Dan berarti, 68% sisanya hanya bekerja dengan seadanya. Sebanyak 68% karyawan ini cenderung memiliki kemungkinan resign dari pekerjaan untuk mendapat pekerjaan lain yang dirasa jauh lebih baik dan menantang. Manfaat dari terjadinya rotasi pekerjaan seperti ini adalah Anda dapat mengantisipasi terjadinya rasa bosan dengan memberikan tanggungjawab baru terhadap karyawan. Meskipun masih belum tentu dapat menyelesaikan berbagai masalah barunya, namun setidaknya hal itu dapat menjadikan mereka semakin lebih terikat dan dapat sedikit lebih mengurangi rasa bosan.

2. Bertujuan untuk mengembangkan keterampilan karyawan.

Alasan dari terjadinya rotasi karyawan yang selanjutnya adalah untuk memberikan karyawan Anda satu kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mereka. Dengan cara seperti itu, maka mereka akan dapat merasa menjadi semakin lebih penting bagi perusahaan. Hal seperti ini juga sangat baik bagi perkembangan karir mereka untuk ke depannya.

3. Mendapatkan pengetahuan yang lebih tentang perusahaan.

Pada saat terjadinya proses rotasi pekerjaan karyawan, setidaknya mereka memiliki kesempatan untuk belajar secara lebih jauh tentang perusahaan, namun dari berbagai aspek yang berbeda. Dengan cara seperti ini, mereka akan dapat memahami tentang bagaimana pekerjaan mereka dapat diselesaikan oleh divisi-divisi lain yang ada di perusahaan tersebut, memberinya insight secara lebih mendalam dan kemampuan baru untuk bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut. Nah, karena kemampuannya sudah semakin berkembang, maka secara otomatis seorang karyawan akan menjadi jauh lebih siap untuk menerima tanggungjawab yang lebih dari perusahaan, termasuk juga jika seandainya nanti mereka mendapatkan promosi jabatan.

• Tantangan terberat karyawan untuk melakukan rotasi pekerjaan.

Selain dari pada berbagai kelebihan tersebut, melakukan rotasi pekerjaan karyawan sebenarnya juga masih tetap memiliki berbagai resiko dan juga tantangan tersendiri bagi perusahaan, yaitu:

1. Resiko semakin menurunnya tingkat poduktivitas karyawan.

Pada saat Anda ingin menerapkan proses rotasi karyawan, maka Anda akan memindahkan karyawan dari kondisi yang semula dia benar-benar begitu produktif karena sudah lebih terbiasa dengan pekerjaan tersebut, kepada posisi lain di mana dia harus belajar kembali mulai dari nol. Dan alhasil, dinamika untuk produktivitas kerja seperti ini sangat berisiko besar untuk semakin menurun selagi karyawan tersebut sedang berusaha untuk beradaptasi dengan posisi barunya. Namun, hal-hal seperti itu masih bisa sedikit dikurangi dengan mengadakan training atau program-program orientasi sebagai bekal selanjutnya bagi karyawan.

2. Rotasi pekerjaan yang mungkin cukup mengecewakan bagi seorang karyawan.

Tidak semua karyawan merasa senang untuk menerima pergantian pekerjaan. Mungkin saja sebagian mereka sudah merasa sangat nyaman dan merasa tidak ingin untuk lebih terlibat ke dalam program seperti ini. Bahkan bukan tidak mungkin jika karyawan yang berprestasi di perusahaan malah tidak ingin untuk belajar keterampilan lain diluar kemampuan asal mereka.

3. Kuranga atau merasa tidak cocok dengan program yang dilakukan oleh perusahaan Anda.

Tidak semua posisi jabatan pada perusahaan dapat diterapkan program seperti ini, dan mungkin saja perusahaan Anda adalah salah satunya. Misalnya bagi posisi yang membutuhkan adanya satu keahlian khusus, seperti insinyur, desainer sampai akuntan. Jika Anda terlalu memaksakannya, maka bukannya memberikan solusi terbaik, malah Anda justru hanya akan membawa masalah baru bagi perusahaan.

Nah, itulah sedikit penjelasan dari konsultan manajemen HRD tentang bagaimana pengertian, kelebihan dan kekurangan melakukan program rotasi pekerjaan karyawan. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses.

Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

BEBERAPA PENYEBAB YANG MENJADIKAN PROSES REKRUTMEN KARYAWAN BARU MENGALAMI KEGAGALAN TOTAL

Terlalu seringnya terjadi kegagalan dalam proses rekrutmen akan selalu terjadi bagi setiap perusahaan. Nah, kali ini implementor program HRD dan akuntansi akan menjelaskan beberapa alasan yang biasanya menjadi penyebab utama dan seringkali banyak dialami oleh kebanyakan perusahaan dalam sesi proses perekrutan karyawan barunya.

Setiap perusahaan pastinya menginginkan agar semua karyawannya mampu bekerja dengan lebih efektif, efisien dan lebih maksimal dan dari hal itulah mengapa dalam proses rekrutmen para karyawan menjadi begitu penting demi menjamin terjaganya keahlian dan kebiasaan dari setiap masing-masing karyawan.

Namun sayangnya, diantara begitu banyak perusahaan yang telah berkali-kali mengalami kegagalan dalam proses rekritmen karyawan baru. Dan banyak sekali alasan-alasan yang menyebabkan gagalnya proses dari rekrutmen tersebut. Namun secara umum, berikut ini merupakan beberapa alasan-alasan yang seringkali menjadi penyebab utama dari terjadinya kegagalan dalam proses rekrutmen karyawan baru. Dan perusahaan juga wajib untuk mengetahui tentang hal ini agar tidak samapi terjebak dua kali dalam permasalahan yang sama dalam proses perekrutan karyawan barunya.

1. Terlalu Sering Menunda-Nunda Proses Rekruitment.

Pada dasarnya, dalam memulai sebuah usaha tentunya harus menghabiskan banyak sekali waktu. Karena terdapat banyak hal yang semestinya harus bisa diatur, mulai dari menata ruangan kantor, situs, sampai dengan strategi branding perusahaan. Jika tidak lebih berhati-hati, maka Anda bisa saja menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang sia-sia saja, (seperti contoh memilih logo perusahaan atau jenis perabotan kantor) dan terlalu kurang dalam melakukan hal-hal yang mampu untuk menghasilkan uang. Karena itulah, jangan sampai Anda menunda-nunda proses rekruitmen karyawan baru Anda.

2. Tidak Pernah Menyusun Business Plan Terlebih Dahulu.

Sebelum Anda memulai sebuah bisnis, setidaknya Anda membutuhkan adanya perencanaan bisnis (business plan). Mungkin saja banyak diantara Anda yang sudah pernah mendengarkan adanya istilah “gagal dalam hal merencanakan, maka itu sama saja dengan berencana untuk gagal memulai”.

Bagaimanapun juga, frase tersebut memang benar adanya dan pasti akan terjadi. Dengan cara mengetahui apa yang bisa Anda tawarkan dan kepada siapa yang ingin Anda tawari akan sangat membantu Anda dalam memilah-milah karyawan yang yang lebih tepat bagi Anda. Hal seperti itu masih dapat dianalisis dengan business plan. Selain itu, hal ini juga akan menunjukkan tentang bagaimana realistisnya dari model bisnis Anda serta akan sangat membantu Anda ketika membutuhkan modal dari bank.

3. Tidak Pernah Ada Batasan Waktu.

Hanya karena Anda pernah menjadi seorang pemilik dari sebuah bisnis, maka bukan berarti Anda harus menghilangkan batasan waktu dalam perencanaan bisnis Anda. jika Anda dengan begitu saja memulainya, maka tentu saja akan menjadi lebih sulit untuk menjadi tetap fokus terhadap pekerjaan Anda. Karena alasan itulah, maka tentukan terlebih dahulu batas waktu dari sebuah pekerjaan agar setidaknya masih terdapat dasar-dasar terpenting dalam internal perusahaan Anda yang harus bisa Anda penuhi dalam kurun waktu tertentu.

4. Minim, Bahkan Sama Sekali Tidak Ada Pengalaman Apapun.

Secara lebih mengejutkan, banyak diantara para pemilik bisnis yang sama sekali tidak memiliki pengalaman tentang market (pasar) tenaga kerja. Dan akibat buruknya adalah mereka hanya bisa memilih karyawan berdasarkan dengan lebih mengandalkan dari pengalaman mereka sebelumnya yang begitu minim, dan sering kali terlalu jauh berbeda dari setiap market seperti sekarang. Untuk itulah, maka alangkah baiknya untuk memahami market yang ingin dituju, kemudian menentukan kriteria bagi karyawan yang paling tepat untuk posisi tersebut.

5. Tanpa Ada Infrastruktur yang Lebih Memadai.

Kegagalan dalam menginvestasikan dana perusahaan untuk infrastruktur yang lebih memadai tentu saja akan menjadikan perusahaan Anda tidak mungkin akan dapat bertahan lebih lama. Meskipun bagi karyawan yang sudah Anda rekrut sudah memiliki pengalaman dalam hal market tersebut, namun jika infrastruktur yang sudah Anda siapkan masih kurang memadai, maka hal itu seperti sama saja dengan bohong. Selain itu, perlu juga untuk mengontrol kinerja para karyawan, sehingga Anda dapat memantau sendiri bagaimana para karyawan tersebut bekerja serta mengevaluasi kinerjanya agar bisa tetap lebih efisien.

6. Budget Perusahaan yang Kurang Realistis.

Salah satu keahlian terpenting untuk setiap pemilik bisnis ini adalah dalam hal mengatur budget. Budget merupakan napas dari sebuah perusahaan. Jika diantara pemasukan yang jauh lebih kecil apabila dibandingkan dengan pengeluaran, maka hal seperti ini akan menjadi salah satu penyebab utama dari gagalnya proses rekruitmen karyawan di perusahaan, sehingga semakin lama perusahaan akan menjadi bangkrut. Dan karena hal seperti itulah, maka dalam memilih karyawan dengan keahlian serta budget yang lebih tepat dan cukup cocok untuk perusahaan Anda. Selain itu, pastikan juga bahwa hal seperti itu memang yang paling karyawan Anda butuhkan bagi perusahaan Anda.

7. Sudah Gagal Dalam Menarik Kandidat Karyawan Baru.

Seperti yang sudah Anda ketahui, bahwa dengan memiliki kandidat karyawan terbaik akan lebih memudahkan dalam hal proses rekrutmen. Hal seperti ini sebenarnya juga sering kali menjadi penyebab utama mengapa sebuah bisnis bisa gagal untuk berkembang. Mereka tidak mungkin akan dapat menemukan kandidat yang lebih efisien. Selain itu, penerapan strategi dalam menarik kandidat untuk melamar dalam posisi tertentu juga sangat penting. Anda dapat menggunakan jasa dari sebuah situs pencarian kerja atau berupa alat-alat bantu lain yang sekiranya akan sanggup dalam membantu para calon kandidat terbaik dalam menemukan lowongan pekerjaan bagi Anda.

Kesalahan memang sangat wajar untuk terjadi dan tanpa sengaja dilakukan oleh manusia. Namun jika kesalahan tersebut masih dapat dihindari, mengapa Anda harus menerima akibat buruknya? Maka dari itu, dengan cara mempelajari apa saja yang menjadi penyebab utama dari kebanyakan gagalnya proses rekrutmen karyawan baru pada sebuah perusahaan. Mafka implementor program HRD dan akuntansi mengharapkan agar setidaknya Anda masih bisa untuk menghindari terjadinya kesalahan-kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya, sehingga bisnis Anda masih memiliki peluang agar dapat berkembang dengan lebih efisien.

Sebagai seorang HR atau HR sekaligus sebagai seorang pemilik bisnis, memang sangat penting bagi Anda untuk lebih memfokuskan diri terhadap hal-hal yang bersifata lebih strategic. Dan sekarang ini kabar baiknya adalah seorang manajemen personalia akan dapat menyelesaikan berbagai urusan Administrasi dengan lebih mudah dengan adanya software HRD dan payroll, serta semakin mempermudah dengan didukung oleh teknologi yang sudah berbasis cloud.

Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

JENIS-JENIS TENAGA KERJA DAN SETIAP HAK DAN KEWAJIBANNYA TERHADAP PERUSAHAAN YANG HARUS DIPAHAMI TIM HRD PERUSAHAAN

Pada dunia kerja yang sesungguhnya, karyawan yang bekerja kepada perusahaan biasanya tidak hanya terdiri dari karyawan tetap saja. Terlebih lagi jika perusahaan tersebut sudah berskala besar. Biasanya, selain karyawan tetap, anggota tim mereka beberapa diantaranya terdiri dari karyawan part time (paruh waktu), pekerja lepas atau freelancer, sampai dengan karyawan magang (praktek anak sekolah).

Setiap masing-masing jenis karyawan, baik itu karyawan tetap, karyawan part time, freelancer dan karyawan magang tentunya memiliki perbedaannya masing-masing, baik dari segi jam kerja, beban kerja, sampai dengan gaji dan upah. Hal ini sangat penting untuk diketahui tim HRD agar pihak perusahaan sendiri dapat memenuhi setiap masing-masing hak dan kewajiban mereka. Jadi sebenarnya, apa saja membedakan antara karyawan part time, karyawan freelancer, karyawan magang?

1. Tenaga Kerja Paruh Waktu (Pekerja Part Time).

Sampai saat ini memang masih belum jelas seputar hukum atau berupa peraturan yang dikeluarkan secara resmi dari pihak pemerintah Indonesia yang mengatur tentang seluk-beluk tentang karyawan part time ini. Karyawan part time bisa juga diartikan sebagai karyawan yang jam kerjanya kurang dari karyawan pekerja full time. Jam kerja full time merupakan 40 jam dalam seminggu atau delapan jam dalam sehari. Nah, jam kerja part time sangat kurang dari itu, dan biasanya tidak sampai 30 jam dalam seminggu.

Pekerjaan part time juga lebih bersifat sementara dan berlangsung selama beberapa periode saja yang telah ditentukan oleh perusahaan. Perusahaan dengan karyawan part time biasanya yang akan menerapkan sistem pergantian shift seperti: restoran, kafe, hotel, maupn bar. Namun, bagi karyawan part time tetap berbeda dari karyawan shift biasanya. Karyawan shift biasa bekerja selama kurang lebih sekitar delapan jam dalam satu kali shift, sedangkan karyawan part time bisa kurang dari itu.

Lalu, terkait dengan permasalahan upah, sekali lagi belum ada peraturan secara resmi yang secara khusus untuk membahasnya. Jadi, biasanya jumlah upah yang ditentukan oleh perusahaan dan telah disepakati oleh karyawan. Selain itu, karyawan part time juga tetap berhak untuk mendapatkan jatah cuti. Jika merujuk kepada Pasal 79 UU Tentang Ketenagakerjaan, pengusaha wajib memberikan hak cuti terhadap karyawan. Dalam setahun, karyawan part time bisa mengambil dua belas hari cuti setelah bekerja selama dua belas bulan secara terus menerus.

Keuntungan bagi Perusahaan Jika Memiliki Pekerja Part Time:

Bagi perusahaan, merekrut karyawan part time bisa sangat menghemat pengeluaran karena mereka tidak ada kewajiban untuk membayar tunjangan, asuransi, atau berupa iuran pensiun. Selain itu, perusahaan juga tidak perlu lagi harus dipusingkan dengan berbagai kerumitan seperti mengurus kontrak kerja, kewajiban untuk pemberian jaminan, dan lain sebagainya.

2. Tenaga Kerja Harian Lepas (Freelancer).

Peraturan pemerintah tentang aturan kerja bagi karyawan freelance atau harian lepas telah dibahas dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Kep-100/Men/VI/2004 tentang Ketentuan Dalam Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT). Di dalamnya telah membahas tentang Perjanjian Kerja Harian Lepas. Jadi, jika lebih mengacu kepada KEPMEN tersebut, maka perjanjian para pekerja harian lepas merupakan bagian dari PKWT. Hanya saja, terdapat beberapa perjanjian yang tidak menganut dalam ketentuan umum dari PKWT.

Idealnya adalah, karyawan freelance bekerja selama batas waktu periode tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Biasanya, jasa freelancer banyak dibutuhkan oleh perusahaan untuk membantu pelaksanaan proyek-proyek khusus. Dan jika menganut pada Perjanjian kerja Harian Lepas, karyawan freelance seharusnya bekerja kurang dari 21 hari dalam satu bulan. Jika karyawan bekerja selama 21 hari atau bahkan bisa lebih dari itu, maka statusnya akan berubah menjadi PKWT.

Besarnya penghitungan upah bagi tenaga kerja freelance idealnya lebih didasarkan kepada volume pekerjaan yang telah diselesaikannya dalam satu hari. Kehadirannya juga biasanya masih tetap menjadi pertimbangan lain dalam penghitungan upah dari tenaga kerja freelancer ini. Nah, jumlah upah per hari ini biasanya juga berbeda-beda pada setiap perusahaan, tergantung dari kebijakan dan kesepakatan yang sudah terjadi antara pihak perusahaan dengan karyawan freelance tersebut.

3. Keuntungan bagi Perusahaan jika Mempekerjakan Tenaga Kerja Freelancer:

Jika dibandingkan dengan karyawan part time, tenaga kerja freelancer bisa dikatakan yang paling fleksibel. Dan karena hal inilah yang menjadi satu kelebihan utama di mata perusahaan dari karyawan freelancer. Fleksibilitas freelancer lebih memungkinkan bagi perusahaan Anda untuk meminta bantuannya kapanpun Anda membutuhkannya. Karena tidak memiliki ikatan kerja yang kuat dengan perusahaan, seorang freelancer juga biasanya memiliki ide-ide yang lebih fresh, sehingga sangat bagus untuk kemajuan perusahaan Anda.

Sudah menjadi tugas utama dari tim HRD untuk mengerti dan memahami status dari setiap karyawan yang bekerja pada perusahaan. Dengan begitu, HRD akan bisa membantu perusahaan dalam memenuhi hak-hak mereka sekaligus untuk mendorong mereka dalam menyelesaikan setiap kewajibannya terhadap perusahaan.

4. Karyawan Magang (Kerja Praktek Lapangan).

Hal-hal yang terkait dengan kerja magang telah diatur dalam UU Ketenagakerjaan. Dalam UU tersebut, pemagangan disebut sebagai salah satu bagian dari sistem pelatihan kerja yang harus dilaksanakan secara terpadu antara pelatihan dari lembaga pelatihan dan bekerja secara langsung di bawah pengawasan dan bimbingan dari instruktur atau karyawan perusahaan yang lebih berpengalaman dalam hal urusan pekerjaan. Tujuannya adalah agar para karyawan yang bersangkutan dapat menguasai atau lebih meningkatkan keterampilan tertentu yang mereka miliki.

Biasanya, proses pemagangan ini dilakukan oleh mahasiswa S1 tingkat akhir, jenjang pendidikan Diploma. Sebelum lulus, mereka akan dituntut untuk merasakan secara langsung bagaimana situasi dan kondisi yang terlibat langsung dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Nah, untuk melakukan pemagangan, juga harus terdapat perjanjian secara tertulis diantara peserta magang dengan perusahaan. Jika tidak ada perjanjian, maka proses pemagangan tersebut akan dianggap tidak sah dan status dari para peserta akan berubah menjadi karyawan perusahaan. Khusus bagi yang hendak magang di luar negeri, maka peserta harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari menteri luar negeri.

Idealnya adalah menurut UU Ketenagakerjaan, pekerja magang bisa dilaksanakan maksimal hanya selama setahun. Selama kegiatan magang masih berlangsung, peserta magang berhak untuk mendapatkan uang saku dan/atau uang transportasi, pengakuan kualifikasi kompetensi kerja dari perusahaan, dan Jaminan Kecelakaan Kerja (jaminan sosial tenaga kerja).

Keuntungan Bagi Perusahaan Mempekerjakan Tenaga Magang:

Karena perusahaan hanya perlu mengeluarkan uang saku dan/atau uang transport, maka dengan merekrut karyawan magangpun masih bisa untuk membantu perusahaan dalam menghemat berbagai pengeluaran. Selain itu, dengan merekrut tenaga kerja magang juga akan dapat menjadi salah satu sarana branding bagi perusahaan terhadap para calon karyawan dari kalangan anak-anak muda. Ingat, kebanyakan dari karyawan magang biasanya masih berstatus kuliah tingkat akhir. Setelah mereka selesai magang, mereka pasti akan bercerita tentang pengalamannya magang ditempat Anda kepada teman-temannya. Maka dari itu, pastikan bahwa Anda tetap memperlakukan karyawan magang ini dengan baik, sehingga image perusahaan Anda juga akan menjadi lebih positif.

Nah, agar hal seperti itu dapat menjadi lebih mudah untuk dilakukan, maka HRD dapat memanfaatkan sebuah software HR yang sudah dilengkapi dengan berbagai fitur standar tenaga kerja untuk memenuhi berbagai kebutuhan terkini dari tim HR, mulai dari proses administrasi, database karyawan, slip gaji, BPJS Ketenagakerjaan, PPh 21, bahkan sampai dengan alur kerja.

Dengan memanfaatkan software HR, maka tim HRD bisa lebih meminilasir untuk terjadinya human error dalam hal mengelola setiap karyawan pada perusahaan, baik itu adalah karyawan tetap, karyawan part time, karyawan freelancer sampai dengan karyawan magang, sekalipun. Semoga bisa bermanfaat dan terimakasih. Apabila pembaca sekalian membutuhkan software Accounting, serta software HRD dan Payroll silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top