BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

KESALAHAN UMUM DALAM INVENTORY MANAGEMENT YANG HARUS DIHINDARI

Persediaan atau stok merupakan aset penting dalam bisnis. Tentu ini merupakan aset penting karena persediaan adalah salah satu kunci penghasil uang dalam bisnis. Jika persediaan yang anda miliki tidak anda kelola dengan baik, atau malah tidak anda kelola sama sekali, jelas akan berakibat buruk pada kelangsungan bisnis anda. Persediaan adalah komponen penting yang harus anda perhatikan untuk mempertahankan eksistensi bisnis anda. Mengingat karena begitu pentingnya persediaan bagi suatu bisnis, pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang persediaan, lebih tepatnya beberapa kesalahan dalam pengelolaan persediaan atau stok.

Total Persediaan Terlalu Banyak
Lebih banyak inventaris berarti lebih banyak barang untuk dijual, yang berarti lebih banyak pendapatan, bukan? Ya tentu saja tidak sesederhana itu. Semakin banyak inventaris yang anda miliki, semakin banyak ruang yang anda butuhkan untuk menyimpannya dan tenaga yang anda butuhkan untuk mengelolanya. Anda juga kemungkinan berinvestasi lebih banyak di muka untuk memperolehnya, dan jika anda tidak menghasilkan uang kembali secara efisien, anda akan berada di zona merah.

Stocking Barang Hanya Setahun Sekali
Ketika anda berpikir tentang persediaan, anda mungkin berpikir tentang toko yang tutup, pasukan pekerja dan berjam-jam menghitung. Tetapi di era digital, melakukan inventarisasi sekali per tahun bukanlah solusi yang paling efisien. Ketika anda hanya menghitung inventaris setahun sekali, anda memiliki potensi untuk bekerja sangat lama tanpa memperhatikan masalah serius, seperti penyusutan atau perkiraan yang buruk. Hal yang sama berlaku untuk optimasi; banyak perubahan dari bulan ke bulan, dan jika anda hanya mengambil inventaris setiap tahun, sulit untuk mengoptimalkan sistem anda sepenuhnya. Selanjutnya adalah biaya persediaan tahunan itu sendiri. Anda tidak hanya harus menutup toko atau membayar karyawan untuk bekerja lembur, tergantung pada ukuran anda, anda mungkin juga perlu meminta tim inventaris yang di-outsource untuk menyelesaikan semua penghitungan dan tentu semua itu akan memakan uang anda lebih banyak.

Mengandalkan Spreadsheets
Saat ini sebagaian besar dari bisnis kecil masih mengandalkan spreadsheet seperti excel untuk melacak inventaris. Setelah anda melewati ukuran tertentu, spreadsheet tidak begitu bekerja secara efisien dan rentan terhadap kesalahan pengguna. Salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan yang masih menggunakan spreadsheet adalah bahwa karyawan akan mengalami hambatan menunggu kolega mereka untuk menyelesaikan langkah-langkah dalam proses inventory.
Daripada mengandalkan spreadsheet, anda memerlukan sistem manajemen inventaris khusus yang dibangun untuk menangani seluk-beluk stocking, memenuhi, dan melacak pesanan. Sama seperti crm yang dibuat khusus untuk memudahkan pengelolaan hubungan pelanggan, sistem manajemen inventori dirancang untuk membuat inventaris jauh lebih mulus. Ini juga dapat membantu anda memperkirakan lebih baik, memprediksi jumlah inventaris yang tepat untuk stok berdasarkan musim, perilaku pasar, dan tren sebelumnya.

Sistem Tidak Otomatis
Mengembangkan sistem inventory yang efisien adalah hal utama. Tanpa otomatisasi, anda tidak dapat membuat sistem untuk mengelola inventaris anda di seluruh departemen dan lokasi. Tanpa sistem, bisnis anda akan sulit diukur. Ketika anda gagal untuk sistem yang otomatis, anda adalah tahanan dari orang dan waktu. Otomasi secara dramatis akan mengurangi kesalahan manusia dan waktu yang dialokasikan untuk manajemen inventory sambil meningkatkan skalabilitas.

Gagal Melacak Kinerja
Anda tidak akan pernah menjalankan bisnis anda tanpa melacak metrik penting seperti arus kas dan margin kotor, bukan? Tentu saja tidak. Namun, gagal melacak kinerja inventaris anda dapat berdampak besar pada keuangan anda. Sebagai permulaan, tiga metrik inventaris yang baik untuk dilacak adalah turnover, hari untuk menjual dan menahan biaya. Turnover mengukur berapa kali persediaan terjual dan disimpan kembali dalam periode waktu tertentu, biasanya satu tahun. Tingkat turnover yang tinggi berarti suatu produk terjual dengan efisien. Tingkat turnover yang rendah, di sisi lain, mengindikasikan kurangnya permintaan atau kurangnya efisiensi dalam pemenuhan, yang keduanya membutuhkan biaya. Tanpa melacak kinerja inventaris anda, anda berada dalam kegelapan dan berpotensi kehilangan uang setiap bulan.

Dengan sedemikian pentingnya peran persediaan dalam bisnis, sehingga sangat perlu bagi anda agar benar-benar memperhatikan aspek yang satu ini. Karena tanpa keloa stok yang berkualitas anda akan terancam dalam kerugian.
Sekian artikel tentang persediaan kali ini, apabila anda membutuhkan informasi lebih detil tentang artikel diatas, atau memiliki berbagai pertanyaan terkait inventory management bisnis anda. anda bisa menghubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau anda bisa menghubungi kami langsung melalui nomor whatsapp 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. KamiĀ  siap membantu anda.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top
Selamat datang di Groedu software konsultasi
Send via WhatsApp