BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

PANDUAN CARA MEMBACA LAPORAN PERUSAHAAN DENGAN BAIK

Laporan keuangan adalah kartu laporan bisnis yang sangat penting. Apakah Anda seorang investor baru, pemilik usaha kecil, eksekutif, atau sekedar ingin melacak keuangan pribadi Anda, Anda perlu memahami cara membaca, menganalisis, dan membuat laporan keuangan sehingga Anda bisa mendapatkan pemahaman yang lengkap dan akurat tentang keuangan Anda. Laporan keuangan akan memberi tahu Anda berapa banyak uang yang disimpan oleh operasi, berapa banyak hutang yang harus dibayar, pendapatan yang masuk setiap bulan, dan biaya yang dikeluarkan.
Dalam artikel kali ini, kami akan menunjukkan cara memilah-milah semua formulir dan entri berbeda untuk menemukan informasi keuangan yang Anda cari. Setiap bagian memberikan pengantar singkat tentang bentuk atau konsep. Mari simak penjelasan berikut ini.

1. NERACA
Neraca adalah laporan keuangan yang membandingkan aset dan kewajiban perusahaan untuk menemukan ekuitas pemegang saham pada waktu tertentu. Neraca mengikuti rumus berikut:

Aset = Kewajiban + Ekuitas Pemegang Saham

Di sini, jangan bingung dengan istilah ‘ekuitas pemegang saham’. Itu hanyalah nama lain untuk ‘kekayaan bersih’ perusahaan. Dengan kata lain, rumus di atas dapat juga ditulis sebagai:

Ekuitas Pemegang Saham = Aset – Kewajiban

Catatan : Anda dapat dengan mudah memahami ini dengan contoh dari kehidupan sehari-hari. Jika Anda memiliki komputer, mobil, rumah, dll, maka itu dapat dianggap sebagai aset Anda. Sekarang pinjaman pribadi Anda, iuran kartu kredit, dll adalah kewajiban Anda. Ketika Anda mengurangi kewajiban Anda dari aset Anda, Anda akan mendapatkan kekayaan bersih Anda. Konsep yang sama berlaku untuk perusahaan. Namun, di sini kami mendefinisikan kekayaan bersih sebagai ekuitas pemegang saham.

Mengapa Neraca Penting?
Neraca membantu investor untuk menilai bagaimana perusahaan mengelola keuangannya. Tiga segmen neraca – Aset, kewajiban, dan ekuitas, memberi investor gambaran tentang apa yang dimiliki dan berhutang perusahaan, serta jumlah yang diinvestasikan oleh pemegang saham.

Elemen Kunci Dari Neraca
Aset dan kewajiban adalah dua elemen kunci dari neraca. Namun, baik aset dan liabilitas terdiri dari elemen yang berbeda. Mari kita tentukan keduanya untuk memahaminya secara detail:

1) Aset: Ini adalah nilai ekonomi yang dikendalikan perusahaan dengan harapan akan memberikan manfaat di masa depan. Aset dapat berupa uang tunai, tanah, properti, persediaan, dll. Selanjutnya, aset secara luas dapat dikategorikan menjadi:

  • Aset lancar (jangka pendek): Ini adalah aset yang dapat dengan cepat dilikuidasi menjadi uang tunai (dalam 12 bulan). Misalnya kas dan setara kas, persediaan, piutang, dll.
  • Aset Tidak Lancar (Tetap): Aset yang membutuhkan waktu lebih dari 12 bulan untuk diubah menjadi uang tunai. Misalnya- Tanah, properti, peralatan, investasi jangka panjang, aset tak berwujud (seperti paten, hak cipta, merek dagang), dll.

2) Kewajiban: Ini adalah kewajiban yang harus dibayar perusahaan di masa depan karena tindakan masa lalu seperti meminjam uang dalam bentuk pinjaman untuk keperluan ekspansi bisnis dll. Seperti aset, secara garis besar dapat dibagi menjadi dua segmen:

  • Kewajiban lancar: Ini adalah kewajiban yang harus dibayar dalam waktu 12 bulan. Misalnya gaji, hutang, pajak, hutang jangka pendek, dll.
  • Kewajiban tidak lancar (jangka panjang )- Ada kewajiban yang harus dibayar setelah 12 bulan. Misalnya pinjaman jangka panjang seperti pinjaman berjangka, surat hutang, kewajiban pajak tangguhan, kewajiban hipotek (hutang setelah 1 tahun), pembayaran sewa, hutang dagang, dll.

2. LAPORAN LABA RUGI
Ini juga disebut laporan Untung dan rugi. Laporan laba rugi merangkum pendapatan, biaya, dan pengeluaran yang terjadi selama periode waktu tertentu (biasanya kuartal atau tahun fiskal). Persamaan dasar yang mendasari laporan untung & rugi adalah:

Pendapatan – Beban = Keuntungan

Dengan kata sederhana, apa yang ‘diambil’ oleh perusahaan disebut pendapatan dan apa yang ‘diambil’ oleh perusahaan disebut biaya. Selisih pendapatan dan beban merupakan laba atau rugi bersih. Sebagian besar investor memeriksa laporan laba rugi perusahaan untuk menemukan penghasilannya. Selain itu, mereka mencari pertumbuhan pendapatan mereka. Lebih baik berinvestasi di perusahaan yang menghasilkan laba. Perusahaan tidak dapat tumbuh jika bisnis yang mendasarinya tidak menghasilkan uang.

3. LAPORAN ARUS KAS
Ini adalah bagian penting ketiga dari keuangan perusahaan. Laporan arus kas (juga dikenal sebagai laporan arus kas) menunjukkan arus kas dan setara kas selama periode laporan dan menguraikan analisisnya menjadi aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Ini membantu dalam menilai likuiditas dan solvabilitas perusahaan dan untuk memeriksa pengelolaan kas yang efisien.

Tiga Komponen Utama Dari Laporan Arus Kas

  • Kas dari aktivitas operasi: Ini termasuk semua arus masuk dan arus kas keluar yang dihasilkan oleh aktivitas yang menghasilkan pendapatan dari suatu perusahaan seperti penjualan & pembelian bahan mentah, barang, biaya tenaga kerja, inventaris bangunan, periklanan, dan pengiriman produk, dll.
  • Kas dari aktivitas investasi: Aktivitas ini mencakup semua arus masuk dan arus kas keluar yang melibatkan investasi yang dilakukan perusahaan dalam periode waktu tertentu seperti pembelian pabrik baru, properti, peralatan, perbaikan belanja modal, kas yang terlibat dalam pembelian bisnis atau investasi lain.
  • Kas dari aktivitas keuangan: Aktivitas ini termasuk arus kas masuk dari investor seperti bank dan pemegang saham dengan mendapatkan pinjaman, menawarkan saham baru, dll, serta arus kas keluar kepada pemegang saham sebagai dividen saat perusahaan menghasilkan pendapatan. Mereka mencerminkan perubahan modal & pinjaman bisnis.

Dengan kata sederhana, bisa ada arus masuk atau arus kas keluar dari ketiga aktivitas yaitu operasi, investasi, dan keuangan perusahaan. Jumlah total arus kas dari semua aktivitas ini dapat memberi tahu Anda berapa total arus kas masuk / keluar perusahaan dalam periode waktu tertentu. Penting untuk membaca dan memahami ketiga laporan keuangan perusahaan karena menunjukkan kesehatan perusahaan dari berbagai aspek.

  • Neraca menunjukkan aset dan kewajiban perusahaan.
  • Laporan laba rugi menunjukkan berapa banyak keuntungan / kerugian yang dihasilkan perusahaan dari pendapatan dan pengeluarannya.
  • Laporan arus kas menunjukkan arus masuk dan arus keluar kas dari perusahaan.

Saat berinvestasi di sebuah perusahaan, Anda harus memberi perhatian khusus pada semua aspek keuangan perusahaan ini. Sebagai aturan praktis, berinvestasilah di perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan tinggi, aset besar dibandingkan kewajibannya, dan arus kas tinggi.

Demikian cara membaca laporan keuangan suatu perusahaan. Meski belum cukup, namun postingan ini bertujuan untuk memberikan gambaran dasar kepada para pemula tentang laporan keuangan suatu perusahaan.

Jika Anda ingin mempelajari secara rinci tentang laporan keuangan perusahaan dan bagaimana mempelajari laporan secara efektif, silakan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami melalui nomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top
Selamat datang di Groedu software konsultasi
Send via WhatsApp