BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

PEMERIKSAAN KEUANGAN PERUSAHAAN TENTANG: (RISIKO DARI PIHAK PEMERIKSA DAN YANG MEMBUTUHKAN PEMERIKSAANNYA)

Pada Kesempatan kali ini implementor software accounting akan berbagi informasi tentang pemeriksaan keuangan. Artikel kali ini akan membahas tentang apa yang menjadi kerugian dan bisa berkemungkinan untuk menimpa stake holder terkait dengan laporan keuangannya. Agar dapat meminimalkan begitu besarnya resiko atas laporan keuangan ini, maka dari itu mereka menginginkan agar laporan keuangan yang diperiksa oleh seorang Auditor Independen. Secara garis besar kerugian yang dapat menimpa si pengguna dari laporan keuangan dibagi menjadi dua macam bagian, yaitu: rugi karena telah salah dalam pengambilan keputusan dan rugi karena sudah kehilangan assetnya. Pertama-tama kita akan membahas tentang kesalahan dalam hal pengambilan keputusan.

Kesalahan-kesalahan dalam hal Pengambilan Keputusan

1. Pihak Manajemen.

Laporan keuangan yang telah digunakan sebagai satu dasar acuan dalam hal pembentukan strategi dan keputusan bisnis perusahaan. keputusan yang sebelumnya telah diambil akan menjadi tepat sasaran jika informasi yang telah mendasari dalam hal pembentukan strategi tersebut bersifat lebih obyektif, dapat diandalkan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kompensasi yang nanti akan didapatkan oleh manajer dapat disesuaikann dengan kinerja dari manajemen. Jika pihak manejemen mampu mencatatkan keuntungan dan mampu mencapai target seperti yang telah diharapkan, maka manajer akan bisa mendapatkan kompensasi yang sesuai dengan kontrak. Hal ini akan menciptakan potensi dan resiko bagi si pengguna laporan keuangan, terlebih lagi jika yang men set kebijakan atas pelaporan keuangan tersebut adalah seseorang yang selalu lebih terobsesi untuk mengejar bonus dan kompensasi.

2. Para Investor.

Para Investor akan memanfaatkan informasi yang telah tersaji di dalam laporan keuangan sebagai satu dasar untuk melakukan investasi. Salah satu cara terbaik dalam melakukan evalusai darilaporan keuangan dengan cara membandingkan satu atau beberapa akun dengan akun lainnya yang lebih sering dikenal dengan sebutan analisis rasio. Yang perlu untuk lebih ditekakan lagi adalah bahwa hasil dari analisis rasio yang lebih valid dan dapat dipercaya jika data-data yang telah membentuk laporan keuangan tersebut juga adalah laporan yang valid dan dapat dipercaya.

3. Pihak Pemerintah.

Salah satu pihak yang memang mewakili permintah atas laporan keuangan auditan adalah dari Ditjen Pajak (DJP). Pihak pemerintah yang telah menetapkan kewajiban perpajakan berdasarkan dari angka-angka laporan keuangan. Penetapan kewajiban perpajakan akan salah jika laporan keuangan tersebut tidak mencerminkan bagaimana kondisi yang sebenarnya.

4. Pihak Keditur.

Pihak Kreditur memilki kepentingan yang sama dalam informasi laporan keuangan. Sebelum mendapatkan dana pinjaman, maka calon pihak debitur akan dianalisis bagaimana kemampuannya dalam melunasi pinjaman pokok dan juga bungannya dari kinerja keuangannya. Jika laporan keuangan yang merupakan cerminan dari kinerja keuangan tidak mampu menggambarkan bagaimana keadaan yang sebenarnya, maka resiko yang mungkin saja akan dihadapi oleh pihak kreditur tersebut adalah tidak mampunya untuk mendapatkan dananya kembali.

Terjadinya kesalahan karena menyebabkan asset telah hilang.

Tahapan selanjutnya setelah salah dalam pengambilan keputusan yaitu kehilangan assetnya. Kesalahan dalam mengambil keputusan merupakan salah satu bentuk penggunaan asset yang tidak tepat (Missappropriation of asset).

Pihak pihak yang seringkali meminta dilakukannya pemeriksaan laporan keuangan adalah:

1. Korporasi Auditee.

Perusahaan yang paling sering menggunakan jasa dari para auditor adalah perusahaan go publik, perusahaan yang sudah tercatat pada bursa saham. Tujuannya adalah untuk memberikan keyakinan kepada pihak eksternal tentang sampai sejauh mana perusahaan telah mematuhi standar akuntansi keuangan PSAK, Perpajakan, Bapepam dan juga peraturan-peraturan lainnya.

Tidak ada satu perusahaanpun yang menyajikan laporan keuangan dengan semampunya dan akan menerima apapun kondisi yang sudah ada. Mereka pastinya akan selalu menginginkan agar laporan keuangannya dapat dinilai dengan opini yang wajar tanpa adanya pengeualian satupun. Selain itu tidak ada satupun perusahaan yang rela nilai sahamnya menjadi semakin turun seiring dengan penurunan opini atas hasil audit dari laporan keuangannya. Meskipun setiap pemeriksaan akan selalu diawali dengan surat perikatan dan opini dari laporan keuangan juga harus bersifat obyektif.

Disisi lain Kantor Akuntan Publik (KAP) akan dihadapkan pada persaiangan dalam mendapatkan klien. Seandainya si Auditor memberikan opini diluar harapan si auditee, maka akan ada resiko bahwa klien tersebut akan lebih memilih Kantor Akuntan Publik lain. KAP yang bukan yayasan, dan bukan NGO yang operasionalnya masih digerakan oleh donatur. Akan tetapi KAP hampir lebih mirip dengan perusahaan lainnya profit oriented, meski ada aturan-aturan yang terkait dengan etika.

Mencermati berbagai permasalahan auditee yang akan selalu berharap dari adanya opini yang wajar tanpa pegecualian dan KAP juga masih tetap membutuhkan profit untuk operasionalnya, maka perlu dilakukan sebuah tread off dimana dapat mempertahankan klien dengan tidak melanggar norma-norma etikanya.

2. Para pemegang saham.

Para pemegang saham yang sangat ingin mengetahui telah seberapa jauh kinerja pihak manajemen. Salah satu alasan mengapa pemegang saham ingin agar laporan keuangan diperiksa adalah karena mereka telah mencurigai sudah dilakukan tindakan kecurangan. Kecurangan-kecurangan yang sudah dilakukan oleh manajemen dimotivasi oleh besarnya nilai kompensasai atas laba yang sudah dihasilkan.

Sejauh ini tidak ada publikasi atas laporan keuangan dengan sebuah opini yang tidak wajar. Seandainya terdapat permasalahan di dalam perusahaan, kebijakan yang paling mentok yaitu adanya pergantian direksi dan tidak mungkin akan sampai pada publikasi dari laporan keuangan. Karena hal itu sama saja dengan melalkukan tindakan bunuh diri.

Selain itu kasus-kasus seputar kecurangan-kecurangan yang telah diungkapkan kepada publik sebenarnya adalah merupakan tindakan dan akibatnya sudah sangat lama.  Jarang sekali terjadi kehebohan setelah proses audit selesai dilakukan. Kebanyakan kasus akan mulai muncul ke permukaan terlebih dahulu setelah dilakukannya tindakan audit.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan tentang beberapa kendala dalam menyimpan pemeriksaan keuangan. Jika para pembaca sekalian ingin memahami secara lebih mendalam tentang artikel ini, dan juga membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900/081-8521172 (Office). Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada pembahasan artikel selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top
Selamat datang di Groedu software konsultasi
Send via WhatsApp