BERITA

Informasi terkini seputar Manajemen, Accounting, Sumber daya manusia, Ritel Management, Teknologi Informasi

PROSES-PROSES TERPETNING DALAM MENJALANKAN MANAJEMEN INVENTARIS USAHA RESTORAN

Ketika Anda menjalankan jenis usaha restoran, maka tentunya Anda terlebih dahulu harus menyusun strategi, dan membangun manajemen yang lebih baik agar restoran Anda mampu dalam mencapai target-target seperti yang ingin didapatkan. Salah satu caranya adalah dengan menyajikan hidangan yang baik dengan harga yang pantas.

Namun, bagaimana jika Anda sewaktu-waktu akan dihadapkan dengan situasi dimana perekonomian yang sedang tidak baik, sehingga terlampau sulit untuk mempertahankan harga yang benar-benar sesuai dengan kualitas makanan Anda? Misalnya saja, harga bahan-bahan makanan yang semakin terus merangkak naik, apa langkah selanjutnya yang akan Anda lakukan?

Satu pendekatan terbaik untuk mengatasi permasalahan seperti ini adalah dengan mengawasi rantai pasokan dan untuk menemukan cara terbaik dalam menyiasatinya. Hal ini berkaitan langsung dengan bagaimana pihak manajemen dalam mengelola inventaris restoran dengan baik. Secara umum, pengelolaan manajemen inventaris restoran merupakan proses analisis persediaan, pemanfaatan persediaan, dan juga pendataan pengeluaran dan pemasukan kebutuhan persediaan restoran.

Manajemen inventaris yang rutin akan menjadi sangat penting untuk kesehatan rantai pasokan restoran yang juga akan mempengaruhi kesehatan dari manajemen keuangan restoran Anda. berikut ini merupakan proses-proses terpenting dalam menjalankan manajemen inventaris restoran yang tidak boleh terlewatkan begitu saja.

1. Proses Perencanaan.

Perencanaan merupakan proses yang memprediksikan permintaan-permintaan dan kuantitas dari pemesanan. Jumlah yang diprediksikan kemudian akan menjadi sebuah estimasi dari jumlah inventaris seperti yang diperlukan, sesuai dengan resep masakan standar yang dibutuhkan.
Hal ini sangat diperlukan untuk memprediksi berapa lama stok makanan yang masih ada dan yang akan datang akan mampu bertahan. Dengan cara melakukan perencanaan, maka kelebihan dan kekurangan stok bahan-bahan makanan akan dapat segera mungkin untuk dikurangi. Selain itu, proses perencanaan juga sudah mencakup prediksi ekonomi seperti halnya inflasi, suplai keuangan, dan indikator dari siklus bisnis lainnya. Prediksi dari kemajuan teknologi juga sangat diperlukan untuk menentukan skema finansial di masa yang akan datang jika terdapat teknologi yang berkaitan dengan manajemen inventaris yang sudah diaplikasikan.

2. Eksekusi (Menjalankan Perencanaan).

Ekseskusi merupakan salah satu bagian yang terdiri dari berbagai macam aktivitas yang akan mampu dalam mengkalkulasikan inventaris yang nantinya akan masuk dan keluar. Prosesnya sendiri juga terdiri dari lima macam aktivitas utama, yaitu:

• Proses pertama, permintaan pesanan, merupakan proses di mana pesanan inventaris yang diberikan kepada para pemasok menggunakan formulir pesanan melalui email, sampai menerima konfirmasi dari para pemasok. Lalu dilanjutkan dengan proses pembelian di mana inventaris yang telah dibeli dan dikoordinasikan dengan divisi keuangan.
• Ketika penerimaan pesanan sudah dilakukan, maka barang-barang yang telah dibeli akan diperiksa kembali keadaannya. Setelah barang diterima, maka akan dilakukan proses penyimpanan yang sesuai dengan jenis inventaris tersebut. Barulah ketika pesanan dari pelanggan sudah keluar, maka bahan-bahan makanan akan masuk dalam tahap preparasi, dikeluarkan untuk proses memasak.

Proses eksekusi ini merupakan proses yang cukup rumit untuk dijalankan karena terdapat tiga macam jenis inventaris. Untuk jenis inventaris segar, pengadaannya juga harus dilakukan setiap hari. Itu artinya, jenis inventaris seperti inilah yang akan keluar masuk setiap harinya. Begitupula pada saat proses preparasi yang dalam sehari dapat dilakukan selama berkali-kali. Sementara itu pengadaan inventaris beku dapat dilakukan dalam waktu seminggu sekali. Hal yang perlu untuk mendapat perhatian khusus adalah proses penyimpanan, karena jika salah dalam tahap ini, maka inventaris beku tersebut akan terancam menjadi terbuang sia-sia.

Begitu pula dengan inventaris kering yang memiliki ketahanan jauh lebih lama dari dua jenis inventaris yang sebelumnya. Pengadaannya hanya dapat dilakukan sebulan sekali namun untuk aktivitas penyimpanannya juga harus tetap diperhatikan. Dengan demikian, maka jumlah dari setiap inventaris yang sudah masuk setiap bulan akan menjadi sangat besar dan membutuhkan pengumpulan data-data yang baik dari para staff inventaris. Proses eksekusi ini juga tidak dapat dilakukan tanpa adanya sikap ketelitian yang sangat tinggi. Karena jika tidak, maka kelebihan atau kekurangan stok yang memang seharusnya dihindari malah akan terjadi.

3. Kontrol Proses.

Kontrol proses merupakan waktu di mana Anda harus benar-benar bisa memastikan bahwa inventaris tidak masuk atau keluar tanpa adanya perencanaan, tanpa disadari oleh para staff, atau tanpa entri data. Untuk menghindari terjadinya permasalahan semacam itu, maka kontrol dapat dilakukan dengan dua macam proses yang harus dilakukan secara bersamaan dengan proses eksekusi lainnya.

• Yang pertama adalah proses untuk memverifikasi pengiriman pada saat proses menerima pesanan. Memverifikasi aktivitas pengiriman harus dilakukan untuk mengontrol stok, yang datang dari pihak pemasok persediaan. Proses ini akan memeriksa jumlah dan kondisi dari setiap pesanan yang sudah masuk. Hal ini harus dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan dari pemasok dalam memasokkan persediaan berdasarkan dari pesanan. Kekurangan jumlah atau kondisi yang tidak sempurna, akan menjadi hal yang harus dihindari. Jikalaupun masih ada kesalahan yang diluar perkiraan, maka menajer dapat langsung berkomunikasi dengan para staff inventaris agar permasalahan ini dapat segera diatasi.
• Yang kedua adalah proses stock opname yang bertujuan untuk mengendalikan stok yang sudah keluar dari penyimpanan inventaris. Proses ini juga harus disesuaikan dengan jumlah stok yang masih ada dan data yang ada pada saat proses preparasinya.

Jumlah inventaris yang sudah termasuk ke dalam kegiatan persiapan akan dicatat, kemudian sisa data-data yang masih dimiliki oleh staff inventaris juga harus disinkronkan dengan jumlah inventaris yang masih tersisa dalam penyimpanannya. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah hilangnya inventaris dalam masa penyimpanan.

4. Kesimpulan

Beberapa proses dari inventaris ini juga sangat krusial dalam menjamin kondisi keuangan restoran. Semuanya juga harus dilakukan dengan keakuratan dengan tingkat yang maksimum. Untuk menjamin data-data agar dapat menjadi lebih akurat, maka pengelola restoran sebaiknya harus menggunakan software, yang dapat mengkalkulasikan data-data inventaris dan mengintegrasikannya dengan fungsi lain agar dapat menjadi lebih efisien karena data-data yang sudah diinputkan akan disimpan dan dianalisis untuk keperluan manajemen inventaris restoran di waktu yang lainnya. Memantau secara keseluruhan proses manajemen inventaris mulai dari perencanaan, eksekusi, dan juga kontrol, akan menjadikan keuangan restoran Anda semakin lebih terjamin tanpa harus mengganggu kualitas dan harga dari hidangan yang sudah ditawarkan.

Nah, itulah penjelasan singkat tentang proses-proses terpenting dalam menjalankan manajemen inventaris dari jenis usaha restoran. Semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalian, terimaksih dan salam sukses.

Catatan redaksi: selain membutuhkan software order untuk restoran, restoran memerlukan software accounting. Jika bapak ibu mitra usaha sedang membutuhkan software accounting, SOP sistem manajemen, dan training service excellece, silahkan hubungi kami di 081-252982900 (wa), kami siap membantu anda.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to top