Tag: Accounting service & implementasi sofware accounting bisnis Bandung

PRINSIP-PRINSIP DASAR DI DALAM KEUANGAN, APA SAJA?

Pernah-kan anda mendengar tentang manajemen keuangan…? ya… sejenis pengaturan dalam keuangan perusahaan. Proses ini meliputi, Planning, Processing, analysis, dan controlling. Secara umum, pengelolaan keuangan merupakan cara tentang bagaimana menggunakan dan mengalokasikan dana, serta pengelolaan aset untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan. tujuan umum dari manajemen keuangan yakni agar keuangan perusahaan menjadi lebih stabil. Melaksanakan manajemen keuangan tidak mudah perlu memahami beberapa prinsip. Berikut di bawah ini prinsip-prinsip dalam keuangan.
Pertama, akuntabilitas. Merupakan prinsip yang melekat di dalam individu, kelompok, atau perusahaan untuk menyebutkan bagaimana dana, alat-alat, atau wewenang diberikan pihak ketiga mampu digunakan secara maksimal bagi perusahaan.
Akuntabilitas berkaitan dengan pertanggung jawaban manajemen terhadap laporan keuangan yang dihasilkan oleh mereka. Setiap orang yang berkepentingan perlu mengetahui tentang bagaimana dana yang mereka berikan digunakan dan dimanfaatkan. Apakah dana benar-benar telah digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan seefisien mungkin.
Kedua, Konsistensi. Sistem dan kebijakan keuangan dari organisasi harus konsisten dari waktu ke waktu. Hal ini bukan berarti setiap ada perubahan dalam kegiatan operasional perusahaan laporan keuangan harus mengikuti perubahannya. Pendekatan yang tidak konsisten pada manajemen keuangan merupakan pertanda bahwa mungkin di dalam proses pembentukan laporan keuangan dilakukan manipulasi.
Ketiga, Going concern. Kelangsungan hidup merupakan ukuran tentang bagaimana tingkat keamanan dan keberlanjutan sebuah organisasi berlangsung. Manajer organisasi harus menyiapkan sebuah rencana keuangan yang mampu menunjukan tentang bagaimana organisasi mampu melaksanakan strateginya dan mampu memenuhi kebutuhan keuangan perusahaan.
Kelangsungan usaha disini dimaksudkan yakni sebuah perusahaan dipandang dapat bertahan dalam bisnis ke depan. Masa depan perusahaan dapat diprediksi dan mampu untuk bertahan. Secara umum laporan keuangan dilaporkan dengan tujuan agar pengguna laporan keuangan mampu memahami bahwa laporan keuangan dibentuk dan angka-angka yang dilaporkan tidak untuk menunjukan bahwa perusahaan akan dilikuidasi atau perusahaan hendak menghentikan kegiatan operasinya.
Beberapa isi di dalam laporan keuangan biasanya terdapat keterangan eksplisit. Meskipun demikian, Kelangsungan usaha merupakan unsur yang paling dasar dalam pelaporan keuangan. Penyusunan laporan keuangan mewajibkan manajemen menilai kembali kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian kelangsungan usaha perusahaan yakni :
– Tingkat ketidakpastian
Hal-hal yang berkaitan dengan hasil suatu peristiwa yang membuat peningkatan secara signifikan hasil yang ada. Untuk alasan tersebut, sebagian besar kerangka kerja pelaporan keuangan mencantumkan secara eksplisit tentang keharusan penilaian manajemen, kapan manajemen diharuskan untuk mempertimbangkan seluruh informasi yang disediakan.

– Ukuran dan kompleksitas perusahaan
Hal hal yang memengaruhi ketersediaan informasi untuk pihak eksternal serta tingkat penyebabnya dalam mempertimbangkan hasil peristiwa.

Keempat, Transparansi. Perusahaan harus terbuka terhadap pekerjaannya, perusahaan perlu menyediakan informasi yang berkaitan dengan rencana dan tindakan para orang yang berkepentingan.
Laporan keuangan yang lengkap, tepat waktu dan akurat merupakan syarat yang perlu di perhatikan dalam menyampaikan laporan keuangan.
Kelima, standar akuntansi. Sistem akuntansi dan keuangan yang digunakan oleh perusahaan harus sesuai dengan PABU. Oleh sebab itu setiap akuntan perlu memahaminya.
Keenam, integritas. Dalam pengelolaan operasional. Seseorang perlu terlibat dan wajib memiliki integritas yang baik. selai dari pada itu laporan keuangan juga perlu diperhatikan kelengkapan dan keakuratan pelaporannya.
Ketujuh, pengelolaan. Perusahaan harus dapat mengelola dan menggunakan dana yang telah diperoleh dengan baik dan memberikan jaminan bahwa dana tersebut digunakan untuk mencapai kegiatan perusahaan.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai prinsip-prinsip dasar di dalam keuangan. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan butuh Accounting Software pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu. Terima kasih.

DEKOMPOSISI (PEMECAHAN SUB-SUB TERKECIL) DAN OUTPUT DARI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PERUSAHAAN

Dari istilahnya saja, sudah pasti bisa dibayangkan, bahwa sistem informasi lebih bersifat umum daripada sistem informasi akuntansi. Sistem informasi merupakan sistem apapun yang bertujuan untuk menghasilkan informasi. Bukan hanya sekedar informasi dalam dunia bisnis saja, namun juga termasuk ke dalam informasi apapun. Sedangkan sistem informasi akuntansi, adalah salah satu sistem informasi yang memang dirancang secara khusus untuk menghasilkan informasi akuntansi. Lalu apa yang dimaksud dengan system informasi akuntansi? Sebagai muara akhir dari semua sistem informasi akuntansi adalah berupa laporan keuangan perusahaan yang terdiri dari: neraca, laporan laba-rugi (R/L), laporan perubahan ekuitas (modal) serta laporan arus kas. Jadi, sistem informasi akuntansi adalah berupa sistem informasi yang bertujuan untuk menghasikan laporan keuangan.

Dekomposisi Sistem Informasi Akuntansi

Dekomposisi sistem merupakan satu hal yang terpenting dalam perancangan sistem informasi akuntansi internal perusahaan. Dekomposisi sistem adalah usaha yang dilakukan untuk memecah-mecah sistem menjadi beberapa sub-sub system yang lebih sederhana. Dekomposisi sistem seperti ini akam semakim mempermudah untuk proses analisis dan perancangan sistem untuk melihat dan mengevaluasi sistem milik perusahaan yang begitu rumit dan kompleks.

Salah satu cara yang akan dilakukan dalam mendekomposisikan sistem yang termudah adalah dengan memilah-milahnya menjadi beberapa bagian sub terkecil, seperti:

1. Siklus penjualan dan penerimaan kas.
2. Siklus pembelian dan pengeluaran kas (yang tentunya masih dapat didekomposisi menjadi beberapa sub yang lebih kecil lagi), seperti:

• Siklus Pembelian Barang Dagangan.
• Siklus Pembayaran Hutang.
• Siklus Penggajian.
• Siklus Pembelian Asset tetap.
• Siklus Arus Kas Kecil.

3. Siklus produksi.
4. Siklus buku besar.

Siklus penjualan dan penerimaan kas juga seringkali dapat didekomposisikan lagi sesuai dengan bagaimana kondisi dan jenis-jenis dari setiap masing-masing bidang penjualan perusahaan. Contoh sederhananya adalah perusahaan swalayan, siklus penjualan yang akan digunakan adalah berupa siklus penjualan tunai saja (jenis dagang ritel). Sedangkan pada pabrik manufakturing yang melayani penjualan kepada distributornya, maka siklus penjualan yang akan digunakan adalah berupa siklus penjualan secara kredit dan siklus penerimaan kas.

Dari beberapa perusahaan, siklus penjualan dan penerimaan kas seperti ini bisa dikatakan bahwa namanya sama sekali tidak berhubungan dengan kata penjualan. Seperti dalam kasus universitas. Untuk mengetahui apa yang termasuk dalam siklus penjualan? Yaitu dengan mengidentifikasikan saja dari segala siklus yang menyebabkan adanya kas masuk (pemasukan) bagi universitas tersebut, seperti:

1. KRS (Kartu Rencana Studi) dan Pembayaran SKS oleh Mahasiswa.
2. Pembayaran uang semester.
3. Pembayaran uang gedung.
4. Penerimaan donasi dan hibah.
5. Dan banyak lagi jenis-jenis pemasukan bagi universitas lainnya.

Demikian juga dengan di rumah sakit, kita tidak akan bisa menemukan istilah kata penjualan. Sama halnya seperti dalam kasus universitas, kita harus lebih jeli dalam mengidentifikasikan semua unit yang menyebabkan kas masuk bagi rumah sakit tersebut.

Output Dari Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi berperan penting dalam memproses data bisnis dan data akuntansi untuk menjadi sebuah informasi yang sangat berguna baik bagi pihak internal maupun pihak eksternal yang sama-sama berkepentingan terhadap kinerja perusahaan. Banyak diantara para mahasiswa akuntansi yang menganggap bahwa output dari sistem informasi akuntansi hanya berupa laporan keuangan saja seperti: neraca, laba-rugi (LR), laporan arus kas dan laporan perubahan modal saja. Pendapat seperti itu memang benar adanya demikian, namun tidak sepenuhnya benar atau bisa dikatakan masih kurang tepat.

Laporan keuangan hanyalah salah satu diantara banyaknya output dari sistem informasi akuntansi. Selain daripada laporan keuangan, sistem informasi akuntansi juga masih dapat menghasilkan berbagai macam jenis-jenis informasi lainnya yang nantinya akan sangat berguna sebagai dasar utama dalam pengambilan keputusan internal organisasi perusahaan, seperti halnya:

1. Laporan penjualan per jenis produk (keputusan strategi marketing).
2. Laporan penjualan terlaris dalam satu periode (bulanan).
3. Laporan piutang konsumen yang hampir memasuki masa jatuh tempo.
5. Laporan hutang kepada pemasok (suplier) yang sudah hampir memasuki masa jatuh tempo.
6. Laporan produk yang hampir habis dan harus segera memesan ulang kepada suplier.
7. Laporan persediaan dengan perputaran persediaan yang paling tinggi.
8. Laporan karyawan perusahaan yang paling produktif.
9. Laporan pajak penghasilan pasal 21 yang dipotong dari karyawan untuk setiap bulannya (PPH 21).
10. Dan masih banyak lagi laporan-laporan output penting lainnya.

Semua laporan-laporan tersebut dapat juga disajikan dalam bentuk tabel atau bisa berupa grafik. Tergantung bagaimana cara termudah bagi perusahaan untuk memahaminya. Itulah sedikit pembahasan tentang seputar system informasi dan system informasi akuntansi, semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian dan terimakasih.

Apababila bapak ibu membutuhkan software accounting yang terintegrasi sampai muncul laporan keuangan, baik untuk Distributor, toko ritel, atau pabrik dengan 1 BOM dan lainnya, silahkan hubungi 081-252982900 (wa) kami siap membantu.

PROSES-PROSES TERPETNING DALAM MENJALANKAN MANAJEMEN INVENTARIS USAHA RESTORAN

Ketika Anda menjalankan jenis usaha restoran, maka tentunya Anda terlebih dahulu harus menyusun strategi, dan membangun manajemen yang lebih baik agar restoran Anda mampu dalam mencapai target-target seperti yang ingin didapatkan. Salah satu caranya adalah dengan menyajikan hidangan yang baik dengan harga yang pantas.

Namun, bagaimana jika Anda sewaktu-waktu akan dihadapkan dengan situasi dimana perekonomian yang sedang tidak baik, sehingga terlampau sulit untuk mempertahankan harga yang benar-benar sesuai dengan kualitas makanan Anda? Misalnya saja, harga bahan-bahan makanan yang semakin terus merangkak naik, apa langkah selanjutnya yang akan Anda lakukan?

Satu pendekatan terbaik untuk mengatasi permasalahan seperti ini adalah dengan mengawasi rantai pasokan dan untuk menemukan cara terbaik dalam menyiasatinya. Hal ini berkaitan langsung dengan bagaimana pihak manajemen dalam mengelola inventaris restoran dengan baik. Secara umum, pengelolaan manajemen inventaris restoran merupakan proses analisis persediaan, pemanfaatan persediaan, dan juga pendataan pengeluaran dan pemasukan kebutuhan persediaan restoran.

Manajemen inventaris yang rutin akan menjadi sangat penting untuk kesehatan rantai pasokan restoran yang juga akan mempengaruhi kesehatan dari manajemen keuangan restoran Anda. berikut ini merupakan proses-proses terpenting dalam menjalankan manajemen inventaris restoran yang tidak boleh terlewatkan begitu saja.

1. Proses Perencanaan.

Perencanaan merupakan proses yang memprediksikan permintaan-permintaan dan kuantitas dari pemesanan. Jumlah yang diprediksikan kemudian akan menjadi sebuah estimasi dari jumlah inventaris seperti yang diperlukan, sesuai dengan resep masakan standar yang dibutuhkan.
Hal ini sangat diperlukan untuk memprediksi berapa lama stok makanan yang masih ada dan yang akan datang akan mampu bertahan. Dengan cara melakukan perencanaan, maka kelebihan dan kekurangan stok bahan-bahan makanan akan dapat segera mungkin untuk dikurangi. Selain itu, proses perencanaan juga sudah mencakup prediksi ekonomi seperti halnya inflasi, suplai keuangan, dan indikator dari siklus bisnis lainnya. Prediksi dari kemajuan teknologi juga sangat diperlukan untuk menentukan skema finansial di masa yang akan datang jika terdapat teknologi yang berkaitan dengan manajemen inventaris yang sudah diaplikasikan.

2. Eksekusi (Menjalankan Perencanaan).

Ekseskusi merupakan salah satu bagian yang terdiri dari berbagai macam aktivitas yang akan mampu dalam mengkalkulasikan inventaris yang nantinya akan masuk dan keluar. Prosesnya sendiri juga terdiri dari lima macam aktivitas utama, yaitu:

• Proses pertama, permintaan pesanan, merupakan proses di mana pesanan inventaris yang diberikan kepada para pemasok menggunakan formulir pesanan melalui email, sampai menerima konfirmasi dari para pemasok. Lalu dilanjutkan dengan proses pembelian di mana inventaris yang telah dibeli dan dikoordinasikan dengan divisi keuangan.
• Ketika penerimaan pesanan sudah dilakukan, maka barang-barang yang telah dibeli akan diperiksa kembali keadaannya. Setelah barang diterima, maka akan dilakukan proses penyimpanan yang sesuai dengan jenis inventaris tersebut. Barulah ketika pesanan dari pelanggan sudah keluar, maka bahan-bahan makanan akan masuk dalam tahap preparasi, dikeluarkan untuk proses memasak.

Proses eksekusi ini merupakan proses yang cukup rumit untuk dijalankan karena terdapat tiga macam jenis inventaris. Untuk jenis inventaris segar, pengadaannya juga harus dilakukan setiap hari. Itu artinya, jenis inventaris seperti inilah yang akan keluar masuk setiap harinya. Begitupula pada saat proses preparasi yang dalam sehari dapat dilakukan selama berkali-kali. Sementara itu pengadaan inventaris beku dapat dilakukan dalam waktu seminggu sekali. Hal yang perlu untuk mendapat perhatian khusus adalah proses penyimpanan, karena jika salah dalam tahap ini, maka inventaris beku tersebut akan terancam menjadi terbuang sia-sia.

Begitu pula dengan inventaris kering yang memiliki ketahanan jauh lebih lama dari dua jenis inventaris yang sebelumnya. Pengadaannya hanya dapat dilakukan sebulan sekali namun untuk aktivitas penyimpanannya juga harus tetap diperhatikan. Dengan demikian, maka jumlah dari setiap inventaris yang sudah masuk setiap bulan akan menjadi sangat besar dan membutuhkan pengumpulan data-data yang baik dari para staff inventaris. Proses eksekusi ini juga tidak dapat dilakukan tanpa adanya sikap ketelitian yang sangat tinggi. Karena jika tidak, maka kelebihan atau kekurangan stok yang memang seharusnya dihindari malah akan terjadi.

3. Kontrol Proses.

Kontrol proses merupakan waktu di mana Anda harus benar-benar bisa memastikan bahwa inventaris tidak masuk atau keluar tanpa adanya perencanaan, tanpa disadari oleh para staff, atau tanpa entri data. Untuk menghindari terjadinya permasalahan semacam itu, maka kontrol dapat dilakukan dengan dua macam proses yang harus dilakukan secara bersamaan dengan proses eksekusi lainnya.

• Yang pertama adalah proses untuk memverifikasi pengiriman pada saat proses menerima pesanan. Memverifikasi aktivitas pengiriman harus dilakukan untuk mengontrol stok, yang datang dari pihak pemasok persediaan. Proses ini akan memeriksa jumlah dan kondisi dari setiap pesanan yang sudah masuk. Hal ini harus dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan dari pemasok dalam memasokkan persediaan berdasarkan dari pesanan. Kekurangan jumlah atau kondisi yang tidak sempurna, akan menjadi hal yang harus dihindari. Jikalaupun masih ada kesalahan yang diluar perkiraan, maka menajer dapat langsung berkomunikasi dengan para staff inventaris agar permasalahan ini dapat segera diatasi.
• Yang kedua adalah proses stock opname yang bertujuan untuk mengendalikan stok yang sudah keluar dari penyimpanan inventaris. Proses ini juga harus disesuaikan dengan jumlah stok yang masih ada dan data yang ada pada saat proses preparasinya.

Jumlah inventaris yang sudah termasuk ke dalam kegiatan persiapan akan dicatat, kemudian sisa data-data yang masih dimiliki oleh staff inventaris juga harus disinkronkan dengan jumlah inventaris yang masih tersisa dalam penyimpanannya. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah hilangnya inventaris dalam masa penyimpanan.

4. Kesimpulan

Beberapa proses dari inventaris ini juga sangat krusial dalam menjamin kondisi keuangan restoran. Semuanya juga harus dilakukan dengan keakuratan dengan tingkat yang maksimum. Untuk menjamin data-data agar dapat menjadi lebih akurat, maka pengelola restoran sebaiknya harus menggunakan software, yang dapat mengkalkulasikan data-data inventaris dan mengintegrasikannya dengan fungsi lain agar dapat menjadi lebih efisien karena data-data yang sudah diinputkan akan disimpan dan dianalisis untuk keperluan manajemen inventaris restoran di waktu yang lainnya. Memantau secara keseluruhan proses manajemen inventaris mulai dari perencanaan, eksekusi, dan juga kontrol, akan menjadikan keuangan restoran Anda semakin lebih terjamin tanpa harus mengganggu kualitas dan harga dari hidangan yang sudah ditawarkan.

Nah, itulah penjelasan singkat tentang proses-proses terpenting dalam menjalankan manajemen inventaris dari jenis usaha restoran. Semoga bisa bermanfaat dalam menambah wawasan Anda sekalian, terimaksih dan salam sukses.

Catatan redaksi: selain membutuhkan software order untuk restoran, restoran memerlukan software accounting. Jika bapak ibu mitra usaha sedang membutuhkan software accounting, SOP sistem manajemen, dan training service excellece, silahkan hubungi kami di 081-252982900 (wa), kami siap membantu anda.

Scroll to top