Tag: Accounting service & implementasi sofware accounting bisnis Jakarta

CARA JITU MENGHITUNG BREAK EVEN POINT DALAM BISNIS

Break Even Point (BEP) merupakan titik dimana pemasukan dan pengeluaran seimbang atau suatu bisa dibilang kondisi dimana saat itu perusahaan tidak mengalami kerugian, namun juga tidak memperoleh keuntungan. Terdapat pula beberapa orang yang mengistilahkan Break Even Point ini sebagai “Titik Impas” yang biasanya diperhitungkan melalui perbandingan jumlah pendapatan atau jumlah unit yang harus dijual untuk dapat menutupi biaya tetap dan biaya variabel terkait dalam menghasilkan pemasukan.
Pada artikel kali ini, kami Tim GroEdu (Lembaga Konsultan Bisnis dan implementor software accounting yang sudah dipercaya di berbagai kota besar seperti Surabaya, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Semarang,  Denpasar dan kota-kota besar lainnya) akan mengulas topik terkait cara jitu menghitung BEP itu sendiri.

 

Cara Jitu Menghitung BEP (Break Even Point)
Terdapat dua jenis perhitungan BEP yaitu menghitung berapa unit yang harus terjual agar terjadi Break Even Point dan menghitung berapa nominal Rupiah penjualan yang perlu diterima agar BEP terjadi. Berikut rumus-rumus BEP untuk dua jenis perhitungan tersebut.

Rumus BEP (Menghitung Berapa Unit yang Harus Terjual Agar Terjadi BEP)
Pertama-tama lakukan pembagian terhadap total biaya tetap produksi (Production Fixed Cost) dengan Harga Jual per Unit (Sales Price per Unit) kemudian dikurangi biaya Variabel yang digunakan untuk menghasilkan produk (Variable Cost) yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
BEP (dalam Unit) = Biaya Tetap Produksi / (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit)
Atau bisa juga dirumuskan sebagai berikut:
BEP (dalam Unit) = Biaya Tetap Produksi / Margin Kontribusi per unit

Rumus BEP (Menghitung Nominal Rupiah Pemasukan yang Perlu Diterima Agar Terjadi BEP)
Hampir sama dengan rumus sebelumnya, pertama-tama lakukan pembagian pada total biaya tetap produksi (Production Fixed Cost) dengan Harga Jual per Unit (Sales Price per Unit) dikurangi biaya Variabel yang digunakan untuk menghasilkan produk (Variable Cost) kemudian dikalikan dengan Harga per Unit lagi. Yang dapat dirumuskan sebagai berikut:
BEP (dalam Rupiah) = Biaya Tetap Produksi / (Harga per Unit – Biaya Variabel per Unit) x Harga per Unit
Atau bisa juga seperti berikut:
BEP (dalam Unit) = Biaya Tetap Produksi / Margin Kontribusi per unit x Harga per Unit
Keterangan:
BEP (dalam Unit) = Break Even Point dalam unit (Q)
BEP (dalam Rupiah) = Break Even Point dalam Rupiah (P)
Biaya Tetap (Fixed Cost) = biaya yang jumlahnya tetap (baik sedang berproduksi atau tidak)
Biaya Variabel (Variable Cost) = biaya yang jumlahnya meningkat sejalan peningkatan jumlah produksi seperti bahan baku, bahan baku pembantu, listrik, bahan bakar, dan lain-lain
Harga Jual per unit = harga jual barang atau jasa perunit yang dihasilkan.
Biaya Variabel per unit = total biaya variabel per Unit (TVC/Q)
Margin Kontribusi per unit = harga jual per unit – biaya variable per unit (selisih)

Sisanya tergantung anda ingin mempergunakan format unit atau nominal rupiah. Sekaligus mengakhiri artikel kali ini. Tahukah anda bahwa kami, Tim GroEdu senantiasa menyediakan layanan konsultasi & training bisnis terutama bagi anda yang tertarik untuk memulai bisnis atau bagi anda yang ingin berupaya meningkatkan kredibilitas bisnis anda melalui beberapa aspek dalam berbisnis. Layanan kami tidak hanya terpaku pada satu aspek, melainkan aspek lainnya yang menyangkut bisnis seperti manajemen bisnis, operasional bisnis dan masih banyak lagi. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com atau langsung melalui nomor Whatsapp berikut, 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu anda. Semoga ulasan ini bermanfaat, sekian terima kasih.

MANFAAT ERP UNTUK KEPENTINGAN LAYANAN PELANGGAN

Dalam dunia bisnis saat ini, organisasi memiliki setidaknya satu kesamaan yaitu penggunaan kerangka kerja terintegrasi dan otomatis untuk segala model bisnis mereka. Kerangka kerja ini disebut ERP. Dengan bantuan penggunaan erp, anda sekarang dapat memiliki proses manajemen efisien yang akan membantu pertumbuhan bisnis anda. Meskipun demikian, ada satu perbedaan yang dimiliki oleh suatu organisasi bisnis saat ini. Mereka semua memiliki pelanggan, tetapi hanya beberapa organisasi yang menjalankan kerangka kerja yang berhubungan dengan customer relationship management untuk berurusan dengan pelanggan langsung.

Download E-Book : The Power Of Database Customer
Modul ERP CRM dapat mendorong anda untuk menyadari pelanggan anda dengan lebih baik dan menggabungkan banyak sorotan, misalnya, grup iklan, riwayat korespondensi, kontak terkait, dan alamat pelanggan anda. Struktur basis data yang telah disesuaikan dengan pelanggan dapat anda simpan dan menjadikan data tersebut untuk referensi anda di masa depan. Modul layanan pelanggan memberikan wewenang pada anda untuk menangani berbagai jenis prosedur termasuk hubungan klien dengan eksekutif, menangani transaksi permintaan, penagihan, dan secara substansial lebih banyak. Dan selanjutnya mendorong kontrol dari setiap proses lainnya yang telah terkait.
Keuntungan terbesar dari cloud erp adalah anda akan lebih mudah memahami klien, pola pembelian mereka, dan wawasan penting lainnya yang akan bisa anda terapkan untuk memperluas penawaran dan meningkatkan produktivitas perusahaan anda.

Manfaat ERP
Seberapa baik anda mengenal pelanggan anda? Mungkin sedikit manfaat terbesar adalah memberi anda perspektif total pada pelanggan anda. Mulai dari penjualan dan pelaporan, hingga dana dan pembukuan. Kemudian dengan adanya kerangka kerja ini akan memberikan wawasan total tentang kebutuhan klien anda, riwayat pembelian, riwayat permintaan, kecenderungan, pendirian akun, dan sebagainya.
Informasi ini memberi anda pemahaman yang lebih baik tentang basis klien anda, dan juga dapat membantu anda membangun komunikasi yang bertahan lama dengan klien dan mencari tahu di mana ada peluang untuk pengembangan di masa depan. Bahkan dapat membantu anda dengan meramalkan kebutuhan klien anda sebelum klien anda melakukannya.
Selain itu dengan ERP ini, data klien dapat diakses secara efektif. Sekarang pelanggan dapat mendekati level stok, daftar barang, data penting dan fundamental lainnya. Ini meningkatkan pengalaman klien serta memekanisasi banyak hal yang membutuhkan tenaga kerja.

Baca juga : TIPS MENGHADAPI 7 KOMPLAIN YANG SERING DILAKUKAN OLEH CUSTOMER

Demikianlah manfaat atau pentingnya ERP dalam hubungan anda dengan klien. Anda akan mendapat begitu banyak kemudahan dengan menerapkan ERP untuk layanan anda. Dan jika anda memiliki pertanyaan terkait artikel diatas, masih menyimpan kebingungan, atau membutuhkan informasi lebih detil tentang ERP. Silahkan hubungi kami melalui email geroedu@gmail.com atau nomor whatsapp kami yaitu 0812-5298-2900 atau 0813-3309-9915. Kami konsultan bisnis accounting surabaya siap membantu anda.

3 MANFAAT NERACA BAGI SEBUAH PERUSAHAAN

Neraca adalah sebuah dokumen yang mencatat aset perusahaan dan kewajiban pembayaran oleh perusahaan pada waktu tertentu. Berbeda dengan laporan laba rugi yang menunjukkan gambaran hasil operasional selama periode waktu tertentu, neraca adalah gambaran dari kondisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Alasan mengapa neraca sering digambarkan sebagai potret atau foto perusahaan pada tanggal tertentu adalah karena ia menangkap posisi keuangan perusahaan dan mengungkapkan aset, kewajiban, dan ekuitas pemilik perusahaan (kekayaan bersih) yang telah dirangkum. Pada kesempatan kali ini, kami tim GroEdu (Lembaga Konsultan Software Accounting yang sudah dipercaya diberbagai kota besar diantaranya Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogjakarta, Denpasar, Palembang, Banjarmasin, Palangkaraya, Balikpapan, Makassar, dan kota besar lainnya) akan membahas manfaat neraca bagi perusahaan anda.

Dokumen Pendukung Untuk Memperoleh Investor
Neraca Anda adalah dokumen yang selalu berubah terus menerus bergantung jumlah aset baru yang anda peroleh atau kewajiban baru yang perlu perusahaan anda lakukan. Ketika sering diperbarui, neraca anda akan memberi calon pemberi pinjaman dan investor informasi yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan sebelum memberikan uang atau sumber daya lainnya pada perusahaan anda.

Dokumen Perencanaan Keuangan
Neraca akan memberi anda pandangan terorganisir dari kewajiban anda saat ini, termasuk hutang jangka pendek, persediaan atau layanan yang telah anda beli, dan biaya lain yang masih harus anda bayar. Biaya lain bisa berupa barang-barang, seperti gaji karyawan atau pajak. Neraca juga akan menjabarkan hutang jangka panjang anda, seperti pinjaman. Sebagai pemilik bisnis, anda dapat membandingkan angka dan akun ini dengan aset yang anda miliki. Hal ini termasuk uang tunai, tanah, akun prabayar, inventaris, peralatan dan piutang, atau barang dan jasa lainnya yang akan anda dapatkan dari pihak-pihak terkait yang memiliki hutang pada perusahaan anda.

Rasio Keuangan Yang Bermanfaat
Dalam dunia bisnis, ada beberapa rasio bermanfaat yang digunakan orang untuk menentukan profitabilitas jangka panjang perusahaan dan prospek keuangan jangka pendek. Angka-angka ini sangat menarik bagi mereka yang peduli tentang kredit atau keberlanjutan perusahaan Anda dan kepada siapa pun yang mempertimbangkan untuk membeli perusahaan anda atau sahamnya.

Baca juga : Tips Memilih Software Accounting Yang Tepat Untuk Perusahaan Anda

Demikian artikel dari kami, terimakasih dan semoga bermanfaat. Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas, konsultasi manajemen keuangan, software accounting, software HRD & Pay roll, atau training accounting. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau langsung hubungi nomor whatsapp kami 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu.

BEBERAPA KESALAHAN DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN PERUSAHAAN

Bertemu kembali dengan kami tim GroEdu (Lembaga Konsultan bisnis yang sudah dipercaya diberbagai kota besar diantaranya Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogjakarta, Denpasar, Palembang, Banjarmasin, Palangkaraya, Balikpapan, dan kota besar lainnya). Pada kesempatan kali ini, kami akan menulis artikel tentang “Beberapa Kesalahan Dalam Pengelolaan Keuangan Perusahaan”.
Dibidang apapun, keuangan adalah hal wajib yang perlu dikelola dengan baik guna mencegah terjadinya pembengkakan pengeluaran yang berakibat buruk bagi perusahaan. Pengeluaran yang seolah tidak terduga memang seperti hal yang wajar bagi sebuah perusahaan. Namun jika tetap dibiarkan dapat menimbulkan ancaman bagi sebuah perusahaan. Tanpa pengelolaan keuangan yang baik, bisnis beromset berapapun akan menjadi berantakan. Bisnis yang baik bisa dilihat dari kondisi dan pengelolaan keuangannya yang baik dan professional.
Ada banyak cara yang dapat dilakukan dalam melakukan efisiensi terhadap keuangan perusahaan, semisal dengan meminimalisir biaya operasional perusahaan, memperketat biaya dinas di luar kota atau luar negeri, melakukan penghematan listrik dan air, hingga kebijakan menerapkan aplikasi payroll.
Namun pada kenyataannya, banyak perusahaan yang masih belum paham tentang bagaimana mengelola keuangannya. Berikut adalah kesalahan yang kerap dilakukan.
1. Tidak memiliki planning keuangan yang baik.
Melakukan perencanaan perkembangan perusahaan merupakan hal penting untuk mendongkrak kinerja perusahaan dengan menciptakan strategi pengembangan yang baik dan tepat sasaran. Namun karena perhatian terlalu focus pada pengembangan, terkadang lupa membuat perencanaan keuangan perusahaan. Wajib untuk anda ketahui bahwa perencanaan keuangan yang matang akan semakin mempermudah jalannya strategi pengembangan perusahaan. Anda tidak perlu takut melakukan pengeluaran anggaran, karena semuanya sudah terhitung dalam perencanaan keuangan.
2. SDM keuangan yang kurang handal.
Banyak perusahaan yang merasa kurang mampu untuk menggunakan jasa akuntan atau software akuntansi profesional. Padahal dalam praktik berbisnis, ini merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan. Sehingga perusahaan memilih tetap memperkerjakan sdm seadanya tanpa memakai software yang mumpuni, alhasil manajemen dan laporan keuangan perusahaan pun menjadi berantakan.
3. Kurangnya pengetahuan akuntansi oleh pelaku bisnis.
Fakta dilapangan ternyata masih ada pelaku bisnis yang tidak tahu menahu tentang akuntansi. Besar kemungkinan karena pelaku bisnis tidak tahu menahu tentang akuntasi, tidak paham pentingnya akuntasi, sehingga poin akuntansi akan kurang diperhatikan. Tentu hal ini akan sangat memperihatinkan.
4. Tidak memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis.
Hal yang juga sering menjadi kesalahan pengusaha adalah tidak memisahkan rekening pribadi dengan rekening bisnis. Alhasil, banyak uang yang ‘hilang’ lantaran ‘dipinjam’ untuk kepentingan pribadi namun lupa tidak mengembalikan atau sebaliknya. Ini yang membuat keuangan perusahaan menjadi berantakan.
5. Tidak melakukan pengecekan secara real cash
Selain itu, pelaku bisnis juga terkadang lupa melakukan pengecekan secara real cash atau langsung. Meski sudah ada laporan tertulis tentang keuangan perusahaan, namun pengecekan langsung masih perlu dilakukan guna memastikan kecocokan laporan dengan saldo.Jadi setiap awal bulan sebaiknya meminta rekening koran dari bank lalu mengecek langsung apakah sesuai dengan laporan keuangan yang tertulis.

Perlu anda ketahui sebagai pelaku bisnis bahwa pengelolaan dan perencanaan keuangan merupkan hal yang sangat penting dalam perkembangan perusahaan. Meski perusahaan sudah memiliki omset yang besar, namun jika pengelolaan keuangannya masih buruk maka omset yang besar itu seperti tidak akan terasa besar bahkan akan merasa kurang karena pengelolaan yang kurang baik.

Terimakasih sudah berkunjung di website kami dan semoga bermanfaat. Apabila membutuhkan informasi lebih tentang manajemen keuangan, system payroll, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.
 

Scroll to top