Tag: Investasi jangka pendek

TRANSAKSI-TRANSAKSI YANG DIKLASIFIKASIKAN DALAM AKUN-AKUN INVESTASI JANGKA PENDEK DALAM PEMERIKSAAN INVESTASI JANGKA PENDEK

Pada Kesempatan kali ini praktisi software accounting akan membahas artikel tentang bagaimana pemeriksaan Investasi untuk waktu jangka pendek (Temporary Investment). Tujuannya adalah agar perusahaan mampu melakukan investasi jangka pendek seperti halnya membeli saham, obligasi, surat-surat berharga lainnya, karena ingin mendapatkan bunga/deviden/keuntungan dari kas perusahaan yang sama sekali tidak terpakai.

Pada artikel kali ini akan disajikan penjelasan tentang bagaimana prosedur pemeriksaan dalam investasi untuk jangka pendek. Namun, sebelum membahas yang lebih jauh ke prosedur tersebut, terlebih dahulu kami akan menjelaskan tentang bermacam-macam transaksi yang sudah diklasifikasikan kepada akun-akun Investasi untuk jangka pendek.

1. Tabungan Bank.

Bank sebenarnya juga dapat diklasifikasikan antara akun kas dengan Investasi jangka pendek. Perbedaan antara Bank yang masuk ke dalam kelompok kas dan Bank yang masuk ke dalam kelompok Investasi jangka pendek adalah waktu penggunaan uang yang tersimpan di dalam bank tersebut. Jika perusahaan (klien) menyimpan uangnya  di Bank dengan tujuan hanya untuk disimpan dan tidak digunakan sebagai media transaksi untuk jangka waktu tertentu, maka lebih tepatnya akan diklasifikasikan kepada akun investasi jangka pendek. Namun jika perusahaan (klien) menggunakan Bank tersebut sebagai media transaksi, maka penerimaan dan pengeluaran kas selain dari kas tunai yang tersimpan pada kas lecil, maka semestinya diklasifikasikan kepada kelompok akun kas.

2. Deposito.

Tabungan dan deposito bagi perusahaan fungsinya hampir sama, yaitu untuk menyimpan uang. Perbedaannya adalah uang yag tersimpan di dalam deposito tidak dapat diambil sewaktu-waktu kita membutuhkannya seperti tabungan.

3. Saham.

Kas yang sama sekali tidak digunakan oleh perusahaan untuk segala macam jenis kegiatan operasional yang dapat digunakan dalam membeli saham dengan tujuan untuk mencari keuntungan (Gain). Pembelian saham dengan tujuan untuk mencari keuntungan sangat jauh berbeda dengan membeli saham dengan tujuan untuk berinvestasi. Membeli saham untuk tujuan mendapatkan selisih lebih yang dinamakan dengan usaha trading, sementara dalam membeli saham untuk tujuan memiliki perusahan dinamakan dengan sebuah investasi.

4. Obligasi Pemerintah.

Obligasi pemerintah (Goverment Bond) merupakan surat-surat hutang yang telah diterbitkan/dikeluarkan oleh pihak pemerintah. Investasi ini memiliki jatuh tempo waktu maksimal adalah 12 bulan.

5. Reksa Dana Campuran.

Merupakan bentuk investasi yang terdiri dari berbagai macam jenis komposisi instrumen pasar. Komposisinya yang terdiri dari 1 sampai 79% saham, obligasi dan juga pasar uang.

6. Reksa Dana Saham.

Reksa dana saham merupakan jenis reksa dana yang berfungsi sebagai dukungan untuk pertumbuhan jangka panjang bagi para pemegang unitnya.

7. Saham Perusahaan.

Saham merupakan satu instrumen keuangan yang lebih mengarah kepada bagian kepemilikan perusahaan. Dengan cara membeli saham dari sebuah perusahaan, dan itu artinya si pembeli akan menjadi bagian dari pemilik perusahaan.

8. Derivative, Future, dan Forex.

Derivatie merupakan sebuah kontrak atau perjanjian untuk penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau yang berasal dari produk yang sudah menjadi dasar “acuan pokok” atau disebut juga produk turunan. Perjanjian itu berisikan bahwa pada waktu tertentu pihak yang ingin melakukan perjanjian bersedia untuk menukarkan uangnya.

Itulah sedikit penjelasan tentang bermacam-macam transaksi untuk waktu jangka pendek. Sebuah transaksi jangka pendek juga sebenarnya dapat berawal dari transaksi untuk waktu jangka panjang. Berubahnya akun investasi jangka panjang yang menjadi investasi jangka pnedek disebabkan karena waktu jatuh tempo investasi jangka panjangnya telah mendekati waktu jatuh tempo yang kurang dari 12 bulan.

Beberapa macam temuan yang mungkin saja akan didapatkan oleh auditor pada saat akan melakukan pemeriksan lapangan yaitu:

1. Kesalahan yang bisa dilakukan oleh staff perusahaan (klien) dalam menetapkan pisah batas transaksi investasi jangka panjangnya.
2. Kesalahan yang kemungkinan dilakukan oleh staff perusahaan (klien) dalam hal mengklasifikasikan atau mengelompokan transaksi-transaksi investasi waktu jangka pendek.
3. Kesalahan yang dilakukan oleh staff perusahaan (klien) dalam hal mencatat penyesuaian pendapatan bunga pada setiap akhir peridoe akuntasi.
4. Kesalahan yang dilakukan oleh staff perusahaan (klien) dalam hal mencatat konversi dari obligasi ke saham.

Tinggi atau rendahnya potensi yang terjadinya dalam salah saji material sangat dipengaruhi oleh keandalan dan efektifitas dari sistem pengendalian internal (SPI) perusahaan. Jadi semakin baik tata kelola perusahaannya, maka akan menjadi semakin jauh pula dari terjadinya kesalahan-kesalahan yang merugikan bagi perusahaan. Setelah menjelaskan secara panjang lebar pemeriksaan investasi untuk waktu jangka pendek, maka tentunya memilki tujuan. Tujuan dari dilakukanya pemeriksaan investasi untuk waktu jangka pendek ini adalah sebagai berikut:

1. Untuk membuktikan bahwa investasi yang telah disajikan pada Neraca memang benar-benar ada (Eksistence) dan sudah dimiliki oleh seseorang (Ownership).
2. Meyakinkan bahwa pendapatan yang sudah dilaporkan oleh perusahan (klien) memang sudah tepat.
3. Meyakinkan bahwa laporan keuangan yang akan disajikan memang sudah cukup jelas.
4. Memperoleh keyakinan bahwa investasi yang tersajikan sudah wajar sesuai dengan Prinsip akuntansi yang selama ini sudah digunakan oleh Indonesia (PSAK IFRS dan PSAK ETAP).
5. Memperoleh bukti-bukti bahwa saldo investasi yang telah dicantumkan di Neraca merupakan milik perusahaan (klien).
6. Memperoleh bukti bahwa penyajian dan pengungkapan saldo Investasi untuk waktu jangka pendek di Neraca adalah sebagai bukti pencatatannya yang lebih lengkap.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, dan itulah sedikit penjelasan tentang bagaimana tatacara untuk pemeriksaan investasi jangka pendek. Apabila pembaca ingin secara lebih jauh dalam memahami secara lebih mendalam tentang bagaimana cara dalam memeriksa investasi jangka pendek, membutuhkan konsultasi seputar manajemen perusahaan, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900/081-8521172. Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada pembahasan artikel selanjutnya.

Scroll to top