Tag: kiat mengatur keuangan ritel

JENIS-JENIS RASIO KEUANGAN BISNIS RITEL

Untuk memastikan sebuah bisnis (apapun jenis bisnisnya) berada di jalur yang tepat, Anda sebagai pimpinan atau pemilik bisnis tersebut harus bisa memahami laporan keuangan, tak terkecuali bisnis ritel.
Dalam bisnis ritel, biasanya para manajer menggunakan banyak jenis rasio keuangan untuk membantu menganalisa kinerja bisnis dan aktivitas penjualan barang dalam ritel.

Jenis Rasio Keuangan untuk Analisa Bisnis Ritel
Selain digunakan sebagai alat untuk menganalisa kinerja bisnis ritel, rasio keuangan juga berguna untuk menentukan harga produk maupun evaluasi kinerja bisnis ritel. Berikut ini beberapa rasio keuangan yang digunakan dalam bisnis ritel.

1. Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio Lancar berguna untuk membagi Aset Lancar perusahaan dengan Liabilitas atau Kewajiban Lancar. Fungsi utama metrik ini adalah untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya.
Saat angka Rasio Lancar ini lebih besar dari satu, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat menutupi liabilitas jangka pendeknya dengan aset yang paling likuid (Aset Lancar).

2. Rasio Cepat (Quick Ratio)
Rasio Cepat dapat dihitung dengan cara membagi jumlah Kas ditambah Piutang Usaha dengan Kewajiban atau Liabilitas Lancar. Jenis rasio ini hampir mirip dengan Rasio Lancar. Hanya saja bedanya terdapat pada Rasio Cepat yang lebih ketat dalam menilai kemampuan Aset Lancar untuk melunasi liabilitas jangka pendek bisnis.
Karena inilah, Rasio Cepat menjadi ukuran yang lebih baik. Jika terdapat perusahaan berada di kondisi terpaksa melikuidasi asetnya untuk membayar tagihan, perusahaan dengan nilai Rasio Cepat yang tinggi hanya membutuhkan lebih sedikit aset untuk menglikuidasi.

 
Artikel terkait:
8 TIPS UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN DI TOKO RITEL ANDA
3 STRATEGI TOKO RITEL YANG EFEKTIF DI ERA PANDEMI COVID-19
STRATEGI UNTUK MEMPERKUAT SALURAN E-COMMERCE DI SUPERMARKET

 

3. Marjin Laba Kotor (Gross Profit Margin)
Margin Laba Kotor merupakan rasio profitabilitas dengan perhitungan dua langkah. Pertama, nilai Laba Kotor menghitung dari Pendapatan Bersih mengurangi nilai Harga Pokok Penjualan (HPP). Kemudian, nilai Laba Kotor tersebut membagi dengan Pendapatan Bersih.
Metrik ini berguna bagi manajemen untuk analisa kenaikan profit yang diperoleh dari penjualan produk langsung.
Dengan nilai dari Margin Laba Kotor ini, bisnis juga bisa menakar berapa nilai HPP yang harus dihasilkan dalam suatu periode agar bisa mencetak nilai Laba kotor yang tinggi.
Karena Bisnis Ritel menjual semua produk dari semua persediaan yang dimiliki, Margin Laba Kotor menjadi rasio yang paling efektif dan efisien dalam menilai aktivitas penjualan produk-produk ritel.

4. Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)
Rasio ini dihitung dengan membagi Penjualan Bersih untuk suatu periode dan nilai saldo Rata-Rata Persediaan untuk periode yang sama. Perputaran Persediaan adalah pengukuran efisiensi manajemen persediaan. Selain persediaan untuk dijual, Perusahaan Ritel juga perlu memiliki persediaan yang harus dikelola dengan baik.
Persediaan yang tersimpan dalam jangka waktu lebih lama mungkin akan menjadi kedaluwarsa atau tak layak jual lagi. Karena alasan ini, nilai Perputaran Persediaan yang lebih tinggi akan menguntungkan bagi manajemen. Ini berarti perusahaan bisa menjual persediaannya dengan cepat kepada pelanggan.

5. Pengembalian Aset (Return on Assets atau ROA)
Sederhananya, Pengembalian Aset (ROA) adalah pengukuran profitabilitas yang mengukur seberapa baik perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan pendapatan. Rasio keuangan menghitung dengan membagi total Laba Bersih perusahaan dengan total asetnya.

6. Margin Laba Sebelum Bunga dan Pajak (EBIT)
Margin EBIT mengukur rasio EBIT terhadap Penjualan Bersih yang diperoleh untuk suatu periode. Perusahaan dapat memanfaatkan rasio keuangan ini untuk menentukan profitabilitas barang yang dijual tanpa harus memperhitungkan biaya yang tidak secara langsung mempengaruhi produk.
Biaya-biaya tersebut adalah biaya bunga dan pajak.

Dengan memperhitungkan enam unsur Rasio Keuangan tersebut, diharapkan baik manajer Bisnis Ritel bisa mengelola pendanaan perusahaan dan portofolio investasi dengan lebih baik lagi.
Namun bagi Anda khususnya pemilik Bisnis Ritel, sudah saatnya untuk menggunakan alat bantu keuangan yang bisa mempermudah pengelolaan dan penganalisaan keuangan bisnis, yakni Software Akuntansi.

Sumber Artikel:
jurnal.id/id/blog/cara-menganalisis-laporan-keuangan-bisnis-ritel/

Scroll to top