Tag: Konsultan bisnis Makasar

BAGAIMANA STRATEGI DALAM MENGELOLA STOK BARANG-BARANG KEBUTUHAN UNTUK JENIS BISNIS CAFE

Dalam berbisnis apapun, stok barang merupakan sesuatu yang paling vital dan tidak bisa dianggap enteng. Kenapa bisa demikian? Jawabannya sederhana saja, karena persediaan merupakan penggerak utama dari perputaran roda sebuah bisnis. Khususnya adalah untuk jenis bisnis cafe yang biasanya stok barangnya sangat berpengaruh besar terhadap kepuasaan pelanggan. Bahkan stok barang yang terlalu cepat habis adalah sebuah pertanda bahwa produk mana saja yang paling banyak disukai oleh para konsumen.

Nah setelah mengetahui betapa pentingnya persediaan/stok barang ini, maka sangat penting artinya bagi Anda untuk mengelola stok barang dengan benar dan juga lebih tersistematis. Berikut ini akan dijelaskan tentang bagaimana caranya untuk mengelola stok barang pada jenis bisnis cafe.

1.Harus mengenali jenis-jenis persediaan barang yang masih ada di Cafe.

Untuk mengatur stok persediaan barang di cafe adalah dengan jalan mengetahui terlebih dulu apa saja jenis-jenis persediaan barangnya. Mungkin masih belum banyak yang mengetahui bahwa jenis barang pada sebuah bidang usaha biasanya dibedakan dalam berbagai macam tipe dan kategori. Dengan cara mengkategorikannya, maka pengelolaan stok barang akan menjadi jauh lebih mudah untuk bisa dilakukan. Sedangkan untuk pengkategoriannya sendiri adalah seperti berikut ini.

  • Persediaan untuk Dijual: Kategori barang ini adalah barang yang disediakan hanya untuk dijual. Biasanya barang jenis ini bisa berupa makanan atau minuman yang menjadi produk utama dari jenis bisnis tersebut.
  • Bahan Penolong: Barang ini biasanya tersedia untuk menunjang keberadaan dari produk yang dijual. Biasanya barang jenis ini adalah berupa tisu, sendok, gelas sampai dengan piring.
  • Persediaan untuk Proses Produksi: Sedangkan untuk jenis ini lebih banyak digunakan untuk mengelola atau membuat bahan dari produk yang akan dijual. Jenis barang ini bisa berupa minyak goreng, gula, garam, sampai dengan cream.
  • Persediaan Fast Moving: Seperti namanya, jenis barang yang satu ini merupakan jenis barang yang permintaannya harus cepat dilakukan. Biasanya permintaan cepat tersebut agar tidak kewalahan dan langsung bisa memenuhi keinganan dari para konsumen. Mulai dari buku, nota sampai dengan bahan makanan.
  • Persediaan Slow Moving: Untuk persediaan jenis ini maka bisa dibilang merupakan kebalikan dari tipe fast moving. Karena persediaan yang satu ini berupa seperti mangkuk, piring saji sampai dengan mesin kopi.
  1. Mengumpulkan data-data persediaan kafe.

Setelah mengetahui berbagai jenis barang-barang yang dibutuhkan, maka langkah selanjutnya adalah dengan cara mengumpulkan data-data persediaan kafe. Hal seperti ini sangat berguna bagi Anda untuk melakukan kegiatan seperti menerima, menyimpan sampai mengeluarkan barang persediaan yang sesuai dengan data dan kebutuhan dari bisnis kafe Anda.

  1. Melakukan proses forecasting (peramalan).

Sederhananya adalah, forecasting merupakan tahap dimana Anda akan diwajibkan untuk membuat perkiraan dari jumlah barang yang dibutuhkan untuk dimasukan ke dalam gudang. Langkah ini sangat penting bahkan bisa dibilang paling vital bagi sebuah bisnis, karena untuk membantu Anda dalam menyiapkan rencana bisnis Anda sendiri. Misalnya, pada bulan lalu Anda membutuhkan sekian jumlah barang, maka untuk bulan ini jumlah barang yang Anda butuhkan juga tidak terlalu jauh berbeda dari kebutuhan sebelumnya.

  1. Memisahkan antara barang baru dengan barang-barang lama.

Hal yang seringkali keliru dilakukan oleh banyak pebisnis adalah mencampurkan antara stok barang baru dengan stok barang yang lama. Padahal untuk hal semacam ini berhubungan langsung dengan kualitas dari barang tersebut yang pastinya berbeda-beda. Untuk itulah, sangat penting artinya untuk memisahkan antara stok barang baru dengan stok barang yang lama.

  1. Mengecek kembali barang sebelum akan disimpan.

Cara terakhir adalah dengan jalan mengecek kembali barang sebelum akan disimpan. Hal seperti ini harus dilakukan untuk mencegah dari adanya barang-barang yang rusak, barang yang tertukar, barang yang sudah kadaluarsa sampai dengan barang yang tidak sesuai keinginan atau kebutuhan bisnis kafe Anda.

Semoga dari beberapa point yang sudah dijelaskan di atas tentang bagaimana strategi dalam mengelola stok barang-barang kebutuhan untuk jenis bisnis cafe bisa bermanfaat bagi Anda sekalian. Agar bisnis kafe Anda bisa menjadi semakin berkembang dan sukses. Anda membutuhkan software resto, POS dan accounting, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak kami di 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu.

 

 

PERAN PENTING IMPLEMENTASI SOFTWARE ACCOUNTING ERP UNTUK PENGELOLAAN KEUANGAN DAN KEPUTUSAN MANAJEMEN INTERNAL PERUSAHAAN

Penerapan software ERP dalam dunia bisnis bertujuan untuk membantu perusahaan dalam melakukan integrasi informasi dari seluruh fungsi-fungsi bisnis yang berbeda-beda. Selain itu juga untuk menyediakan pengaturan tentang sumber daya yang terpusat agar dapat lebih menyederhanakan penyajian data-data untuk mempermudah perusahaan dalam hal melakukan pengambilan keputusan bisnis.

Pengertian ERP (Enterprise Resource Planning)

Yang dimaksud dengan ERP (Enterprise Resource Planning) merupakan sebuah aplikasi untuk manajemen bisnis yang dapat membantu pada saat pengelolaan bisnis harus serba terintegrasi. ERP akan mampu menyajikan berbagai informasi secara real-time tentang proses bisnis sebuah perusahaan seperti produksi, order processing serta inventory management.

Software ERP dapat membantu perusahaan untuk memetakan serta merencanakan pengelolaan dari berbagai macam sumber daya serta proses bisnis dalam internal perusahaan tersebut. Biasanya perusahaan modern akan memiliki berbagai macam unit bisnis serta berbagai macam fungsi seperti:

• Penjualan.
• Accounting.
• Keuangan.
• Customer relationship management.
• Sumber daya manusia.
• Inventory management.
• Supply chain dan banyak lagi yang lainnya.

Software ERP mampu mengintegrasikan dari keseluruhan informasi tersebut yang berhubungan langsung dengan berbagai fungsi-fungsi perusahaan yang kemudian data-datanya akan dikumpulkan ke dalam satu titik pusat, lalu akhirnya akan menyajikan dengan tampilan yang lebih sederhana terhadap usernya.

Pergerakan dunia bisnis yang serba cepat seperti saat ini akan menyebabkan banyak sekali ketidakpastian yang tentunya di akibatkan oleh beberapa faktor, seperti: kondisi perekonomian global yang tidak menentu, kompetisi dunia bisnis yang semakin ketat serta permintaan dan harapan dari para pelanggan yang semakin tinggi. Apabila sebuah bisnis tidak mampu mengatasi segala perubahan tersebut dan tidak mampu beradaptasi dengan cepat, maka kemungkinan terbesarnya adalah bisnis tersebut akan segera hancur dalam waktu yang relatif lebih cepat, nah dari sinilah pentingnya peran dari sistem ERP.

Manfaat Implementasi Software ERP Dalam Dunia Bisnis

Awalnya konsep ERP menggunakan istilah Material Requirement Planning (MRP) yang kemudian semakin berkembang menjadi Manufacturing Resource Planning (MRP) dan berkembang lagi menjadi Computer Integrated Manufacturing (CIM). Setelah itu sistem ini terus berkembang pesat dengan berbagai penambahan fitur-fitur baru seperti: accounting, sumber daya manusia dan banyak lagi yang lainnya sehingga akhirnya menjadi Enterprise Resource Planning (ERP).

Pada era yang sudah serba digital seperti sekarang ini, ERP modern tentunya akan sangat membantu perusahaan dalam hal mengatasi berbagai kompleksitas dunia bisnis global. Dengan adanya system ERP, maka sebuah perusahaan akan menjadi lebih mudah dalam mengelola proses bisnis dan menjadi lebih mudah dalam melakukan pengembangan bisnis.

Lalu bagaimana peran ERP dalam bisnis?

Akhir-akhir ini system ERP berbasis cloud seakan menjadi sebuah (barang dagangan) yang begitu menjanjikan bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang IT. Para pengembang sudah mulai saling berlomba-lomba dalam menciptakan suatu software ERP cloud terbaik dengan versinya masing-masing.

Berikut ini merupakan beberapa peran penting dari penggunaan system ERP berbasis cloud dalam upaya untuk membantu sebuah bisnis.

1. Semakin Mempermudah Pengendalian Terhadap Proses Bisnis.

Sebuah sistem ERP yang menyediakan berbagai data dari unit-unit bisnis yang bermacam-macam secara sudah tersistematis, komprehensif, real-time dan juga lebih banyak memberikan kemudahan untuk mengaksesnya. Hal itu tentunya akan semakin mempermudah bagi perusahaan dalam melaksanakan pemantauan serta pengendalian terhadap proses bisnis yang sedang berjalan.

2. Menyederhanakan Proses Bisnis.

System ERP sangat membantu perusahaan dalam menyederhanakan proses bisnisnya. Juga untuk memastikan bahwa alur kerja masih tetap mampu berjalan dengan baik dan komunikasi antar departemen menjadi semakin lebih baik. Fungsi otomatisasi dalam sistem ERP menjamin aliran informasi tersebut dapat tersampaikan dengan jelas serta minimnya kesalahan yang akan terjadi, sehingga proses bisnis akan menjadi lebih sederhana dan lebih responsive.

3. Meningkatkan Efisiensi Karyawan.

Sistem ERP akan menyalurkan informasi yang akurat yang dibutuhkan oleh karyawan Anda. sehingga para karyawan tidak perlu lagi harus membuang-buang waktu untuk mencari informasi sendiri. Sehingga mereka bisa lebih fokus untuk mengerjakan tugas-tugas utama mereka dan kualitas produktivitas kerjanya juga akan semakin meningkat.

4. Ekosistem Perusahaan yang Saling Terintegrasi.

Perusahaan akan berjalan dengan seimbang apabila kinerja dari seluruh stakeholder dapat berjalan bersama-sama berdasarkan kebutuhan masing masing dalam mencapai tujuan perusahaan. Dengan adanya sistem ERP, tentunya akan sangat membantu dalam menyatukan semua unit tersebut ke dalam ekosistem internal perusahaan agar bisa berjalan bersama-sama untuk lebih meningkatkan kinerja perusahaan.

5. Siap Menghadapi Masa Depan yang Lebih Baik.

Sistem ERP akan membantu perusahaan yang masih berkembang agar bisa menjadi lebih cepat beradaptasi dengan berbagai kebutuhan di masa mendatang. Integrasi, kinerja serta alur informasi yang berjalan dengan sangat baik tentunya akan semakin meningkatkan kemampuan perusahaan dalam melakukan suatu perencanaan dan pengendalian yang lebih baik dan selalu siap dalam menghadapi berbagai tantangan dimasa depan.

Nah, itulah sekilas pembahasan tentang manfaat serta peran penting dari penggunaan software accounting ERP bagi operasional perusahaan. Hal ini juga akan sangat membantu perusahaan dalam mempermudah dan mempercepat berbagai proses implementasi bisnisnya . Apabila pembaca membutuhkan informasi mengenai artikel di atas lebih lanjut dan membutuhkan software accounting, pembuatan SOP Finance dan accounting, serta audit dan analisa laporan keuangan, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

RUMUS DAN PENGGUNAAN KURS TENGAH BI DAN KURS PAJAK BAGI PERUSAHAAN ASING DI INDONESIA

Kurs Tengah BI yang digunakan pada saat mencatat nilai konversi dari mata uang asing dalam laporan keuangan milik perusahaan dimana kurs ini seringkali digunakan oleh perusahaan-perusahaan asing yang sudah sudah lama atau yang baru akan beroperasi di Indonesia.

Pada kurs yang ada pada website BI, kita tidak akan bisa langsung mendapatkan informasi kurs tengah. Perlu adanya perhitungan yang matang terlebih dahulu untuk mengetahuinya. Adapun rumus dari perhitungan kurs tengah BI tersebut adalah sebagai berikut:

Rumus Kurs Tengah BI = Kurs Jual + Kurs Beli/2

Catatan: Kurs jual adalah (mata uang) yang ditambahkan dengan kurs beli (mata uang lalu dibagi dua (1+1)/2)

Contoh dari hasil pencatatan kurs tengah BI:

Saldo awal akun Kas dan Bank dalam mata uang Dollar (USD) adalah sebesar $ 2.345 apabila dikurskan dalam Rupiah adalah sebesar Rp 26.967.500,- dengan nilai kurs per 1 dollarnya adalah Rp 11.500,-. Pada setiap akhir tahun buku perusahaan nilai kurs per 1 dollarnya adalah Rp 12.500,- dengan diasumsikan bahwa saldo dari akun Kas dan Bank yang sama dengan saldo awal sebesar $ 2.345, jika di kurskan adalah menjadi sebesar Rp 29.312.500,-.

Saldo awal Kas dan Bank : Rp 26.967.500,-($1=11.500).
Saldo akhir Kas dan Bank : Rp 29.312.500,-($1=12.500).
Selisih kurs : Rp 2.336.000,-.

Jurnal akuntansi untuk kurs tengah BI

(Debet) Kas dan Bank Rp 2.336.000,-
(Credit) Keuntungan Selisih Kurs Rp 2.336.000,-

Keterangan : Kas dan Bank pada laporan neraca akan mengalami penurunan yang diakibatkan adanya konversi dari nilai kurs dollar kepada mata uang rupiah sebesar Rp 2.336.000,- yang semula adalah Rp 26.967.500,- menjadi sebesar Rp 29.312.500,- pada setiap akhir tahun (31 Desember). Sedangkan akun dari Kerugian selisih kurs akan semakin bertambah sebesar Rp 2.336.000,- yang nantinya akan sangat mempengaruhi terjadinya penurunan laba bersih milik perusahaan pada laporan laba ruginya.

Sedangkan Kurs Pajak merupakan nilai kurs yang nantinya akan digunakan sebagai Dasar utama untuk:

1. Pelunasan Bea Masuk.
2. Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa.
3. Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
4. Pajak Ekspor.
5. Pajak Penghasilan atas pemasukan barang.
6. Hutang Pajak yang berhubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa serta Pajak Penjualan atas Barang Mewah.
7. Pajak Ekspor.
8. Penghasilan yang telah diterima berupa mata uang asing dan harus dinilai terlebih dahulu ke dalam mata uang rupiah (di Rupaiahkan).

Penetapan terhadap kurs pajak ini telah diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan yang telah diterbitkan setiap minggunya. Kurs valuta asing dari sebuah Negara yang tidak tercantum dalam Keputusan Menteri Keuangan tersebut, sehingga nilai kurs yang akan digunakan sebagai dasar utama untuk pelunasan adalah dari kurs spot harian valuta asing yang bersangkutan di pasar internasional terhadap dollar Amerika Serikat yang masih berlaku pada saat penutupan hari kerja sebelumnya serta akan dikalikan dari kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat seperti yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan yang masih berlaku pada saat itu.

Kesimpulannya adalah:

Dari berbagai penjelasan diatas, maka bisa diketahui apabila perbedaan antara kurs tengah BI dengan kurs pajak terletak pada setiap masing-masing fungsinya. Yang mana kurs dari pajak yang akan digunakan dalam transaksi yang berhubungan dengan pajak (khususnya dalam pembuatan faktur pajak, serta untuk jenis laporan pajak terhadap kantor pajak), dan kurs tengah BI yang digunakan pada saat penutupan pembukuan akuntansi.

Adapun hubungan antara kurs tengan BI dengan kurs pajak adalah pada saat melakukan pencatatan pembukuan. Saat terdapat transaksi dalam mata uang asing, semua nilai yang berhubungan langsung dengan pajak yang telah dikonversi dengan kurs pajak, sementara untuk nilai transaksi total yang telah dikonversi menggunakan kurs tengah BI. Kedua nilai tersebut akan dicatat dalam pembukuan, ditambahkan dengan laba rugi dari selisih kurs yang didapatkan dari terjadinya selisih nilai transaksi kurs tengah BI dengan nilai transaksi kurs bank yang digunakan sebenarnya.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang rumus Kurs Tengah BI (Kurs Jual + Kurs Beli/2)
dan Kurs Tengah BI serta Kurs Pajak yang akan digunakan pada kebanyakan perusahaan-perusahaan asing yang telah lama atau yang masih baru akan beroperasi di Indonesia. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca, apabila pembaca membutuhkan portal untuk kepabeanan, software accounting penunjang perpajakan dan lainnya silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu!

ASPEK-ASPEK PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN OLEH MANAJEMEN RITEL MODERN NON JARINGAN (SELAIN FRACHISE)

Saat ini pengusaha ritel, khususnya ritel-ritel modern sudah menjadi sebuah bisnis yang menjadi “primadona bisnis” di negeri ini. Khususnya yang paling banyak adalah berada di pulau jawa dan kita sendiri akan begitu banyak menjumpai adanya berbagai ritel-ritel modern, mulai dari tingkat minimarket, supermarket sampai ritel dengan skala yang paling besar sekelas hypermart yang kesemuanya telah menjadi seperti berbentuk jaringan yang akan terus membuka cabang berupa outlet-outletnya dimana-mana, baik dengan sistem franchise maupun berasal dari hasil modal sendiri.

Sebenarnya sekarang ini jaringannya sudah berdiri tidak hanya di pusat-pusat perkotaan saja, namun juga sudah mulai masuk ke kabupaten dan kecamatan. Karena semakin ketatnya persaingan dalam bisnis ini, menjadikan para pengusaha ritel-ritel modern/per tokoan non jaringan dan waserda (warung serba ada yang masih berada dibawah manajemen koperasi) menjadi semakin ketar-ketir.

Para anggota koperasi yang sebelumnya (era sebelum jenis toko riltel berkembang pesat seperti sekarang) sudah merasa “terlalu nyaman”, dimanjakan dengan adanya sistem ritel modern yang nyaman, cepat, dan akurat (waserba/toserba). Sehingga dari waktu ke waktu omset yang telah diperoleh para pengusaha minimarket non jaringan dan waserda ini malah semakin menurun secara drastis tergerus oleh semakin pesatnya perkembangan ritel-ritel modern jaringan (franchise).

Karena hal itulah maka dalam upaya untuk semakin meningkatkan performa dari toko-toko ritel non jaringan (waserba/toserba) diperlukan adanya suatu strategi khusus yang lebih tepat, sehingga toko-toko ritel non jaringan tersebut setidaknya masih memiliki kemungkinan agar bisa tetap mengimbangi persaingan dengan toko-toko ritel modern jaringan dimata para konsumennya.

Terdapat beberapa aspek toko yang sangat penting untuk diperhatikan oleh para pengusaha toko ritel modern non jaringan dan waserda untuk menghadapi semakin ketatnya persaingan antar sesama peritel modern, yaitu:

1. Aspek Kualitas Barang Dagangan.

Aspek ini terdiri dari strategi dalam memilih barang dagangan yang lebih tepat, strategi untuk menetapkan harga, sehingga akan memiliki citra yang lebih “kompetitif” dan strategi untuk menempatkan barang (Planogram) yang dapat semakin memaksimalkan keuntungan dari toko toserba.

2. Aspek Teknologi Informasi Ritel Modern Non Jaringan.

Dibutuhkan adanya suatu kecepatan dan ketepatan dalam hal pengambilan keputusan untuk pengelolaan bisnis ritel modern non jaringan. Setiap saat Anda akan selalu dihadapkan pada suatu kebutuhan data seperti: berapa banyaknya barang yang harus diorder, berapa keuntungan kotor dari toko ritel, berapa banyak barang-barang yang tidak laku terjual, berapa banyak barang yang hilang, dan lain sebagainya. Semakin kita mudah dalam mendapatkan data tersebut, maka para pengambil keputusan juga akan dengan mudah membuat suatu keputusan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi. Karena itulah dibutuhkan adanya suatu aspek teknologi informasi ritel yang handal.

3. Aspek Sumber daya Manusia (SDM).

Aspek ini merupakan salah satu diantara yang terpenting karena SDM dari ritel inilah yang nantinya akan menentukan bahwa bisnis ritel ini dapat sukses atau tidak. Maka dibutuhkan adanya satu strategi SDM, dari mulai perekrutan, pelatihan dan evaluasi secara periodik setelah masuk sebagai SDM toko ritel non jaringan. Pada aspek ini juga masing-masing jabatan dalam toko akan dijelaskan dalam suatu uraian berupa tugas-tugas, yang menjadikan setiap orang dalam toko dapat bekerja dengan lebih efektif dan efisien.

4. Aspek Promosi (Pemasaran).

Agar tetap mampu bersaing dalam bisnis ini, maka dibutuhkan adanya suatu strategi dalam berpromosi yang lebih “agresif” yang dapat menjadikan orang semakin banyak yang masuk ke dalam toko (leads), agar orang semakin banyak membelli barangnya (basket size), agar orang-orang semakin sering berbelanja ke toko ritel kita (frekuensi), dan semakin besarnya prosentasi orang yang berbelanja apabila dibandingkan dengan jumlah orang yang masuk ke toko ritel (convertion rate). Pada aspek ini juga kita akan mempelajari tentang bagaimana dalam membuat sebuah perencanaan promosi dan untuk evaluasi promosi.

5. Aspek Eksterior dan Interior.

Aspek ini memang lebih berfokus kepada tentang bagaimana toko toserba kita akan menjadi lebih “eye cathing” sehingga orang akan menjadi semakin merasa penasaran untuk masuk ke dalam toko. Selain itu juga dibutuhkan adanya strategi untuk penempatan rak-rak (gondola) di dalam toko, termasuk juga untuk menentukan kelompok barang mana saja yang akan dipajang pada posisi-posisi yang lebih “strategis”.

6. Standard Operasional Prosedur (SOP).

Strategi pendukung lain dalam upaya untuk menjamin segala kegiatan operasional toko ritel modern non jaringan dapat menjadi lebih teratur, maka dibutuhkan adanya suatu standar operasional prosedur dari setiap aktivitas/kegiatan dari operasional toko. SOP ini berfungsi untuk mengatur antara lain: prosedur buka tutup toko, prosedur ijin, prosedur kas kecil, prosedur uang kecil, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Demikianlah beberapa aspek-aspek yang biasanya harus benar-benar diperhatikan oleh para peritel modern non jaringan sekelas waserba/toserba. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses bravo Ritel Indonesia. Apabila pembaca membutuhkan informasi terkait artikel diatas, atau membutuhkan pembimbingan dalam mendirikan ritel modern, distributor dan membutuhkan SOP untuk manajemen perusahaan, seperti SOP keuangan, SOP logistic, SOP marketing atau membutuhkan software accounting dalam menghitung pajak, silahkan hubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu! Terima kasih.

Scroll to top