Tag: Konsultan distributor indonesia Medan

BERBAGAI JENIS MANAJEMEN LOGISTIK

Pada kesempatan ini kami tim GroEdu International Consultant (Lembaga Konsultan Bisnis yang sudah dipercaya diberbagai kota besar diantaranya Palembang, Banjarmasin, Palangkaraya, Balikpapan, Makassar, dan kota besar lainnya). Pada kesempatan kali ini, kami akan menulis artikel tentang jenis-jenis manajemen logistik yang masing-masing menekankan aspek berbeda dari proses pasokan.
Seperti yang telah anda ketahui bahwa manajemen logistik merupakan salah satu komponen manajemen rantai pasokan yang digunakan untuk memenuhi permintaan pelanggan melalui perencanaan, pengendalian, implementasi pergerakan dan penyimpanan informasi, barang, dan layanan terkait yang efektif dari asal ke tujuan. Proses manajemen logistik dimulai dengan akumulasi bahan baku ke tahap akhir pengiriman barang ke tujuan. Berikut ini adalah berbagai jenis manajemen logistic yang perlu anda ketahui.

1. Manajemen Pasokan dan Logistik
Ini melibatkan perencanaan, pengadaan, dan koordinasi bahan yang diperlukan pada waktu tertentu di tempat tertentu sebelum pelaksanaan operasi produksi. Ini termasuk transportasi bahan serta tempat untuk menyimpannya. Selain itu, mengevaluasi tingkat pasokan pada berbagai tahap juga diperlukan untuk memastikan kebutuhan pelanggan terpenuhi, misalnya mengirimkan bahan ke lokasi konstruksi atau bagian untuk pabrik manufaktur.

2. Distribusi dan Gerakan Material
Ini mengambil bahan yang disimpan dan membawanya ke mana mereka harus pergi. Masalah dalam hal ini melibatkan bahan bergerak, termasuk pemuatan, pembongkaran dan transportasi, serta melacak stok dan cara penggunaannya. Jenis manajemen ini mengontrol pergerakan persediaan dari gudang pusat ke toko-toko yang menjual produk kepada publik.

3. Logistik dan Manajemen Produksi
Ini mengelola tahapan menggabungkan pasokan yang didistribusikan ke dalam suatu produk, seperti mengoordinasikan apa yang diperlukan untuk membuat atau menyatukan sesuatu. Ini melibatkan pementasan material pada waktu yang tepat untuk bekerja dengan membangun suatu produk. Jenis manajemen logistik ini berada di ranah manajemen produk.

4. Pengembalian Logistik
Ini adalah tentang pengelolaan bahan reklamasi dan pasokan dari produksi. Misalnya, di situs konstruksi itu melibatkan penghapusan bahan berlebih dan mengembalikan materi tersebut ke stok seseorang. Ini juga dapat merujuk pada pengembalian produk yang tidak diinginkan atau tidak terpakai dari konsumen akhir yang meminta pengembalian uang.

Demikian artikel manajemen logistik dari kami, terimakasih sudah berkunjung dan semoga bermanfaat. Jika anda ingin konsultasi lebih terkait artikel di atas, operasi pabrik, distributorship management, Supply chain management, software accounting atau penyusunan SOP Perusahaan, silahkan langsung hubungi kami melalui email groedu@gmail.com atau langsung hubungi kami melalui kontak whatsapp 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda.

HAL-HAL PENTING YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM AKUNTANSI DISTRIBUSI

Kembali lagi bersama kami Konsultan Manajemen Groedu International Consultant untuk Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta dan Denpasar. Pada gilirannya kini kami akan memberikan penjelasan tentang hal-hal penting dalam akuntansi dagang dan distributorship. Sebelum memulai pembahasan mengenai perusahaan dagang & distribusi lebih lanjut, ada baiknya kita lihat terlebih dahulu mengenai penggolongan perusahaan berdasarkan jenis kegiatannya. Setiap perusahaan mempunyai sifat akuntansi yang berbeda.
Dalam akuntansi perusahaan distribusi fokus kita akan lebih kita tingkatkan pada beberapa hal yang penting. Hal-hal tersebut ialah:
1. Persediaan
Persediaan merupakan salah satu kunci sukses perusahaan dagang. Daya saing perusahaan dagang dapat dinilai dari ketersediaan stoknya. Agar perusahaan dinilai sehat, memiliki daya saing, biasanya perusahaan dagang selalu memiliki rencana stok opname yang dapat dilakukan tiap bulan, tiga bulan sekali dsb.

2. Kelancaran utang piutang
Salah satu kekuatan agar persediaan selalu tersedia yakni nilai utang dan piutang harus lancar. keduanya berfungsi memberikan support pada perusahaan distribusi. Utang ada kaitannya dengan kas, sebab supplier akan merasa aman tatkala mereka memiliki kemampuan untuk membayar utang dimasa depan. Oleh sebab itu dalam analisa laporan keuangan pasti selalu kita jumpai rasio utang lancar.

Tidak berbeda dengan piutang usaha. Piutang usaha juga ada kaitannya dengan Arus Kas. Aging piutang merupakan indikator/ ukuran sehat tidaknya nilai piutang sebuah perusahaan. Semakin panjang umur piutang dari seorang konsumen, maka terdapat potensi bagi perusahaan yakni kesulitan dalam memperoleh kas.

3. Ada yang menyebutkan kas adalah raja, namun bukan berarti kas adalah segala-galanya. Adakalanya perusahaan mengagungkan nilai kas, sehingga ketika nilai aliran kas turun ekspresi mereka, tindakan mereka spontan dan mencari jalan agar nilai kas tetap stabil.

Banyak pelaku usaha yang berusaha agar perusahaannya terorganisir dan agar semua aktivitas perusahaannya bisa terjaga. Para pelaku usaha juga berusaha agar kas yang diperoleh mampu menutupi semua utang, mendanai investasi dsb.

4. Profit perusahaan
Secara teori memang agar perusahaan tetap berkembang perusahaan harus selalu mencetak profit. Sebab jika perusahaan tidak profit, perusahaan akan mengalami kegoncangan. Ketika perusahaan goncang di internalnya, maka akan kemugkinan untuk menang dalam persaingan akan cukup berat. Maka profit perusahaan penting untuk diperhatikan.

Saat ini, sebagian besar orang masih ada yang tetap menggunakan metode manual/ mencatat pada kertas/ buku untuk mencatat transaksi usahanya. Bahkan masih ada juga perusahaan besar, memiliki aset besar namun masih belum siap menggunakan software accounting untuk menjalankan usahanya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dan potensi masalah yang akan timbul berkaitan dengan distribusi :

1. Monitoring atas persediaan lemah ketika dilakukan pengiriman barang dagang ke alamat konsumen yang letaknya di luar kota atau di luar pulau.
2. Monitoring atas piutang lemah, hal ini akan membuat masalah baru pada fungsi penagihan piutang.
3. Manajemen akan kesulitan mengelola batasan piutang konsumen.
4. Management akan kesulitan menentukan kinerja tim penjualan per Sales / Kanvas.
5. Pengelolaan atas dokumen-dokumen biaya kirim ada potensi tidak terekap dengan rapih.
6. Laporan penjualan tidak up to date.
7. Pelaporan keuangan tidak tepat waktu

Agar masalah masalah diatas dapat teratasi sebaiknya pembaca perlu memiliki software yang memiliki kemampuan sebagai berikut :
1. Memiliki tampilan yang mudah dipahami, keunggulannya yakni agar pengguna lebih cepat memahami software.
2. Trend bukti transaksi sudah mengikuti desain tren masa kini. Bukti dokumen yang bagus dan modern akan membuat orang yang melihatnya menjadi tertarik.
3. Setiap laporan dapat dilakukan custome. Memodifikasi tampilan laporan dapat dilakukan oleh perusahaan maka akan membuat laporan jauh lebih up to date dibandingkan tetap menggunakan software yang terus menggunakan model baku.
4. Menyediakan informasi arus barang misal arus pemesanan.
5. Menyediakan fitur pengingat yang memberikan informasi secara up to date posisi barang yang ketika dibutuhkan pemesanan kembali, Piutang yang telah melewati masa jatuh tempo, dan hutang yang telah melewati masa jatuh tempo.
6. Menyediakan batas piutang pada masing-masing pelanggan. Tujuannya agar tidak terjadi kelebihan pembelian dari customer.
7. Managemen pergudangan yang mampu mendeteksi arus barang masuk dan arus barang keluar.
8. Multi proyek
9. Multi departemen

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai hal penting dalam akuntansi distribusi. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) perusahaan dan butuh Accounting Software untuk penjualan dan aplikasi Omni Channel pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu anda.

Scroll to top