Tag: Konsultan software accounting Balik papan

TIPS MENGELOLA KAS KECIL PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini Konsultan Manajemen Groedu international Consultant akan membahas tips pengelolaan kas kecil (Petty Cash). Pada kesempatan lalu penjelasan kami terakhir pada kriteria  yang perlu dimiliki oleh seseorang sehingga cocok ditempatkan pada posisi kasir. Setelah memahami pengelolaan kas kecil mulai dari penetapan metode hingga rekruitmen sekarang lanjut pada penjelasan lainnya. Yakni dimulai dari pengisian awal dana Kas kecil.

Pengisian Awal Dana Kas Kecil
Pada awal pengisian dana kas kecil, kasir meminta bagian keuangan (Finance) untuk menyetor sejumlah uang tunai ke kas kecil baik dari kas besar maupun dari Bank. Uang yang diterima secara fisik oleh kasir kemudian dihitung dan dibuatkan tanda terima.
Uang yang diterima oleh kasir selanjutnya disimpan di dalam laci atau petty cash box, brankas, atau minimal sebuah amplop. Tergantung besar kecilnya dana kas kecil.
Apabila dana kas kecil sudah habis, kasir dapat meminta bagian keuangan (Finance) untuk mengisi kembali. Mengenai tata cara pencatatan disesuaikan dengan metode yang digunakan. Kasir mengajukan permohonan pengisian kas kecil dengan mengisi Form transfer dana ke kas kecil.

Penggunaan Kas kecil
Disaat perusahaan dihadapkan pada transaksi yang memerlukan pembayaran dengan menggunakan kas kecil, kasir dapat mengeluarkan uang tunai dari kas kecil untuk melakukan pembayaran. Besarnya pembayaran tidak boleh melebihi dana yang tersedia. Setelah melakukan pembayaran transaksi, kasir kemudian mencatatnya pada buku kas atas jenis transaksi (Pos) tersebut. Bukti pengeluaran berupa Nota pembelian (Invoice) juga harus diarsip dengan rapi sebagai bentuk pertanggung jawaban kasir kepada bagian keuangan.

Pemeriksaan Saldo Kas (Cash Opname)
Menjelang berakhirnya periode akuntansi kasir diwajibkan untuk menghitung dana kas kecil yang tersisa (Cash on Hand), kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan. Tujuannya agar dapat diketahui berapa saldo uang kas secara fisik, dan mengetahui kesesuaian dengan saldo akhir pada buku besar (General ledger).
Melakukan kas opname harus teliti dan sabar, sebab jika terdapat selisih antara saldo akhir dari perhitungan dengan saldo akhir berdasarkan catatan maka kasir akan melakukan penghitungan kembali (rework).
Agar hasil yang didapatkan lebih obyektif, sebaiknya dalam penghitungan kas kecil dilakukan oleh dua orang lebih. Pertama, pemeriksa atau internal auditor jika ada, dan kedua adalah kasir. Pemeriksaan diawali dengan kasir menunjukan semua uang tunai yang tersimpan di dalam kas kecil dan menyaksikan pemeriksaan dan penghitungan. Setelah proses opname berakhir, kasir melanjutkan dengan menandatangani lembar hasil pemeriksaan yang berisikan perincian uang tunai yang ada dibarengi dengan pemeriksa mengembalikan uang tunai.

Nah, itulah tips seputar cara mengelola kas kecil. Apabila pembaca ingin memahami lebih dalam cara mengelola kas kecil, membutuhkan konsultasi manajemen, dan membutuhkan Software Accounting pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 atau 081-8521172 (Office). Kami siap membantu anda.

Scroll to top