Tag: Konsultan software accounting Makasar

FORMULIR PERHITUNGAN KAS

Pada Kesempatan kali ini Konsultan Manajemen Groedu Comprehensive Business Solution akan Berbagi tips mengenai hal-hal teknis perhitungan saldo kas (cash opname). Artikel ini dibuat bertujuan untuk melengkapi artikel yang pernah ditulis dengan judul “TIPS MENGELOLA KAS KECIL”. Pada bagian akhir disebutkan bahwa pengelolaan kas kecil tidak terlepas dari perhitungan saldo akhir opname. Untuk mencatat hasil perhitungan kas, diperlukan sebuah formulir. Berikut penjelasan .

Tujuan dilakukan pemeriksaan kas ialah untuk memeriksa kebenaran saldo yang disajikan pada buku kas dengan memeriksa jumlah uang secara fisik. Tujuannya untuk membuktikan bahwa nilai yang tercatat keberadaannya memang benar-benar ada.

Berikut dibawah ini petunjukan teknis dalam pemeriksaan kas

Tulis nama perusahaan, dengan huruf kapital besar dan usahakan agar mudah dibaca.
Hindari menulis dengan menggunakan gaya penulisan terlalu kreatif, sebab pemeriksaan ini bersifat formal.

Jika perusahaan yang diperiksa adalah perusahaan cabang, maka tulis nama cabang atau nama kota cabang itu bertempat.
Tulis juga nama lengkap kasir selaku pemegang kas saat pemeriksaan kas. Tidak perlu ditambahkan gelar kehormatan, atau gelar pendidikan.
Tulis nama mata uang yang akan diperiksa.
Tulis tanggal pemeriksaan dengan format Tanggal Bulan Tahun. Contoh 12 April 2000.
Tulis waktu pemeriksaan. Contoh 10:00 sampai dengan 10:30.
Siapkan uang tunai yang akan dihitung.
Kelompokkan uang tunai berdasarkan pecahannya.
Hitung uang kertas terlebih dahulu mulai dari pecahan yang paling besar berurutan hingga yang paling kecil. Kemudian tulis berapa lembar setiap pecahan dan kalikan dengan nilainya.
Hitung uang koin hitung mulai dari pecahan yang paling besar berurutan hingga pecahan paling kecil. Kemudian tulis berapa buah setiap pecahan dan kalikan dengan nilainya.
Jumlahkan perhitungan uang kertas (Subtotal A) dengan perhitungan uang koin (Subtotal B)
Tulis nilai saldo yang tercatat pada buku kas.
Cocokan antara jumlah perhitungan secara fisik (B) dengan saldo per buku kas (D).
Jika ada selisih tulis nilai selisihnya.
Tulis pernyataan yang menerangkan kepemilikan uang tunai, pemeriksa, tanggal dan waktu pemeriksaan, dan nama Kasir.
Berikan tanda tangan beserta nama lengkap, jabatan, dan tanggal pemeriksaan.

PT. MOROKANTIL. Jl. Morodadi No. 66 Halaman : …… Malang. JURNAL PENERIMAAN KAS. Bulan : ……………… Tgl. KETERANGAN. REF. KAS. (DEBIT) POTONGAN. TUNAI. PIUTANG. DAGANG. (KREDIT) LAIN-LAIN (K R E D I T) NAMA. REKENING. KODE. REK. JUMLAH. TOTAL. HUSAINI – FIA UB.

Formulir yang ditampilkan pada artikel ini merupakan formulir yang umum digunakan. Artinya pembaca dapat melakukan perubahan dengan menyesuaikan kondisi dan keperluan perusahaan sepanjang tidak mengurangi fungsi informasi pemeriksaan. Berikut dibawah ini bentuk formulir pemeriksaan kas (cash opname).

Nah, itulah tips seputar prosedur pemeriksaan kas dan formulir yang digunakan. Apabila pembaca ingin memahami lebih dalam prosedur pemeriksaan kas, membutuhkan konsultasi manajemen, dan membutuhkan Software Accounting pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak  081-252-982900 (Owner) atau 081-8521172 (Office). Kami siap membantu anda.

CARA MENCEGAH KECURANGAN DALAM TRANSAKSI

Pada Kesempatan kali ini Konsultan Manajemen Groedu International Consultant akan berbagi Informasi mengenai CARA MENCEGAH KECURANGAN DALAM TRANSAKSI. Berikut dibawah ini penjelasan singkatnya.

NYALAKAN FILTERING PADA TRANSAKSI KARTU KREDIT
Kebanyakan dari akses masuk pembayaran hanya mengijinkan merchant yang ada di e-commerce untuk mengatur keamanan yang berguna untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kartu kredit dengan cara memblokir transaksi yang dinilai beresiko sangat tinggi. Misalnya resiko yang paling umum yakni dengan mambatasi akses transaksi yang alamat penerimanya tidak sama dengan yang alamat yang terdaftar di dalam data yang dimiliki oleh perusahaan kartu kredit, atau dengan cara melakukan blokir transaksi dari negara tertentu. Cara ini sangat direkomendasikan bagi para bisnis online yang memiliki risiko rendah atau belum pernah memiliki kasus penipuan, penggelapan, atau penyalahgunaan dalam menggunakan kartu kredit sebelumnya.

MELAKUKAN REVIEW SECARA MANUAL
Untuk bisnis online atau e-commerce dengan resiko menengah, risiko yang tidak terlalu berat. Melakukan review transaksi secara manual bisa menjadi solusi yang lebih ketat dan lebih fleksibel jika dibandingkan dengan hanya mengandalkan fitur penyaring transaksi saja, meski terbukti membutuhkan lebih banyak waktu. Penelaah pasti akan mencari cara untuk menelusuri transaksi yang masuk kedalam kategori tertentu. Sebagai contoh, terdapat transaksi yang memiliki nilai dengan batas bawah besar, atau transaksi yang memiliki alamat billing dengan alamat kirim barangnya berbeda. Dengan demikian hal-hal yang perlu untuk dicek biasanya menggunakan alat pencarian seperti Google guna memastikan bahwa data pengguna kartu kredit tersebut, atau untuk memeriksa apakah alamat pengirim barang benar-benar valid atau palsu.

MENCEGAH PENIPUAN DENGAN SUMBER DAYA PIHAK KETIGA
Untuk penipuan yang resikonya cukup besar, pernah terkendala kasus, atau untuk usaha kecil yang ingin membuat sumber dayanya agar dapat digunakan pada hal-hal yang lebih tepat misalnya seperti penjualan dan sebagainya, atau bisa menggunakan peran pihak ke tiga untuk membangun akses transaksi yang bisa lebih profesional. Banyak teknologi yang dipergunakan oleh perusahaan yang berfungsi untuk mencegah penipuan kartu kredit dan ini tentunya akan terus berkembang sesuai dengan kesempatan-kesempatan yang ada saat ini, sehingga pada akhirnya keamanan dan perlindungan sumber daya pembaca akan lebih efektif dan juga akan jauh lebih baik.

BERHATI-HATI TERHADAP SETIAP EMAIL YANG MASUK
Pelaku penipuan pertama-tama akan mengincar informasi dan data-data dari dan bersumber pada kartu kredit Anda. Secara umum mereka akan menggunakan email sebagai sarana untuk menjalankan niat buruknya. Oleh sebab itu, jika pembaca sekalian menerima sebuah email pada inbox Anda dan isi dari email tersebut menunjukan permintaan data-data rekening atau kartu kredit, maka Anda sebaiknya mengabaikan sebab yang terjadi adalah kemungkinan besar hal tersebut merupakan usaha si penipu.
Jika pembaca sekalian ada yang menggunakan Gmail, secara umum jika terdapat email yang mencurigakan dan banyak hal yang ditandai oleh sistem bahwa terdapat gerak-gerik yang mencurigakan maka dapat disimpulkan bahwa isi email tersebut terindikasi hal-hal yang merusak. Sehingga anda baiknya berhati-hati lebih awal, sebab ada indikasi hal tersebut merupakan modus penipuan, spam sedang masuk ke inbox mail anda. Jika Anda mengalami hal seperti ini sebaiknya dipelajari dan agar tetap saling berbagi dengan netizen lainnya hal ini dimungkinkan agar pembaca sekalian tidak mudah tertipu dengan modus yang sama, modus yang pernah menjerat korban sebelumnya.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai “CARA MENCEGAH KECURANGAN DALAM TRANSAKSI”. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) perusahaan dan butuh Accounting Software, pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu anda.

BAGAIMANA CARA MEMBANGUN MANAJEMEN UKM YANG EFEKTIF?

Membangun manajemen yang efektif memang tidak semudah membalikan tangan. Manajemen adalah seni dan tidak seperti ilmu pasti satu ditambah satu sama dengan dua. manajemen itu seni yaitu bagaimana mengelola sumber daya yang ada di perusahaan mulai : sumber daya manusia, mesin, modal, material dan metode yang dipakai dalam operasional itu seperti apa. Kemampuan mengelola sumber daya yang ada dibutuhkan keahlian managerial. Oleh sebab itu hal ini mesti diketahui terlebih dahulu para pebisnis agar bisnis bisa berkembang dan besar. Di bawah ini Groedu International Consultant Surabaya, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta dan Denpasar mengulas artikel bagaimana membangun manajemen UKM yang efektif. Silahkan simak artikel di bawah ini.

Aspek manajemen produksi UKM memerlukan sebuah penelitian untuk menentukan langkah yang tepat mengenai apa saja yang dapat di aplikasikan dalam upaya meningkatkan efektifitas usaha serta membangun manajemen bisnis itu sendiri. Umumnya usaha kreatif kerajinan tangan, bisnis kuliner dan jajanan serta home industri lainnya merupakan bentuk bisnis yang masih berskala kecil sehingga untuk manajemen produksi dari usaha kecil menengah atau yang biasa dikenal UKM ini belum terlalu maksimal. Selain dari keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki keahlian lebih, tidak jarang juga karena ketersediaan modal yang terbatas.

Harapan pemilik bisnis sendiri jangan sampai usaha yang telah berjalan dan memiliki market yang sudah bagus ternyata harus berhenti di tengah jalan akibat kurang atau tidak adanya modal untuk berkembang. Sampai saat ini masih banyak bisnis UKM yang tidak menerapkan manajemen produksi dalam usahanya karena masih menganggap usaha yang dilakukannya belum terlalu besar sebab hanya sebuah bisnis kecil kecilan dengan modal terbatas.

Khususnya di wilayah daerah, adanya UKM ini sangat memberikan manfaat yang besar salah satunya adalah membantu masyarakat sekitar untuk bisa mendapatkan penghasilan sehingga bisa menghidupi keluarganya ditengah kesulitan ekonomi yang masih sering melanda. Barang yang dihasilkan oleh UKM kebanyakan juga masih mengandalkan tenaga manusia yang tentunya secara kapasitas akan kalah dengan produksi yang telah menggunakan teknologi mesin.

Aspek manajemen produksi UKM untuk mendukung berjalannya usaha

Agar proses produksi dari usaha kecil menegah ini bisa tetap berlangsung maka perlu adanya manejemen produksi seperti :

  1. Pembelian atau penyediaan bahan baku

Untuk bahan baku yang memang tidak tersedia secara Cuma Cuma, artinya UKM harus melakukan pembelian bahan baku terlebih dahulu sebelum melakukan proses produksi. Disinilah perlunya ketersediaan modal awal yang seringkali di anggap paling berat dan menyulitkan apabila tidak ada solusi bijak seperti pinjaman modal usaha ataupun jenis pinjaman dari bank melalui program KUR dan sebagainya.

  1. Menjaga kualitas produk

Menjaga kualitas produksi dari barang barang yang dihasilkan oleh UKM memang sangat penting agar daya beli masyarakat tidak mengalami penurunan serta bertujuan menjaga kepercayaan konsumen. Selalu lakukan pengecekan dengan teliti setiap produk yang dihasilkan supaya tidak ada cacat sama sekali karena dengan adanya barang yang berkualitas tinggi maka juga berpeluang bisa dipasarkan hingga ke mancanegara.

  1. Penyimpanan produk yang sudah jadi

Penyimpanan barang ini harus diperhatikan karena apabila stok  barang tidak mencukupi permintaan pasar makan akan mengurangi tingkat keuntungan yang diperoleh. Akan tetapi pahami juga bahwa barang yang dihasilkan juga tidak dapat terlalu berlebihan karena apabila daya beli masyarakat masih terlalu minim maka resikonya ialah perputaran modal yang tidak lancar.

  1. Melakukan pemeliharaan barang

Ketika melakukan penyimpanan barang juga harus diperhatikan agar produk yang sudah dihasilkan tidak mengalami kerusakan. Selalu lakukan perawatan barang meliputi kebersihannya dan memastikan bahwa tidak ada mahkluk mikro organisme yang bisa merusak atau menurunkan kualitasnya.

  1. Proses pengiriman barang

Ini adalah tahap akhir dari sebuah produksi dan menentukan keberlangsungan dari usaha UKM. Saat barang yang sudah dikirim mendapat respon pasar yang bagus dan ada pemesanan berulang dengan jumlah yang meningkat, maka bisa dikatakan bahwa bisnis UKM yang dijalankan memiliki potensi untuk bisa lebih berkembang menjadi lebih besar lagi. Sehingga untuk bisa menjadikan UKM sebagai peluang usaha yang maju dan berkembang, tetap perlu adanya dukungan dari sumber daya manusia yang memadai dan memang memiliki keahlian di bidangnya serta ditunjang dengan manajemen produksi yang baik agar sirkulasi bisnis tidak mengalami hambatan.

Demikian artikel mengenai manajemen produksi dan lainnya. Apabila bapak ibu mitra bisnis/pengusaha yang sedang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang artikel ini dan membutuhkan bimbingan dalam pembentukan Tim penjualan, pembuatan skema insentif, SOP marketing dan software untuk menghitung penjualan, insentif dan inventory silahkan hubung groedu@gmail.com atau kontak kami di wa 081-252982900. Kami siap membantu.

TIPS MENGELOLA KAS KECIL PERUSAHAAN

Pada Kesempatan kali ini Konsultan Manajemen Groedu international Consultant akan membahas tips pengelolaan kas kecil (Petty Cash). Pada kesempatan lalu penjelasan kami terakhir pada kriteria  yang perlu dimiliki oleh seseorang sehingga cocok ditempatkan pada posisi kasir. Setelah memahami pengelolaan kas kecil mulai dari penetapan metode hingga rekruitmen sekarang lanjut pada penjelasan lainnya. Yakni dimulai dari pengisian awal dana Kas kecil.

Pengisian Awal Dana Kas Kecil
Pada awal pengisian dana kas kecil, kasir meminta bagian keuangan (Finance) untuk menyetor sejumlah uang tunai ke kas kecil baik dari kas besar maupun dari Bank. Uang yang diterima secara fisik oleh kasir kemudian dihitung dan dibuatkan tanda terima.
Uang yang diterima oleh kasir selanjutnya disimpan di dalam laci atau petty cash box, brankas, atau minimal sebuah amplop. Tergantung besar kecilnya dana kas kecil.
Apabila dana kas kecil sudah habis, kasir dapat meminta bagian keuangan (Finance) untuk mengisi kembali. Mengenai tata cara pencatatan disesuaikan dengan metode yang digunakan. Kasir mengajukan permohonan pengisian kas kecil dengan mengisi Form transfer dana ke kas kecil.

Penggunaan Kas kecil
Disaat perusahaan dihadapkan pada transaksi yang memerlukan pembayaran dengan menggunakan kas kecil, kasir dapat mengeluarkan uang tunai dari kas kecil untuk melakukan pembayaran. Besarnya pembayaran tidak boleh melebihi dana yang tersedia. Setelah melakukan pembayaran transaksi, kasir kemudian mencatatnya pada buku kas atas jenis transaksi (Pos) tersebut. Bukti pengeluaran berupa Nota pembelian (Invoice) juga harus diarsip dengan rapi sebagai bentuk pertanggung jawaban kasir kepada bagian keuangan.

Pemeriksaan Saldo Kas (Cash Opname)
Menjelang berakhirnya periode akuntansi kasir diwajibkan untuk menghitung dana kas kecil yang tersisa (Cash on Hand), kegiatan ini rutin dilakukan setiap bulan. Tujuannya agar dapat diketahui berapa saldo uang kas secara fisik, dan mengetahui kesesuaian dengan saldo akhir pada buku besar (General ledger).
Melakukan kas opname harus teliti dan sabar, sebab jika terdapat selisih antara saldo akhir dari perhitungan dengan saldo akhir berdasarkan catatan maka kasir akan melakukan penghitungan kembali (rework).
Agar hasil yang didapatkan lebih obyektif, sebaiknya dalam penghitungan kas kecil dilakukan oleh dua orang lebih. Pertama, pemeriksa atau internal auditor jika ada, dan kedua adalah kasir. Pemeriksaan diawali dengan kasir menunjukan semua uang tunai yang tersimpan di dalam kas kecil dan menyaksikan pemeriksaan dan penghitungan. Setelah proses opname berakhir, kasir melanjutkan dengan menandatangani lembar hasil pemeriksaan yang berisikan perincian uang tunai yang ada dibarengi dengan pemeriksa mengembalikan uang tunai.

Nah, itulah tips seputar cara mengelola kas kecil. Apabila pembaca ingin memahami lebih dalam cara mengelola kas kecil, membutuhkan konsultasi manajemen, dan membutuhkan Software Accounting pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 atau 081-8521172 (Office). Kami siap membantu anda.

Scroll to top