Tag: Konsultan software accounting Samarinda

MENGENAL JOB COSTING BESERTA MANFAATNYA

Setiap orang yang sering berurusan dengan manajemen finansial terutama akuntan pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah yang satu ini. Namun tentu terdapat beberapa orang yang masih kurang memahami istilah diatas. Untuk itu pada kesempatan kali ini, kami akan berbagi ulasan singkat seputar topik diatas.

Pengertian Job Costing
Job Costing, istilah yang satu ini kadang juga sering disebut banyak orang dengan istilah Job Order Costing pada dasarnya aspek satu ini merupakan salah satu poin dasar dalam Manajemen Finansial atau juga bisa dibilang pekerjaan manajemen dasar dalam kegiatan akuntan. Job Costing merupakan proses perhitungan biaya terakumulasi pada barang atau jasa yang diproduksi yang didasarkan jumlah pesanan dengan melibatkan  biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead yang terakumulasi.

Job costing seringkali digunakan dalam perusahaan besar yang menyediakan atau memproduksi berbagai macam barang/jasa. Job Costing juga bisa dipergunakan hampir di semua jenis perusahaan, terutama perusahaan jasa/layanan. Job Costing juga merupakan metode yang cukup unggul dalam menelusuri biaya per unit dan dapat menghasilkan informasi yang lebih akurat dibandingkan dengan metode yang lainnya.

Manfaat Job Costing
Job Costing sendiri juga membawa beberapa manfaat, seperti:

  1. Menentukan harga jual bagi customer
  2. Sebagai poin pertimbangan untuk menerima atau menolak orderan/pesanan
  3. Memantau realisasi biaya produksi & kondisi finansial saat itu juga
  4. Menghitung untung-rugi dari tiap pesanan
  5. Menentukan beban pokok persediaan produk jadi dan produk mentah yang turut diperhitungkan dalam neraca finansial

Tahukah anda bahwa kami, Tim GroEdu senantiasa menyediakan layanan konsultasi & training bisnis terutama bagi anda yang tertarik untuk memulai bisnis atau bagi anda yang ingin berupaya meningkatkan kredibilitas bisnis anda melalui beberapa aspek dalam berbisnis. Layanan kami tidak hanya terpaku pada satu aspek, melainkan aspek lainnya yang menyangkut bisnis seperti manajemen bisnis, operasional bisnis dan masih banyak lagi. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com atau langsung melalui nomor Whatsapp berikut, 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu anda.

PEMBUKUAN AKUNTANSI SEDERHANA UNTUK BISNIS MAKIN BERKEMBANG

Pembukuan merupakan salah satu tugas utama dalam sebuah bisnis. Setiap bisnis baik skala besar atau pun kecil perlu membuat pembukuan keuangan meskipun sederhana. Walaupun pencatatan keuangan sering dilupakan oleh kebanyakan pelaku usaha, kamu juga harus memahami cara melakukan pembukuan sederhana dalam kegiatan bisnismu sehari-hari.
Untuk memulainya, anda tak perlu membuat pembukuan yang terlalu rumit. Cukup dengan pembukuan teratur, maka anda bisa melihat sejauh mana bisnis anda berjalan. Dengan adanya pembuatan pembukuan, anda lebih mudah mengatur keuangan, mengambil keputusan hingga merencanakan langkah-langkah kedepan yang akan anda ambil nantinya. Untuk itu, di sini kami tim groedu akan memberikan pengetahuan kepada anda mengenai pembukuan akuntansi sederhana untuk bisnis makin berkembang.

Pengertian Pembukuan Sederhana Dalam Akuntansi.
Pembukuan sederhana diartikan sebagai suatu proses pencatatan yang dilakukan secara teratur untuk mengumpulkan data dan informasi keuangan. Pencatatan keuangan ini meliputi harta, kewajiban, modal, penghasilan, dan biaya, serta jumlah harga perolehan dan penyerahan barang atau jasa.
Biasanya bagi perusahaan besar, membuat pembukuan merupakan hal yang mudah karena mereka sudah memiliki akuntan yang sudah berpengalaman yang mereka jadikan karyawan untuk khusus mengerjakan pembukuan di perusahaannya. Sementara berkebalikan dengan itu, pengusaha baru atau kecil sering beranggapan kalau untuk membuat pembukuan itu sangat sulit dan rumit, sehingga mereka jarang membuat pembukuan sederhana ini.

Cara membuat pembukuan akuntansi sederhana :
Mengumpulkan Bukti Transaksi. Pada proses pembukuan akuntansi coba mulai dengan mengumpulkan semua bukti transaksi yang ada. Bukti transaksi ini bisa berupa bukti penerimaan, bukti pembayaran, dan bukti lain yang berkaitan dengan bisnis anda. Bukti pembayaran yang umum ada pada bisnis atau usaha seperti kwitansi dan surat perjanjian.

Buatlah Jurnal Transaksi. Selanjutnya, identifikasi terhadap bukti-bukti transaksi, setelah itu saatnya untuk melakukan pencatatan kedalam jurnal akuntansi. Proses pencatatan ini dilakukan saat ada transaski baru atau anda juga bisa mengumpulkannya dalam 1 hari lalu catat. Namun, jika anda ingin bekerja lebih efisien, maka proses ini bisa dilakukan saat ada transaksi masuk atau keluar.

Pindahkan Transaksi Ke Buku Besar. Kini saatnya anda bisa pindahkan transaksi ke buku besar. Pada jurnal transaksi, semua akun yang tercatat, seperti kas, piutang, hutang, pembayaran, dll semuanya tercatat dengan baik. Namun, pada buku besar tentu ada perbedaan sedikit. Anda akan mengelompokkan akun sesuai dengan jenis transaksinya.

Buatlah Neraca Percobaan. Jika biasanya neraca percobaan dibuat setiap menjelang penutupan buku, maka tidak pada proses ini. Neraca percobaan atau trial balance dibuat agar memastikan bahwa nilai dari jenis akun bersaldo debit sama dengan jenis akun bersaldo kredit. Hal inilah yang dikatakan dengan seimbang atau balance.

Buat Laporan Keuangan. Buatlah sebuah laporan keuangan. Setelah semua proses atau langkah diatas telah dilakukan, maka akhiri dengan laporna keuangan. Dalam pembukuan akuntansi bisnis atau usaha, laporan keuangan adalah hal yang penting untuk anda jalankan. Dengan adanya laporan keuangan, maka anda bisa dengan yakin mengambil keputusan untuk usaha anda kedepannya.

Pada dasarnya pembukuan akuntansi tak hanya dibuat oleh mereka yang mempunyai bisnis besar, namun juga kecil dan menengah. Contohnya, jika anda memiliki usaha sembako, warung, atau online shop yang kini sedang populer, maka sangat dibutuhkan pembukuan akuntansi semacam ini. Dengan begitu, diharapkan bisnis anda semakin berkembang dan maju kearah yang lebih baik.

Kapan waktu yang tepat untuk membuat pembukuan keuangan perusahaan? Sebaiknya pembukuan keuangan perusahaan mulai dibuat ketika tahap awal opening atau perencanaan usaha. Lalu bagaimana cara membuat pembukuan sederhana untuk anda yang baru menjalankan usaha? Anda bisa melakukannya secara kontinu dengan mencatat harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta pendapatan yang digunakan sebagai dasar dalam menyusun neraca dan laporan laba rugi.

Apabila anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan jika anda memiliki pertanyaan untuk mengetahui informasi tersebut lebih detail. Jangan ragu-ragu silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau langsung hubungi nomor whatsapp kami 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi berharga untuk anda. Terima kasih.

JENIS-JENIS DAN CARA MENGHITUNG RASIO KEUANGAN PERUSAHAAN

Rasio Keuangan atau Financial Ratio dikenal sebagai alat analisis keuangan yang digunakan untuk menilai kinerja suatu organisasi bisnis dan dilihat dari perbandingan data keuangan. Perbandingan data keuangan ini akan tertera pada pos laporan keuangan. Penggunaan Rasio Keuangan ini akan menunjukkan nilai kinerja perusahaan apakah sudah tergolong baik atau belum. Analisis Rasio Keuangan atau Financial Ratio adalah merupakan suatu alat analisa yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan. Dan pada artikel kali ini akan kami sampaikan apa saja jenis rasio keuangan perusahaan dan cara menghitungnya.

 

RASIO LIKUIDITAS

Rasio Likuiditas adalah rasio atau perbandingan yang bisa memproyeksikan kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban yang dimilikinya. Kewajiban tersebut biasanya dalam bentuk utang jangka pendek. Ketika perusahaan tersebut memiliki rasio likuiditas yang baik, artinya ia memiliki kemampuan dalam melunasi utang jangka pendek tersebut, perusahaan tersebut akan disebut sebagai ‘Perusahaan yang Likuid’. Rasio likuiditas bukan merupakan rasio tunggal. Ada beberapa jenis rasio yang termasuk dalam rasio likuiditas, di antaranya:

  • Current Ratio

Current Ratio adalah rasio yang membandingkan antara aktiva lancar dengan utang lancar. Rasio ini akan memproyeksikan kemampuan perusahaan yang dilambangkan dengan aktiva lancar dalam menutup utang lancar yang dimiliki. Beberapa hal yang tergolong dalam aktiva lancar adalah kas, piutang, persediaan, dan beberapa aktiva lain.

Current Ratio = (Aktiva Lancar : Utang Lancar) x 100%

Dari rumus tersebut, ketika nilai Current Ratio mencapai 100% atau setara dengan nilai 1, artinya perusahaan tersebut memiliki kemampuan untuk menutup utang lancar dengan aktiva lancar yang nilainya sama.

 

  • Quick Ratio

Disebut juga dengan Ratio Cair atau Acid Ratio. Quick Ratio adalah perbandingan antara aktiva lancar dikurangi persediaan dengan utang lancar yang dimiliki. Rumus untuk menghitung Quick Ratio adalah sebagai berikut:

Quick Ratio = [(Aktiva Lancar – Persediaan) / Utang Lancar] x 100%

Dari rumus tersebut, ketika nilai Quick Ratio mencapai 100% atau setara dengan nilai 1, ia sudah dikatakan sebagai perusahaan hebat yang kuat karena memiliki aktiva lancar yang bisa menutup utang lancar.

 

  • Cash Ratio

Cash Ratio adalah perbandingan antara kas dan aktiva lancar dengan utang lancar. Aktiva lancar ini diharapkan bisa segera dicairkan menjadi uang kas. Kas yang dimaksud di sini setara dengan uang yang ada di perusahaan yang disimpan di kantor maupun bank.

Cash Ratio = [(Kas + Setara Kas) : Utang Lancar] x 100%

Nilai Cash Ratio yang baik adalah mencapai 100% atau lebih, karena nilai ini akan menggambarkan kekuatan perusahaan dalam menutup utang lancar mereka menggunakan kas dan harta setara kas.

 

RASIO SOLVABILITAS

Rasio Solvabilitas adalah rasio atau perbandingan yang menggambarkan kemampuan sebuah perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial mereka. Hal itu termasuk kewajiban jangka panjang dan kewajiban jangka pendek. Ada dua jenis rasio yang termasuk dalam rasio solvabilitas, yaitu:

  • Total Debt to Total Assets Ratio

Total Debt to Total Assets Ratio atau yang lebih dikenal dengan nama Debt Ratio ini adalah perbandingan yang mengukur persentase besar dana yang asalnya dari utang, baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Mengukur Debt Ratio ini menggunakan rumus berikut:

Debt Ratio = (Total Utang : Total Aktiva) x 100%

Dari rumus tersebut, ketika nilai Debt Ratio semakin kecil, maka nilai tersebut menggambarkan keamanan dana perusahaan. Rumus tersebut mengkomunikasikan bahwa kemampuan perusahaan bisa menutup utang dengan aktiva.

 

  • Debt to Equity Ratio

Debt to Equity Ratio adalah perbandingan antara utang perusahaan dengan modal yang dipunyainya. Ketika nilai rasio ini relatif tinggi (mencapai 100% atau lebih dari itu), artinya perusahaan memiliki modal yang relatif sedikit dibandingkan dengan total utangnya. Padahal, perusahaan yang sehat memiliki tingkat utang yang tidak melebihi modal sendiri agar beban perusahaan tidak terlampau tinggi.

Debt to Equity Ratio = (Total Utang : Modal) x 100%

 

RASIO RENTABILITAS

Poin ketiga membahas Rasio Rentabilitas yang merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba yang mereka inginkan. Rasio Rentabilitas bukan rasio tunggal karena di dalamnya terdapat beberapa rasio yang mengukur kemampuan tersebut, di antaranya:

  • Profit Margin

Profit Margin adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih pada tingkat penjualan yang sudah ditentukan. Rasio ini membuat penggunanya akan mengintepretasikan kemampuan perusahaan untuk menekan biaya pada periode tertentu. Rumus dari Profit Margin adalah sebagai berikut:

Profit Margin = (Laba Bersih : Penjualan) x 100%

 

  • Gross Profit Margin

Gross Profit Margin adalah perbandingan yang mengukur laba kotor terhadap penjualan bersih yang dilakukan perusahaan. Rasio ini mengukur sejauh mana laba kotor yang bisa diraup perusahaan pada setiap penjualannya. Rumus Gross Profit Margin adalah sebagai berikut:

Gross Profit Margin = (Laba Kotor : Penjualan Bersih) x 100%

 

  • Net Profit Margin

Net Profit Margin  disebut sebagai Margin Laba bersih merupakan alat pengukur laba bersih yang didapatkan perusahaan per satu satuan mata uang penjualan. Selain itu, rasio ini juga mengukur efisiensi produksi, administrasi, sampai manajemen pajak. Dari rumus yang didapatkan, bila nilai rasio ini relatif tinggi maka perusahaan dikatakan memiliki kemampuan menghasilkan laba yang tinggi. Rumus Net Profit Margin adalah:

Net Profit Margin = (Laba Bersih Setelah Pajak : Penjualan Bersih) x 100%

 

  • Return On Investment

Return On Investment adalah rasio yang relatif umum yang digunakan untuk mengukur kemampuan sebuah perusahaan ektika akan menghasilkan laba guna menutup sistem akuntansi biaya investasi yang sudah dikeluarkan. Sebagai catatan, penghitungan rasio ini melibatkan laba yang merupakan laba bersih setelah pajak (Earning After Tax). Rumus rasio ini:

Return On Investment = (EAT : Investasi) x 100%

 

  • Return On Assets (ROA)

Return On Assets atau Rentabilitas Ekonomis ini merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan memanfaatkan semua aktiva yang dimilikinya. Laba yang dihasilkan menurut perhitungan rasio ini adalah laba sebelum bunga dan pajak atau sering disebut juga EBT. Rumus ROA adalah:

Return On Assets = (EBT : Total Aktiva) x 100%

 

RASIO AKTIVITAS

Rasio Aktivitas adalah rasio yang mengukur efektivitas sebuah perusahaan untuk memanfaatkan segala sumber daya yang mereka miliki. Rasio-rasio yang tergolong dalam Rasio Aktivitas ini akan melibatkan perbandingan antara penjualan maupun investasi dalam berbagai jenis aktiva.

  • Perputaran Piutang

Perputaran Piutang adalah rasio untuk mengukur efektivitas pengelolaan piutang yang dimiliki suatu perusahaan. Cara mengukurnya adalah dengan menghitung berapa rata-rata piutang yang dikumpulkan dalam satu tahun. Rumus perputaran piutang adalah sebagai berikut:

Perputaran Piutang = Penjualan Bersih : Rata-rata Piutang Dagang

 

  • Perputaran Persediaan

Perputaran Persediaan adalah rasio yang juga mencerminkan likuiditas suatu perusahaan dengan mengukur tingkat efisiensi pengelolaan yang dilakukan perusahaan dan juga penjualan persediaan yang mereka miliki. Jika hasil perhitungan rasio ini tinggi, maka perusahaan tersebut diyakini memiliki efektivitas perputaran persediaan dan juga kinerja manajemen perusahaan. Rumus rasio ini adalah:

Perputaran Persediaan = Harga Pokok Penjualan : Rata-rata Persediaan

 

  • Perputaran Aktiva Tetap

Perputaran Aktiva Tetap adalah rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan penjualan yang didasarkan pada aktiva tetap perusahaan. Rasio ini menilai efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan aktiva tetap mereka. Ketika nilai rasionya tinggi, perusahaan tersebut direfleksikan memiliki efektivitas proporsi aktiva tetap yang tinggi. Rumus Perputaran Aktiva Tetap adalah:

Perputaran Aktiva Tetap = Penjualan : Total Aktiva

 

  • Perputaran Total Aktiva

Perputaran Total Aktiva adalah rasio untuk menghitung efektivitas penggunaan total aktiva perusahaan. Jika nilai rasio ini tinggi, maka perusahaan tersebut bisa dinilai sebagai perusahaan dengan sistem manajemen yang baik. Rumus Perputaran Total Aktiva adalah:

Perputaran Total Aktiva = Penjualan : Total Aktiva

 

Analisis Data Laporan Keuangan dilakukan dengan menganalisa masing – masing pos yang terdapat di dalam laporan keuangan dalam bentuk rasio posisi keuangan dengan tujuan agar dapat memaksimalkan kinerja perusahaan untuk masa yang akan datang.

Apabila anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai artikel di atas dan jika anda membutuhkan bimbingan untuk menghitung rasio keuangan utama perusahaan anda. Jangan ragu-ragu silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau langsung hubungi nomor whatsapp kami 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan informasi berharga untuk Anda. Terima kasih dan Selamat Mencoba.

 

KESALAHAN UMUM AKUNTANSI SERTA SOLUSI PENCEGAHANNYA

Akuntan sering membantu perusahaan menyiapkan neraca untuk penggunaan internal dan eksternal. Neraca mengatur data keuangan perusahaan dengan cara yang terstandarisasi, sehingga mudah dibaca dan ditafsirkan. Walaupun dokumen-dokumen ini hanya memberikan informasi tentang periode tertentu, mereka menawarkan wawasan berharga tentang keuangan perusahaan. Karena banyaknya jumlah data yang terlibat saat membuat neraca, kesalahan akuntansi sering terjadi. Kesalahan ini bisa saja murni karena kelalaian atau memang disengaja untuk menyembunyikan kecurangan. Dan dalam artikel ini akan membahas beberapa kesalahan yang berdampak pada nilai akhir neraca, serta solusi pencegahannya.

KESALAHAN AKUNTANSI
Kesalahan Pada Klasifikasi Data
Salah satu kesalahan akuntansi yang paling umum yang mempengaruhi neraca adalah klasifikasi aset dan liabilitas. Aset adalah semua hal yang dimiliki oleh perusahaan dan pengeluaran yang telah dibayar di muka, seperti biaya sewa atau hukum. Liabilitas adalah kewajiban keuangan perusahaan, termasuk utang, dan biaya jangka panjang lainnya, seperti program pensiun untuk karyawan. Klasifikasi aset atau liabilitas yang salah akan secara dramatis memengaruhi neraca dan melukiskan gambaran keuangan yang merugikan perusahaan.

Kesalahan Entri Data
Neraca sering dipengaruhi oleh kesalahan entri data. Kesalahan ini terjadi ketika informasi yang terkandung dalam dokumen keuangan salah dimasukkan ke dalam basis data keuangan. Kesalahan transposisi terjadi ketika angka-angka secara tidak sengaja terbalik, seperti ketika 39 dicatat sebagai 93. Kesalahan entri asli terjadi ketika data dimasukkan secara tidak benar, seperti ketika angka 4 dimasukkan ke dalam basis data sebagai pengganti angka 7.

Kelalaian
Kesalahan akuntansi karena kelalaian terjadi ketika data tidak direkam, sehingga informasi yang tidak akurat disajikan pada neraca. Kesalahan kelalaian termasuk biaya yang tidak dilaporkan dan jumlah persediaan tidak disesuaikan untuk mencerminkan level mereka saat ini. Kesalahan semacam itu dapat menyebabkan neraca yang menyajikan gambaran keuangan yang jauh lebih positif daripada yang sebenarnya ada.

PENCEGAHAN KESALAHAN DALAM AKUNTANSI
Kesalahan akuntansi sering kali tidak terhindarkan karena banyaknya informasi keuangan yang diperlukan untuk membuat neraca. Walaupun sulit untuk mencegah kesalahan, manajer perusahaan dapat mengambil langkah-langkah untuk menemukan kesalahan sebelum mereka menciptakan masalah jangka panjang. Mereka dapat membuat salinan digital dari semua dokumen keuangan dengan memindai mereka sehingga mereka dapat dengan cepat ditinjau jika ada masalah. Selain itu, mereka dapat secara manual merekonsiliasi informasi keuangan yang terkandung dalam neraca dengan dokumen keuangan asli untuk memastikan data akurat.

Baca juga : HAL-HAL TERPENTING YANG HARUS ANDA PERHATIKAN DALAM PERPUTARAN SIKLUS AKUNTANSI JENIS PERUSAHAAN DISTRIBUTOR

Karena akuntansi menadi salah satu faktor penting dalam keberlangsungan bisnis anda, maka anda perlu dengan giat dan fokus dalam mengerjakannya. Kesalahan bisa saja terjadi karena anda akan berhubungan dengan banyak angka, dan jika anda mengantuk atau tidak fokus dalam mengerjakannya akan berakibat buruk pada hasil laporan anda.
Apabila anda ingin mengetahui lebih banyak informasi tentang akuntansi, berbagai manajemen yang bisa merampingkan pembuatan laporan anda. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau langsung hubungi kami melalui nomor whatsapp kami 0812-5298-2900 atau 0813-3309-9915. Kami siap membantu anda.

Scroll to top