Tag: Perbedaan perbedaan akuntansi dan perpajakan

PERBEDAAN DAN HUBUNGAN ANTARA AKUNTANSI UMUM (KEUANGAN) DAN AKUNTANSI PERPAJAKAN

Setelah sebelumnya pernah dijelaskan dalam artikel “PENJELASAN SINGKAT TENTANG PENGERTIAN DAN PERSAMAAN ANTARA AKUNTANSI KOMERSIAL (KEUANGAN) DAN AKUNTANSI PERPAJAKAN” tentang pengertian dan persamaannya antara akuntansi komersial (keuangan) dan akuntansi perpajakan, maka kini saatnya bagi Anda untuk mengetahui tentang apa saja perbedaan-perbedaan antara akuntansi umum dan akuntansi perpajakan.

1. Pengguna Dari Laporan Keuangan yang Telah Dihasilkan.

Pengguna dari laporan keuangan pada akuntansi komersial atau yang lebih sering disebut sebagai para pemegang saham, kreditur, karyawan, manajemen, karyawan, pemerintah, masyarakat dan lain sebagainya. Sementara para pengguna dari laporan keuangan akuntansi perpajakan, yaitu fiskus.

2. Pedoman Dalam Penyusunan dan Penyajian Laporannya.

Pedoman dalam hal penyusunan dan penyajian dari akuntansi umum/keuangan adalah PSAK sedangkan untuk akuntansi perpajakan adalah undang-undang perpajakan yang masih berlaku.

3. Sifat Informasi yang Sudah Dihasilkan.

Sifat dari informasi pada kedua akuntansi ini juga berbeda. Informasi pada laporan keuangan umum lebih bersifat umum atau dapat digunakan oleh siapa saja. Sementara pada jenis akuntansi perpajakan, laporan keuangan bersifat sangat rahasia. Biasanya yang mengetahui hanya pihak manajemen dan fiskus.

4. Dasar-Dasar yang Digunakan Sebagai Pencatatan.

Transaksi pada akuntansi komersial akan dicatat dengan asas substance over form, yaitu pencatatan dan pelaporan yang dilakukan dengan lebih mengutamakan substansi ekonomi daripada hakikat formal dan juga hukum. Lain halnya dengan akuntansi komersial, transaksi pada jenis akuntansi pajak akan dicatat dan dilaporkan jika memang sudah memenuhi beberapa persyaratan dan ketentuan perpajakan, yaitu dengan lebih mengutamakan hakikat formal atau hukum daripada sekedar substansi ekonomi nya.

5. Mata Uang yang Digunakan.

Laporan keuangan komersial diperbolehkan untuk disusun berdasarkan dari mata uang selain rupiah, sementara akuntansi perpajakan sangat wajib untuk menggunakan mata uang rupiah atau diperbolehkan menggunakan mata uang lain hanya yang sudah diijinkan oleh peraturan saja.

6. Batas Waktu Untuk Penyampaiannya.

Perbedaan yang selanjutnya, adalah tentang batas waktu penyampaian. Menurut UU No. 40 tahun 2007 tentang PT, waktu penyampaian dari laporan keuangan adalah 6 bulan setelah tahun buku berakhir. Sedangkan jika mengacu pada UU KUP, laporan keuangan fiskal harus diserahkan paling lambat adalah selama 4 bulan setelah masa akhir tahun pajak dan dapat diperpanjang paling lambat adalah selama 2 bulan dengan ketentuan tersendiri.

Hubungan antara Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Perpajakan

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa dari akuntansi keuangan, Anda akan dapat memperoleh informasi-informasi penting tentang bagaimana keadaan dari suatu entitas pada satu periode tertentu.Informasi keuangan tersebutlah yang nantinya akan dijadikan sebagai dasar acuan dalam pengambilan keputusan. Sementara untuk akuntansi perpajakan jauh lebih khusus lagi apabila dibandingkan dengan akuntansi umum.

Akuntansi perpajakan menyajikan serangkaian informasi keuangan yang berkaitan langsung dengan tingkat kepatuhannya terhadap pemerintah. Meskipun laporan keuangan yang telah disusun berdasarkan peraturan standar akuntansi keuangan secara umum, namun pada beberapa bagian mereka harus disesuaikan dengan ketentuan perpajakan. Sehingga dalam hal akuntansi pajak, jika terdapat suatu ketidaksesuaian antara standar akuntansi yang masih berlaku secara umum dengan ketentuan perpajakan, maka perusahaan juga harus lebih memprioritaskan untuk mematuhi undang-undang perpajakan. Hal ini karena pajak merupakan sebuah kewajiban (complience tax).

Sama halnya dengan akuntansinya, laporan keuangan yang telah dihasilkan juga berbeda. Bisa saja misalnya sebuah perusahaan yang telah melaporkan laba dari tahun berjalan pada laporan keuangan komersial dan pajak nya juga berbeda. Dalam bidang akuntansi, hal tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, jika nanti pada akhirnya akan ada sebuah proses penyamaan, yang biasanya disebut dengan rekonsiliasi. Maka laporan keuangan pajak akan disusun dengan proses rekonsiliasi antara akuntansi komersial dan akuntansi pajak dan hal ini berdasarkan dari peraturan standar akuntansi keuangan 46 (PSAK 46). Di mana hal ini juga sudah sesuai dengan penyusunan laporan keuangan lengkap yang sesuai dengan PSAK 1. Sehingga laporan keuangan fiskal yang telah dihasilkan disebut juga dengan extra comptable.

Jadi penyusunan laporan keuangan fiskal sama halnya dengan penyusunan laporan keuangan komersial, yang dimulai dari proses input transaksi yang berdasarkan dari bukti-bukti transaksi ke dalam jurnal, kemudian diposting dalam buku besar, pembuatan neraca lajur, penyesuaian sampai akhirnya nanti pada laporan keuangan. Selanjutnya, untuk bisa menghasilkan laporan keuangan fiskal maka akan dilakukanlah rekonsiliasi terhadap peraturan perpajakan.

Dengan kata lain, akuntansi perpajakan dengan akuntansi komersial memiliki hubungan yang sangat erat, mereka tidak dapat dipisahkan karena untuk membuat akuntansi perpajakan atau laporan keuangan fiskal perlu adanya akuntansi komersial. Sebuah perusahaan juga pasti bisa berdiri dalam suatu negara, jadi laporan keuangan yang akan dibuatpun tidak hanya harus berdasarkan dari SAK saja, akan tetapi juga harus tetap memperhatikan ketentuan perpajakan/ akuntansi pajaknya.

Itulah perbedaan dan hubungan antara akuntansi komersial (keuangan) dan akuntansi perpajakan yang perlu untuk Anda ketahui. Agar dapat membantu Anda dalam membuat laporan keuangan baik itu berupa laporan keuangan komersial maupun perpajakan dengan lebih mudah, maka Anda dapat menggunakan bantuan dari software akuntansi yang sudah berbasis online/cloud dari mana saja dan kapan saja. Apabila para pembaca sekalian membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu Anda dan sampai bertemu pada pembahasan artikel yang selanjutnya.

Scroll to top