Tag: Praktisi software

HAL-HAL YANG PERLU ADA DAN HARUS DIKETAHUI PADA LAPORAN KEUANGAN BAGI PARA INVESTOR SEBELUM MEMUTUSKAN UNTUK BERINVESTASI

Seorang investor setidaknya harus memahami tentang angka-angka yang berada di balik laporan keuangan perusahaan. Pemahaman tentang laporan keuangan yang terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan kinerja keuangan, dan juga laporan arus kas merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang investor. Akan tetapi, bentuk-bentuk laporan keuangan begitu banyak sehingga kali ini implementor software accounting hanya akan lebih berfokus tentang beberapa karakteristik-karakteristik dari laporan keuangan. Pada artikel kali ini implementor software accounting akan menjelaskan tentang hal-hal apa saja yang setidaknya harus ada pada laporan keuangan dan tentang bagaimana cara untuk memanfaatkannya.

1. Laporan keuangan merupakan suatu catatan yang memuat angaka-angka historis.

Jika diperhatikan dengan lebih mendalam, setiap investor memiliki caranya sendiri-sendiri untuk berinvestasi, seperti ada investor yang lebih senang untuk melakukan investasi sendiri, namun ada juga investor yang lebih senang untuk melakukan investasi dengan bersama-sama. Sebagian besar dari mereka memang lebih memilih untuk menitipkan dananya pada seorang profesional dalam bidang investasi yang dapat dipercaya dengan harapan bahwa mereka akan bisa mendapatkan keuntungan dari hasil investasi yang sudah dilakukannya. Hal ini adalah disebabkan karena mereka tidak memiliki pemahaman yang lebih baik tentang laporan keuangan dari suatu perusahaan.

Jika Anda adalah seorang investor, maka apakah Anda akan memilih untuk berinvestasi sendiri atau harus mematuhi berbagai arahan dari seorang profesional? Pemahaman secara umum tentang laporan keuangan yang baik adalah laporan keuangan tersebut memilliki saldo Neraca yang besar, laba yang cukup berkesinambungan, dan arus kas yang selalu menunjukan surplus (arus yang baik). Dikarenakan sebagaian besar dari mereka sama sekali tidak memahami tentang laporan keuangan dengan baik, maka mereka rata-rata terbiasa untuk mecampur adukan pemahaman atas dasar keuntungan, aset, arus kas, dan juga return on Investment.

2. Laporan keuangan sebagai alat analisis.

Laporan keuangan yang paling banyak digunakan untuk analisis investasi adalah berupa neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan beberapa analisis tentang ekuitas para pemegang saham beserta besarnya laba yang ditahan. Meskipun banyak diantara para investor yang lebih berfokus kepada Neraca dan laporan laba rugi, namun sebagai dasar acuan dalam melakukan analisis investasi, akan tetapi laporan arus kas juga tidak dapat untuk diabaikan informasinya.

3. Memahami dengan benar arti dibalik angaka-angka laporan keuangan.

Bisnis perusahaan yang tercermin dari nilai sebuah angka-angka yang nampak pada laporan keuangan. Jika Anda ingin lebih mudah dalam memahami tentang laporan keuangan, maka angka-angka tersebut terlihat baik ke dalam ratio atau ke dalam keadaan yang sebenarnya. Pemahaman tentang bisnis perusahaan, hasil produk atau jasanya, dan juga oprerasionalnya merupakan kemampuan yang harus dimilki oleh seorang investor sebagai dasar acuan dalam memulai untuk investasi.

4. Perbedaan-perbedaan dalam laporan keuangan.

Jika Anda berpendapat bahwa laporan keuangan hanya terdapat satu bentuk saja, maka hal itu tidaklah benar. Karena bentuk dari laporan keuangan juga sangat bermacam-macam. Bentuk dari laporan keuangan yang telah ditampilkan pada buku teks hanya sebagai suatu pendekatan agar laporan keuangan bisa lebih mudah untuk dipahami. jika Anda adalah seorang Investor pemula yang hanya lebih mengandalkan informasi pada buku-buku teks, maka Anda akan merasa kesulitaan untuk menjelaskan akun atau pos-pos yang tidak biasa muncul pada laporan keuangan perusahan tertentu. Pos tersebut biasanya banyak yang berasal dari mutasi atau transaksi luar biasa, dan merupakan ciri khas dari perusahan tersebut. Jadi yang perlu untuk lebih dipahami adalah bahwa beda lingkunagn bisnis perusahaan, maka hal itu bisa juga berarti bahwa berbeda pula laporan keuangan yang akan dihasilkan.

Semakin kurangnya standarisasi pada istilah yang banyak digunakan pada laporan keuangan akan sangat berdampak besar kepada pemahaman dari para investor terhadap akun-akun dari laporan keuangan dari berbagai negara, keadaan seperti inilah yang menjadi tantangan tersendiri dan menyebabkan investor pemula banyak yang mengalami hambatan. Harapan untuk perubahan bahwa istilah dalam hal laporan keuangan dapat menjadi seragam di masa mendatang sangatlah kecil untuk bisa terjadi. Maka dari itu hal yang mungkin akan sangat membantu adalah dengan menggunakan kamus yang lebih tepat untuk mendapatkan terjemahannya.

5. Akuntansi adalah sebuah ilmu tentang seni.

Manajemen memiliki pengaruh yang lebih besar atas penyajian laporan keuangan. Estimasi dan kebijakan yang bisa diterapkam akan sangat mempengaruhi laporan keuangan. Idealnya adalah, laporan keuangan yang baik harus dihasilkan oleh manajer yang jujur dan bebas dari berbagai kepentingan, serta harus diperiksa oleh seorang auditor dengan sanat ketat yang tidak bersedia untuk berkompromi. Akan tetapi, sebagai seorang investor Anda juga perlu untuk lebih berhati-hati dan selalu menerapkan sikap skeptis pada analisis laporan keuangan yang disebabkan karena ketidak tepatan dalam proses akuntansi akan seelalu ada dan bisa ditemukan dimana saja.

6. Dua peraturan kunci dalam dunia akuntansi yang harus selalu ditepati.

Penyajian laporan keuangan sebenarnya juga tidak bisa terlepas dari standar akuntansi keuangan. Terdapat dua jenis standar akuantansi yang banyak digunakan oleh berbagai perusahaan di seluruh dunia. Yaitu , Prinsip akuntansi berterima umum/Generally accepted accounting principles (GAAP) dan Standar Akuntansi Keuangan Internasional/International Financial Reporting Standar (IFRS). Perbedaan dari kedua standar tersebut adalah GAAP masih lebih kaku karena banyak hal yang telah diatur, sementara IFRS jauh lebih fleksibel karena lebih menekankan kepada pertimbangan yang bisa dipertanggung jawabkan.

7. Informasi-informasi diluar laporan keuangan.

Informasi tentang bagaimana keadaan ekonomi saat ini, keadaan industri, kompetisi, tekanan pasar, perubahan teknologi, kualitas manajemen dan juga kemampuan para pekerja yang tidak akan dijumpai di dalam laporan keuangan secara langsung. Investor harus mengakui bahwa pemahaman atas laporan keuangan hanya sebagai salah satu bagian dari tentang luasnya tata cara dalam berinvestasi.

8. Rasio keuangan dan beberapa ndikatornya.

Dalam hal melakukan analisis laporan keuangan akan sedikit sekali informasi yang bisa didapatkan jika hanya lebih mengandalkan informasi yang bersumber dari angka-angka yang nampak pada laporan keuangan. Agar bisa mendapatkan gambaran yang lebih banyak dan luas Anda harus merubahnya untuk menjadi berbagai macam rasio, menghubungakn antara angka satu dengan angka yang lainnya lalu kemudian mempertimbangkannya sendiri. Hasil dari ratio-rasio tersebut sanat perlu untuk ditampakan pada setiap periode agar menunjukan sebuah tren. Perlu diperhatikan juga bahwa pada saat melakuakn perbandingan rasio antar perusahaan, maka perhatikan juga industrinya, ukuran perusahaan, dan bagaimana kondisi perkembangannya. Jangan membandingkan antara rasio pada perusahaan yang tidak sejenis, karena pastinya tidak akan relevan.

9. Catatan-catatan atas laporan keuangan.

Semua angka-angka pada laporan keuangan tidak akan mudah untuk dipahami jika tidak dijelaskan pada catatan atas laporan keuangan. Semua analisis tentang laporan keuangan dan para investor yang sepakat bahwa dengan catatan keuanganlah, maka pemahaman atas laporan keuangan akan bisa diperoleh dengan lebih baik, baik itu adalah dari sisi kondisi keuangan maupun kinerja keuangan. Sebagai penegasan bahwa catatan atas laporan keuangan merupakan satu laporan yang tidak dapat dipisahkan dari laporan keuangan.

10. Laporan tahunan/10-K.

Para investor yang sudah berpengalaman akan lebih berhati-hati dan hanya akan berinvestasi kepada laporan keuangan dari perusahaan yang sudah diaudit, meskipun investor masih dapat melihat tentang bagaimana kondisi perusahaan melalui laporan tahunan dan 10-K. Namun banyak dari laporan tahunan dalam penyajiannya masih menggunakan dasar standar 10-K, membuatnya kurang informatif karena hanya lebih berfokus kepada hal-hal yang masih dapat diperlihatkan pada para pemegang saham bukan untuk memberikan informasi dan penjelasan atas laporan keuangan tersebut.

11. Laporan keuangan konsolidasian.

Laporan konsolidasi yang hanya dibuat oleh perusahaan yang memiliki kendali atas perusahan lain yang menguasai lebih dari 50% sahamnya. Biasanya, perusahaan yang masih memiliki kendali atas perusahaan lain maka laporan dari posisi keuangannya terdapat kata “Konsolidasian”. Perusahan yang memiliki kendali penuh juga disebut sebagai perusahaan induk, sementara bagi perusahaan yang masih dikendalikan dibawah perusahaan induk disebut dengan perusahaan anak. Laporan dari konsolidasian merupakan laporan keuangan gabungan yang menggabungkan antara laporan keuangan perusahaan induk dengan laporan keuangan dari anak perusahaan dalam satu kesatuan ekonomi. Sehingga laporan keuangan konsolidasian memilkil arti yang jauh lebih luas daripada laporan keuangan perusahan yang terpisah.

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang hal-hal yang perlu ada dan harus diketahui pada laporan keuangan bagi para investor sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda sekalian, terimakasih dan salam sukses. (IRW)

Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

MAMPUKAH ANTARA PROGRAM ERP DAN SOFTWARE ACCOUNTING SALING TERINTEGRASI DALAM SATU KEGIATAN OPERASIONAL PERUSAHAAN

Tahukah Anda tentang apa itu program ERP? Dalam dunia IT (Informasi Teknologi) ERP merupakan kepanjangan dari Entrerprise Resources Planning (Perencanaan Sumber Daya Perusahaan), yang berbentuk sebagai perangkat lunak untuk mendukung terhadap keseluruhan dari proses bisnis dan transaksi-transaksi yang juga sudah mencakup ruang lingkup dari industry manufakturing, marketing, finance, personalia, dan juga lain sebagainya.

Namun kali ini praktisi software accounting tidak akan membahas yang terlalu jauh tentang bagaimana seluk beluk dari program ERP tersebut, melainkan hanya akan lebih berfokus untuk membahas tentang bagaimana program ERP ini apakah dapat saling terintegrasi dengan penggunaan software accounting, atau malah sebaliknya. Yaitu untuk menggeser keberadaan dari software accounting pada kegiatan operasional perusahaan.

Nah, berawal dari tujuan utama dari penerapan program ERP seperti ini adalah untuk mengintegrasikan antara keseluruhan dari sistem-sistem yang ada dalam internal perusahaan, dimana perusahaan juga harus tetap untuk melakukan perencanaan-perencanaan yang cukup matang dalam mempersiapkan program ERP nya sendiri.

Keberhasilan dalam hal menerapkan program ERP bagi perusahaan ini harus diawali dan diakhiri pula dengan adanya fungsi akuntansi yang cukup memadai pada operasional perusahaan. Mulai dari pembuatan akun-akun untuk penjurnalan, buku besar, validasi saldo sampai dengan kemampuan dalam menghasilkan laporan keuangan dan jenis laporan-laporan pendukung lainnya. Namun pada dasarnya sistem dari program ERP yang bagus dan berkualitas baik tentunya harus sudah tersedia dan setidaknya sudah terintegrasi dengan software/program akuntansi yang lebih kompetible dan dengan sistem penggunaan yang cukup user friendly.

Modul-modul akuntansi yang juga harus tersedia dalam sistem ERP sendiri juga berfungsi untuk mengelola berbagai pencatatan-pencatatan dan untuk mengolah transaksi-transaksi akuntansi dalam bidang yang lebih bersifat fungsional seperti halnya untuk melakukan pross penghitungan gaji karyawan, mengelola hutang-piutang perusahaan, proses stock opname, berbagai fasilitas-fasilitas laporan-laporan pendukung lainnya.

Dan pada akhirnya laporan-laporan tersebut juga akan akan lebih mengarah mengarah kembali ke dalam buku-buku besar agar bisa untuk dianalisa kembali. Sehingga untuk memilih sistem ERP dengan menggunakan fungsi software juga menjadi sangat penting bagi keseluruhan proyek-proyek yang dilakukan.

Pada dasarnya sistem ERP adalah untuk menerapkan pembagian per modul dimana setiap modul-modulnya memiliki fungsi dan juga jenis transaksinya sendiri. Maka dari itu sangat tidak dianjurkan bagi perusahaan untuk memiliki modul-modul ERP yang terpisah-pisah, karena seperti yang sudah dijelaskan dari awal bahwa sebenarnya tujuan utama dari dikembangkannya program ERP adalah untuk mengintegrasikan antara seluruh sistem informasi yang berada dalam perusahaan dengan berbagai kegiatan operasional yang sesungguhnya (realitas operasional perusahaan).

Jika muncul sebuah pertanyaan tentang sistem manakah yang paling terbaik antara software akuntansi dengan program ERP untuk diterapkan pada internal perusahaan, maka gambaran sederhananya adalah akuntansi merupakan sebuah proses untuk pencatatan, pengolahan data-data keuangan, dan pelaporan transaksi-transaksi keuangan perusahaan dan kesemuanya itu sudah termasuk ke dalam satu pintu berupa program/software akuntansi.

Sementara untuk program ERP sendiri adalah berupa perwujudan dari perencanaan-perencanaan yang sudah termasuk didalamnya adalah berupa sumber-sumber daya perusahaan. Program akuntansi banyak memberikan informasi yang lebih bersifat historis dari sebuah perusahaan, sedangkan program ERP lebih memfokuskan untuk menunjukkan gambaran-gambaran tentang bagaimana masa depan perusahaan dimasa mendatang.

Agar bisa melangkah lebih jauh kepada masa depan, maka pastinya juga tetap membutuhkan adanya informasi yang lebih jelas dan cukup akurat dari masa lalu dan untuk meninjau ulang bagaiman tentang keadaan-keadaan pada saat ini. Dapat disimpulkan pula bahwa jika sebenarnya di dalam program ERP bisa dipastikan juga terdapat adanya menu-menu yang lebih bersifat akuntansi, yang mana dari kedua sistem tersebut juga memiliki keterkaitan diantara masing-masing fungsi yang sangat erat kaitannya antara satu dengan yang lainnya.
Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

 

BEBERAPA PENYEBAB YANG MENJADIKAN PROSES REKRUTMEN KARYAWAN BARU MENGALAMI KEGAGALAN TOTAL

Terlalu seringnya terjadi kegagalan dalam proses rekrutmen akan selalu terjadi bagi setiap perusahaan. Nah, kali ini implementor program HRD dan akuntansi akan menjelaskan beberapa alasan yang biasanya menjadi penyebab utama dan seringkali banyak dialami oleh kebanyakan perusahaan dalam sesi proses perekrutan karyawan barunya.

Setiap perusahaan pastinya menginginkan agar semua karyawannya mampu bekerja dengan lebih efektif, efisien dan lebih maksimal dan dari hal itulah mengapa dalam proses rekrutmen para karyawan menjadi begitu penting demi menjamin terjaganya keahlian dan kebiasaan dari setiap masing-masing karyawan.

Namun sayangnya, diantara begitu banyak perusahaan yang telah berkali-kali mengalami kegagalan dalam proses rekritmen karyawan baru. Dan banyak sekali alasan-alasan yang menyebabkan gagalnya proses dari rekrutmen tersebut. Namun secara umum, berikut ini merupakan beberapa alasan-alasan yang seringkali menjadi penyebab utama dari terjadinya kegagalan dalam proses rekrutmen karyawan baru. Dan perusahaan juga wajib untuk mengetahui tentang hal ini agar tidak samapi terjebak dua kali dalam permasalahan yang sama dalam proses perekrutan karyawan barunya.

1. Terlalu Sering Menunda-Nunda Proses Rekruitment.

Pada dasarnya, dalam memulai sebuah usaha tentunya harus menghabiskan banyak sekali waktu. Karena terdapat banyak hal yang semestinya harus bisa diatur, mulai dari menata ruangan kantor, situs, sampai dengan strategi branding perusahaan. Jika tidak lebih berhati-hati, maka Anda bisa saja menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang sia-sia saja, (seperti contoh memilih logo perusahaan atau jenis perabotan kantor) dan terlalu kurang dalam melakukan hal-hal yang mampu untuk menghasilkan uang. Karena itulah, jangan sampai Anda menunda-nunda proses rekruitmen karyawan baru Anda.

2. Tidak Pernah Menyusun Business Plan Terlebih Dahulu.

Sebelum Anda memulai sebuah bisnis, setidaknya Anda membutuhkan adanya perencanaan bisnis (business plan). Mungkin saja banyak diantara Anda yang sudah pernah mendengarkan adanya istilah “gagal dalam hal merencanakan, maka itu sama saja dengan berencana untuk gagal memulai”.

Bagaimanapun juga, frase tersebut memang benar adanya dan pasti akan terjadi. Dengan cara mengetahui apa yang bisa Anda tawarkan dan kepada siapa yang ingin Anda tawari akan sangat membantu Anda dalam memilah-milah karyawan yang yang lebih tepat bagi Anda. Hal seperti itu masih dapat dianalisis dengan business plan. Selain itu, hal ini juga akan menunjukkan tentang bagaimana realistisnya dari model bisnis Anda serta akan sangat membantu Anda ketika membutuhkan modal dari bank.

3. Tidak Pernah Ada Batasan Waktu.

Hanya karena Anda pernah menjadi seorang pemilik dari sebuah bisnis, maka bukan berarti Anda harus menghilangkan batasan waktu dalam perencanaan bisnis Anda. jika Anda dengan begitu saja memulainya, maka tentu saja akan menjadi lebih sulit untuk menjadi tetap fokus terhadap pekerjaan Anda. Karena alasan itulah, maka tentukan terlebih dahulu batas waktu dari sebuah pekerjaan agar setidaknya masih terdapat dasar-dasar terpenting dalam internal perusahaan Anda yang harus bisa Anda penuhi dalam kurun waktu tertentu.

4. Minim, Bahkan Sama Sekali Tidak Ada Pengalaman Apapun.

Secara lebih mengejutkan, banyak diantara para pemilik bisnis yang sama sekali tidak memiliki pengalaman tentang market (pasar) tenaga kerja. Dan akibat buruknya adalah mereka hanya bisa memilih karyawan berdasarkan dengan lebih mengandalkan dari pengalaman mereka sebelumnya yang begitu minim, dan sering kali terlalu jauh berbeda dari setiap market seperti sekarang. Untuk itulah, maka alangkah baiknya untuk memahami market yang ingin dituju, kemudian menentukan kriteria bagi karyawan yang paling tepat untuk posisi tersebut.

5. Tanpa Ada Infrastruktur yang Lebih Memadai.

Kegagalan dalam menginvestasikan dana perusahaan untuk infrastruktur yang lebih memadai tentu saja akan menjadikan perusahaan Anda tidak mungkin akan dapat bertahan lebih lama. Meskipun bagi karyawan yang sudah Anda rekrut sudah memiliki pengalaman dalam hal market tersebut, namun jika infrastruktur yang sudah Anda siapkan masih kurang memadai, maka hal itu seperti sama saja dengan bohong. Selain itu, perlu juga untuk mengontrol kinerja para karyawan, sehingga Anda dapat memantau sendiri bagaimana para karyawan tersebut bekerja serta mengevaluasi kinerjanya agar bisa tetap lebih efisien.

6. Budget Perusahaan yang Kurang Realistis.

Salah satu keahlian terpenting untuk setiap pemilik bisnis ini adalah dalam hal mengatur budget. Budget merupakan napas dari sebuah perusahaan. Jika diantara pemasukan yang jauh lebih kecil apabila dibandingkan dengan pengeluaran, maka hal seperti ini akan menjadi salah satu penyebab utama dari gagalnya proses rekruitmen karyawan di perusahaan, sehingga semakin lama perusahaan akan menjadi bangkrut. Dan karena hal seperti itulah, maka dalam memilih karyawan dengan keahlian serta budget yang lebih tepat dan cukup cocok untuk perusahaan Anda. Selain itu, pastikan juga bahwa hal seperti itu memang yang paling karyawan Anda butuhkan bagi perusahaan Anda.

7. Sudah Gagal Dalam Menarik Kandidat Karyawan Baru.

Seperti yang sudah Anda ketahui, bahwa dengan memiliki kandidat karyawan terbaik akan lebih memudahkan dalam hal proses rekrutmen. Hal seperti ini sebenarnya juga sering kali menjadi penyebab utama mengapa sebuah bisnis bisa gagal untuk berkembang. Mereka tidak mungkin akan dapat menemukan kandidat yang lebih efisien. Selain itu, penerapan strategi dalam menarik kandidat untuk melamar dalam posisi tertentu juga sangat penting. Anda dapat menggunakan jasa dari sebuah situs pencarian kerja atau berupa alat-alat bantu lain yang sekiranya akan sanggup dalam membantu para calon kandidat terbaik dalam menemukan lowongan pekerjaan bagi Anda.

Kesalahan memang sangat wajar untuk terjadi dan tanpa sengaja dilakukan oleh manusia. Namun jika kesalahan tersebut masih dapat dihindari, mengapa Anda harus menerima akibat buruknya? Maka dari itu, dengan cara mempelajari apa saja yang menjadi penyebab utama dari kebanyakan gagalnya proses rekrutmen karyawan baru pada sebuah perusahaan. Mafka implementor program HRD dan akuntansi mengharapkan agar setidaknya Anda masih bisa untuk menghindari terjadinya kesalahan-kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya, sehingga bisnis Anda masih memiliki peluang agar dapat berkembang dengan lebih efisien.

Sebagai seorang HR atau HR sekaligus sebagai seorang pemilik bisnis, memang sangat penting bagi Anda untuk lebih memfokuskan diri terhadap hal-hal yang bersifata lebih strategic. Dan sekarang ini kabar baiknya adalah seorang manajemen personalia akan dapat menyelesaikan berbagai urusan Administrasi dengan lebih mudah dengan adanya software HRD dan payroll, serta semakin mempermudah dengan didukung oleh teknologi yang sudah berbasis cloud.

Apabila Anda membutuhkan informasi tentang artikel ini dengan lebih lanjut, atau membutuhkan pembimbingan mengenai set up Distributor, pembuatan SOP distributor, software accounting, software HRD dan Payroll, software distributor, bisa langsung menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-8521172 atau 081-252-982900. Kami siap membantu Anda!

Scroll to top