Tag: Software accounting perusahaan distro

PROSEDUR PENGELUARAN KAS KECIL

Pada Kesempatan kali ini Konsultan Manajemen Groedu  akan berbagi tips mengenai prosedur pengeluaran kas kecil (Petty Cash).
Laporan keuangan diawali dengan menerima transaksi, lalu kemudian mengklasifkasikan dan mencatatnya. Dalam proses pencatatan bukti transaksi tidak semua staff berhak melakukannya, hanya staf yang berkaitan dengan tugas yang diijinkan. Maka dengan demikian perlu dibentuk sebuah sistem dan prosedur yang berfungsi untuk memproses Informasi baik transaksi keuangan dan non keuangan.

Berikut dibawah ini Prosedur umum dalam mekanisme pengeluaran kas kecil :
1. Karyawan meminta dana kepada bagian keuangan (Finance) sebesar atau kurang dari Rp 1.000.000,- dari dana kas kecil untuk membeli kebutuhan perusahaan.
2. Bagian keuangan memberikan dana yang diminta oleh karyawan
3. Karyawan membeli barang yang dibutuhkan.
4. Karyawan mengisi formulir pengeluaran kas kecil atau Bukti Pengeluaran Kas, degan tidak lupa melampirkan bukti transaksi seperti kwitansi (asli), atau bukti lain yang relevan.
5. Bukti pengeluaran kas kemudian diterima oleh bagian keuangan.
6. Bagian keuangan memeriksa kelengkapan dan validitas Bukti pengeluaran kas beserta bukti transaksinya.
7. Bagian keuangan boleh mengembalikan Bukti Pengeluaran Kas (BPK) apabila dinilai kurang informatif atau perlu diperbaiki.
8. Bagian keuangan kemudian memberikan tanda tangan pada Bukti Pengeluaran Kas (BPK) apabila sudah diverifikasi dan dinilai lengkap dan benar.
9. Bagian Keuangan meneruskan Bukti Pengeluaran Kas (BPK) ke General Manager sebagai tanda bahwa manajer perlu mengetahui dan menyetujui pengeluaran kas untuk transaksi tersebut.
10. Bukti Pengeluaran Kas yang telah lengkap tanda tangannya kemudian di input ke dalam software accounting atau di rekap pada aplikasi lainnya.
11. Bagian Keuangan (Finance) melaporkan semua transaksi pengeluaran kas ke pada Bagian akuntasi (Accounting) agar dicatat sebagai pengeluaran bulanan.

Dibawah ini beberapa tips yang dapat digunakan untuk membuat prosedur pengeluaran kas kecil.
Pengendalian yang Sederhana
Pengendalian memang penting untuk menjaga harta perusahaan. Sebagai pengendalian atas dana kas kecil, manajemen memberlakukan kebijakan agar setiap transaksi ditandatangani oleh pihak-pihak yang berwenang seperti bagian keuangan dan General manager. Akan tetapi, agar dana kas dapat terkendali lebih baik dan tidak menambah pekerjaan administrasi petinggi perusahaan, maka perlu manajemen perlu membentuk kebijakan pada otorisasi kas kecil. Misalnya Hanya pengeluaran diatas Rp 1.000.000,- yang membutuhkan persetujuan General manajer, transaksi dibawahnya hanya diotorisasi oleh bagain keuangan.

Memperbesar Nilai Saldo
Persetujuan yang terlalu panjang memang meningkatkan pengendalian harta perusahaan, tetapi juga akan menciptakan masalah baru. Masalah yang sering muncul ialah disaat permintaan kas kecil meningkat. Pengendalian yang terlalu berlebihan dan ketat dapat menyebabkan pembayaran menjadi tertunda. Jika masalah terletak pada jumlah ketersediaan dana pada kas kecil, manajemen dapat meningkatkan saldo kas kecil. tetapi jika masalah pada pertimbangan persetujuan (approval), langakah bijaknya ialah menetapkan kebutuhan approval sesuai dengan besarnya kebutuhan dana.

Nah, itulah tips seputar prosedur pengeluaran kas kecil. Apabila pembaca ingin memahami lebih dalam prosedur pengeluaran kas kecil, membutuhkan konsultasi manajemen, dan membutuhkan Software Accounting pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 (wa) atau 081-8521172 (Office). Kami siap membantu
Sampai bertemu di pembahasan artikel selanjutnya

AGILE INTERNAL AUDIT

Telah banyak mendengar perbincangan mengenai bisnis operasional yang kini semakin Agile. Memberikan klaim bahwa perusahaannya agile. Menganggap bahwa mereka termasuk dalam golongan yang agile. Ikut trend.. mengikuti perkembangan jaman. Jika tidak mengikuti perkembangan jaman maka kita dianggap kudet (kurang update).
Sekarang kita tidak berbicara mengenai bisnis operasional, namun kita coba berbicara mengenai beberapa aspek Agile yang mungkin di luar perkiraan anda. Seperti Internal Audit.
Kebanyakan dari kita tidak berpikir secara bijaksana terhadap fungsi internal audit pada kebanyakan perusahaan besar. Internal audit nampak seperti birokrat bermata hijau, dan orang-orang yang selalu mengikuti peraturan. Mereka merupakan pembela peraturan, pemegang teguh kepatuhan, orang-orang kepercayaan di dalam birokrasi.
Apakah seperti gambaran internal audit di dalam benak anda ?

Sebagian besar fungsi internal audit tidak memberikan nilai tambah.
Laporan yang dikeluarkan oleh Pwc akhir-akhir ini begitu mengejutkan, perusahaan penyedia jasa multi nasional di New York, menyimpulkan bahwa hanya 44% dari stake holder internal percaya bahwa fungsi internal audit memberikan nilai tambah. Parahnya lagi, kepercayaan stake holder menurun dari 54% di tahun 2016 menjadi 44% di tahun 2017. Laporan tersebut menyatakan bahwa penurunan tersebut merupakan penurunan tertinggi selama lima tahun terakhir.
Satu alasan bahwa beban kepatuhan yang bertambah terus menerus dan tekanan untuk berbuat lebih dengan tindakan seminimal mungkin.
Alasan lainnya yakni perusahaan tersebut memang sedang mengalami disrupsi besar-besaran. Disrupsi, atau perubahan secara drastis oleh faktor eksternal. Kenyataannya, memang cepat, melalui inovasi akan menumbuhkan pasar-pasar baru, perputaran ekonomi, regulasi baru atau bahkan bencana masiv dalam ekonomi.
Pandangan tradisional terhadap internal audit sebagai kepatuhan-menyalurkan jaminan yang obyektif terhadap efektifitas pengendalian internal audit – tidak sesuai dengan lingkungan yang bergejolak. Apakah menurut anda perusahaan yang telah menerapkan rencana dan deal dengan risiko yang telah diketahui, rencana telah dipertaruhkan dan ketika resiko ketidak pastian telah datang dari berbagai hal yang tidak terduga merupakan perusahaan terbaik ?
Garis abu-abu dan ketidak pastian di dalam laporan, yakni bagian terpenting dari fungsi internal audit. berdasarkan pada survey ratusan perusahaan 18% merupakan cara terbaik dan mengadopsi pendekatan agile di dalam fungsi Internal Audit.

Tujuh kunci untuk Agile Internal Audit
Berdasarkan pada laporan tersebut, tujuh kunci pelopor internal audit yakni :
Pertama, aktif dan cakupannya lebih luas di dalam situasi disrupsi. Fungsi audit internal membantu perusahaan mengantisipasi dan merespon kekacauan bisnis. Hal tersebut membuat disrupsi menjadi semakin terjalin, misal seperti privasi dan ciber security, tidak hanya area-area yang terkait dengan compliance saja. Contoh lainnya yakni lebih dari dua pertiga peristiwa yang berhubungan dengan brand dan reputasi, perkembangan teknologi, dan perubahan model bisnis. Bahkan membantu perusahaan berurusan dengan kekacauan operasional tentunya seperti perubahan regulasi.
Kedua, bersiap-siap dan beradaptasi. Pelopor Agile di dalam fungsi internal audit adalah menyiapkan dan adaptasi serta bersiap-siap terhadap efektifitas di lingkungan yang kacau. Mereka percaya bahwa perubahan tambahan tidak cukup untuk membuat bisnis berubah. Malahan, mereka percaya bahwa perlu berpikir beda untuk membuat perubahan dramatis. Mengantisipasi dan merespon dengan cepat terhadap kekacauan.
Ketiga, menilai resiko kekacauan yang mungkin akan terjadi di masa depan. Pelopor Agile pada fungsi internal audit adalah menentukan kekacauan yang mana yang mungkin akan terjadi, kemudian mengukur seberapa signifikan dampak yang akan diterima. Proyeksi masa depan atas kejadian termasuk risiko dapat membantu memperbaiki keputusan investasi.
Keempat, proactive di dalam keadaan kacau. Misalnya pelopor Agile lebih sering menyediakan pandangan-pandangan terkait dengan risiko yang berkaitan dengan kekacauan, sebelum kekacauan terjadi, dan kemudian memberikan saran dengan sudut pandang proses dan desain pengendalian yang dibutuhkan sebagai respon.
Kelima, talenta manajemen yang fleksibel. Seorang model management bertalenta kini tidak lagi merupakan sebuah inovasi, sebuah laporan menyatakan bahwa  mengingat laju perubahan, internal audit tidak dapat berharap pada sumber, pelatihan dan pengembangan, sebab talenta tetap relevan terhadap perubahan dan risiko lingkungan bisnis.
Keenam, perencanaan yang fleksibel. Pelopor agile di dalam fungsi internal audit mengakui bahwa kebutuhan untuk membangun kekacauan yang mungkin terjadi ke dalam perencanaan dan penilaian risiko. Mustahil mengidentifikasi semua potensi kekacauan bisnis, namun paling tidak ada satu dari sekian yang telah diprediksi terjadi. Fungsi perencanaan internal audit yang lincah yakni merespon hal ini dan merencanakan upaya dengan menggunakan sumber yang ada. Sekitar 73% fungsi agile internal audit merubah rangkaian dan sisanya mengevaluasi risiko.
Ketujuh, kolaborasi dengan lini lainnya. Sebuah laporan menyatakan bahwa 76% fungsi agile internal audit memaukan partner dengan manajemen risiko lainnya dan fungsi kepatuhan. Akibatnya pelopor agile Internal audit memahami kembali tujuan utama fungsi internal audit. Mereka mengaspirasi untuk bertindak sebagai pemberi nasehat terpercaya, tidak hanya sebagai pengawas kepatuhan dengan peraturan yang lama.
Laporan menyatakan bahwa hampir separuh dari pelopor internal audit Agile mencapai status kepercayaan sebesar 9% hingga 18%. Laporan tersebut juga menyebutkan 55% dari responden mengatakan bahwa mereka menginginkan internal audit menjadi bagian yang paling terpercaya pada tahun 2020.
Laporan tersebut menggugah semua internal auditor. Bagaimanapun juga, gap yang ada diantara kinerja internal audit dan harapan dari stakeholder bukan hal mustahil untuk di dekatkan, penyediaan kesempatan kepada fungsi internal audit agar mampu menyediakan lebih banyak nilai tambah. Pada kenyataannya, fungsi internal audit dapat juga memberikan pengaruh buruk pada organisasi yang akhirnya tidak sesuai dengan harapan stakeholder.
Sejujurnya internal auditor perlu memberikan nilai-nilai kepada para stakeholder baik melalui produk ataupun jasa yang dihasilkan. Feed back yang diberikan oleh para stake holder akan membuat fungsi audit lebih luwes, membuat perubahan, dan memberikan nilai tambah di lingkungan yang berubah-ubah, tidak pasti, kompleks dan ambigu.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai hal-hal terkait disrupsi. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) perusahaan dan butuh Accounting Software pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu anda.

AKUNTANSI REAL ESTAT: 3 KESALAHAN YANG MEMBAWA AGEN-AGEN TURUN

Banyak aspek dari industri real estat yang rumit, dan tidak terkecuali untuk bidang akuntansi real estat. Untuk mencapai kesuksesan besar sebagai profesional real estat, Anda harus secara aktif menghindari perangkap akuntansi umum yang dapat menghambat kemampuan Anda untuk menutup transaksi dan memajukan bisnis Anda.
Melalui pendekatan akuntansi yang salah dapat membuat Anda mencari solusi dan menghilangkan perhatian Anda dari upaya profesional Anda. Dengan mendapatkan pemahaman tentang kesalahan umum yang harus dihindari, Anda dapat mengubah praktik akuntansi Anda untuk menghilangkan hambatan potensial ini dan menjaga bisnis Anda tumbuh dengan lancar dan berkelanjutan. Dalam artikel ini, kami menguraikan 3 kesalahan umum yang harus diperhatikan.

Gagal Menunggu Hingga Transaksi Penutupan untuk Mencairkan Dana
Bahkan ketika tampaknya seolah-olah semuanya baik-baik saja dengan transaksi, kejadian tak terduga dapat menyebabkan detail pembelian berubah atau gagal pada saat terakhir. Jika situasi ini terjadi dan Anda mencairkan simpanan escrow sebelum menunggu transaksi ditutup sepenuhnya, Anda mungkin berada di jalur untuk dana tersebut.
Untuk mencegah pembukuan, Anda harus menunggu hingga transaksi ditutup secara resmi dengan mengonfirmasi pertukaran kunci dan pendaftaran properti. Kalau tidak, Anda berisiko harus berebut akun untuk dana yang hilang karena perubahan menit terakhir dibuat untuk kontrak.
Memesan pembalikan pembayaran yang dicairkan dapat memakan waktu yang luar biasa karena jumlah langkah yang diperlukan untuk proses itu. Selain membuat buku-buku akuntansi Anda berantakan, situasi ini dapat merusak reputasi Anda sebagai agen real estat yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab.

Kurangnya Pemisahan Antara Akun Bisnis dan Pribadi
Kemampuan Anda untuk secara akurat melacak transaksi dan kepemilikan perusahaan real estat Anda tergantung pada pencatatan yang cermat. Catatan tersebut harus menunjukkan pemisahan yang jelas antara dana real estat Anda dan keuangan pribadi atau Anda bisa mengambil risiko membuat kesalahan akuntansi yang berbahaya.
Untuk mencegah masalah ini, pastikan untuk menjaga semua transaksi bisnis mengalir melalui satu akun dan transaksi pribadi melalui yang lain. Selain itu, pastikan bahwa setiap transaksi real estat Anda menerima jalur entri data dalam perangkat lunak akuntansi Anda untuk mencegah risiko kesalahan dalam perhitungan di masa mendatang.
Pembayaran komisi, khususnya, harus selalu ditampilkan sebagai item baris dalam catatan bisnis sebelum mentransfer ke akun pribadi Anda. Pastikan untuk mencadangkan perangkat lunak akuntansi Anda dari waktu ke waktu untuk mencegah hilangnya data yang dapat memengaruhi kemampuan Anda melacak transaksi untuk agen real estat Anda.

Salah Mendekati Proses Pengajuan Pajak
Kelengkapan dan pengarsipan pajak yang salah dapat berdampak besar pada upaya real estat Anda. Anda harus bekerja secara aktif dalam pedoman tahunan untuk mengurangi beban pajak Anda dan menyimpan lebih banyak uang hasil jerih payah Anda di akun Anda.
Sebagai agen real estat, Anda harus memutuskan apakah akan lebih menguntungkan jika menggunakan metode tunai atau akrual. Anda dapat menjalankan angka untuk setiap skenario sebelum mengajukan untuk memverifikasi bahwa metode yang Anda pilih akan mengurangi kewajiban pajak Anda untuk tahun itu.
Namun, sebagai bagian dari prinsip konsistensi akuntansi, metode apa pun yang Anda pilih harus menjadi metode yang Anda gunakan setiap tahun.
Melakukan persiapan pajak dan proses pengarsipan tanpa mempertimbangkan semua opsi dapat membuat Anda terbebani oleh pembayaran pajak hingga tahun-tahun mendatang.

Pastikan Teknik Akuntansi Anda Membantu Anda Sukses
Jika menuju ke proses akuntansi tampaknya terlalu penuh dengan kesulitan untuk didekati sendiri, pertimbangkan untuk menyewa seorang ahli untuk membantu Anda. Anda dapat bekerja bersama seorang Profesional akuntan untuk memastikan catatan keuangan Anda dan metode pengarsipan pajak memfasilitasi kesuksesan Anda di dunia real estat.
Anda juga perlu bermitra dengan banyak profesional berbeda saat membangun kerajaan real estat dan merentangkan sayap ke cakrawala baru, jadi jangan ragu untuk menjangkau ketika Anda perlu memperkuat pendekatan Anda.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai akuntansi real estat: 3 kesalahan yang membawa agen-agen turun. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan butuh Accounting Software pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu
Sampai bertemu di pembahasan artikel selanjutnya.

Scroll to top