Tag: Software accounting untuk pajak Menado

MENGENAL TAX REFUND BESERTA SYARAT & CONTOHNYA

Anda tentu bisa menebak bahwa topik kali ini sangat terkait dengan perpajakan. Namun dalam topik kali ini, Tax Refund cukup berbeda dibandingkan dengan berbagai bentuk pajak lainnya. Tak banyak orang yang mengetahui seputar topik ini dan kalua pun ada, tak banyak yang mengerti secara mendalam. Untuk itu melalui artikel kali ini, kami akan berbagi ulasan singkat seputar topik diatas.

Seputar Tax Refund
Perlu diketahui sebelumnya bahwa Tax Refund ini terkait dengan pengembalian Pajak Pertambahan Nilai pada Wisatawan Asing yang melakukan transaksi atau berbelanja di dalam negeri, namun transaksi yang terhitung dalam Tax Refund hanya berlaku untuk pembelian barang saja, dan jasa semacam hotel atau restoran tidak akan turut dihitung.

Pemerintah Indonesia memfasilitasi tax refund dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 120/PMK/03/2019 tentang Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian Permintaan Kembali Pajak Pertambahan Nilai Barang Bawaan Orang Pribadi Pemegang Paspor Luar Negeri yang berlaku sejak 1 Oktober 2019 kemarin. Disitu disebutkan bahwa Wisatawan Asing yang berbelanja minimal Rp500.000 di toko berlogo khusus dan jika totalnya mencapai Rp5.000.000 berhak mendapatkan pengembalian pajak pertambahan nilai (PPN). Perlu anda ketahui pula bahwa Tax Refund hanya berlaku pada wisatawan asing saja, tidak untuk WNI.

Syarat-Syarat Tax Refund
Syarat-syarat tersebut, antara lain:

  • Melakukan transaksi pembelian barang di toko berlogo “Tax Refund for Tourist” di seluruh Indonesia dengan menunjukkan paspor. Wisman harus memiliki faktur pajak yang valid (faktur pajak terlampir dengan satu struk pembayaran).
  • Pembayaran pajak minimum sebesar Rp50.000 per transaksi dan jumlah semua pajak dari beberapa struk minimal Rp500.000.
  • Barang dibeli 1 bulan sebelum meninggalkan Indonesia.
  • Barang yang dibeli harus dibawa keluar dari Indonesia sebagai bagasi tambahan dalam waktu 1 bulan sejak tanggal pembelian.

Wisatawan Asing tersebut bisa memilih opsi pembayaran Tax Refund ini, baik itu dibayar secara tunai atau melalui transfer bank, dengan syarat:

  • Dibayar tunai dengan mata uang rupiah jika jumlahnya tidak lebih dari Rp5.000.000.
  • Ditransfer ke bank pilihan jika jumlahnya melebihi Rp5.000.000. Wisman harus memberikan data-data yang lengkap seputar nomor rekening bank, nama akun, alamat, nomor routing bank, bank yang dituju untuk transfer, dan mata uang yang diminta untuk Tax Refund. Transfer akan dilakukan dalam waktu satu bulan sejak diterimanya permohonan pengembalian pajak.

Contoh Tax Refund sendiri telah turut tersematkan pada pembahasan sebelumnya beserta syarat terkait. Mungkin cukup sekian pembahasan pada artikel kali ini.

Sekaligus mengakhiri artikel kali ini. Tahukah anda bahwa kami, Tim GroEdu senantiasa menyediakan layanan konsultasi & training bisnis terutama bagi anda yang tertarik untuk memulai bisnis atau bagi anda yang ingin berupaya meningkatkan kredibilitas bisnis anda melalui beberapa aspek dalam berbisnis. Layanan kami tidak hanya terpaku pada satu aspek, melainkan aspek lainnya yang menyangkut bisnis seperti manajemen bisnis, operasional bisnis dan masih banyak lagi. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com atau langsung melalui nomor Whatsapp berikut, 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu anda. Semoga ulasan ini bermanfaat, sekian terima kasih.

 

HIMBAUAN MEMBAYAR DAN MELAPORKAN PAJAK TAHUNAN PRIBADI DAN PERUSAHAAN

Seperti yang kita ketahui bahwa membayar dan melaporkan pajak merupakan kewajiban kita selaku warga negara tiap tahunnya. Dan oleh karena itu anda juga perlu memperhatikan beberapa himbauan terkait, seputar proses pembayaran dan pelaporan pajak itu sendiri. Pada artikel kali ini, kami Tim GroEdu (Lembaga Konsultan Bisnis yang sudah dipercaya di berbagai kota besar seperti Surabaya, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Denpasar dan kota-kota besar lainnya) akan berbagi ulasan terkait himbauan seputar topik kali ini.

 

Jenis Formulir SPT Tahunan

Formulir SPT merupakan dokumen yang wajib kita isi saat ingin melaporkan pajak yang memiliki beberapa jenis, antara lain:

  1. Formulir 1770 SS

Untuk pegawai dengan total penghasilan kurang dari Rp60.000.000 per tahun. Dalam formulir tersebut terdapat beberapa kolom yang harus diisi seperti kolom identitas pribadi, pajak penghasilan, daftar harta dan kewajiban, pernyataan, serta lampiran tambahan misalnya bukti potong pajak atau laporan amnesti pajak lengkap.

  1. Formulir 1770 S dan lampirannya.

Untuk pegawai yang memiliki penghasilan lebih dari Rp60.000.000. Bagian yang harus diisi pada formulir SPT ini meliputi identitas, penghasilan kena pajak, PPh terutang, kredit pajak, dan pernyataan. Adapun lampiran tambahan yang harus disertakan oleh wajib pajak pengguna formulir 1770 S yang meliputi: bukti potong pajak, surat kuasa, lampiran zakat, dan lembar perhitungan.

  1. Formulir 1770.

Khusus untuk pemilik badan atau pegawai dengan sumber pendapatan lain/sampingan. Kolom yang harus diisi kurang lebih sama dengan formulir 1770 S. Hanya saja, pemilik badan wajib menyerahkan lampiran tambahan rekapitulasi laporan keuangan/peredaran bruto pemilik usaha.

 

Aset yang Harus Dilaporkan

Berdasarkan Peraturan Ditjen Pajak Nomor PER-19/PJ/2014, beberapa jenis harta yang wajib dicantumkan wajib pajak dalam SPT Tahunan, antara lain:

  • Harta pada laporan SPT Tahunan sebelumnya

Harta yang tahun sebelumnya sudah dilaporkan harus dicantumkan kembali pada SPT tahun ini. Namun, jika harta tersebut sudah dijual atau dalam artian sudah bukan milik anda, Anda tak perlu lagi mencantumkannya.

  • Kas dan sekelasnya

Dapat berupa tabungan, uang tunai, reksa dana, deposito, giro, serta komponen investasi lainnya.

  • Harta tak bergerak

Meliputi barang elektronik, furnitur berharga, atau barang koleksi bernilai tinggi yang harus dicantumkan dalam SPT Tahunan.

  • Tanah dan bangunan

Tanah bangunan tempat tinggal, tempat bisnis seperti toko, pabrik, gudang, ruko, atau rumah kontrakan.

  • Alat Transportasi (Kepemilikan Anda)

Alat transportasi milik Anda ataupun transportasi organisasi milik anda juga harus dicantumkan dalam SPT tanpa memandang jenis transportasi tersebut

  • Perhiasan

Meliputi logam mulia, berlian, intan, dan batu mulia lainnya. Baik perhiasan tersebut merupakan property investasi ataupun koleksi harus turut dicantumkan tanpa terkecuali.

 

Sekaligus mengakhiri artikel ini. Tahukah anda bahwa kami, Tim GroEdu senantiasa menyediakan layanan konsultasi & training bisnis terutama bagi anda yang tertarik untuk memulai bisnis atau bagi anda yang ingin berupaya meningkatkan kredibilitas bisnis anda melalui beberapa aspek dalam berbisnis. Layanan kami tidak hanya terpaku pada satu aspek, melainkan aspek lainnya yang menyangkut bisnis seperti manajemen bisnis, operasional bisnis dan masih banyak lagi. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com atau langsung melalui nomor Whatsapp berikut, 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu anda. Semoga ulasan ini bermanfaat, sekian terima kasih.

 

PENGARUH GST (GOOD AND SERVICE TAX) DALAM BISNIS

GST, mungkin istilah ini sedikit asing bagi anda, namun bila dijelaskan secara singkat, GST dapat di sama artikan dengan PPN (Pajak Pertambahan Nilai di Indonesia). Penerapan sistemnya pun sama, dan lagi cenderung lebih modern. Rata-rata software accounting pun mulai mengikuti standar GST tersebut. GST sendiri dalam istilah lain juga disebut VAT (Value Added Tax) yang dikenakan pada barang dan layanan publik.
Indonesia masih belum menerapkan sistem GST hingga saat ini dengan PPN. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa Negeri kita ini juga akan menerapkan GST, cepat atau lambat. Disamping itu terdapat beberapa perbedaan signifikan antara GST dengan PPN seperti Tarif Pajak, Objek Pajak dan Pelaporan Pajaknya.
Melirik negeri tetangga yaitu Singapura yang telah menerapkan sistem ini, perbedaan diatas cukup signifikan, dimana jumlah pajak yang diterapkan lebih sedikit namun meningkat secara signifikan tiap tahunnya, kemudian objek pajak yang lebih sedikit hingga sistem pelaporan pajaknya yang bisa dibilang cukup fleksibel.
Kemudian melalui artikel kali ini, kami akan membahas seputar peran atau pengaruh GST terhadap jalannya aktivitas Bisnis. Berikut ulasannya:

Menentukan Laba Yang Diperoleh
Pajak seringkali dianggap sebagai beban bagi perusahaan karena besar pajak akan mempengaruhi laba yang diperoleh. Umumnya perusahaan akan berusaha memperkecil jumlah pajak agar laba yang diperoleh lebih optimal. Dalam GST apabila dilihat dari negeri tetangga, tarif pajaknya dapat dibilang cukup friendly dan perusahaan pun dapat memperoleh laba yang diinginkan dengan adanya sistem tersebut.

Mencegah Pemborosan
Dalam suatu kasus apabila perusahaan tidak dikenakan pajak maka pihak pengusaha pun cenderung terlarut dan tidak memahami letak pengeluaran yang efisien. Dan tentunya hal tersebut akan mengakibatkan dampak negative bagi kondisi finansial perusahaan karena kurangnya kontrol keuangan akibat terlena akan ketidakhadiran pajak. GST sendiri memiliki rasio dan frekuensi pajak yang cukup fleksibel, selama anda rutin membayar pajak maka kondisi finansial di bidang lain tidak akan terganggu selama pengelolaannya tepat.

Memberikan Beban Pajak Cukup Minim
Mulai dari sistem pelaporannya yang dihitung melalui periode awal hingga akhir yang ditentukan atau disepakati, dan tidak terikat tanggal seperti PPN. Sistem seperti ini sangatlah membantu dan cukup meringankan perusahaan anda. Anda pun dapat lebih mudah merencanakan tax planning sesuai periode awal dan tidak perlu repot-repot menghitung tanggal.

Manajemen Pajak Lebih Mudah
Dengan segala fleksibilitas yang diberikan, maka anda pun akan lebih mudah mengelola biaya pajak. Tarifnya yang rendah tentunya juga sangat menguntungkan perusahaan. Dan perusahaan pun dapat berfokus mencapai target laba tanpa harus terlalu terbebani oleh biaya pajak dengan sistem GST ini.

Baca Juga : 5 HAL DASAR YANG PERLU DIMILIKI OLEH PEBISNIS SKALA HOME INDUSTRI

Itulah sekiranya ulasan singkat seputar pengaruh GST terhadap suatu perusahaan. Sekaligus mengakhiri artikel kali ini. Tahukah anda bahwa kami, Tim GroEdu senantiasa menyediakan layanan konsultasi & training bisnis terutama bagi anda yang tertarik untuk memulai bisnis atau bagi anda yang ingin berupaya meningkatkan kredibilitas bisnis anda melalui beberapa aspek dalam berbisnis. Layanan kami tidak hanya terpaku pada satu aspek, melainkan aspek lainnya yang menyangkut bisnis seperti manajemen bisnis, operasional bisnis dan masih banyak lagi. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com atau langsung melalui nomor Whatsapp berikut, 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu anda. Semoga ulasan ini bermanfaat, sekian terima kasih.

MENGENAL SISTEM PERPAJAKAN BISNIS ONLINE

Bisnis online atau e-commerce telah menjamur di kalangan masyarakat Indonesia. Ditengah banyaknya kemudahan yang diberikan, banyak orang yang tergiur dan mulai menekuni bisnis online. Namun tahukah anda bahwa bisnis online pun tak luput dari yang namanya pajak tetapi tidak semua bisnis online akan terkena pajak. Suatu missal anda hanya sekedar menjual beberapa barang secara online dan barang yang dijual pun acak maka tidak akan dihitung dan hanya digolongkan proses jual beli biasa/privat tanpa adanya tujuan berbisnis.
Sedangkan bagi toko mulai dari UMKM hingga industri skala besar yang menjual produknya secara online maka akan terhitung berkewajiban membayar pajak. Dan melalui artikel kali ini, kami Tim GroEdu hendak berbagi wawasan seputar perpajakan bisnis online. Perlu anda ketahui bahwa sejatinya sistem perpajakan dalam bisnis online sama saja seperti sistem perpajakan pada umumnya, hanya saja media dan sarana nya saja yang berbeda. Jenis pajak online shop adalaha sebagai berikut.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Pemerintah telah menetapkan aturan mengenai batasan Pengusaha Kena Pajak (PKP), yaitu pengusaha yang memiliki omset hingga Rp 4,8 miliar per tahun. Dengan demikian, semua pelaku usaha termasuk pebisnis online yang omsetnya mencapai jumlah tersebut, wajib memungut PPN atas setiap transaksinya. Setiap tahun KPK akan mengambil 10% atas setiap transaksi bisnis online, dan menyetorkannya pad akas negara.

Pajak Penghasilan (PPh)
Saat ini belum ada aturan khusus mengenai perlakuan PPh atas pengusaha e-commerce, sehingga masih mengikuti ketentuan pajak penghasilan secara umum. Khusus untuk pelaku pengusaha e-commerce orang pribadi, pengenaan pajak pada dasarnya disamakan dengan toko konvensional. Berdasarkan PP Nomor 46 tahun 2013, perlakuan pajak pengusaha e-commerce dengan omset hingga Rp 4,8 milliar dikenakan pajak sama dengan pajak UMKM, yaitu 1% dari omset.

Pemerintah sendiri juga menegaskan bahwa penerapan pajak pada e-commerce bukanlah hal baru melainkan penegasan ulang terhadapnya, hal tersebut dikarenakan proses e-commerce yang telah dibagi menjadi dua kegiatan besar yaitu online marketplace dan classified ad yang menyangkut penyediaan toko online dan periklanan online tidak memerlukan sistem yang berbeda, dengan kata lain dapat diadaptasikan dengan sistem perpajakan saat ini. Itulah sekiranya ulasan singkat seputar perpajakan e-commerce. Jika anda membutuhkan informasi lebih detil tentang artikel diatas atau ingin berkonsultasi bagaimana praktek pajak yang baik untuk bisnis anda. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com atau langsung melalui nomor Whatsapp berikut, 0812-5298-2900 dan 0813-3309-9915. Kami siap membantu anda.

Scroll to top