Tag: Tujuan stock opname

MANFAAT MELAKUKAN STOCK OPNAME UNTUK PERUSAHAAN

Hanya sedikit orang yang mengerti tentang stock opname. Stock opname adalah kegiatan menghitung persediaan barang di gudang yang akan dijual secara fisik. Kegiatan ini tentunya akan memakan banyak waktu karena Anda akan mengecek langsung kondisi stok Anda. Oleh karena itu, perusahaan harus mengatur waktu yang efisien untuk dapat melakukannya.
Selanjutnya untuk menghemat banyak waktu, biasanya dapat menggunakan teknologi Bar Code karena dapat membantu perusahaan mengurangi kesalahan dalam pencatatan dan penghitungan saham. Stock opname dapat digunakan oleh setiap perusahaan, tidak hanya untuk perusahaan manufaktur saja.

Tujuan dari Stock Opname
Ada beberapa alasan mengapa perusahaan memilih untuk melakukan stock opname. Beberapa tujuan penggunaan opname saham adalah kas, aset, hutang, dan piutang. Beberapa perusahaan menggunakan Stock Opname untuk memeriksa kas dan pasokan barang mereka. Sedangkan pada perusahaan manufaktur, stock opname dilakukan untuk pengecekan bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi.
Pada perusahaan manufaktur terdapat kantor audit yang dikhususkan untuk menjalankan kegiatan opname saham. Selain itu, perusahaan mengharapkan petugas audit memberikan hasil yang terbaik. Jika hasilnya berbeda dengan jumlah saham, perusahaan dapat membuat kebijakan berdasarkan peraturan perusahaan.

Waktu yang Tepat untuk Melakukan Stock Opname
Waktu yang tepat untuk melakukan stock opname sangat bergantung pada kebijakan perusahaan. Beberapa perusahaan melakukan stock opname sebulan sekali, setiap tiga bulan, atau setiap 4 bulan. Namun, perusahaan melakukan stock opname setiap 3 atau 4 bulan untuk melihat hasil yang berbeda setiap bulannya. Apalagi Stock opname juga membutuhkan akurasi yang tinggi.

Manfaat Stock Opname
Stock opname memiliki banyak keuntungan selain mengecek nomor stock di Gudang. Berikut beberapa keuntungan dari stock opname seperti:
• Meminimalkan kesalahan dalam pengecekan stok, baik keuntungan maupun kerugiannya.
• Dapat mengetahui kesalahan barang hilang dengan cepat dan dapat mengurangi resiko stok kosong.
• Dapat digunakan sebagai analisis tahunan sebelum perusahaan dapat berkembang.
• Dapat memahami arus keluar dan masuknya stok dengan pasti.
• Bisa mengetahui kondisi stok secara pasti.

Sekali lagi stock opname adalah kegiatan penghitungan yang bertujuan untuk mengetahui jumlah fisik persediaan yang ada di gudang. Stock opname merupakan kegiatan yang penting dilakukan karena salah satu fungsi dari pengendalian internal. Pada dasarnya, stock opname tidak hanya digunakan untuk menghitung persediaan saja, tetapi juga dapat digunakan untuk menghitung barang atau benda yang berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan. Sampai sini jika Anda membutuhkan bantuan perihal manajemen persediaan perusahaan Anda. Silahkan hubungi kami melalui email groedu@gmail.com, atau bisa langsung menghubungi kami melalui nomor whatsapp 0812-5298-2900. Kami siap membantu Anda.

KLASIFIKASI BARANG-BARANG PERSEDIAAN (INVENTORY) DAN TUJUAN DARI DILAKUKANNYA PROSES STOCK OPNAME (2)

Pada Kesempatan kali ini aplikator software accounting akan kembali lagi berbagi informasi tentang Stock Opname. Artikel ini bertujuan untuk melanjutkan artikel yang sebelumnya dengan judul yang sama namun dengan tema yang berbeda “LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS DILAKUKAN PADA SAAT PROSES STOCK OPNAME PERSEDIAAN” yang sebelunya diawali dengan kasus Pada PT. Kimia Farma (Persero) Tbk. Artikel yang sebelumnya menjelaskan secara teknis dalam hal melakukan stock opname, mulai dari berbagai persiapannya sampai pelaksanaan. Namun dalam pembahasan kali ini akan lebih berfokus terhadap tujuan dari proses stock opname secara lebih mendalam. Terlebih dahulu perlu mengetahui bagaimana klasifikasi dari persediaan.

Barang-barang yang dapat diklasifikasikan ke dalam akun Persediaan (Inventory) adalah sebagai berikut:

1. Barang-barang untuk bahan baku (raw material).
2. Barang Pembantu (Factory/Manufacturing supplies) yang paling banyak digunakan untuk proses produksi atau untuk pemberian jasa misalnya oli, bensin.
3. Barang dalam proses (working in process) atau barang-barang setengah jadi yang biasanya paling banyak digunakan untuk bahan baku produksi yang selanjutnya atau siap untuk dijual kembali. Terbentuknya barang setengah jadi disebabkan karena siklus pada proses produksi.
4. Barang jadi (Finished Goods) adalah Persediaan yang sudah sangat siap untuk dijual dan menunggu dikirimkan. Bagi perusahaan dagang persediaan semacam ini disebut dengan Persediaan barang dagang (Marchendise Inventory) yang tidak perlu dilakukan proses lanjutan.
5. Barang dalam peralanan (Good In transit), yaitu barang-barang yang sudah dikirimkan oleh penjual akan tetapi masih belum diterima oleh para pembeli dan memang sedang dalam perjalanan.
6. Barang Konsinyasi (Consigment out) merupakan jenis barang titipan dari perusahaan lain. Barang seperti ini tidak boleh diakui sebagai persediaan milik perusahaann.

Setelah Anda mengetahui jenis-jenis dari barang yang termasuk klasifikasi akun persediaan, kini saatnya untuk masuk ke dalam pembahasan Tujuan dari Stock Opname:

• Untuk memeriksa efektifitas pengendalian internal pada persediaan.

Dengan mendapatkan keyakinan atas pengendalian internal perusahaan, maka si pemeriksa dapat mengukur berapa luasnya pemeriksaan dan pengembangan prosedur dari pemeriksaannya.

• Untuk meyakinkan persediaan yang sudah dilaporkan pada neraca memang benar-benar ada dan sudah dimiliki oleh perusahaan.
• Untuk memeriksa penilaian perusahan terhadap persediaan yang telah sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang sudah digunakan di Indonesia (PSAK ETAP dan PSAK IFRS).
• Meyakinkan sistem pencatatan persedian yang benar-benar sesuai dengan prinsip yang selama ini masih berlaku di Indoneisa.
• Meyakinkan kewajaran dalam hal penilaian barang-barang yang rusak (defective), Bergerak lambat (Slow moving) dan ketinggalam mode (absolescence). Misalnya untuk jenis barang-barang yang Bergerak terlalu lambat (Slow moving) dan ketinggalan mode (absolescence) auditor semestinya harus memeriksa tingkat kewajaran dari penilaian manajemen atas barang-barang tersebut dengan cara mempertimbangkan metode mana saja yang jauh lebih rendah antara harga perolehan atau harga pasar (lower cost or market).

Barang-barang yang termasuk ke dalam kelompok barang-barang yang lama terjual, ketinggalan jaman jika tidak dinilai berdasarkan metode mana saja yang lebih rendah antara harga perolehan atau harga pasar, maka nilai laba tidak akan lagi relevan dan itu artinya tidak terlalu mencerminkan nilai masa kini. Maka dari itu manajemen sangat perlu untuk melakukan penyisihan yang cukup, tidak terlalu rendah dan juga juga tidak terlalu tinggi, karena akan berdampak buruk pada laba. Jika penyisihan terlalu rendah, maka laba yang sudah tersaji akan menjadi jauh lebih tinggi, jika penyisihan terlalu tinggi, maka laba akan tersaji dengan terlalu rendah.

• Meyakinkan apakah masih ada persediaan yang digunakan jaminan penarikan pinjaman.
• Apakah persedian yang diasuransikan sudah memiliki nilai pertanggungan yang cukup.
• Mengetahui apakah masih ada perjanjian pembelian/penjualan persediaan (Purchased sales Comitment) yang memiliki pengaruh besar terhadap laporan keuangan.
• Memeriksa apakah pengukuran, pengakuan, pelaporan, pengungkapan dan penyajian persediaan telah benar-benar sesuai dengan Prinsip Akuntansi yang masih berlaku secara umum di Indonesia.

Terdapat dua macam metode pecatatan persediaan yang secara umum banyak digunakan, yaitu metode perpetual dan juga metode fiskal. Pada metode perpetual ini, setiap ada pembelian akun persediaan, maka akan langsung didebet dan pada saat ada penjualan akun persedian, maka akan langsung dikreditkan. Metode fisikal sebenarnya juga tidak pernah mendebit akun persediaan pada saat terjadi pembelian, dan tidak pernah mengkreditkan akun persediaan pada saat penjualan. Sehingga apabila ingin mengetahui nilai persediaan, maka perlu dilakukan pemeriksaan fifik (Stock Opname). Jenis perusahaan yang biasanya banyak menggunakan metode perpetual adalah jenis perusahan yang memiliki banyak jenis persediaan, akan tetapi nilai per unitnya lebih besar, misalnya jenis perusahaan motor dan mobil. Sementara untuk jenis perusahaan yang biasanya lebih banyak menggunakan metode fsikal adalah jenis perusahan yang memiliki jenis persediaan paling banyak, namun nilai per unitnya masih terlalu kecil misalnya toko bangunan dan super market.

Resiko yang mungkin saja akan dihadapi oleh pihak auditor pada saat melakukan stock opname adalah auditor tidak akan mampu mendeteksi semua barang milik perusahaan, baik yang masih tersimpan di gudang, sedang dikirimkan dalam perjalanan atau memisahkan barang konsinyasi. Karena hal itu membutuhkan pemahaman bisnis klien yang cukup baik.

Resiko kedua adalah mungkin auditor akan merasa kesulitan untuk bisa menjangkau persediaan yang masih berada di lokasi yang berbeda-beda yang akan semakin menyulitkan perhitngan fisiknya.

Resiko ketiga adalah auditor akan dihadapkan pada lingkungan penyimpanan persediaan yang tidak tertib. Misalnya menyimpan persediaan yang tidak sejenis karena keterbatasan ruang penyimpanan dan keterbatasan pemahaman dari para staff pada pengendalian internalnya. Resiko keempat, keanekaragaman dari jenis persediaan yang akan menjadikan auditor akan merasa kesulitan dalam mengidentifikasi.

Oleh karena itu, persediaan merupakan jumlah terbesar pada Neraca perusahan dagang dan industri manufaktur. Maka diharapkan para auditor dalam melakukan stok opname harus lebih teliti dan cermat dalam memeriksanya. Karena perhitungan fisik audit yang akan digunkaan sebagai bukti nilai persediaan. Hal terpentingnya adalah akun persediaan memiliki pengaruh yang paling besar terhadap neraca perusahaan dan perhitungan laba ruginya. Sedikit saja kesalahan dalam hal penentuan persediaan pada setiap akhir periode akan mengakibatkan terjadinya kesalahan dalam menilai aktiva lancar dan total aktiva, harga pokok penjualan, laba kotor dan juga laba bersih, taksiran untuk pajak peghasilan, pembagian deviden dan juga laba ditahan. Hal yang paling beresiko besar adalah kesalahan tersebut akan semakin terbawa pada laporan keuangan pada periode yang berikutnya.

Itulah sedikit penjelasan tentang Stock opname. Apabila para pembaca sekalian ingin memahami secara lebih mendalam tentang bagaimana cara untuk melakukan stock opname persediaan, membutuhkan konsultasi seputar manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan juga membutuhkan Accounting Software, maka para pembaca sekalian dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900/081-8521172. Kami siap membantu Anda sampai bertemu pada pembahasan artikel selanjutnya.

Scroll to top