Kategori: Accounting

TRAINING STRATEGI MENGELOLA PIUTANG PENJUALAN SECARA EFEKTIF DAN BENAR, 24 AGUSTUS 2019

Taukah anda bahwa CASH FLOW TIDAK LANCAR di Perusahaan salah satunya disebabkan oleh Piutang penjualan yang tidak dikelola dengan baik? Artinya di Perusahaan banyak Piutang penjualan yang macet atau belum dibayar oleh customer. Jika anda sudah memahami maka marilah kita bereskan dengan cara mengikuti training “Strategi Mengelola Piutang Penjualan secara efektif dan benar”?
Di dalam training akan diajarkan :
Merapikan – Apa yang kita rapikan? Dokumen piutang yang kita miliki kita rapikan dengan benar agar Piutang penjualan terhitung dengan benar antara sistem dengan dokumen fisiknya.
Mencegah – dengan cara :
1. Mengetahui prilaku debitur yang bayar lancar dan tidak lancar dan cara menghandlenya.
2. Mengetahui gejala-gejala piutang penjualan yang bakal bermasalah
Menghandle – Dengan cara :
1. Menangani order dari customer yang ditengarai beresiko dgn waspada.
2. Membuat analisa umur piutang penjualan dalam sebuah grafik current Vs Over due
3. Menangani Piutang penjualan yang over due jangan sampai terjadi bad debt dengan projek penyelesaian.
Dengan cara di atas minimal peserta training sudah bisa menjalankan strategi pengelolaan piutang penjualan dengan benar dan efektif.
Segera daftarkan : Admin pengelola Piutang penjualan, Collector dan Supervisor penjualan.
Investasi awal : Rp 1.250.000,-
Sebelum tanggal 16. Diskon Rp 500.000,- hanya bayar Rp 750.000,-

Berminat gabung hubungi : wa 081-252982900.

CARA MENCEGAH KECURANGAN DALAM TRANSAKSI

Pada Kesempatan kali ini Konsultan Manajemen Groedu International Consultant akan berbagi Informasi mengenai CARA MENCEGAH KECURANGAN DALAM TRANSAKSI. Berikut dibawah ini penjelasan singkatnya.

NYALAKAN FILTERING PADA TRANSAKSI KARTU KREDIT
Kebanyakan dari akses masuk pembayaran hanya mengijinkan merchant yang ada di e-commerce untuk mengatur keamanan yang berguna untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kartu kredit dengan cara memblokir transaksi yang dinilai beresiko sangat tinggi. Misalnya resiko yang paling umum yakni dengan mambatasi akses transaksi yang alamat penerimanya tidak sama dengan yang alamat yang terdaftar di dalam data yang dimiliki oleh perusahaan kartu kredit, atau dengan cara melakukan blokir transaksi dari negara tertentu. Cara ini sangat direkomendasikan bagi para bisnis online yang memiliki risiko rendah atau belum pernah memiliki kasus penipuan, penggelapan, atau penyalahgunaan dalam menggunakan kartu kredit sebelumnya.

MELAKUKAN REVIEW SECARA MANUAL
Untuk bisnis online atau e-commerce dengan resiko menengah, risiko yang tidak terlalu berat. Melakukan review transaksi secara manual bisa menjadi solusi yang lebih ketat dan lebih fleksibel jika dibandingkan dengan hanya mengandalkan fitur penyaring transaksi saja, meski terbukti membutuhkan lebih banyak waktu. Penelaah pasti akan mencari cara untuk menelusuri transaksi yang masuk kedalam kategori tertentu. Sebagai contoh, terdapat transaksi yang memiliki nilai dengan batas bawah besar, atau transaksi yang memiliki alamat billing dengan alamat kirim barangnya berbeda. Dengan demikian hal-hal yang perlu untuk dicek biasanya menggunakan alat pencarian seperti Google guna memastikan bahwa data pengguna kartu kredit tersebut, atau untuk memeriksa apakah alamat pengirim barang benar-benar valid atau palsu.

MENCEGAH PENIPUAN DENGAN SUMBER DAYA PIHAK KETIGA
Untuk penipuan yang resikonya cukup besar, pernah terkendala kasus, atau untuk usaha kecil yang ingin membuat sumber dayanya agar dapat digunakan pada hal-hal yang lebih tepat misalnya seperti penjualan dan sebagainya, atau bisa menggunakan peran pihak ke tiga untuk membangun akses transaksi yang bisa lebih profesional. Banyak teknologi yang dipergunakan oleh perusahaan yang berfungsi untuk mencegah penipuan kartu kredit dan ini tentunya akan terus berkembang sesuai dengan kesempatan-kesempatan yang ada saat ini, sehingga pada akhirnya keamanan dan perlindungan sumber daya pembaca akan lebih efektif dan juga akan jauh lebih baik.

BERHATI-HATI TERHADAP SETIAP EMAIL YANG MASUK
Pelaku penipuan pertama-tama akan mengincar informasi dan data-data dari dan bersumber pada kartu kredit Anda. Secara umum mereka akan menggunakan email sebagai sarana untuk menjalankan niat buruknya. Oleh sebab itu, jika pembaca sekalian menerima sebuah email pada inbox Anda dan isi dari email tersebut menunjukan permintaan data-data rekening atau kartu kredit, maka Anda sebaiknya mengabaikan sebab yang terjadi adalah kemungkinan besar hal tersebut merupakan usaha si penipu.
Jika pembaca sekalian ada yang menggunakan Gmail, secara umum jika terdapat email yang mencurigakan dan banyak hal yang ditandai oleh sistem bahwa terdapat gerak-gerik yang mencurigakan maka dapat disimpulkan bahwa isi email tersebut terindikasi hal-hal yang merusak. Sehingga anda baiknya berhati-hati lebih awal, sebab ada indikasi hal tersebut merupakan modus penipuan, spam sedang masuk ke inbox mail anda. Jika Anda mengalami hal seperti ini sebaiknya dipelajari dan agar tetap saling berbagi dengan netizen lainnya hal ini dimungkinkan agar pembaca sekalian tidak mudah tertipu dengan modus yang sama, modus yang pernah menjerat korban sebelumnya.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai “CARA MENCEGAH KECURANGAN DALAM TRANSAKSI”. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) perusahaan dan butuh Accounting Software, pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu anda.

CARA MENGELOLA UTANG USAHA AGAR KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN STABIL

Pada Kesempatan kali ini Konsultan Manajemen Groedu International consultant kembali berbagi informasi mengenai Cara mengelola utang usaha agar kondisi keuangan stabil.
Utang merupakan sumber pendanaan perusahaan selain dari modal disetor. Pinjaman utang berguna untuk mempercepat perkembangan perusahaan. Besarnya nilai utang biasanya disesuaikan kebutuhan yang dapat didasarkan pada rencana anggaran, atau grand project perusahaan. Agar kelancaran rencana perusahaan terjaga maka apabila terkendala pada penyetoran modal untuk mendukung aktivitas tersebut, cara lainnya yaitu dengan melakukan peminjaman dana / berhutang.
Meski utang berperan dalam penyediaan dana akan tetapi tidak memberikan jaminan bahwa perusahaan akan terbebas dari resiko yang melekat pada utang dan mampu secara efektif dan efisien mengelola utang.

Sebelum membahas cara pengelolaan utang maka sebagai pendahuluan kita perlu mengenal macam-macam jenis utang, pengklasifikasian utang berdasarkan pada waktu jatuh temponya :
a. Utang jangka pendek (Short Term Liability)
Utang jangka pendek merupakan utang yang memiliki waktu jatuh tempo, pelunasan kurang dari satu tahun (12 Bulan).

b. Utang jangka menengah
Merupakan jenis utang yang waktu jatuh temponya berada pada rentang satu hingga sepuluh tahun. Adakalanya hal ini berbeda dengan kondisi di lapangan karena pengklasfikasian jenis utang didasarkan pada kebijakan perusahaan.

c. Utang jangka panjang (Long Term Liability)
Jenis utang yang dimiliki perusahaan dengan masa jatuh tempo waktu pelunasan lebih dari sepuluh tahun. Utang jangka panjang akan diletakan pada neraca dengan posisi paling bawah, didasarkan pada waktu pembayarannya dan pelunasannya.

Setelah mengetahui jenis-jenis utang, yakni terdiri dari utang jangka pendek, utang jangka menengah dan utang jangka panjang. Sekarang kami akan mulai membahas cara mengelola utang agar stabilitas keuangan perusahaan tetap terjaga.
1. Menentukan prioritas
Prioritas utang didasarkan pada penilaian dampak baik manfaat dan resiko yang melekat pada utang tersebut. Hindarkan pada penilaian yang berdasarkan pada seberapa besar beserta bunganya yang akan di bayar perusahaan. Berdasarkan manfaat dan resiko bukan jumlah.

2. Sesuaikan dengan anggaran
Jumlah pinjaman mesti disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang biasanya tercermin pada anggaran dasar. Sebuah proyeksi laporan keuangan yang terbagi menjadi beberapa divisi perusahaan. Perusahaan perlu memerhatikan besarnya aliran kas yang berasal pendapatan dan pengeluaran. Apabila dalam peninjauan ditemukan bahwa terjadi defisit laporan keuangan, maka perusahaan harus melakukan langkah tepat dengan mengurangi pengeluaran.

3. Negosiasi
Apabila perusahaan keberatan terkait dengan besarnya suku bunga perusahaan, maka perusahaan dapat melakukan negosiasi agar pihak pemberi pinjaman bersedia menurunkan bunga pinjamannya. Paling tidak melonggarkan syarat pembayarannya. Jangka waktu (Jatuh tempo) pembayarannya / termin dapat diundurkan.

4. Rencana B
Agar perusahaan siap dengan kemungkinan terburuk yang diakibatkan oleh sebuah even. Maka perusahaan perlu menyiapkan rencana cadangan (Plan B). Setelah mengajukan dan dapatkan dana pinjaman maka perusahaan dihadapkan pada resiko. Oleh sebab itu agar dapat memanage resiko perusahaan mesti harus berhati-hati dalam mengelola dana pinjaman. Agar dana pinjaman lebih terasa manfaatnya, hindarkan pada penggunaan untuk membayar pinjaman lain atau membayar deviden pemegang saham.

5. Menggabungkan utang
Adakalanya perusahaan memiliki banyak utang atau pinjaman dari berbagai sumber yang mesti harus dibayar. Maka perusahaan perlu melakukan manajemen utang agar pengelolaan utang lebih efektif dan efisien. Salah satunya ialah dengan membuat satu poin untuk pembayaran utang. Poin tersebut berisikan informasi mengenai waktu yang diharuskan untuk membayar utang, jumlah yang harus dibayar, pinjaman kepada siapa dan mekanisme pambayarannya seperti apa..?

6. Kemungkinan terdapat masalah utang yang tidak dapat diselesaikan sendiri oleh perusahaan dan memerlukan pihak-pihak tertentu. Misalnya terkait dengan nilai Aset yang dijadikan jaminan, sehingga memerlukan pihak ketiga seperti Appraisal untuk melakukan penilaian kembali aset tetap.
Masalah lainnya yaitu Informasi yang disajikan. Agar perusahaan mendapatkan informasi lebih jelas dan kompleks, maka saatnya perusahaan memerlukan Software Accounting.
Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai cara mengelola utang. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, training pengelolaan AR untuk Tim penjualan/Sales force/Sales Supervisor/Manager/ serta membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) perusahaan dan butuh Accounting Software pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu anda. Klik di sini dan isi form untuk konsultasi dan training.

INTERNAL AUDIT GENERASI KE 3.0

Hingga saat ini, profesi audit internal masih belum urgen untuk dilakukan inovasi, apalagi kembali ke jati dirinya sendiri. Kini, ketika kita mendekati dan menghadapi ketidakpastian, berbagai organisasi menghadapi risiko strategis, reputasi, operasional, keuangan, peraturan, dan cyber yang terus menerus berubah. Dunia memasuki revolusi industri keempat di mana teknologi baru, digitalisasi, robot, dan kecerdasan buatan secara dramatis mengubah lingkungan bisnis.
Bersama dengan ketua komite audit, eksekutif, kepala eksekutif audit, dan pemimpin bisnis, sebuah laporan mengatakan bahwa telah ada perkembangan dalam perencanaan yang bertujuan mengklarifikasi harapan internal audit dan meminta pendukung untuk memenuhi hal ini, melakukan kodifikasi kembali elemen-elemen yang terpenting. Kami menyebutnya audit internal generasi ke 3.0, generasi audit internal berikutnya.

Berikut dibawah ini penjelasannya
Memberikan kepastian (Assurance), Nasihat (Advise) dan antisipasi (Anticipate) merupakan nilai-nilai yang dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan atas fungsi internal audit.

kepastian (Assurance)
Memberikan Kepastian (Assurance) tetap menjadi peran inti dari fungsi internal audit. Akan tetapi berbagai kegiatan, masalah, dan risiko yang dihadapi tentunya harus jauh lebih luas dan lebih real-time daripada keadaan sebelumnya. Meskipun assurance merupakan pusat fungsi internal audit, komite audit tidak berhak memberikan batasan. Internal Audit generasi ke 3.0 akan dapat menguraikan tentang bagaimana berbagai fungsi dapat memenuhi permintaan pemangku kepentingan baik melalui pengembangan inovasi dan pemberdayaan teknologi.

Nasihat (Advise)
Memberikan saran dan rekomendasi perbaikan kepada manajemen tentang efektivitas pengendalian internal, perubahan, manajemen risiko, dan desain merupakan peran internal audit dan harapan dari pemangku kepentingan.
Sudah terlalu banyak internal auditor yang menggunakan “independensi” sebagai sandaran alasan untuk tetap berada di jalur mereka dan menghindari memberikan wawasan dan pendapat ketika sebagian besar pemangku kepentingan mengatakan ini adalah apa yang benar-benar mereka inginkan. Ketika memasuki era internal audit generasi ke 3.0, fungsi-fungsi dapat menghormati independensi bersamaan memberi nasehat kepada bisnis melalui promosi yang bersifat objektiv, berdasarkan pada integritas, dan menjunjung profesionalisme.

Antisipasi (Anticipate)
Melakukan antisipasi risiko, membantu manajemen dalam memahami risiko, menyusun pencegahan, serta merubah internal audit menjadi fungsi yang memandang ke belakang dengan melaporkan apa yang salah kemudian melakukan segala hal, sebelum semuanya terjadi. Internal Audit generasi ke 3.0 mengenalkan penginderaan dan pembelajaran risiko ke peran audit internal yang lebih baru yag lebih cocok dengan lingkungan saat ini, membantu dan mengatasi risiko yang muncul.
Bersamaan dengan perubahan generasi internal audit kini kita akan membahas Beberapa perubahan vertikal di dalam internal audit. Hal yang mendasari perubahan vertikal di dalam internal audit yakni perubahan produk, layanan, pasar, pelanggan, dan organisasi. Namun semua perubahan tidak sama.
Dibawah ini akan dijelaskan beberapa perbedaan antara Perubahan vertikal dengan horizontal.
Kecenderungan perusahaan melakukan hal yang sama di berbagai tempat. Misal, sebuah pabrik mobil memperluas penjualan dan pemasarannya ke Cina.
Kecenderungan untuk menciptakan produk “baru” dalam pasar yang telah ada. Pertimbangkan pembuat manisan global yang menambahkan tiga rasa ke dalam jajaran “tawar dan kacang” — kopi, madu, dan cabai. Apakah ini merupakan contoh dari cara untuk mengembangkan produk yang inovatif ?
Munculnya “R&D” dalam rencana strategi. Lindkvist berkata, R&D adalah singkatan dari “rip off and duplikat.”

Hal yang begitu kontras yakni motivasi di balik perubahan vertikal yang didefinisikan sebagai berikut:
• Secara aktif yang menghindari tren dan pemikiran kelompok, yang dapat menekan kreativitas.
• Menganggap masa depan akan sesuai dengan pengetahuan yang diketahui sebelumnya. Lakukan pengujian. Ajukan beberapa asumsi. Lakukan dengan lebih berani. “Lebih banyak yang sama” tidak menghasilkan apa-apa selain menghasilkan jumlah yang lebih besar tetapi sama.
• Takut mengalami kegagalan — ini merupakan langkah terbaik dan terpenting dalam menuju kesuksesan. Kembangkan kegagalan agar menjadi lebih produktif. Gambar dan bagikan pelajaran dari setiap upaya. Tetap lakukan cara berpikir yang positif: Ini sebenarnya bukan kegagalan; itu “sukses yang tertunda.”.

Terima kasih telah berkunjung ke website kami, itulah sedikit penjelasan mengenai internal audit generasi ke 3.0. Apabila pembaca membutuhkan konsultasi manajemen, membutuhkan pembenahan Standar Operational Procedure (SOP) dan butuh Accounting Software pembaca dapat menghubungi groedu@gmail.com atau kontak 081-252-982900 / 081-8521172. Kami siap membantu
Sampai bertemu di pembahasan artikel selanjutnya.

Scroll to top